Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Nam Air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nam Air. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Mei 2015

Sriwijaya Air Hibahkan Sejumlah Pesawat Terbang Kepada NAM Air

Sejumlah pesawat terbang milik Sriwijaya Air siap untuk dihibahkan ke anak usahanya, NAM Air. Hibah pesawat terbang tersebut dilakukan oleh Sriwijaya Air agar maskapai NAM Air dapat memenuhi persyaratan jumlah pesawat terbang yang harus dimiliki oleh sebuah maskapai nasional sebagaimana yang telah ditentukan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.

NAM Air. ZonaAero
NAM Air.
Lindungi Anak Usaha, Sriwijaya Hibahkan Pesawat ke NAM Air.

PT Sriwijaya Air berupaya melindungi anak usahanya PT National Aviation Management (NAM) Air dari sanksi larangan terbang karena belum bisa memenuhi ketentuan kepemilikan pesawat sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan. Kementerian Perhubungan sebelumnya telah mewajibkan seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk bisa memenuhi ketentuan kepemilikan pesawat dalam UU Penerbangan paling lambat 30 Juni 2015. Untuk maskapai penerbangan berjadwal, UU mensyaratkan setiap maskapai minimal harus mengoperasikan 10 unit pesawat dengan ketentuan lima unit berstatus milik dan lima unit berstatus sewa atau dalam penguasaan.

Agus Soedjono, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air menjelaskan sebelum kesepakatan hibah pesawat dibuat, NAM Air yang belum lama beroperasi sejak Desember 2013 lalu baru memiliki dua unit Boeing 737-500. Namun saat peluncuran NAM Air, CEO dan Presiden Direktur Sriwijaya Air Group Chandra Lie telah membuat Memorandum of Understanding (MOU) pembelian 100 unit pesawat R-80, buatan PT Ragio Aviasi Industri (RAI), suatu perusahaan swasta nasional yang mendapuk B.J. Habibie sebagai komisaris. "Di tengah proses perjanjian dan pengadaan pesawat tersebut ada ketentuan pemerintah yang harus dipenuhi. Oleh karena itu NAM Air harus melakukan upaya strategis untuk melengkapi persyaratan UU tersebut sehingga menggandeng Sriwijaya Air melengkapi 10 unit pesawat yang dioperasikannya dengan pesawat tipe Boeing 737-500," ujar Agus dalam keterangan resmi, dikutip Senin (11/5/2015).

Hibah pesawat Sriwijaya kepada anak usahanya secara otomatis akan mengurangi jumlah pesawat yang dioperasikan perseroan dari sebelumnya sebanyak 37 pesawat yang terdiri dari 737-800 NG, 737-400, 737-300 dan 737-500. Namun, Agus memastikan hal tersebut tidak membuat Sriwijaya melanggar ketentuan kepemilikan pesawat.

Agus menambahkan rute yang dilayani NAM Air malah menjadi lebih luas. Tidak hanya melayani penerbangan ke Pontianak, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Waingapu, Maumere dan Kupang, NAM Air juga akan melayani ke wilayah Palembang, Jambi, Bengkulu, Batam, Tanjung Pinang, Tanjung Pandan, Pangkal Pinang, Medan, Jakarta, Solo, Semarang, serta Dili (Timor Leste). "Dalam melayani pengembangan rute tersebut, NAM Air bersinergi dan berintegrasi dengan induknya Sriwijaya Air yang telah lama melayani rute tersebut. Keterpaduan layanan ini berupa penggunaan satu tiket yang sama untuk dua maskapai kami," jelas Agus.

Melalui penggunaan satu tiket bersama tersebut, maka kedua maskapai tersebut melayani kategori penerbangan yang sama yaitu medium service. "Pelanggan tidak perlu khawatir akan pelayanan, NAM Air dan Sriwijaya Air adalah sama. Kekhawatiran pelanggan terhadap down grade dan up grade tiket tidak akan terjadi bila menggunakan rute yang sama dari dua maskapai tersebut," kata Agus.

