Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yogyakarta. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 September 2014

Bandara Internasional Kulon Progo Yogyakarta Dipastikan Dibangun Tanpa Dana APBN

Rencana pembangunan Bandara Internasional Kulon Progo di Yogyakarta makin menuju kepastian untuk direalisasikan. Bandara yang diklaim akan dibangun tanpa bantuan dana APBN ini memasuki tahap sosialisasi pada September 2014. Setelah Bandara Kulon Progo resmi dioperasikan, selanjutnya Bandara Internasional Adi sucipto digunakan untuk melayani penerbangan VIP dan militer.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan sosialisasi rencana pembangunan bandara kepada masyarakat terdampak di Kulon Progo dilakukan pada awal September mendatang. "Sosialisasi dilaksanakan oleh PT Angkasa Pura dan pemerintah kabupaten. Kalau tidak salah dimulai 5 September," kata Sultan seusai menghadiri acara Silaturahim dan Syawalan 1435 Hijriah di Kabupaten Kulon Progo, Selasa. Sultan mengatakan pihak yang mengambil peran utama adalah PT Angkasa Pura. Sedangkan Pemkab Kulon Progo dan Pemda DIY sebatas memfasilitasi. Menurut gubernur, sosialisasi dilakukan dalam waktu tiga bulan sesuai ketentuan yang tercantum dalam undang-undang dan keputusan menteri. Sosialisasi tersebut untuk menjelaskan segalah hal terkait rencana pembangunan bandara. Setelah itu, pembicaraan barulah menyentuh masalah pro dan kontra yang muncul di tengah masyarakat. "Setelah selesai, selanjutnya baru membicarakan pembebasan lahan dan sebagainya," katanya. Namun, Sultan menolak menjelaskan mengenai teknis pelaksanaan sosialisasi lebih lanjut. Dia juga menyatakan tidak akan turun langsung ke lapangan dalam proses sosialisasi tersebut. Menurutnya, hal tersebut menjadi kewenangan Angkasa Pura langsung. "Saya tidak turun langsung. Yang mengambil peran Angkasa Pura. Teknisnya tanya sama mereka," katanya. Terkait izin penentapan lokasi, lanjut Sultan, akan diterbitkan oleh Pemda DIY setelah Angkasa Pura melakukan pembebasan tanah. "Tanah dibebaskan dulu, baru diterbitkan IPL," katanya. Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan pihaknya menyambut baik rencana sosialisasi rencana pembangunan bandara pada awal September.

Master Plan Bandara Kulon Progo, Yogyakarta. ZonaAero
Master Plan Bandara Kulon Progo, Yogyakarta.
Bandara Kulon Progo Jadi Bandara Pertama Dibangun Tanpa APBN.

PT Angkasa Pura I (AP I) memastikan bahwa pembangunan Bandara Internasional Kulon Progo, Yogyakarta, bakal mulai disosialisasikan pada bulan depan atau pada September 2014. Corporate Secretary AP I, Farid Indra Nugraha mengungkapkan, Bandara Internasional Kulon Progo akan akan menggantikan Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta. Bandara Kulon Progo ini akan menjadi bandara pertama yang dibangun tanpa menggunakan dana pemerintah. "Ini pertamakalinya di Indonesia, bandara dibangun bukan dari dana pemerintah. Jadi Bandara Kulon Progo dibangun atas aksi korporasi," katanya seperti yang ditulis, Jumat (29/8/2014).

Dijelaskan Farid, pembangunan bandara tersebut akan memakan waktu tiga tahun dan menelan dana Rp 7 triliun. Farid memastikan bandara tersebut dapat dibangun setelah mendapat izin dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Proses selanjutnya, AP I diminta oleh Sultan untuk berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah Kulon Progo dan masayarakat Kulon Progo. "Setelah sosialisasi, kami akan masuk ke pembebasan tanah yang ditargetkan bisa selesai dalam 1 tahun, kemudian pada April 2015 kami bisa ground breaking," katanya. Dana yang disiapkan untuk pembebasan lahan kurang lebih Rp 900 miliar.

Pembangunan Bandara Kulon Progo tidak bisa ditunda mengingat jumlah penumpang di Bandara Internasional Adisucipto telah mencapai 5 juta orang per tahun. Bandara Internasional Kulon Progo akan berkapasitas 10 juta penumpang setiap tahun.

Setelah Bandara Internasional Kulon Progo tersebut selesai dibangun, maka bandara tersebut akan diperuntukan sebagai bandara komersial. Sedangkan Bandara Internasional Adi sucipto akan digunakan untuk penerbangan VIP dan militer.

bisnis.liputan6.com

Kamis, 21 Agustus 2014

NAM Air Buka Penerbangan Palembang-Yogyakarta

NAM Air mulai mengoperasikan rute penerbangan Palembang-Yogyakarta pada tanggal 20 Agustus 2014. Penerbangan Palembang-Yogyakarta ini dilayani NAM Air setiap hari dengan penerbangan PP. Rute ini dioperasikan dengan menggunakan pesawat terbang jenis Boeing 737-500.

