Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Riau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Riau. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Februari 2015

Susi Air Buka Penerbangan Pekanbaru-Tembilahan (pp)

Rute penerbangan Pekanbaru-Tembilahan (pp) yang dilayani maskapai Susi Air secara resmi telah dioperasikan mulai hari Rabu 4 Februari 2015 lalu. Penerbangan ini dioperasikan Susi Air sebanyak 1 kali seminggu yaitu pada hari Rabu.

Susi Air, ATR 42-300. ZonaAero
Susi Air, ATR 42-300.
Susi Air Lakukan Penerbangan Perdana di Indragiri Hilir.

Pesawat maskapai Susi Air pada Rabu (4/2/2015) lalu telah melakukan penerbangan perdananya di Bandara Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, rute yang ditempuh adalah Tembilahan-Pekanbaru, Pekanbaru-Tembilahan. "Untuk sementara ini penerbangan dengan rute Tembilahan-Pekanbaru, Pekanbaru-Tembilahan, akan rutin dilakukan seminggu sekali pada hari Rabu," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Indragiri Hilir, Tantawi di Tembilahan, Rabu (4/2/2015).

Dia mengatakan, penerbangan dari Pekanbaru menuju Tembilahan dijadwalkan pada pukul 11.40 waktu Indonesia Barat (WIB) dengan harga tiket Rp 374.500, sedangkan untuk rute Tembilahan - Pekanbaru di jadwalkan pukul 12.50 WIB, dengan harga tiket Rp 329.500. "Dengan kapasitas 19 tempat duduk. Saat ini Bandara Tempuling, hanya melayani rute penerbangan itu saja, dan mengenai penambahan rute, kita lihat saja prospek kedepannya seperti apa, kita fokuskan dulu pada rute yang telah tersedia," ungkapnya, selain itu, dia menyampaikan bahwa bagi masyarakat yang ingin melakukan penerbangan menuju ke Pekanbaru, dapat membeli tiket di DishubKominfo sesuai dengan harga yang telah ditetapkan.

Dia menyampaikan bahwa sebelumnya, memang sudah ada usulan mengenai rute lain, yaitu untuk penerbangan Tembilahan-Jambi dan Tembilahan - Batam, namun belum dapat terealisasi. "2015 ini kami kembali mengusulkan rute tersebut, dan akan ada rapat koordinasi teknis dalam waktu dekat ini, semoga segera terealisasi, karna pada saat test landing dari pihak Susi Air pada sabtu lalu, pihak kru pilot dan co-pilot menyatakan bahwa bandara tempuling sudah layak," jelasnya.

Dia berharap penerbangan rutin ini bisa menjadi salah satu langkah untuk memajukan Kabupaten indragiri Hilir dan dapat meningkatkan pendapatan daerah. "Semoga kedepannya akan ada maskapai penerbangan lainnya," ujarnya.

www.beritasatu.com

Senin, 28 April 2014

Gelombang Bono Di Sungai Kampar, Kuda Tunggangan Peselancar Dunia

Gelombang Bono yang memiliki ketinggian hingga 6 meter dan sering terjadi di Sungai Kampar merupakan fenomena alam yang menakjubkan dan jarang ditemukan pada sungai-sungai lain di berbagai belahan dunia. Gelombang Bono yang kerap muncul di permukaan Sungai Kampar yang berlokasi di Provinsi Riau dan Sumatera Barat ini telah menarik banyak peselancar dunia. Maka tak heran jika kemudian Sungai Kampar kini dipromosikan sebagai destinasi pariwisata dengan atraksi wisata untuk para pemain selancar (Surfing).

Sungai Kampar. ZonaAero
Berselancar Di Permukaan Sungai Kampar.

Sungai Kampar di Riau adalah keajaiban alam di Indonesia. Bukan tanpa sebab, sungai ini punya ombak setinggi hingga 6 meter dengan panjang gelombang mencapai 300 meter. Anda yang punya nyali, silahkan surfing di sini!

