Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Pacific Royale Airways. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pacific Royale Airways. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 November 2012

Pacific Royale Airways Terancam Kehilangan Izin Rute Penerbangan

Pacific Royale Airways
PACIFIC ROYALE AIRWAYS: Izin Rute Terancam Dicabut Kementerian Perhubungan

Pacific Royale Airways, maskapai yang membidik pasar penerbangan layanan penuh atau full service, terancam kehilangan izin rute jika belum beroperasi dalam 60 hari sejak pengajuan surat penundaan operasional tahap pertama. Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Djoko Murdjatmojo mengatakan sesuai dengan peraturan, perseroan memiliki waktu 30 hari sejak mengajukan surat perpanjangan persetujuan penundaan penerbangan. Jika dalam 30 hari itu belum juga beroperasi, perseroan terkait bisa mengajukan kembali surat penundaan tahap kedua dengan jangka waktu 30 hari. Dia mengatakan informasi yang diperoleh bahwa Pacific Royale sudah mengajukan surat penundaaan tahap kedua. "Setahu saya mereka sudah ajukan penundaan kedua, jadi total mereka punya waktu 60 hari sejak mengajukan penundaan pertama September lalu. Ini izin rute ya bukan izin usaha, izin usaha itu setahun," katanya usai acara Pelantikan Eselon II dan II di Kemenhub, Rabu (31/10/2012).

Berdasarkan KM No.25/2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara disebutkan rute penerbangan adalah lintasan pesawat udaara dari bandar udara asal ke bandar udara tujuan melalui jalur penerbangan yang telah ditetapkan. Dalam Pasal 31 KM 25 itu juga disebutkan apabila terjadi penambahan kapasitas rute penerbangan, jika tidak dilayani sebagian atau seluruhnya selama 21 hari berturut turut tanpa pemberitahuan, maka penambahan kapasitas pada rute itu yang tidak dilayani itu akan dicabut dan dapat mengajukan permohonan kembali setelah 1 tahun terhitung tanggal pencabutan.

Pendiri dan CEO Pacific Royale Tarun Trikha mengatakan pihaknya kini menjalani program restrukturisasi perusahaan menyusul penghentian operasi sementara sejak 6 September 2012. Pihaknya juga tengah mengkaji rencana bisnis perusahaan di Indonesia secara komprehensif. Keputusan penghentian operasi sementara itu dilakukan oleh Tarun Trikha setelah menjabat CEO baru Pacific Royale menggantikan Samudera Sukardi yang mengundurkan diri awal Agustus 2012. "Keputusan tidak berhubungan dengan alasan regulasi apapun," tegasnya.

Saat ini, Pacific Royale memiliki tiga pesawat Fokker 50 tipe terbaru. Sejak mulai beroperasi pada Juni 2012, dua pesawat Fokker 50 pertama sudah melayani penerbangan komersial dari hub di Batam dan Surabaya. Pesawat Fokker 50 ketiga yang tiba pada awal Agustus 2012, kini menjalani modifikasi standar agar sesuai dengan konfigurasi penerbangan premium Pacific Royale dan memenuhi standarisasi yang diwajibkan di Indonesia.

Djoko melanjutkan dalam surat penundaan operasi penerbangan Pacific Royale disebutkan kendala yang dihadapai adalah pesawat perseroan masih dalam perawatan. Selain itu kendala lain ialah adanya perubahan konsep bisnis. "Kalau tidak salah pesawat mereka masih maintenance, satu lagi alasannya itu perubahan konsep."

Pacific Royale yang merupakan maskapai penerbangan full service swasta didirikan pada Februari 2011. Maskapai itu mengoperasikan rute luas yang menghubungkan kota besar dan kecil di Indonesia dengan visi memperluas jangkauan destinasi internasional dalam tahun kedua operasinya. Setelah peluncuran penerbangan komersial perdananya dengan menggunakan Fokker 50 dari masing-masing hub di Batam dan Surabaya pada 11 Juni 2012 dan 15 juni 2012, Pacific Royale mulai mendapatkan posisi di sektor penerbangan Indonesia.

www.bisnis.com

Selasa, 14 Agustus 2012

Pacific Royale Airways Datangkan Lagi Pesawat Fokker 50

Pacific Royale Airways Fokker 50
Pacific Royale Airways Tambah 1 unit Fokker 50

Maskapai Pacific Royale Airways menambah satu unit pesawat jenis Fokker 50 sehingga maskapai yang baru beroperasi sejak Juni 2012 ini akan mengoperasikan tiga unit pesawat baling-baling ini dari hub Batam dan Surabaya. "Penambahan pesawat F50 [Fokker 50] ketiga dalam armada kami akan memperluas jangkauan penerbangan ke tujuan-tujuan perintis, yang artinya kami akan menyediakan lebih banyak pilihan bagi para pelanggan Pacific Royale," ujar Pendiri dan CEO Pacific Royale Airways Tarun Trikha, Senin (13/8/2012).

