Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Oktober 2014

Mitsubishi Regional Jet, Pesawat Penumpang Besutan Terbaru Jepang

Akhirnya pesawat penumpang Mitsubishi Regional Jet berhasil dilaunching oleh perusahaan Mitsubishi Aircraft yang berbasis di Nagoya Jepang. Mitsubishi Regional Jet adalah pesawat terbang penumpang bermesin jet untuk rute penerbangan jarak pendek. Pesawat ini memiliki kapasitas 70 hingga 90 penumpang.
Mitsubishi Regional Jet (MRJ) adalah pesawat jet regional dengan kapasitas tempat duduk 70-90 penumpang yang diproduksi oleh Mitsubishi Aircraft Corporation, sebuah kemitraan antara pemilik mayoritas Mitsubishi Heavy Industries dan Toyota Motor Corporation dengan bantuan desain dari afiliasi Toyota Fuji Heavy Industries, sudah produsen pesawat . Gambar pertama MRJ90 sepenuhnya dirakit yang tersedia pada tanggal 26 Juni 2014 dan sebuah peluncuran resminya dijadwalkan akhir Oktober. Penerbangan perdananya dijadwalkan untuk tahun 2015, dengan pengiriman pertama untuk mengikuti pada 2017. Ini akan menjadi pesawat pertama yang dirancang dan diproduksi di Jepang sejak NAMC YS-11 dari tahun 1960-an. Pesawat ini awalnya diharapkan menjadi pesawat jet regional pertama yang mengadopsi bahan serat karbon komposit untuk badan pesawat pada skala yang signifikan. Namun, dalam desain turn-sekitar pada bulan September 2009, Mitsubishi mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan aluminium untuk kotak sayapnya bukan material komposit. [8] bagian karbon komposit sekarang akan membuat hanya 10-15% dari pesawat, sebagian besar di sekitar bagian ekor. Perubahan ini membawa peningkatan ketinggian kabin oleh 1.5in (3,8 cm) untuk 80.5in (204 cm) dan peningkatan tinggi badan pesawat untuk 116.5in (296 cm). Hal ini memberikan MRJ kabin bulat, yang lebih luas dan lebih tinggi dari pesawat yang bersaing diproduksi oleh Bombardier dan Embraer. Sebuah mockup kabin dan model skala dipresentasikan pada 47th Paris Air Show pada bulan Juni 2007. Perusahaan telah memutuskan untuk secara resmi menawarkan pesawat untuk dijual kepada pelanggan potensial. Produksi direncanakan akan dimulai pada tahun 2012. Penerbangan pertama dijadwalkan setelah desain diselesaikan berlangsung pada kuartal II 2012, tapi ditunda hingga 2013, dan kemudian lebih lanjut ditunda untuk musim semi 2014 karena keterlambatan dalam pengadaan mesin. Demikian juga pengiriman pertama direncanakan berlangsung pada kuartal pertama 2014, tapi ditunda ke pertengahan hingga akhir 2016. Pada Agustus 2013, Mitsubishi mengumumkan penundaan besar ketiga untuk program ini, dan bahwa penerbangan pertama akan berlangsung pada musim panas 2015 sementara pengiriman pertama akan berlangsung pada musim panas 2017. keterlambatan pengadaan Pratt & Whitney mesin dan komponen lainnya yang disebut-sebut sebagai penyebab keterlambatan ini. Pada September 2013, setelah mengumumkan penundaan ketiga untuk program MRJ, Mitsubishi ditampilkan di depan umum prototipe MRJ pesawat, termasuk kandang kokpit, dan mengumumkan bahwa mereka akan menyewa pilot dan teknisi asing untuk melayani sebagai konsultan sebagai program berlanjut ke uji keamanan dan persetujuan peraturan .

Mitsubishi Regional Jet. ZonaAero
Mitsubishi Regional Jet.
Jepang Luncurkan Pesawat Jet Pribadi.

Masyarakat Jepang berbahagia sekali karena untuk pertama kali dalam 50 tahun terakhir mereka berhasil meluncurkan pesawatnya dengan nama Mitsubishi Regional Jet (MRJ). Adalah dua perusahaan raksasa, Mitsubishi Aircraft (Nagoya) dan Mitsubishi Heavy Industries yang berjasa menciptakan jet tersebut. Pesawat ini sebenarnya telah tiga kali mengalami penundaan peluncuran. Rencana semula akan diluncurkan pada tahun 2011 lalu. Penerbangan perdana akan dilakukan pada bulan April-Juni tahun 2015 yang produksi massalnya akan dikirimkan ke All Nippon Airways (ANA) mulai 1 April tahun 2017.

Jumlah kursi di MRJ sebanyak antara 70-90 orang, diasumsikan dalam pelayanan di rute jarak pendek seperti dalam negeri. Mesin dan badan pesawat memiliki hambatan udara tipis selama penerbangan rendah, secara ekonomi juga irit bahan bakar sebanyak 20 persen dibandingkan dengan jenis yang sama mesin konvensional jet lainnya.

Chairman Mitsubishi Aircraft, Egawa Hideo mengaku senang dan bangga bisa meluncurkan pesawat tersebut dan mereka yakin bisa bersaing dengan pasar internasional karena pembaharuan yang yang lebih baik dari segi teknologi dan sebagainya untuk pesawat jet yang baru ini.