Kalau biasanya traveler bermain surfing di lautan, tapi berbeda di Desa Pulau Muda yang ada di Kabupaten Palalawan, Riau. Sungai ini justru jadi ajang surfing para peselancar dunia yang punya nyali lebih. Sungai Kampar terkenal dengan Gelombang Bono, yang membentuk ombak dan jadi tantangan berat untuk ditaklukan. Dari informasi pada Situs resmi Pariwisata Indonesia, ombak yang tercipta dari Gelombang Bono tingginya bisa mencapai 4-6 meter. Tak sampai di situ, gelombangnya bisa bergulung-gulung sampai 2 jam dengan kecepatan paling tinggi 40 km/jam. Dahsyat! Bahkan, para peselancar punya julukan tersendiri kepada Gelombang Bono. Mereka menjulukinya dengan nama gelombang tujuh hantu (seven ghost), karena gelombang yang dihasilkan bisa mencapai tujuh lapis berurutan.

Mengapa bisa begitu? Gelombang Bono tercipta dari pertemuan arus sungai dan arus laut. Ditambah dengan angin dan tebing di kanan kirinya, gelombang yang tercipta sangat kuat. Disarankan, peselancar pemula jangan coba-coba bermain di sana.

Tahukah Anda, rupanya peselancar asal Inggris bernama Steven King sudah memecahkan rekor di Sungai Kampar pada tahun 2013 lalu. Dia berselancar sejauh menaklukkan Gelombang Bono di sana sejauh 20,65 kilometer, selama 1 jam 4 menit. Pria ini pun mengagumi kajaiban Sungai Kampar dan punya penilaian tersendiri. "Gelombang Bono adalah ombak yang panjang dan fantastis. Bono berbeda dengan tempat lain, karena letaknya di garis ekuator. Jadi gelombangnya cepat, panjang, dan karakternya sulit. Di Bono itu air sungai, jadi akan sulit mengambang dan berdiri di sana daripada di laut," ungkap Steven.

Sungai Kampar atau (Batang Kampar) merupakan sebuah sungai di Indonesia, berhulu di Bukit Barisan sekitar Sumatera Barat dan bermuara di pesisir timur Pulau Sumatera Riau. Sungai ini merupakan pertemuan dua buah sungai yang hampir sama besar, yang disebut dengan Kampar Kanan dan Kampar Kiri. Pertemuan ini berada pada kawasan Langgam (Kabupaten Pelalawan), dan setelah pertemuan tersebut sungai ini disebut dengan Sungai Kampar sampai ke muaranya di Selat Malaka. Sementara sekitar kawasan hulu air sungai ini dimanfaatkan untuk PLTA Koto Panjang yang mempunyai kapasitas 114 MW.

Surfing Di Sungai Kampar (Gambar 1). ZonaAero
Gelombang Bono Sungai Kampar.

Bono adalah gelombang atau ombak yang terjadi di Muara Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Indonesia. Ombak Bono Sungai Kampar merupakan suatu fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang. Biasanya ombak atau gelombang hanya terjadi di tepi pantai atau laut ataupun danau yang luas akibat perubahan arus air dan angin. Ombak yang berukuran cukup besar banyak dimanfaatkan untuk bermain selancar. Maka, jika melihat orang berselancar di pantai adalah merupakan suatu hal yang sudah biasa. Tetapi melihat orang berselancar di arus sungai adalah suatu hal yang luar biasa. Bono terbesar biasanya terjadi ketika musim penghujan dimana debit air Sungai Kampar cukup besar yaitu sekitar bulan November dan Desember.

Legenda Gelombang Bono.

Bono ini sebenarnya terdapat di dua lokasi di Provinsi Riau yaitu di Muara (Kuala) Sungai Kampar Kabupaten Pelalawan dan di Muara (Kuala) Sungai Rokan di Kabupaten Rokan Hilir. Masyarakat setempat menyebut Bono di Kuala Kampar sebagai BONO JANTAN karena lebih besar, sedangkan Bono di Kuala Rokan sebagai BONO BETINA karena lebih kecil.

Menurut kepercayaan warga setempat, gelombang bono yang ada di sungai kampar adalah bono jantan, sementara bono betinanya berada di daerah Sungai Rokan, dekat dengan Kota Bagansiapi-api. Bono di kuala kampar tersebut berjumlah tujuh ekor, dimana bentuknya serupa kuda yang biasa disebut dengan induk Bono. Pada musim pasang mati, bono ini akan pergi ke Sungai Rokan untuk menemui bono betina. Kemudian bersantai menuju ke selat Malaka. Itulah sebabnya ketika bulan kecil dan pasang mati, bono tidak ditemukan di kedua sungai tersebut. Jika bulan mulai besar, kembalilah bono ketempat masing-masing, lalu main memudiki sungai Kampar dan sungai Rokan. Semakin penuh bulan di langit, semakin gembira bono berpacu memudiki kedua sungai itu.