Tarun menambahkan pesawat F50 ketiga Pacific Royale Airways sudah tiba di bandara Halim Perdana Kusuma sejak awal Agustus 2012 dan saat ini pesawat dengan nomor registrasi PK-PRC tersebut berada di bandara Pondok Cabe untuk menjalani proses renovasi selama lima minggu, yang mencangkup upgrade kabin, serta transformasi interior dan eskterior pesawat sesuai dengan warna dan identitias Pacific Royale Airways. "PK-PRC ditargetkan dapat mulai beroperasi pada akhir September 2012 dan akan berbasis di Batam, melayani penerbangan dari Batam ke Pangkal Pinang, Tanjung Pandan dan kembali ke Batam," ucapnya.

Tarun menambahkan keputusan untuk menempatkan F50 ketiga di Batam dikarenakan adanya potensi permintaan pasar untuk rute perjalanan dari dan ke tujuan perintis lainnya ke kota tersebut. Tarun menjelaskan pada tahap selanjutnya, maskapai penerbangan ini akan membuka dua hub lagi yaitu di Jakarta dan Medan dan akan mengoperasikan Airbus 320 untuk penerbangan domestik. Pacific Royale nantinya akan memiliki lima pesawat Fokker 50, empat pesawat Airbus 320 dan satu Airbus 330 pada tahun pertama operasi.

Dalam kurun waktu dua bulan pertama sejak Pacific Royale mulai beroperasi secara komersial, maskapai ini telah berhasil menerbangkan lebih dari 2.000 penumpang dari hub Batam dan Surabaya, dengan tingkat keterisian penumpang atau load factor rata-rata 65%-70% yang diperkirakan meningkat selama musim Liburan Idul Fitri.

Pacific Royale Airways saat ini mengoperasikan dua buah pesawat F50, melayani penerbangan dari dan menuju Batam dan Surabaya. Pesawat yang berbasis di Batam pertama kali mulai terbang secara komersial pada 11 Juni 2012 dan melayani rute ke Jambi, Pekanbaru, Kerinci dan Padang. Sedangkan pesawat yang berbasis di Surabaya melakukan penerbangan perdananya pada 15 Juni 2012 dan kini melayani rute ke Semarang, Pangkalan Bun dan Bandung.

www.bisnis.com

Selasa, 12 Juni 2012

Pacific Royale Layani Penerbangan Surabaya-Semarang-Pangkalanbun-Bandung

Pacific Royale Airways
Pacific Royale buka penerbangan ke Bandung

Maskapai penerbangan nasional Pacific Royale Airways mulai Selasa ini membuka layanan penerbangan ke Bandung dengan rute Surabaya-Semarang-Pangkalanbun-Semarang-Bandung, sekali sehari. "Bandung - Semarang - Surabaya potensial, dan kami koneksikan dengan penerbangan ke Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, sehingga memberikan alternative penerbangan lebih leluasa," kata Station Head Pacific Royale Airways Bandung, Andre Pierre Simaw, di sela-sela penerbangan pertama, di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Senin.

Pacific Royale merupakan pendatang baru di Tanah Air dengan konsep full service, yang menjanjikan pelayanan paripurna bagi para pemakai jasa penerbangannya. Dalam daftar armadanya, tercatat pesawat Fokker F-50 dengan kapasitas 50 tempat duduk. Konsep full service ini berlawanan dengan low fare airline alias low cost atau budget airlines, yang tidak menyediakan apapun kepada pemakai jasa penerbangan selama di dalam pesawat terbang.

Sasaran yang dibidik full service ini kalangan menengah atas, yang bersedia membayar lebih atas layanan paripurna itu. Minimal, pemakai jasa penerbangan mereka akan beroleh santapan memadai dalam tiap penerbangan yang diprediksi akan mencapai tingkat isian hingga 75 persen itu. "Kami optimis rute penerbangan ini akan diminati dan memberikan daya tarik bagi masyarakat plus pelayanan full service untuk layanan pemesanan, reservasi, dan penyediaan makanan," kata Andre.

Dengan layanan full service memakai pesawat terbang berkode registrasi PK-PRB itu, katanya, Pacific Royale memberi tarif menjanjikan. Dia cukup terbuka soal itu, untuk rute Bandung-Semarang dikenakan tarif Rp499.000 seorang dalam penerbangan full service.

