Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Utara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Oktober 2014

PT AP II Berminat Kelola Bandara Perintis Di Tarakan, Kalimantan Utara

PT Angkasa Pura II dikabarkan tertarik untuk mengembangkan dan mengelola bandara perintis di Tarakan, Kalimantan Utara. Bandara perintis di Pulau Tarakan merupakan salah satu dari proyek 10 bandara perintis yang rencana akan dilelang oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia pada tahun 2015.

Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara. ZonaAero
Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara.
AP II Inginkan Bandara Tarakan.

Memiliki 13 bandar udara (bandara) di wilayah Indonesia bagian barat rupanya mulai dianggap kurang oleh PT Angkasa Pura II atau AP II. Perusahaan pengelola bandara plat merah itu tertarik mengembangkan bandara perintis di Tarakan Kalimantan Utara.

Hanya, AP II masih malu-malu menjelaskan detail hasratnya itu. "Tidak salah dan tidak benar, hanya baru dengar," kilah Achmad Syahrir, Kepala Bagian Humas Angkasa Pura II, Kamis (2/10/2014).

Bandara perintis Tarakan adalah bagian dari 10 bandara perintis yang dilelang oleh Kementerian Perhubungan (Kembuh) pada awal 2015 mendatang. Kemhub berharap pengembangan bandara perintis bisa turut mengerek potensi wisata di daerah tersebut.

Sebelumnya, Bambang Tjahjono, Direktur Kebandarudaraan Ditjen Perhubungan Udara, menyatakan dari 34 investor yang menyatakan tertarik, ada yang berlatarbelakang perusahaan penerbangan dan pengelola jasa transportasi.

www.tribunnews.com/

Jumat, 13 Juni 2014

Penerbangan Bersubsidi Nunukan-Krayan Resmi Dioperasikan

Penerbangan bersubsidi yang menghubungkan Nunukan dan Krayan secara resmi dioperasikan mulai tanggal 12 Juni 2014. Penerbangan yang disubsidi oleh pemerintah Indonesia ini makin memudahkan bagi masyarakat Krayan untuk bepergian ke Nunukan maupun sebaliknya. Sebelumnya, masyarakat setempat yang menggunakan penerbangan sebagai pilihan transportasi, harus melalui kota Tarakan terlebih dahulu.

Bandara Nunukan, Kalimantan Utara. ZonaAero
Bandara Nunukan, Kalimantan Utara.
Penerbangan subsidi Nunukan-Krayan resmi dibuka.

Penerbangan subsidi dari Pulau Nunukan menuju Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mulai dibuka oleh pemerintah daerah setempat. Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Krayan, Markus di Nunukan, Kamis membenarkan, dibukanya penerbangan subsidi ke kecamatan yang berbatasan dengan Negeri Sarawak, Malaysia, Kamis (12/6/2014). "Iya, penerbangan subsidi dari Nunukan (ibukota Kabupaten Nunukan) menuju Krayan mulai di buka hari ini (12/6/2014)," ujar dia, Kamis (12/6/2014).

Dia mengatakan, sebelum penerbangan subsidi Nunukan-Krayan dibuka, masyarakat setempat mengalami kesulitan mendapatkan akses apabila hendak ke ibu kota kabupaten karena biaya yang cukup mahal mencapai Rp 1,2 juta. Markus yang juga calon anggota legislatif terpilih Partai Hanura ini mengungkapkan, masyarakat Kecamatan Krayan yang berdomisili di ibu kota Kabupaten Nunukan dan sebaliknya apabila hendak mendapatkan penerbangan subsidi harus melalui Kota Tarakan dengan biaya sebesar Rp 210.000 sekali penerbangan. "Selama ini kalau masyarakat mau menggunakan penerbangan subsidi harus melalui (Kota) Tarakan dengan biaya Rp 210.000," kata dia.

Setelah dibukanya penerbangan subsidi ini, lanjut Markus, penerbangan dapat dinikmati setiap hari oleh masyarakat Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan setiap hari dari Pulau Nunukan menuju Long Bawan Kecamatan Krayan dan sebaliknya dengan menggunakan pesawat Susi Air. Dia mengharapkan dengan dibukanya penerbangan subsidi ini masyarakat pada kedua kecamatan tersebut lebih mudah memasarkan hasil pertanian dan lain-lainnya ke ibu kota Kabupaten Nunukan.

Menurut dia, infrastruktur penerbangan hanya satu-satunya akses yang dapat dipergunakan masyarakat setempat untuk keluar dan masuk ke daerah itu sehingga subsidi dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan.