Muara Sungai Bono yang disebut penduduk sebagai Kuala Kampar memiliki ombak Bono yang dapat mencapai ketinggian 6 - 10 meter terkandung keadaan pada saat kejadian. Menurut cerita Melayu lama berjudul Sentadu Gunung Laut), setiap pendekar Melayu pesisir harus dapat menaklukkan ombak Bono untuk meningkatkan keahlian bertarung mereka. Hal ini dapat masuk akal karena "mengendarai" Bono intinya adalah menjaga keseimbangan badan, diluar masalah mistis.

Dahulu, karena masih ada sifat mistis di lokasi tersebut, maka untuk mengendarai Bono harus dengan upacara "semah" yang dilakukan pagi atau siang hari. Upacara dipimpin oleh Bomo atau Datuk atau tetua kampung dengan maksud agar pengendara Bono selalu mendapat keselamatan dan dijauhkan dari segala marabahaya. Selain itu ada cerita mistis (mungkin) yang berhubungan dengan gelombang Bono ini yaitu cerita tentang "Banjir Darah Di Mempusun" atau "Mempusun Bersimbah Darah" dan terbentuknya Kerajaan Pelalawan 1822 Masehi.

Sekarang, masyarakat sekitar Kuala Kampar menganggap Bono sebagai "sahabat alam". Penduduk yang berani akan "mengendarai" Bono dengan sampan mereka tidak dengan menggunakan papan selancar pada umumnya. Mengendarai sampan di atas ombak Bono menjadi suatu kegiatan ketangkasan. Tetapi kegiatan ini memiliki resiko tinggi karena ketika salah mengendarai sampan, maka sampan akan dapat dihempas oleh ombak Bono, tak jarang yang sampannya hancur berkeping-keping.

Surfing Di Sungai Kampar (Gambar 2). ZonaAero
Ombak Tujuh Hantu.

Masyarakat sekitar memiliki cerita-cerita dongeng yang istimewa terkait dengan adanya gelombang bono tersebut. Ada banyak cerita dan kepercayaan dari masyarakat lokal yang menjadikan peristiwa alam yang langka tersebut kian istimewa. Menurut cerita masyarakat Melayu lama, ombak Bono terjadi karena perwujudan 7 (tujuh) hantu yang sering menghancurkan sampan maupun kapal yang melintasi Kuala Kampar. Ombak besar ini sangat menakutkan bagi masyarakat sehingga untuk melewatinya harus diadakan upacara semah seperti yang telah disebutkan di atas. Ombak ini sangat mematikan ketika sampan atau kapal berhadapan dengannya. Tak jarang sampan hancur berkeping-keping di hantam ombak tersebut atau hancur karena menghantam tebing sungai. Tak sedikit kapal yang diputar balik dan tenggelam akibanya.

Menurut cerita masyarakat, dahulunya gulungan ombak ini berjumlah 7 (tujuh) ombak besar dari 7 hantu. Ketika pada masa penjajahan Belanda, kapal-kapal transportasi Belanda sangat mengalami kesulitan untuk memasuki Kuala Kampar akibat ombak ini. Salah seorang komandan pasukan Belanda memerintahkan untuk menembak dengan meriam ombak besar tersebut. Entah karena kebetulan atau karena hal lain, salah satu ombak besar yang kena tembak meriam Belanda tidak pernah muncul lagi sampai sekarang. Maka sekarang ini hanya terdapat 6 (enam) gulungan besar gelombang ombak Bono.

Tujuh Hantu adalah 7 ombak Bono dengan formasi 1 di depan dan diikuti dengan 6 gelombang di belakangnya. Karena 1 ombak terbesar telah dihancurkan Belanda sehingga ombak Bono besar hanya tersisa 6 ombak dengan formasi hampir sejajar memasuki Kuala Kampar. Mengenai kapal Belanda dan orang-orangnya tidak pernah diketemukan sampai sekarang.

Penjelasan Ilmiah Tentang Terjadinya Gelombang Bono Di Sungai Kampar.