NAM Air, Boeing 737-524. ZonaAero
NAM Air, Boeing 737-524.
NAM Air Mulai Lakukan Penerbangan Palembang - Yogyakarta PP.

NAM Air, anak perusahaan Sriwijaya Air kembali membuka rute baru yakni Palembang - Yogyakarta PP. Penerbangan rute baru ini akan dimulai 20 Agustus 2014 dan akan dilayani satu kali penerbangan sehari. Menurut Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air, Agus Soedjono, pembukaan rute ini merupakan langkah NAM Air untuk dapat terus memenuhi kebutuhan pelanggan terutama di daerah tersebut yang sempat ditinggalkan oleh operator lain.

Sebelumnya, rute ini pernah diterbangi maskapai Mandala-Tiger. "Rute ini sesungguhnya memiliki tingkat keterisian penumpang (load factor) yang cukup tinggi. Dikarenakan suplai penerbangan ke wilayah tersebut sangat kurang. Kami harap dengan hadirnya NAM Air dapat menjadi pilihan pelanggan setia di wilayah tersebut," kata Agus.

Penerbangan Palembang-Yogyakarta PP dilayani dengan menggunakan pesawat Boeing 737-500 yang terdiri dari dua kelas yakni delapan kursi kelas executive, dan 112 kursi di kelas ekonomi. Adapun jadwal penerbangannya, berangkat dari Yogyakarta pukul 10.35 WIB dan tiba di Palembang pukul 12.15 WIB. Sedangkan rute sebaliknya, dari Palembang pukul 14.35 WIB, tiba di Yogyakarta pukul 16.15 WIB.

Melalui rute baru ini, diharapkan pelanggan Nam Air maupun Sriwijaya Air dapat memiliki alternatif untuk tujuan Palembang dan Yogyakarta, tidak hanya via Jakarta. "Ini menjadi komitmen integrasi antara Sriwijaya Air dan NAM Air untuk saling menghubungkan rute Sriwijaya Air dan NAM Air di seluruh penerbangan domestik sehingga keterpaduan ini diharapkan mewujudkan program besar Sriwijaya Air dan NAM Air yang bertekad merajut pulau mendekatkan jarak," tutup Agus.

www.tribunnews.com

Sabtu, 12 Juli 2014

Penerbangan Langsung Banjarmasin–Yogyakarta Resmi Dilayani Garuda Indonesia

Penerbangan langsung Banjarmasin–Yogyakarta secara resmi telah dilayani maskapai Garuda Indonesia mulai Kamis, 10 Juli 2014. Penerbangan langsung Banjarmasin–Yogyakarta ini dioperasikan oleh Garuda Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang jenis Boeing 737-800 NG dengan kapasitas 156 penumpang dengan konfigurasi 12 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi.

Garuda Indonesia. ZonaAero
Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia Buka Penerbangan Langsung Banjarmasin–Yogyakarta.

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) resmi membuka penerbangan langsung Banjarmasin-Yogyakarta pp, pada Kamis (10/7/2014). Dengan diresmikannya penerbangan langsung tersebut, saat ini Garuda Indonesia melayani penerbangan langsung ke Banjarmasin dari tiga kota dimana dua penerbangan lainnya dilayani melalui Jakarta dan Surabaya.

Dengan diresmikannya rute penerbangan baru Banjarmasin–Yogyakarta pp tersebut merupakan bagian dari upaya Garuda Indonesia untuk memperluas jaringan penerbangannya di rute domestik dan untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat. Penerbangan Banjarmasin-Yogyakarta berangkat dari Banjarmasin (GA 545) pukul 12.40 WIB, dan tiba di Yogyakarta pada pukul 13.05 WIB, kemudian kembali terbang dari Yogyakarta (GA 544) pada pukul 13.50 WIB, dan tiba di Banjarmasin pada pukul 16.15 WIB. Penerbangan langsung Banjarmasin – Yogyakarta pp tersebut dilayani dengan menggunakan pesawat jenis Boeing 737-800 NG dengan kapasitas kursi sebanyak 156 penumpang dengan konfigurasi 12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi.

Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia, Erik Meijer, mengatakan dibukanya penerbangan langsung Banjarmasin-Yogyakarta pp ini merupakan bagian dari program pengembangan jaringan Garuda Indonesia. Selain itu pembukaan penerbangan langsung ini juga dimaksudkan untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi para pengguna jasa Garuda Indonesia dalam melaksanakan penerbangan. "Kota Banjarmasin dan Yogyakarta merupakan pasar penting bagi Garuda Indonesia. Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan dan Jawa Tengah yang terus meningkat, menjadikan kota Banjarmasin dan Yogyakarta menjadi investasi yang semakin menarik bagi para pebisnis. Kami berharap dengan dibukanya penerbangan Banjarmasin–Yogyakarta pp ini dapat semakin memaksimalkan potensi bisnis dan wisata yang ada di dua kota tersebut," kata Erik Meijer, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/7/2014).