Sepanjang 2014 lalu, Sriwijaya Air menerbangkan sebanyak 7,97 juta penumpang atau 9,18 persen pangsa pasar penumpang pesawat Indonesia yang berjumlah total 86,74 juta penumpang. Rinciannya, sebanyak 7,83 juta penumpang yang diterbangkan Sriwijaya merupakan penumpang penerbangan domestik dan 135,5 ribu penumpang rute internasional. Sementara NAM Air sepanjang tahun lalu hanya melayani 352,89 ribu penumpang domestik tanpa terbang ke luar negeri.

www.cnnindonesia.com

Rabu, 24 September 2014

NAM Air Berminat Layani Penerbangan Di Papua Barat

Maskapai Nam Air kemungkinan besar akan melayani penerbangan di kawasan Provinsi Papua Barat. Pihak Nam Air memprediksi bahwa perkembangan daerah di Indonesia Timur akan terjadi dengan sangat pesat.

Nam Air. ZonaAero
Nam Air.
Nam Air Ingin Ekspansi ke Papua Barat.

Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Agus Soedjono mengatakan Nam Air sangat mungkin membuka rute penerbangan ke Papua Barat. Sebab, perkembangan daerah Indonesia Timur dalam jangka tiga tahun ke depan diprediksi akan sangat pesat. "Sangat mungkin kami akan terbang ke Tembrauw, Papua Barat," kata Agus saat dihubungi, Senin, 22 September 2014.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah menjalin kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Tembrauw, Papua Barat, untuk membangun Bandara Werur. Bandara itu rencananya akan mulai dibangun tahun depan dan selesai dalam jangka waktu tiga tahun.

Menurut Agus, dalam waktu beberapa tahun ke dapan Nam Air berpotensi meluaskan ekspansinya ke Indonesia Timur. Adapun untuk saat ini, kata Agus, anak usaha Sriwijaya itu disebut masih fokus di wilayah Nusa Tenggara Timur. "Kalau Sriwijaya kan sudah ada rute ke Merauke. Nanti untuk kota yang lebih kecil dimasuki Nam Air," kata dia.

www.tempo.co

Kamis, 21 Agustus 2014

NAM Air Buka Penerbangan Palembang-Yogyakarta

NAM Air mulai mengoperasikan rute penerbangan Palembang-Yogyakarta pada tanggal 20 Agustus 2014. Penerbangan Palembang-Yogyakarta ini dilayani NAM Air setiap hari dengan penerbangan PP. Rute ini dioperasikan dengan menggunakan pesawat terbang jenis Boeing 737-500.

NAM Air, Boeing 737-524. ZonaAero
NAM Air, Boeing 737-524.
NAM Air Mulai Lakukan Penerbangan Palembang - Yogyakarta PP.

NAM Air, anak perusahaan Sriwijaya Air kembali membuka rute baru yakni Palembang - Yogyakarta PP. Penerbangan rute baru ini akan dimulai 20 Agustus 2014 dan akan dilayani satu kali penerbangan sehari. Menurut Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air, Agus Soedjono, pembukaan rute ini merupakan langkah NAM Air untuk dapat terus memenuhi kebutuhan pelanggan terutama di daerah tersebut yang sempat ditinggalkan oleh operator lain.

Sebelumnya, rute ini pernah diterbangi maskapai Mandala-Tiger. "Rute ini sesungguhnya memiliki tingkat keterisian penumpang (load factor) yang cukup tinggi. Dikarenakan suplai penerbangan ke wilayah tersebut sangat kurang. Kami harap dengan hadirnya NAM Air dapat menjadi pilihan pelanggan setia di wilayah tersebut," kata Agus.

Penerbangan Palembang-Yogyakarta PP dilayani dengan menggunakan pesawat Boeing 737-500 yang terdiri dari dua kelas yakni delapan kursi kelas executive, dan 112 kursi di kelas ekonomi. Adapun jadwal penerbangannya, berangkat dari Yogyakarta pukul 10.35 WIB dan tiba di Palembang pukul 12.15 WIB. Sedangkan rute sebaliknya, dari Palembang pukul 14.35 WIB, tiba di Yogyakarta pukul 16.15 WIB.