Gelombang Bono atau Ombak Bono atau Bono Wave yang merupakan suatu fenomena alam, secara sederhana dapat disampaikan bahwa terjadinya Ombak Bono adalah pertemuan arus pasang air laut dengan arus sungai dari hulu menuju muara (hilir). Di dalam kajian Lingkungan Mekanika Fluida (Environmental Fluid Mechanics), Bono disebut Tidal bore atau bore/aegir/eagre/eygre. Secara ilmiah, gelombang bono merupakan salah satu peristiwa alam yang cukup langka dan jarang terjadi. Dimana kita akan menyaksikan sebuah gelombang besar yang layaknya terjadi di tengah laut, namun ini terjadi di sebuah sungai air tawar.

Gelombang bono terjadi diakibatkan benturan tiga arus air yang berasal dari Selat Melaka, Laut Cina Selatan dan aliran air Sungai Kampar. Akibat benturan ini, menjadikan gelombang air di muara sungai Kampar bisa mencapai ketinggian 4-5 meter dengan ditandai sebelumnya dengan suara gemuruh yang hebat. Ini merupakan fenomena ilmiah yang akan dipercayai oleh kaum intelektual saja.

Faktor Penyebab Timbulnya Ombak Bono :
  • Aliran air sungai menuju muara
  • Hujan
  • Air pasang
  • Posisi bulan
  • Tinggi rendah kedalaman air
  • Lingkungan hutan sekitas Daerah Aliran Sungai (DAS)
Bulan terbaik untuk mengunjungi Sungai Kampar adalah di awal dan di akhir musim hujan. Sebabnya, saat itulah gelombang Bono akan tinggi. Tepatnya di bulan Februari, Maret, Oktober, dan November. Saat siang dan malam hari, adalah waktu terbaik untuk berselancar di Sungai Kampar.

Ada dua pintu akses ke Kawasan Palalawan, dari Batam bisa menyeberang pakai boat. Satu lagi, dengan mengendarai mobil selama 4 jam dari Pekanbaru. Di sana ada banyak homestay di Desa Meranti. Pihak Kemenparekraf (Kementerian Parwisata dan Ekonomi Kreatif) sudah gencar mempromosikan Sungai kampar kepada dunia.

travel.detik.com, wikipedia.org

Rabu, 26 Maret 2014

Sriwijaya Air Hentikan Layanan Penerbangannya Di Pekanbaru

Maskapai Sriwijaya Air telah menghentikan pelayanan penerbangannya dari dan ke Pekanbaru di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II. Penghentian layanan penerbangan oleh Sriwijaya Air di ibu kota Provinsi Riau tersebut berdasarkan alasan bahwa maskapai tersebut sedang fokus mengembangkan pelayanan penerbangan di wilayah Indonesia Timur.

Sriwijaya Air. ZonaAero
Sriwijaya Air Stop Layani Rute Penerbangan ke Pekanbaru.

Maskapai Sriwijaya Air menyatakan telah menghentikan operasional di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, dengan dalih sedang memfokuskan diri untuk menjangkau wilayah Timur Indonesia. "Untuk Pekanbaru tidak operasional karena kami banyak sekali rute penerbangan di wilayah Timur. Kita melakukan restrukturisasi rute, jadi di Pekanbaru kami stop untuk sementara," ujar mantan Distric Manager Sriwijaya Pekanbaru Yulisa, Selasa (25/3/2014).

Pada 5 Maret 2014, Siriwijaya secara resmi menghentikan tiga rute penerbangan yang biasa dilayani setiap hari yakni Jakarta—Pekanbaru pergi pulang (pp), kemudian Medan-Pekanbaru pp dan Batam-Pekanbaru pp yang masing-masing mengunakan pesawat jenis Boeing 737-300/400 berkapasitas tempat duduk 100 lebih penumpang. "Untuk rute yang lain kita tetap operasi seperti biasa dan untuk Pekanbaru melihat nanti dulu. Hanya Pekanbaru saja," katanya.

Yulisa memastikan penghentian layanan terbang ini tidak berlaku bagi rute-rute penerbangan lain di wilayah Indonesia maupun luar negeri yang ditutup oleh maskapai penerbangan tersebut. Selama ini, beredar isu selain Kota Pekanbaru, maskapai Sriwijaya juga menghentikan operasional di Kota Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam, lalu Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat dan negeri jiran Singapura karena tidak menguntungkan. Dia menganggap persaingan usaha yang dilakukan dengan sesama kompetitor baik rute maupun dalam industri penerbangan merupakan hal yang biasa dan tidak bisa dihindari, hanya saja semua bisnis mencari keuntungan dengan modal sekecil-kecilnya. "Jadi kalau kami lihat kurang menguntungkan, maka kami cari tempat lain," ucapnya.