Sebelumnya, pada 2 Juli 2014 lalu Garuda Indonesia juga telah meresmikan tiga rute baru yang dilayani melalui hub Makassar, yaitu penerbangan Makassar – Luwuk pp, Makassar–Bima pp, dan Makassar–Mamuju pp. Rute-rute baru tersebut dilayani Garuda Indonesia satu kali per hari dengan pesawat Garuda Indonesia Explore Turboprop ATR 72-600 dengan kapasitas 70 penumpang.

Sejalan dengan ekspansi yang terus dilaksanakan Garuda melalui program jangka panjang “Quantum Leap 2011-2015”, pada 2014, Garuda Indonesia rencananya akan mendatangkan sebanyak 27 pesawat baru terdiri dari 2 pesawat Boeing 777-300 ER, 4 pesawat Airbus A330, 12 pesawat Boeing 737-800 NG, 3 pesawat Bombardier CRJ-1000 NextGen, dan 6 pesawat turboprop ATR 72-600.

www.tribunnews.com

Kamis, 05 Juni 2014

Citilink Tingkatkan Frekuensi Penerbangan Ke Yogyakarta, Semarang, Malang, Dan Palembang

Maskapai Citilink menambah jadwal penerbangan dari Jakarta ke kota tujuan Yogyakarta, Semarang, Malang, dan Palembang, dengan keberangkatan dari Bandara Halim Perdanakusuma. Penambahan jadwal penerbangan maskapai Citilink Indonesia tersebut efektif berlaku mulai tanggal 1 Juni 2014.

Citilink Indonesia. ZonaAero
Citilink Indonesia.
Citilink Tambah Penerbangan ke Yogya.

Maskapai penerbangan nasional berbiaya murah, Citilink, mulai 1 Juni 2014 meningkatkan frekuensi penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma. Langkah ini sebagai bagian dari strategi pertumbuhan bisnis perusahaan guna menjawab tingginya animo masyarakat terhadap bandara yang berlokasi di Jakarta Timur itu. "Bagi Citilink, Bandara Halim Perdanakusuma merupakan peluang bisnis yang besar, terlebih saat ini kondisi Bandara Soekarno-Hatta yang sudah terlalu padat dari sisi operasional penerbangan," kata President & CEO Citilink Indonesia, Arif Wibowo, Minggu (1/6/2014).

Saat ini, Citilink telah melayani penerbangan pulang pergi ke empat kota tujuan dari Bandara Halim Perdana Kusuma, yaitu Yogyakarta, Semarang, Malang, dan Palembang. Terhitung mulai 1 Juni 2014, frekuensi penerbangan ke Yogyakarta, Semarang, dan Malang akan bertambah satu kali penerbangan setiap hari. Sedangkan penerbangan ke Palembang bertambah dua kali setiap harinya. Sehingga seluruh penerbangan Jakarta-Palembang PP akan dilayani melalui Bandara Halim Perdanakusuma.

Dialihkan

Sebagai bagian dari strategi bisnis, Citilink juga melakukan pengalihan dua frekuensi penerbangan untuk rute Jakarta-Surabaya PP dari Soekarno-Hatta ke Halim Perdanakusuma. Sama halnya dengan penerbangan Jakarta-Palembang yang kini seluruhnya dilayani melalui Bandara Halim. Selain itu, mulai pertengahan Juni 2014 Citilink juga akan menambah penerbangan dari dan ke Halim Perdanakusuma untuk tujuan Medan (KNO) dan Denpasar (DPS) dengan masing-masing satu penerbangan PP.

Peningkatan jumlah penumpang Citilink terlihat cukup signifikan sejak tahun 2012 yang mengangkut 2,8 juta penumpang. Kemudian meningkat menjadi 5,4 juta penumpang pada 2013, dan diharapkan mencapai 8,2 juta penumpang pada akhir 2014.

jogja.tribunnews.com

Hadapi Lebaran, NAM Air Tambah Jadwal Penerbangan Pontianak-Yogyakarta Dan Surabaya-Denpasar

Menghadapi pelaksanaan Lebaran 2014, maskapai NAM Air menambah jadwal penerbangan pada rute Pontianak-Yogyakarta (PP) dan Surabaya-Denpasar (PP). Selama Lebaran tahun ini, NAM Air akan melayani rute penerbangan Pontianak-Yogyakarta (PP) dengan jadwal 2 kali sehari, demikian juga pada rute penerbangan Surabaya-Denpasar (PP) menjadi 2 kali sehari.

NAM Air. ZonaAero
NAM Air.
Lebaran, NAM Air tambah penerbangan ke Yogya dan Bali.

NAM Air yang merupakan anak perusahaan Sriwijaya Air mulai 24 Juli hingga 4 Agustus 2014 menambah jadwal penerbangan. Penambahan ekstra flight tersebut sebanyak 2 kali untuk pulang pergi yang hanya berlaku selama lebaran tahun 2014.

Penambahan jadwal penerbangan NAM Air yakni Pontianak - Yogyakarta PP dari satu kali menjadi dua kali sehari, Surabaya - Denpasar PP dari satu kali menjadi dua kali sehari.

