Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Kuala Namu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuala Namu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Februari 2015

Rute penerbangan Kuala Namu-Meulaboh Resmi Dilayani Garuda Indonesia

Rute penerbangan Kuala Namu-Meulaboh secara resmi telah dioperasikan maskapai Garuda Indonesia mulai Senin, 2 Februari 2015. Perusahaan penerbangan milik pemerintah ini menggunakan pesawat terbang jenis ATR 72-600 untuk melayani rute baru ini. Penerbangan Kuala Namu-Meulaboh ini dilayani sebanyak 4 kali setiap minggunya, yaitu pada hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu.

Garuda Indonesia, ATR 72-600. ZonaAero
Garuda Indonesia, ATR 72-600.
Garuda Indonesia Buka Rute Kuala Namu-Meulaboh.

Garuda Indonesia pada Senin (2/2/2015) secara resmi melayani rute penerbangan baru Kuala Namu–Nagan Raya (Meulaboh) pp menggunakan pesawat jenis ATR 72-600 terbaru dengan kapasitas sebanyak 70 penumpang (semua kelas ekonomi). Rute baru Kuala Namu–Nagan Raya (Meulaboh) pp tersebut merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia untuk terus memperkuat jaringan penerbangannya di domestik, khususnya memperkuat konektivitas jaringan penerbangan di wilayah barat Indonesia.

Penerbangan baru ini juga sekaligus sebagai bentuk dukungan Garuda Indonesia untuk terus mendukung perkembangan industri pariwisata serta ekonomi nasional melalui penyediaan akses menuju destinasi-destinasi baru, khususnya di Propinsi Nanggroë Aceh Darussalam (NAD).

Penerbangan Kuala Namu–Nagan Raya (Meulaboh) pp dilayani dengan menggunakan GA 7122, berangkat dari Kuala Namu pukul 08.50 WIB dan tiba di Bandara Nagan Raya (Meulaboh) pada pukul 09.50 WIB, dan berangkat kembali dari Nagan Raya (Meulaboh) dengan GA 7123 pada pukul 10.20 WIB dan tiba di Kuala Namu pada pukul 11.25 WIB. Penerbangan ini dilayani sebanyak empat kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu.

Penerbangan ini akan menghubungkan kota-kota di Indonesia (via Kuala Namu) dengan beberapa wilayah di pesisir barat dan selatan Propinsi NAD yang dikenal dengan wilayah yang menghasilkan hasil bumi terkenal dan potensi wisata bahari yang cukup diminati oleh para turis baik turis domestik maupun internasional, salah satunya adalah obyek wisata pantai Suak Ribee dan pantai Lhok Bubon.

Melalui pengoperasian rute Kuala Namu–Nagan Raya (Meulaboh) pp ini, maka saat ini Garuda Indonesia telah mengoperasikan sebanyak 25 penerbangan dari dan ke Propinsi NAD setiap minggunya, melengkapi rute penerbangan Jakarta–Banda Aceh 2 kali sehari dan Medan–Banda Aceh 1 kali sehari.

Selain itu, Garuda Indonesia juga akan melayani penerbangan ke kota-kota lainnya di Propinsi NAD yaitu Kuala Namu-Lhokseumawe mulai tanggal 4 Februari 2015, dan Kuala Namu–Sabang mulai tanggal 6 Februari 2015 mendatang.

Sebelumnya, untuk peningkatan konektivitas di pulau Kalimantan, pada bulan November lalu, Garuda Indonesia juga telah menghubungkan kota-kota Balikpapan-Palangkaraya-Pontianak dan Putussibau dengan ATR72-600, serta Desember 2014 lalu, Garuda Indonesia juga telah menghubungkan Ambon dengan Ternate, Saumlaki dan Langgur di kepulauan Maluku.

industri.bisnis.com

Rabu, 02 April 2014

China Southern Airlines Berminat Buka Penerbangan Guangzhou-Kuala Namu

Maskapai China Southern Airlines sedang menjajaki kemungkinan untuk mengoperasikan penerbangan Guangzhou-Kuala Namu. Penerbangan yang mengubungkan penerbangan Guangzhou di China dengan Bandara Internasional Kuala Namu di Sumatera Utara ini akan melalui rute Penang dan Kuala Lumpur di Malaysia.

China Southern Airlines. ZonaAero
Maskapai China Jajaki Rute Guangzhou-Kuala Namu.

Perusahaan penerbangan asal China, China Southern Airlines tengah mempertimbangkan kemungkinan penerbangan Guangzhou ke Bandara Internasional Kuala Namu di Deli Serdang. Perusahaan tersebut menilai potensi pasar ke Sumatera Utara cukup besar.

General Manager China Southern Airlines Lie Eheng Qiang menuturkan, rencananya perusahaan akan membuka penerbangan ke Kuala Namu via Penang dan Kuala Lumpur. "Pasar adalah syarat terpenting dalam penerbangan. Saat ini kondisi bandara sudah memuaskan. Jika memungkinkan, untuk tahap awal kami akan menyediakan tiga kali penerbangan selama sepekan. Bahkan jika via Kuala Lumpur atau Penang, bisa setiap hari," ujar Lie di sela-sela kunjungannya, Selasa (1/4/2014).

Ketua Asita Sumut Solahudin Nasution menilai pembukaan jalur penerbangan ini merupakan peluang yang sangat baik untuk mengembangkan pariwisata Sumatera Utara. Apalagi, China memiliki kedekatan budaya dengan masyarakat keturunan di Sumatera Utara. "Wisatawan mancanegara China menjadi salah satu incaran kami untuk tahun ini. Namun, kendala yang kami hadapi adalah belum ada penerbangan Sumatera Utara ke China dan sebaliknya," tutur Solahudin.

Adapun, rencana ini telah mendapatkan dukungan dari Pemprov Sumatra Utara.

Berdasarkan data BPS Sumut, pada Februari 2014, jumlah wisman asal China masih menduduki peringkat ketiga setelah Malaysia dan Singapura sebanyak 569 orang atau 2,36%. Wisman Malaysia masih mendominasi 57,97% atau 12.793 orang, sementara wisman Singapura 6,33% atau 1.091 orang.

Saat ini, China Southern Airlines sudah membuka tiga penerbangan ke Indonesia yakni Guangzhou-Jakarta, Guangzhou-Denpasar, dan Denpasar-Shenzhen.

industri.bisnis.com