Mengenai kewajiban maskapai itu terhadap para karyawan, kemudian pihak bandara dan pihak ketiga seperti perusahaan ground handling, menurut Yulisa sudah tidak ada persoalan. "Semuanya sudah clear, ngak perlu saya buka lagi," jelasnya.

Pekan lalu, terlihat konter tiket yang berukuran 3x3 meter yang berada lantai dasar di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dipasangi segel dan lakban dengan tertempel diberi tulisan avaliable PT Angkasa Pura II. Sementara, itu Kantor Sriwijaya Air Perwakilan Pekanbaru yang berada di komplek ruko Sudirman Square, Blok C2, Jalan Jenderal Sudirman, terlihat tulisan dijual dengan memasang tanda sebuah perusahaan properti den dilengkapi nomor telepon seluler. "Kantor Sriwijaya telah ditutup, namun belum satu bulan. Tapi biasanya seorang ibu sering datang kemari dengan menaiki mobil. Tapi kok, hari ini tidak kelihatan," ujar petugas keamanan di ruko tersebut.

industri.bisnis.com

Kamis, 02 Mei 2013

BJ Habibie Merintis Industri Pesawat Terbang Di Batam

Pakar pesawat terbang yang juga mantan Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie, telah menyampaikan rencananya untuk mendirikan perusahaan yang menjadi perintis industri pesawat terbang di Batam, Kepulauan Riau. Sebagai langkah awal, BJ Habibie dan para pejabat BP Batam telah menandatangani kesepakatan pengalokasian lahan seluas 62 hektare dari 100 hektare lahan yang akan dijadikan sebagai lokasi perkantoran, hanggar, perbaikan dan perawatan berat (maintenance, repair and overhaul/MRO) oleh PT Indonesia Aero Maintence.
BJ Habibie. ZonaAero
Habibie Siap Bangun Industri Pesawat di Batam

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam Dwi Djoko Wiwoho mengatakan mantan Presiden BJ Habibie menyampaikan komitmen untuk merintis industri pesawat terbang di Bandara Internasional Hang Nadim, Kepulauan Riau. "Beberapa waktu lalu Pak Habibie sudah menyampaikan komitmennya untuk merintis industri penerbangan di Batam. Ia menyatakan hanya akan merintis selama tiga tahun, setelah itu pensiun dan menyerahkan pada anak-anak terbaik bangsa ini," kata dia.

Hal tersebut, kata Djoko, disampaikan pada Kepala BP Batam Mustofa Widjaja dan sejumlah petinggi BP Batam di Jakarta saat penandatanganan pengalokasian 62 hektare dari 100 hektare lahan yang akan dibangun perkantoran, hanggar, perbaikan dan perawatan berat (maintenance, repair and overhaul/MRO) oleh PT Indonesia Aero Maintence (IAM) dan Habibie di perusahaan itu adalah ketua dewan komisaris. "Habibie mengatakan hanya mempersiapkan perusahaan. Suatu saat nanti pemerintah diharapkan yang akan mengambil perusahaan industri pesawat itu," kata dia.

Djoko mengatakan, Habibie yang juga pernah menjabat kepala Otorita Batam (sekarang BP Batam) sekitar 18 tahun yakin dalam tiga tahun perusahaan tersebut akan berkembang pesat sehingga sudah bisa berjalan sendiri. "Tujuan lain dari Habibie merintis perusahaan pesawat terbang di Batam untuk lebih mendapat manfaat dari posisi Batam yang lebih strategis. Bukan hanya Singapura dan Malaysia yang mendapatkan manfaat," kata Djoko saat memperdengarkan rekaman pidato Habibie.