Penerbangan bersama NAM Air ini akan dilayani dengan menggunakan armada Boeing 737-500 dengan kapasitas 112 kelas ekonomi dan dan 8 kursi untuk kelas eksekutif.

Manager Senior Manager Komunikasi Perusahaan Sriwijaya Air Agus Sudjono mengatakan NAM air sejak beroperasi 11 November 2013 melayani penerbangan yang terintegrasi dengan Sriwijaya Air. "Rute penerbangan Sriwijaya Air dari kota-kota besar dapat diteruskan oleh NAM Air hingga ke berbagai wilayah terpencil di Indonesia," katanya.

www.merdeka.com

Senin, 05 Mei 2014

Penerbangan Yogyakarta-Cilacap Bakal Dilayani Susi Air

Rute penerbangan Yogyakarta-Cilacap saat ini direncakanan akan dioperasikan maskapai Susi Air. Susi Air yang dimiliki oleh Susi Pudjiastuti dikenal sebagai maskapai yang mengkhususkan diri pada pelayanan penerbangan perintis dan penerbangan jarak pendek. Selain akan membuka penerbangan Yogyakarta-Cilacap, maskapai ini juga dikabarkan akan mengoperasikan penerbangan Surabaya-Banyuwangi, Surabaya-Madura dan Surabaya Jember.

Susi Air. ZonaAero
Susi Air Bidik Jalur Cilacap-Yogyakarta.

Maskapai Susi Air berencana membuka jalur pendek Cilacap-Yogyakarta secara regular. Jalur ini diyakini memiliki potensi untuk jenis pesawat dengan 12 penumpang. Pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti mengatakan saat ini kebutuhan akan transportasi cepat semakin meningkat. Dan pihaknya yakin dari ribuan orang yang setiap harinya melakukan perjalanan dari Cilacap-Yogyakarta, ada yang menginginkan waktu pendek. "Jika jalur darat bisa empat jam, dengan pesawat cukup satu jam kurang. Bagi pebisnis hal itu sangat penting," katanya di Hotel Hyatt Regency, Selasa (29/4/2014) malam.

Susi Air dikenal sebagai maskapai yang fokus pada penerbangangan jarak pendek dengan pesawat kecil. Selain Cilacap-Yogyakarta, jalur lain yang juga dilirik adalah Surabaya-Banyuwangi, Surabaya-Madura dan Surabaya Jember. Jalur ke Karimun Jawa juga sedang diupayakan untuk dibuka. Berdiri pada 2004 berawal dari bencana tsunami Aceh, maskapai ini telah berkembang dengan 23 base di seluruh Indonesia dengan mayoritas berada di Indonesia Timur.

Dengan pesawat-pesawat kecil yang baru, mereka menembus jalur-jalur terpencil baik secara mandiri maupun bersifat perintis dengan subsidi pemerintah. "Paling banyak di Papua kami memiliki enam base dan melayani 87 rute penerbangan," tambahnya.

www.solopos.com

Jumat, 18 April 2014

AirAsia Buka Penerbangan Dari Johor Bahru Menuju Yogyakarta, Lombok Dan Ho Chi Minh City

Maskapai penerbangan berbiaya murah AirAsia mulai mengoperasikan penerbangan dari kota Johor Bahru (Malaysia) dengan tujuan Yogyakarta, Lombok, dan Ho Chi Minh City (Vietnam). Layanan penerbangan dengan tujuan ke tiga kota tersebut memberi kemudahan bagi para penumpang pesawat AirAsia dari kota Johor Bahru langsung menuju Yogyakarta, Lombok, dan Ho Chi Minh City tanpa harus transit terlebih dahulu di Kuala Lumpur.

AirAsia Malaysia. ZonaAero
AirAsia Luncurkan 3 Rute Baru dari Johor Bahru.

AirAsia meluncurkan tiga rute internasional terbaru dari hub Johor Bahru yang akan menghubungkan kawasan selatan Malaysia menuju 2 kota di Indonesia, yaitu Yogyakarta (4x seminggu) dan Lombok (3x seminggu). Selain itu, AirAsia juga akan meluncurkan rute penerbangan langsung dari Johor Bahru menuju Ho Chi Minh City (4x seminggu). Adapun ketiga rute tersebut akan dioperasikan oleh AirAsia Malaysia (AK). Peluncuran tiga rute internasional ini akan memberikan pilihan yang lebih beragam bagi masyarakat Johor Bahru yang hendak bepergian ke tiga kota tersebut tanpa harus melakukan transit di Kuala Lumpur terlebih dahulu.

Dalam rangka merayakan peluncuran rute internasional terbaru dari Johor Bahru menuju Yogyakarta, Lombok dan Ho Chi Minh City, AirAsia menawarkan harga promosi mulai dari Rp 0 untuk tanggal pemesanan mulai 15 April 2014 hingga 20 April 2014 dan periode perjalanan mulai 11 Juli 2014 hingga 30 April 2015.