Melalui rute baru ini, diharapkan pelanggan Nam Air maupun Sriwijaya Air dapat memiliki alternatif untuk tujuan Palembang dan Yogyakarta, tidak hanya via Jakarta. "Ini menjadi komitmen integrasi antara Sriwijaya Air dan NAM Air untuk saling menghubungkan rute Sriwijaya Air dan NAM Air di seluruh penerbangan domestik sehingga keterpaduan ini diharapkan mewujudkan program besar Sriwijaya Air dan NAM Air yang bertekad merajut pulau mendekatkan jarak," tutup Agus.

www.tribunnews.com

Kamis, 05 Juni 2014

Hadapi Lebaran, NAM Air Tambah Jadwal Penerbangan Pontianak-Yogyakarta Dan Surabaya-Denpasar

Menghadapi pelaksanaan Lebaran 2014, maskapai NAM Air menambah jadwal penerbangan pada rute Pontianak-Yogyakarta (PP) dan Surabaya-Denpasar (PP). Selama Lebaran tahun ini, NAM Air akan melayani rute penerbangan Pontianak-Yogyakarta (PP) dengan jadwal 2 kali sehari, demikian juga pada rute penerbangan Surabaya-Denpasar (PP) menjadi 2 kali sehari.

NAM Air. ZonaAero
NAM Air.
Lebaran, NAM Air tambah penerbangan ke Yogya dan Bali.

NAM Air yang merupakan anak perusahaan Sriwijaya Air mulai 24 Juli hingga 4 Agustus 2014 menambah jadwal penerbangan. Penambahan ekstra flight tersebut sebanyak 2 kali untuk pulang pergi yang hanya berlaku selama lebaran tahun 2014.

Penambahan jadwal penerbangan NAM Air yakni Pontianak - Yogyakarta PP dari satu kali menjadi dua kali sehari, Surabaya - Denpasar PP dari satu kali menjadi dua kali sehari.

Penerbangan bersama NAM Air ini akan dilayani dengan menggunakan armada Boeing 737-500 dengan kapasitas 112 kelas ekonomi dan dan 8 kursi untuk kelas eksekutif.

Manager Senior Manager Komunikasi Perusahaan Sriwijaya Air Agus Sudjono mengatakan NAM air sejak beroperasi 11 November 2013 melayani penerbangan yang terintegrasi dengan Sriwijaya Air. "Rute penerbangan Sriwijaya Air dari kota-kota besar dapat diteruskan oleh NAM Air hingga ke berbagai wilayah terpencil di Indonesia," katanya.

www.merdeka.com

Kamis, 19 Desember 2013

Penerbangan Perdana NAM Air Dimulai Dari Jakarta Menuju Pontianak Dan Yogyakarta

Penerbangan Perdana NAM Air Dimulai Dari Jakarta Menuju Pontianak Dan Yogyakarta. Penerbangan perdana maskapai NAM Air dilaksanakan Kamis 19 Desember 2013 dengan menggunakan Boeing 737-500. Rute penerbangan dimulai dari Jakarta menuju Pontianak dan Yogyakarta.
NAM Air. ZonaAero
Terbang perdana, NAM Air belum gunakan pesawat buatan Habibie

Maskapai penerbangan NAM Air yang merupakan sister company Sriwijaya Air bakal memulai penerbangan pertamanya pada Kamis (19/12/2013). NAM Air take off dari Jakarta menuju Pontianak dan Yogyakarta. NAM Air mulai terbang pukul 06.00 WIB dan tiba di Pontianak pada pukul 07.30 WITA. Selanjutnya, NAM Air melanjutkan penerbangan menuju Yogyakarta pada pukul 08.00 WITA dan akan tiba pada pukul 09.30 WIB.