www.republika.co.id

Selasa, 15 Januari 2013

Penumpang Sepi, Tiket Pesawat Di Pekanbaru Dijual Murah

Harga tiket pesawat untuk penerbangan dalam negeri di Pekanbaru saat ini sedang dijual murah. Hal ini disebabkan masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya diperkirakan sedang enggan bepergian karena sebelum banyak yang sudah melakukan perjalanan dalam rangka liburan tahun baru. Jumlah penumpang pesawat yang sedikit atau dikenal dengan istilah low season ini membuat banyak maskapai penerbangan menjual tiketnya dengan harga murah. Selain low season, murahnya harga tiket pesawat tersebut dikarenakan beberapa maskapai memang ada yang masih menggelar masa promo tiket pesawat dalam rangka tahun baru.
Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. ZonaAero
Siapa Mau? Harga Tiket Pesawat di Pekanbaru Diobral

Tiket pesawat terbang untuk berbagai rute dalam negeri atau domestik yang terbang di Pekanbaru, Riau, dijual dengan harga relatif murah alias obral oleh perusahaan maskapai penerbangan hingga akhir bulan Januari. "Untuk pembelian tiket, maskapai ramai-ramai membuka harga murah, bahkan harga promosi yang hingga akhir Januari ini," kata staf Shirotol Jannah Tour and Travel Rika di Pekanbaru, Senin (14/1).

Ia mencontohkan, Garuda Indonesia yang hanya memiliki satu rute di Pekanbaru, yakni Pekanbaru-Jakarta membuka harga Rp640.000 per orang untuk penerbangan pukul 16.30 WIB dan 18.25 WIB dari enam kali penerbangan dalam sehari. Lalu Sriwijaya Air yang membuka rute Pekanbaru-Batam pada 20 November lalu tiketnya dijual dengan harga Rp310.000 per orang, sedangkan Pekabaru-Medan yang dikurangi penerbangannya menjadi satu kali sehari harga tiketnya Rp330.000 per penumpang.

Kemudian, Lion Air untuk rute Pekanbaru-Medan yang diterbangi satu kali sehari, mulai 14 Januari sampai 5 Februari mendatang membuka harga paling murah, yakni Rp302.000 per orang. "Kalau Lion, tiket murahnya hanya pada bulan yang berlangsung, seperti Januari dan bisa dilihat harga promosi di tanggal berapa aja. Pada Februari dan Maret harganya masih normal dan untuk harga promosi belum bisa dilihat," katanya.

Karyawan Riau Cemerlang Travel Jery mengatakan bahwa kondisi itu terjadi karena masyarakat Pekanbaru dan umumnya dari enggan berpergian seusai liburan tahun baru, sehingga maskapai memasuki low season. "Pada musim sepi penumpang atau low season seperti sekarang ini, hal tersebut dianggap wajar karena setiap tahun selalu terjadi. Sementara penumpang yang menjalankan bisnisnya di Pekanbaru masih sepi, jadi yang kami jual seadanya saja," ujarnya.

www.metrotvnews.com

Selasa, 30 Oktober 2012

Pemerintah Segera Buka Penerbangan Perintis Lingga-Jambi Tahun 2013

Penerbangan perintis
Penerbangan Perintis Lingga-Jambi Segera Dibuka

Di tengah sengketa kepemilikan Pulau Berhala, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memastikan pembukaan kembali penerbangan perintis rute Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, ke Jambi dengan skema subsidi mulai 2013. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah menyetujui kelayakan, dan skema subsidi pengoperasionalannya. "Benar. Itu sudah disetujui untuk 2013," kata Bambang S Ervan, Jubir Kemenhub, dikonfirmasi per telepon.

Kendati mengaku belum mengetahui informasi itu, Pemprov Jambi lewat instansi terkait juga menyambut positif rencana itu. Pembukaan rute perintis itu bakal menghadirkan jalur distribusi baru ke Lingga dari Jambi, yang selama ini sudah terkoneksi lewat jalur transportasi laut, meski belum optimal. "Kalau pusat bilang akan ada rute penerbangan perintis baru. Kita siapkan saja," ujar Bernhard Pandjaitan, Kepala Dishub Provinsi Jambi.

Namun detail teknisnya, menurut Pandjaitan berada di PT Angkasa Pura. Informasi yang terhimpun, persiapan telah dilakukan di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, termasuk pengaspalan landas pacu bandara di wilayah yang pernah menjadi magnet tambang timah itu. Nantinya pesawat tipe Cessna yang akan melayani rute itu, dengan kapasitas penumpang 7-12 orang.
Pembukaan didasari pertimbangan tidak sedikit kebutuhan barang di Lingga dipasok dari Jambi. Selain itu, juga membuka akses ke Lingga. Pengamat kebijakan publik Jambi, Dasril Rajab menilai kebijakan itu positif. Karena akan menguntungkan kedua belah pihak. Jambi sarannya, harus merespon sekaligus menangkap peluang itu. "Tidak hanya Pemprov, Jambi juga harus berbenah, mempersiapkan kebutuhan yang diperlukan," kata Dasril, akhir pekan lalu. Dia menambahkan, bukan tidak mungkin ada peluang komersial di baliknya.