Head of Commercial AirAsia Malaysia, Spencer Lee mengatakan, Johor Bahru adalah salah satu hub terpenting AirAsia di Malaysia. Perusahaan melihat potensi yang dimiliki oleh kota ini khususnya dalam pengembangan rute internasional. Peluncuran 3 rute penerbangan terbaru dari Johor Bahru menuju Yogyakarta, Lombok dan Ho Chi Minh City merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mengembangkan konektivitas dari dan menuju negara bagian selatan Malaysia. "Kami berharap dapat terus menghadirkan rute-rute terbaru di masa mendatang seiring dengan dukungan besar yang telah diberikan oleh Bandara Internasional Senai saat ini," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (16/4/2014).

Selain Yogyakarta dan Lombok, AirAsia saat ini melayani 15x penerbangan per minggu yang menghubungkan Johor Bahru dan Indonesia seperti Jakarta (4x seminggu), Bandung (4x seminggu), dan Surabaya (7x seminggu), menjadikannya sebagai maskapai yang memiliki konektivitas terbaik antara Malaysia dan Indonesia. AirAsia juga menghubungkan Johor Bahru dengan beragam destinasi domestik kawasan Malaysia melalui 91x penerbangan per minggu menuju Kuala Lumpur, Penang, Kuching, Miri, Sibu, dan Kota Kinabalu. Secara keseluruhan, AirAsia telah melayani sebanyak 106x penerbangan per minggu dari hub Johor Bahru.

Selain itu, menyambut musim liburan Idul Fitri tahun ini, AirAsia Malaysia (AK) juga mengumumkan penerbangan tambahan (extra flight) untuk beberapa rute dari Kuala Lumpur menuju Padang, Palembang dan Solo. Sehubungan dengan penerbangan tambahan ini, AirAsia juga menawarkan kursi promo mulai dari Rp 179.000 untuk penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Palembang, Rp 219.000 untuk penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Padang dan Rp. 359.000 untuk penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Solo.

Penawaran kursi promo penerbangan tambahan tersebut kini sudah tersedia di situs www.airasia.com, mulai 17 April 2014 sampai 20 April 2014 untuk periode keberangkatan mulai 24 Juli 2014 sampai dengan 30 September 2014. Selain itu penawaran harga spesial ini juga tersedia di aplikasi mobile AirAsia. Harga penawaran spesial untuk penerbangan tambahan (extra flight) berlaku untuk sekali jalan, sudah termasuk fuel surcharge dan pajak Bandara (airport tax) (belum termasuk biaya tambahan lainnya).

www.tribunnews.com

Kamis, 13 Maret 2014

Penerbangan Yogyakarta-Makassar Dan Yogyakarta-Medan Akan Segera Dilayani Garuda Indonesia

Rute penerbangan Yogyakarta-Makassar (PP) dan Yogyakarta-Medan (PP) akan segera dilayani maskapai Garuda Indonesia dalam waktu dekat ini. Menurut pejabat Marketing and Sales Manager Garuda Indonesia Area Yogyakarta, Suzana A. Walandouw, penerbangan Yogyakarta-Makassar dan Yogyakarta-Medan tersebut akan dioperasikan setidaknya mulai akhir bulan Maret 2014 atau awal April 2014.

Garuda Indonesia. ZonaAero
Garuda Indonesia segera Buka Rute Yogyakarta-Medan.

Dalam waktu dekat, Garuda Indonesia akan membuka dua penerbangan baru yakni Yogyakarta-Makassar (PP) dan Yogyakarta-Medan (PP). Marketing and Sales Manager Garuda Indonesia Area Yogyakarta, Suzana A. Walandouw mengatakan rute baru ini akan dirilis akhir Maret atau awal April. Saat ini keputusan pembukaan rute baru masih menunggu keputusan dari kantor pusat. "Garuda memiliki lima hub yang ada di Yogyakarta, Denpasar, Jakarta, Medan dan Makassar. Dengan membuka dua rute baru dari Yogyakarta, connecting di Sulawesi melalui Makassar atau Sumatra di Medan dapat mempermudah akses masyarakat," jelasnya, Senin (10/3/2014).

Jadwal rute baru dari dan ke Yogyakarta direncanakan sehari sekali. Adapun waktu penerbangan belum dapat ditentukan karena masih menunggu perizinan dan slot time. Namun, imbuh Suzana, diperkirakan rute Yogyakarta-Makassar di sore hari sedang Yogyakarta-Medan pada pagi hari. Pemilihan waktu disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Garuda Indonesia telah melakukan survei dan menganalisis karakter penumpang. Sebagai contoh, penumpang Yogyakarta-Medan umumnya fokus untuk keperluan bisnis sehingga rute diusulkan pada pagi hari. Suzana menambahkan manajemen optimistis rute tersebut akan ramai. Sebab maskapai yang melayani rute ini masih sedikit. "Jumlah warga yang mobilisasi dari dan ke Yogyakarta-Makassar-Medan cukup tinggi. Sementara maskapai yang melayani masih sedikit. Kebetulan, Merpati Air juga sempat on-off, jadi peluangnya masih besar," tandas dia.