Dengan investasi 1,9 miliar dolar AS pesawat ini berhasil dibuat dengan biaya sekitar 42 juta dolar AS. Memiliki panjang 35,8 meter lebar 29,2 meter, kecepatan mencapai 830 kilometer per jam. Dapat menjelajah jarak sejauh 3400 kilometer atau setara dengan jarak Tokyo ke Beijing atau Tokyo ke Guam.

Tahun 2031 diperkirakan kebutuhan sedikitnya 5000 pesawat jet seperti ini di dunia. Sedangkan MRJ diperkirakan akan memproduksi sekitar 407 pesawat nantinya, sesuai pesanan yang ada per Oktober 2014 ini.

www.tribunnews.com

Rabu, 18 Juni 2014

Garuda Indonesia Layani Lagi Penerbangan Langsung Jakarta-Haneda

Penerbangan langsung Jakarta–Haneda secara resmi telah dilayani kembali oleh maskapai Garuda Indonesia mulai 15 Juni 2014. Rute penerbangan Jakarta–Haneda dioperasikan setiap hari oleh Garuda Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang jenis Airbus A330-300. Pesawat ini dioperasikan dengan konfigurasi dua kelas, yaitu kelas bisnis yang berkapasitas 36 penumpang dan kelas ekonomi dengan kapasitas 215 penumpang.

Garuda Indonesia, Airbus A330-300. ZonaAero
Garuda Indonesia, Airbus A330-300.
Garuda Buka Kembali Penerbangan Langsung Jakarta–Haneda.

Garuda Indonesia meresmikan kembali penerbangan Jakarta – Haneda Jepang untuk memenuhi permintaan pasar dan meningkatkan jaringan penerbangannya. Peresmian penerbangan tersebut dilaksanakan secara simbolis oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar bersama-sama dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yoshinori Katori di Gate E2, bandara internasional Soekarno – Hatta, Minggu (15/6/2014). Penerbangan Jakarta – Haneda tersebut memiliki arti yang penting mengingat bahwa Garuda Indonesia pertama kali melayani penerbangan dari Indonesia ke Jepang dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 1962. Ketika itu, penerbangan dilaksanakan dari Bandara Kemayoran Jakarta menuju Haneda melalui Hongkong, menggunakan pesawat Lockheed L-118 Electra.

Penerbangan Jakarta - Haneda dilayani setiap hari dengan jadwal keberangkatan dari Jakarta pukul 13.05 (Local Time) dan tiba di Haneda pukul 22.35 (Local Time). Sedangkan rute Haneda – Jakarta dilayani dengan penerbangan GA 875 yang berangkat dari Haneda pukul 00.30 (Local Time) dan tiba di Jakarta pada pukul 06.00 (Local Time). Penerbangan tersebut menggunakan pesawat jenis Airbus A330-300 yang dibagi dalam dua kelas layanan, yaitu kelas bisnis berkapasitas 36 penumpang dan kelas ekonomi berkapasitas 215 penumpang

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, pembukaan kembali penerbangan Jakarta – Haneda tersebut juga merupakan langkah strategis Garuda untuk mengembangkan jaringan penerbangannnya ke Jepang dan beyond Jepang. "Melalui rute ini, para penumpang Garuda akan dapat melanjutkan penerbangan ke kota – kota di domestik Jepang maupun ke wilayah Amerika Serikat. Penerbangan lanjutan ke kota – kota domestik Jepang dilaksanakan dengan ANA sementara penerbangan ke Amerika, ke Seattle dan Los Angeles, nantinya dilaksanakan melalui code share dengan Delta Air Lines. Jepang memiliki arti yang penting bagi Garuda Indonesia dan masyarakat Jepang merupakan pangsa pasar yang sangat potensial bagi Garuda Indonesia. Selama lebih dari 50 tahun, Garuda Indonesia telah mendukung hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang– khususnya dalam meningkatkan hubungan ekonomi, pariwisata dan sosial antara kedua negara," kata Emir.

Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yoshinori Katori menyambut gembira penerbangan Jakarta –Haneda tersebut. "Dengan dibukanya kembali penerbangan Garuda Indonesia Jakarta – Haneda pp tersebut, kiranya akan semakin memberikan banyak pilihan bagi masyarakat kedua negara untuk melakukan perjalanan bisnis maupun kunjungan wisata," kata Duta Besar.

Dengan diibukanya rute penerbangan langsung Jakarta – Haneda, saat ini Garuda Indonesia melayani 39 penerbangan setiap minggunya untuk rute tujuan ke Jepang. Adapun rute-rute penerbangan yang dilayani Garuda Indonesia untuk rute tujuan Jepang, adalah Jakarta - Osaka (Kansai), Denpasar - Osaka (Kansai), Jakarta - Tokyo (Narita), Denpasar – Tokyo (Narita), Denpasar - Tokyo (Haneda), dan Jakarta – Tokyo (Haneda)

Penerbangan Jakarta – Haneda tersebut juga merupakan penerbangan kerjasama codeshare dengan All Nippon Airways, sehingga penumpang Garuda Indonesia yang melakukan penerbangan tujuan Tokyo melalui Bandara Haneda dapat melakukan penerbangan lanjutan dengan penerbangan ANA ke beberapa kota besar di Jepang, seperti ke Fukuoka, Saporro dan Okinawa. Selain itu, dengan dibukanya penerbangan Jakarta – Haneda tersebut, bekerjasama dengan Delta Airlines, nantinya penumpang Garuda Indonesia dapat melanjutkan perjalanan menuju Amerika yaitu Los Angeles dan Seattle.

bisniskeuangan.kompas.com