Senin, 26 November 2012

4 Maskapai Penerbangan Berjadwal Baru Indonesia Akan Beroperasi Tahun Depan

Kartika Airlines
Maskapai Batik Air, Nam Air, Kartika Airlines, & Jatayu siap terbang 2013

Kementerian Perhubungan mencatat akan ada empat perusahaan penerbangan niaga berjadwal yang akan beroperasi pada tahun depan yakni Batik Air, Nam Air, Kartika Airlines, dan Jatayu. Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo mengatakan keempat calon maskapai ini tengah melakukan proses pengajuan izin usaha maupun izin terbang. "Dari empat calon maskapai itu, yang sudah memegang surat izin usaha penerbangan (SIUP) adalah Batik Air, anak usaha Lion Air," kata Djoko kepada Bisnis, saat ditemui dikantornya, Selasa (20/11/2012).

Dia menjelaskan Batik Air kini proses mengurus Air Operator Certificate (AOC), atau sertifikat izin operasi, sedangkan ketiga maskapai lainnya, yakni Nam Air, anak usaha Sriwijaya Air, Kartika Airlines, dan Jatayu masih proses SIUP. "Kartika dan Jatayu sebenarnya maskapai lama, tetapi karena sudah lama tidak terbang, izinnya hangus, dan sekarang mereka harus mengurus izin baru karena berniat terbang lagi," kata Djoko.

Dari keempat calon maskapai ini, lanjut Djoko, dua diantaranya untuk penerbangan kelas premium, yakni Batik Air dan Nam Air. Lion Air, sebagai induk perusahaan Batik Air, akan mengembangkan lini bisnisnya ke penerbangan kelas premium, dari yang saat ini penerbangan bertarif rendah atau low cost carrier (LCC). Begitu juga dengan Sriwijaya Air, Djoko melanjutkan, dengan Nam Air, Sriwijaya Air melebarkan lini bisnisnya ke pasar penerbangan kelas premium, sedangkan Sriwijaya Air sendiri masih melayani kelas medium.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S. Gumay mengatakan munculnya maskapai-maskapai baru ini menandakan pasar penerbangan nasional masih terus bertumbuh. "Bayangkan saja, dari 240 juta penduduk Indonesia, jumlah penumpang udara sepanjang 2011 baru 70 juta, sedangkan satu orang diperkirakan rata-rata terbang 2-3 kali per tahun, artinya hanya sekitar 30-an persen dari total penduduk Indonesia yang sudah menikmati moda pesawat udara," kata Herry.

Menurutnya, pasar penerbangan nasional masih terus bertumbuh sekitar 15%-20% per tahun, seiring pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata 6% setahun. Pada Semester I/2012 ini saja, jumlah penumpang udara sudah bertumbuh 19% menjadi 38 juta orang, baik penumpang domestik maupun internasional. Dia menargetkan hingga akhir tahun jumlah penumpang udara dua kali lipat dari jumlah semester satu, yakni sekitar 76 juta penumpang. "Angka ini hanya pertumbuhan secara moderat, belum menghitung peak season Natal dan Tahun Baru yang tentunya angkanya akan lebbih tinggi," kata Herry.

Menurut Herry, pertumbuhan jumlah penumpang ini sudah diperhitungkan perusahaan penerbangan di Tanah Air dengan meresponnya melalui penambahan armada maupun mendirikan anak usaha baru untuk melayani penerbangan kelas yang berbeda seperti Lion Air dengan Batik Air. Herry menyebutkan penambahan kapasitas dengan menambah armada oleh maskapai di Tanah Air tidak menyebabkan kelebihan pasokan, karena pertumbuhan penawaran mengikuti pertumbuhan permintaan. "Jadi persaingan dibisnis penerbangan nasional masih kompetitif, masih persaingan sehat. Kalaupun ada satu-dua maskapai yang mengurangi rute terbangnya, ataupun menutup usahanya, bukan karena pasar yang sudah jenuh, tetapi karena strategi usaha untuk menjaga efisiensi," kata Herry.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan SIUP Batik Air sudah ditangan, dan sekarang proses AOC. Ditargetkan sudah dapat beroperasi pada Mei 2013. "Memang sedikit molor dari target semula, beroperasi pada Maret 2013, ini karena disesuaikan dengan schedule kedatangan pesawat," ucapnya.

www.bisnis.com