Rute baru ini diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat akses warga Yogyakarta, Medan dan Makassar untuk mobilitas. Selain penambahan penerbangan, Garuda Indonesia juga terus meningkatkan pelayanan baik di bidang sumber daya manusia (SDM) maupun prasarana pelayanan di bandara.

www.solopos.com

Rabu, 31 Juli 2013

5 Maskapai Tambah 122 Penerbangan Di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta

Informasi Penerbangan: 122 penerbangan tambahan (extra flight) di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, akan dioperasikan oleh 5 maskapai penerbangan. 5 maskapai tersebut adalah Lion Air, Garuda Indonesia, Merpati Nusantara Airlines, Express Air, dan Citilink. Penambahan 122 jadwal penerbangan tersebut adalah untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang mudik Lebaran di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.
Bandara Adisutjipto Yogyakarta. ZonaAero
Yogya Tambah 122 Penerbangan Ekstra

Sebanyak lima maskapai bakal menyediakan tambahan penerbangan di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, sepanjang musim libur Lebaran ini. "Total ada 122 extra flight sudah kami setujui," kata Faisal Indra Kusuma, Asisten Manajer Sistem Informasi, Data Laporan, dan Humas Bandara Adisutjipto, Selasa, 30 Juli 2013.

Menurut dia, penerbangan tambahan itu beroperasi sejak 28 Juli hingga 18 Agustus mendatang. Rinciannya, sebanyak 37 penerbangan Lion Air (Yogya-Jakarta-Yogya) 28 Juli-19 Agustus, sembilan penerbangan Garuda Airlines (Yogya-Jakarta-Yogya) 4-15 Agustus, satu penerbangan Merpati Airlines (Bandung-Yogya) 10 Agustus, 15 penerbangan Express Air (Pontianak-Yogya-Pontianak) 1-15 Agustus, dan yang terbanyak 60 penerbangan Citilink (Jakarta-Yogya-Jakarta dan Balikpapan-Yogya-Balikpapan) 1-19 Agustus.

Selama ini, ada 12 maskapai yang beroperasi di bandara tersebut dengan 124 penerbangan reguler per hari. Masing-masing 62 penerbangan kedatangan dan 62 keberangkatan. Sepanjang musim libur Lebaran, diperkirakan ada peningkatan jumlah penumpang 13 persen dengan perhitungan 141.591 penumpang datang dan 116.534 penumpang berangkat. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, kata Faisal, Bandara Adisutjpto mendirikan posko di gedung eks kantor lama. "Mulai tanggal 1-16 Agustus," katanya.

Posko itu terdiri dari data dan monitoring penumpang, layanan kesehatan, dan keamanan. Sebanyak 58 petugas gabungan ditempatkan di posko itu, sepanjang operasional penerbangan bandara. Mereka terdiri dari 30 petugas Angkasa Pura I, 14 petugas TNI Angkatan Udara, dan empat petugas dari kantor kesehatan bandara.

ramadan.tempo.co

Selasa, 11 Juni 2013

Pembangunan Bandara Internasional Kulonprogo Akan Dimulai Tahun Depan

Informasi Penerbangan: Bandara Internasional Kulonprogo yang direncanakan berlokasi di Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta akan mulai dibangun pada tahun 2014. Sebagai pengganti Bandara Adi Sucipto, Bandara Kulonprogo diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 6 triliun untuk keseluruhan proses pembangunannya. Bandara baru ini dijadwalkan sudah bisa dioperasikan pada tahun 2016.
Master Plan Bandara Internasional Kulonprogo. ZonaAero
Bandara Kulonprogo Mulai Dibangun 2014

PT Angkasa Pura I menargetkan tahun depan pembangunanbandara baru pengganti Adi Sucipto di Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta senilai Rp6 triliun bisa dimulai.

Corporate Administraton Departement Head PT Angkasa Pura I Hary Budi Waluyo menjelaskan saat ini pihaknya telah membentuk satuan gugus tugas untuk menyelesaikan pembebasan lahan Bandara Kulonprogo atau New Jogja International Airport. "Kami targetkan awal tahun depan bisa dimulai dan pada 28 Mei 2013 kami sudah menghadap Gubernur Yogyakarta. Satuan gugus tugas juga melibatkan Pemda setempat," ujarnya, Minggu (9/6/2013).

Hary menjelaskan pembangunan Bandara Kulonprogo membutuhkan lahan seluas 600 hektar yang merupakan lahan milik Kesultanan Yogyakarta (Sultan Ground), Pakualam Ground dan milik masyarakat. Menurutnya pihak Kesultanan Yogyakarta dan Pakualam telah mengizinkan pihak Angkasa Pura I agar menggunakan lahan mereka untuk pembangunan Bandara Kulonprogo.