Pemprov Jambi berjanji segera mengoordinasikan dengan Pemprov Kepri begitu rencana itu mendekati eksekusi. Meski mengaku belum mengetahui detailnya, Dishub Provinsi Jambi menilai positif. Bahkan Bappeda Provinsi menyebut rencana itu bakal menghadirkan jalur distribusi baru. Dishub siap mengkoordinasikan dengan PT Angkasa Pura II, yang membawahkan pengelolaan Bandara Sultan Thaha, termasuk penentuan jenis pesawat yang melayani rute itu. "Kami belum tahu. Sampai saat ini belum ada pemberitahuan dari pusat untuk itu. Tapi, kalau benar, pembicaraan teknisnya (nanti) dengan PT Angkasa Pura II," kata Pandjaitan, Kadishub Jambi.

Secara teknis, apabila pemerintah pusat menyetujui penerbangan perintis, dia mengatakan, pihak PT AP II yang mengurusi detail selanjutnya. Dishub katanya, hanya akan mengurus sebatas wewenang lalu lintas dua provinsi, Kepri dan Jambi. "Sekarang belum ada kontak (dengan Pemprov Kepri). Kita kan belum tahu itu," ujar Pandjaitan. Namun dia meyakini, rencana itu bakal merangsang pertumbuhan kedua provinsi. "Kalau bandara baru (Sultan Thaha) jadi. Penerbangan kan semakin ramai," kata Pandjaitan. "Itu nanti kan ditentukan tipe pesawat," imbuhnya.

Apalagi berdasarkan informasi yang terhimpun, selain ke Jambi, penerbangan perintis juga dijajaki ke Batam dan Tanjung Pinang, yang berjarak sepelemparan batu dari Singapura. Jika ini terealisasi, akses lalu lintas orang, secara tidak langsung ke Negeri Singa. Jangka pendek, menurut Pandjaitan, pembukaan itu menambah akses dan jalur distribusi ke Lingga dari Jambi, dan sebaliknya. Selama ini, akses hanya terkoneksi dengan moda kapal laut.

www.tribunnews.com

Kamis, 15 Maret 2012

Pembangunan Airport Sultan Syarif Kasim (SSK) II Riau Segera Diselesaikan

Pembangunan Airport Sultan Syarif Kasim (SSK) II Riau Segera Diselesaikan.
Riau percepat pembangunan bandara SSK II

Riau dengan PT Angkasa Pura sepakat mempercepat penyelesaian pembangunan Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, terutama menyongsong penyelenggaraan PON XVIII, September 2012. "Kami sepakat untuk itu melalui pertemuan saya dengan Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura, pak Tri Sunoko Senin kemarin," kata Gubernur Riau (Gubri), HM Rusli Zainal, sebagaimana dirilis Humas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Rabu.

Pertemuan di Jakarta tersebut, lanjutnya, merupakan kelanjutan percepatan penyelesaian pembangunan Bandar Udara (Bandara) Sultan Syarif Kasim (SSK) II, terkait menyongsong dua perhelatan olahraga, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII dan ISG III. "Khusus `Islamic Solidarity Games` (ISG) III, tak hanya ada pertandingan berbagai cabang olahraga (Cabor), tetapi juga dibarengi iven promosi produksi dalam negeri, utamanya dari Riau," ujarnya lagi.

Selain itu, menurutnya, percepatan pembangunan Bandara SSK II juga terkait meningkatnya volume penerbangan dari dan ke Pekanbaru, baik domestik maupun internasional. "Ini tentu seiring dengan percepatan pembangunan ekonomi Provinsi Riau yang maju pesat," katanya.

Dikatakan Gubri, pembangunan Bandara SSK II merupakan bagian vital dari implementasi `Master-Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia` (MP3EI), termasuk di dalamnya infrastruktur pelabuhan laut, jalan tol serta kelistrikan.

www.antaranews.com