Selama Desember 2013-Mei 2014, masyarakat Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan mengeluhkan mahalnya biaya penerbangan yang mencapai Rp 1,2 juta, ujar Markus. Dia juga menyesalkan lambannya pemerintah Kabupaten Nunukan menindaklanjuti kesulitan masyarakat di wilayah perbatasan itu namun baru dilakukan penerbangan subsidi setelah masyarakat Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan melakukan aksi dengan menyegel bandar udara Kabupaten Nunukan beberapa waktu yang lalu.

Markus menyatakan, Pemkab Nunukan seyogyanya memahami bahwa Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan juga bagian daripada Kabupaten Nunukan yang membutuhkan pelayanan yang prima dalam hal penerbangan yang murah.

www.merdeka.com

Senin, 20 Januari 2014

6 Penerbangan Perintis Kalimantan Utara Dilayani Susi Air

6 Penerbangan Perintis Kalimantan Utara Dilayani Susi Air. Kontrak pelayanan 6 rute penerbangan perintis di kawasan Kalimantan Utara untuk tahun 2014 ini telah ditandatangani oleh pemerintah dan maskapai Susi Air. Untuk melayani 6 rute ini, maskapai tersebut menyediakan 2 unit pesawat terbang jenis Cessna Grand Caravan. Harga tiket pesawat untuk layanan penerbangan perintis di Kalimantan Utara ini diperkirakan dipatok pada harga Rp180.000 hingga Rp200.000.
Susi Air, Cessna Grand Caravan. ZonaAero
Susi Air Layani Penerbangan Perintis di Kaltara

Susi Air akan melayani enam rute penerbangan perintis di Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang 2014 dengan menyediakan dua unit pesawat Cessna Grand Caravan berkapasitas 12 penumpang. "Kami menandatangani kontrak dengan pemerintah melalui Satuan Kerja Bandara Temindung, Samarinda, untuk melayani enam rute penerbangan perintis," kata Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Aviation, Susi Pudjiastuti di Balikpapan, Ahad (19/1/2014).

Penandatanganan kontrak bernilai Rp16,43 milyar dengan sumber dana dari APBN 2014 disaksikan sejumlah pilot, mekanik, dan kru Susi Air, Susi. Subsidi dari APBN itu memungkinkan harga tiket di rute-rute itu berkisar antara Rp180.000 hingga Rp200.000. Keenam rute penerbangan perintis tersebut adalah Tarakan-Long Bawan, Malinau-Long Bawan, Tanjung Selor-Long Apung, Long Bawan-Long Layu, Long Layu-Binuang, dan Binuang-Malinau.Tanpa subsidi, harga tiket dalam penerbangan selama lebih kurang satu jam dari Malinau ke Long Bawan, misalnya, bisa mencapai hampir Rp1 juta. "Ini komitmen kami kepada masyarakat, bangsa dan negara ini," kata Susi.

Susi mengharapkan seluruh kru berkomitmen untuk bekerja penuh semangat dan berdedikasi tinggi untuk memenuhi kontrak tersebut. "Bila diperlukan, semua bisa jadi ambulan udara untuk evakuasi medik," kata Susi.

Kepala Bandara Temindung, Samarinda, Agus Pramuka mengatakan, pemerintah sudah menetapkan jumlah penerbangan (flight) yang harus dilaksanakan Susi Air. Pada rute Tarakan-Long Bawan harus terlaksana 454 penerbangan, rute Malinau-Long Bawan 412 penerbangan, Tanjung Selor-Long Apung 400 penerbangan, Long Bawan-Long Layu 102 penerbangan, Long Layu-Binuang 102 penerbangan dan Binuang-Malinau 102 penerbangan. "Jadi ada yang setiap hari, seperti Tarakan-Long Bawan, ada yang seminggu 2 kali seperti Binuang-Malinau," kata Distrik Manager Susi Air Samarinda Herman Pakpahan, seperti dikutip Antara.

Selama tahun 2013 lalu, Susi Air telah terbang sebanyak 11.234 kali. Hampir seluruhnya adalah penerbangan perintis, yakni di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Penerbangan di Kalimantan, Susi Air melayani rute-rute di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan sekarang Kalimantan Utara. Di pulau terbesar di Indonesia itu, Susi Air mengoperasikan 7 pesawat dan hampir semuanya Grand Caravan. Selain Cessna Grand Caravan, maskapai yang berpusat di Bandara Halim Perdanakusuma itu juga mengoperasikan Pilatus PC 6 untuk rute-rute pendek, helikopter Agusta Grand A109S yang bisa disewa laksana taksi udara, helikopter Agusta Koala A119Ke, serta pesawat eksklusif Piaggio P180.

www.gatra.com