Dia menambahkan saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membebaskan sejumlah lahan milik masyarakat untuk pembangunan Bandara Kulonprogo. Bandara yang berlokasi di Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo itu ditargetkan dapat beroperasi pada 2016.

www.bisnis.com

Jumat, 17 Mei 2013

Penerbangan Jakarta-Jogjakarta Dilayani Mandala Airlines

Informasi Penerbangan: Pelayanan pada rute penerbangan Jakarta-Jogjakarta telah resmi dibuka Mandala Airlines. Sesuai jadwal, rute penerbangan Jakarta-Jogjakarta tersebut dilayani oleh pesawat Mandala Airlines setiap hari. Rute ini memiliki potensi untuk makin meningkatkan kunjungan pariwisata di kedua kota tersebut.
Mandala Airlines. ZonaAero
Mandala Airlines Buka Penerbangan Jakarta-Jogja

Maskapai Mandala Airlines membuka rute penerbangan Jakarta-Jogjakarta untuk meningatkan jaringan penerbangan pada daerah pariwisata itu. Presiden Direktur Mandala Airlines, Paul Rombeek, menjelaskan pihaknya membuka penerbangan Jakarta-Jogja dan Jogja-Jakarta agar memenuhi kebutuhan para wisatawan domestik maupun internasional di Yogyakarta. "Kami sangat antusias dengan pembukaan rute baru ini. Pembukaan rute baru ini merupakan salah satu langkah penting dalam ekspansi strategis Mandala di Indonesia," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (17/5/2013).

Dia menilai pembukaan rute penerbangan menuju Jogja sangat potensial karena jumlah wisatawan di Jogja mencapai 1.881.911 orang pada 2012 atau meningkat 5% dibanding 2011. Menurutnya dengan penambahan penerbangan setiap hari menuju Jakarta-Jogja maka akan menambah enam layanan penerbangan lain yaitu Jakarta, Denpasar, Pekanbaru, Medan, Padang dan Surabaya dan tiga tujuan internasional menuju Bangkok, Kuala Lumpur dan Singapura.

Saat ini Mandala Airlines beroperasi dengan tujuh armada baru pesawat Airbus A320 yang melayani 43 penerbangan setiap hari.

Dia menambahlan salah satu cara yang digunakan pihaknya untuk menggaet calon penumpang yaitu dengan berinteraksi melalui media sosial dan memberikan mereka cinderamata sebagai tanda apresiasi bagi penumpang.

www.solopos.com

Senin, 15 Oktober 2012

Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta

Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta
Bandara Adisutjipto

Bandara Adi Sutjipto adalah bandar udara yang terletak di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bandar udara ini dulu dinamakan Maguwo, sesuai dengan nama desa tempatnya berada (Maguwoharjo). Penggantian nama dilakukan setelah pesawat Dakota VT-CLA yang dikemudikan oleh Marsekal Muda Anumerta Agustinus Adisutjipto ditembak jatuh oleh pesawat Belanda tanggal 29 Juli 1947. Semula merupakan lapangan udara militer, namun penggunaannya diperluas untuk kepentingan sipil. Hingga sekarang masih terdapat bagian yang merupakan daerah tertutup (terbatas untuk kegiatan militer). Bandar udara ini juga merupakan bandar udara pendidikan Akademi Angkatan Udara dari TNI Angkatan Udara. Juga Skadron Pendidikan 101 (FFA AS-202-18A, T-41D) dan Skadron Pendidikan 102 (T-34C, KAI KT-1).

Luas bandara: 88,690 m², dengan dua landasan pacu. Sampai akhir tahun 2004, diperkirakan sudah lebih dari 2 juta penumpang setiap tahun yang dilayani. Terminal Baru, ATC Baru, Apron Baru, Taxiway Baru, dan Runway Baru dibangun pada 12 April 2007 dioperasikan pada 20 Maret 2010.

Kode Bandara :
IATA:JOG
ICAO:WARJ

Penerbangan Internasional

Bandara Adisutjipto menjelma menjadi bandara internasional pada tanggal 21 Februari 2004. Pada saat itu, Garuda Indonesia mengoperasikan rute Yogyakarta - Kuala Lumpur. Sebulan selanjutnya, giliran Singapura yang dikunjungi oleh Garuda Indonesia. Sekitar bulan November 2006, Garuda Indonesia menghentikan rute - rute internasional.

Tetapi pada tanggal 30 Januari 2008, penerbangan internasional dilanjutkan kembali dengan menghadirkan Air Asia yang mengoperasikan Airbus A320 dengan rute Yogyakarta - Kuala Lumpur. Sejak 1 Februari 2008, Malaysia Airlines turut datang ke Yogyakarta dengan mengoperasikan Boeing 737-400.

Bulan April 2008, Air Asia membuat rute Yogyakarta - Kuala Lumpur menjadi setiap hari. Dan tanggal 16 Desember 2008, Garuda Indonesia kembali melayani rute Yogyakarta - Singapore mulai pukul 18.00 WIB, setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Maskapai
  • AirAsia (Kuala Lumpur)
  • Batavia Air (Balikpapan, Jakarta, Pontianak, Surabaya, Batam, Medan)
  • Garuda Indonesia (Denpasar, Jakarta)
  • Indonesia AirAsia (Jakarta)
  • Kartika Airlines (Jakarta)
  • Lion Air (Denpasar, Jakarta, Surabaya)
  • Malaysia Airlines (Kuala Lumpur)
  • Mandala Airlines (Denpasar, Balikpapan, Banjarmasin, Jakarta)
  • Wings Air (Bandung, Surabaya)
  • Merpati Nusantara Airlines (Makassar)
wikipedia.org

Rabu, 25 Juli 2012

Bandara Kulonprogo Dirancang Menjadi Bandara Terbaik Di Indonesia

Pembangunan Bandara Kulonprogo
Masterplan Bandara Kulonprogo Selesai Akhir Agustus

Master plan rencana pembangunan bandara internasional di Kulonprogo direncanakan bisa selesai akhir Agustus mendatang. Pengganti Bandara Adisutjipto ini akan akan dibangun dengan konsep airport city dan menjadi bandara terbaik di Indonesia.

Ketua Tim Fasilitasi Pembangunan Bandara Internasional yang juga Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kulonprogo, Triyono mengatakan, rencananya draft akhir masterplan akan selesai disusun tim konsultan PT Angkasa Pura pada 8 Agustus. Selanjutnya akan dibahas antara PT Angkasa Pura, konsultan, Pemprov DIY, dan Pemkab Kulonprogo. "Hasilnya akan dipresentasikan kepada Kementerian Perhubungan. Jadi setelah draft akhir selesai, masih ada kemungkinan revisi-revisi dan diharapkan bisa selesai final pada akhir Agustus," katanya, Rabu (25/7/2012).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Budi Wibowo mengatakan, dari empat alternatif zoning lokasi bandara, setelah dibahas dengan pemerintah pusat pada Juni lalu, diputuskan alternative keempat yang dipakai. Alternatif keempat ini merupakan usulan Pemkab Kulonprogo yang dimodifikasi tim masterplan PT Angkasa Pura. "Dalam alternatif keempat itu rencananya bandara notok sampai ke jalan nasional. Karena bandara yang akan dibangun ini adalah bandara yang terbaik di Indonesia, world class dan sekaligus merupakan airport city," ungkapnya.

Setelah selesainya masterplan, lanjut Budi, akan tahapan dilanjutkan dengan pengajuan ijin penetapan lokasi (IPL) oleh PT Angkasa Pura kepada Gubernur DIY. Begitu IPL ditetapkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan bergerak melakukan identifikasi seluruh lahan. "September persiapan pendataan tanah, siapa pemiliknya dan luasannya. Baru kemudian dilakukan pembebasan. Sebelum pembebasan juga harus disiapkan relokasi, tapi tidak ada transmigrasi," katanya. Untuk relokasi ada beberapa alternatif, diantaranya direlokasi di tanah kas desa masing-masing, meliputi Palihan, Jangkaran, Sindutan, dan Glagah di Kecamatan Temon.

www.suaramerdeka.com

Rabu, 02 Mei 2012

Penerbangan Yogyakarta-Bali Dilayani Indonesia AirAsia

Pesawat A320 Indonesia AirAsia
Asyik, Air Asia Buka Rute Yogyakarta-Bali

Maskapai penerbangan Air Asia akan membuka rute baru Yogyakarta-Bali dengan tiket yang relatif murah, yakni Rp149.000 sekali jalan. Rute itu diharapkan meningkatkan arus wisatawan dari dan ke Yogyakarta. Rute baru itu rencananya akan dimulai pada 8 Juni mendatang. Sedangkan harga tiket sebesar itu merupakan harga promosi pemesanan mulai 1 hingga 8 Mei penerbangan 8 Juni 2012 hingga 31 Januari 2013.

Presiden Direktur Ais Asia Indonesia Dharmadi mengatakan jadwal penerbangan dari Denpasar ke Yogyakarta berangkat pukul 06.00 Wita dan tiba pukul 06.10 WIB. Sedangkan dari Yogyakarta ke Denpasar berangkat pukul 06.35 WIB dan tiba di Denpasar pukul 08.45 Wita. Penerbangan itu dilayani pesawat Airbus A320. Dengan hadirnya rute baru itu, para pelancong yang berada di Bali yang akan belibur ke Yogyakarta dengan Air Asia tidak perlu transit di Jakarta, tetapi bisa menggunakan jalur penerbangan langsung Bali-Yogyakarta. "Demikian sebaliknya," katanya.

Ia menegaskan, tujuan dibukanya rute kedua tujuan wisata itu adalah untuk menggairahkan industri wisata di Indonesia, khususnya Yogyakarta dan Bali. Air Asia saat ini memiliki rute internasional dari Yogyakarta tujuan Singapura dan Malaysia dengan frekuensi penerbangan satu kali sehari. Sedangkan layanan Yogyakarta-Jakarta tiga kali sehari. "Rata-rata tingkat keterisiannya 80 persen," ujarnya.

www.mediaindonesia.com