Selain melayani rute Jawa dan Kalimantan, Pacific juga akan membuka layanan di Sumatera memakai pesawat terbang kedua berkode registrasi PK-PRA. Rencananya penerbangan yang akan dibuka pada 15 Juni 2012 itu melayani rute Batam-Jambi-Pekanbaru-Kerinci-Padang. Selain itu, maskapai penerbangan itu juga membidik potensi di jalur Bali dan Solo.

www.antaranews.com

Sabtu, 17 Maret 2012

2 Unit Pesawat Fokker 50 Baru Perkuat Armada Pacific Royale Airways

Fokker 50 Pacific Royale Airways
Fokker 50 Pacific Royale Airways
Pacific Royale Datangkan Dua Fokker 50

Pacific Royale Airways, maskapai penerbangan yang mengadopsi layanan full-service dan melayani rute jarak pendek maupun jauh, Kamis (15/3/2012) mendatangkan pesawat Fokker 50 yang ke-2 dengan nomor registrasi PK PRB di Bandara Hussein Sastranegara Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya, pada 7 Januari 2012 Pacific Royale telah menerima Fokker 50 pertama dengan nomor registrasi PK PRA dari Fokker Aircraft, Belanda. Pesawat tersebut kini dalam tahap pengecatan badan pesawat (livery painting) serta perawatan yang meliputi pemasangan kursi dan karpet.

Dalam siaran persnya, Jumat (16/3/2012), disebutkan sebelum penerbangan pertama Pacific Royale pada bulan April 2012, kedua pesawat akan menjalani proofing flight oleh pihak otoritas dari Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Chief of Executive Officer Pacific Royale Airways, Samudra Sukardi, menjelaskan, pesawat Fokker 50 ini akan dioperasikan untuk melayani rute ke kota-kota di Indonesia yakni Surabaya, Semarang, Bandung, Batam, Pekanbaru, Jambi, Padang dan sejumlah destinasi di Kalimantan.

Menurut Samudra, kedua pesawat tersebut merupakan produksi terbaru Fokker yakni generasi tipe Fokker F-50 yang terakhir keluar dari pabrik Fokker di Belanda. "Pacific Royale mengoperasikan tipe pesawat F-50 termuda. Sejumlah maskapai penerbangan Indonesia juga menggunakan tipe yang sama namun dengan tahun produksi yang lebih tua," kata Samudra.

Pacific Royale telah menandatangani kerja sama dengan Fokker Service Asia untuk dukungan logistik dan pemeliharaan total 5 unit Fokker 50. Maskapai penerbangan yang didirikan pada Februari 2011 ini memilih Fokker 50 sebagai pesawat pengumpan atau feeder untuk melayani kota-kota utama di Indonesia karena kualitas dan keandalannya dalam melayani berbagai operasi penerbangan.

Samudra menegaskan Pacific Royale bertekad untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan bisnis penerbangan Indonesia. Pada tahun pertama operasinya, perusahaan akan memiliki 5 Fokker 50, 4 A320 dan 1 A330 serta menyusun rute layanannya secara bertahap. Tahap pertama, akan menerbangi rute domestik seperti Batam, Jambi, Kerinci, Padang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Pangkalanbun, Bandung, Balikpapan, Makassar dan Pekanbaru serta rute internasional seperti Singapura, Hong Kong dan Kuala Lumpur. Selanjutnya, tambah Samudera, pada tahap kedua, Pacific Royale akan memperluas jangkauannya menerbangi kota-kota kecil di Indonesia seperti Gunung Sitoli, Meulaboh, Pulau Matak, Pulau Natuna, Dumai, Pangkal Pinang, Banyuwangi, Jember, Madiun dan Solo serta rute internasional yakni India dan Australia.

bisniskeuangan.kompas.com

Sabtu, 10 Maret 2012

Pacific Royale Pasang Tarif Lebih Murah Dari Garuda Indonesia

Pacific Royale Pasang Tarif Lebih Murah Dari Garuda Indonesia.
Pacific Royale Incar 40 % Pasar Garuda

Perusahan penerbangan pelat merah, Garuda, tampaknya patut mewaspadai geliat para pesaingnya. PT Pacific Royale Airways Indonesia, telah berancang-ancang bakal mengambil 40% pangsa pasar Garuda, dengan memasang target kenaikan pangsa pasar di industri penerbangan Indonesia ke depan. "Kami menargetkan bisa mengambil 40% pangsa pasar Garuda," ujar Presiden Direktur Pacific Royale Airways Indonesia, Samudera Sukardi, Rabu (7/3).

Samudera optimistis, Pacific Royale dapat menarik minat para penumpang Garuda karena perseroan menawarkan harga tiket yang lebih terjangkau. "Selama ini penumpang hampir tidak memiliki alternatif lain selain Garuda di kelas full service. Kami menyiasati itu dengan harga yang sedikit lebih rendah dari Garuda,"ujarnya.

Sebagai catatan, tahun 2011, Garuda bisa mengangkut 13,07 juta penumpang domestik atau sekitar 22,82% dari pangsa pasar domestik Indonesia. Terkait rencana penerbangan perdana Pacific Royale, pihak Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyatakan hingga saat ini tahapan sertifikasi AOC Pacific Royale baru pada tahap tiga. Masih ada dua tahap yang harus dilewati yakni tahap demo evakuasi dan uji kelaikan terbang. "Terserah pada perusahaan bisa segera memenuhi kualifikasi," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Herry S. Bakti, Rabu (7/3).

Terkait hal ini, Samudera membenarkan bahwa tahapan Pacific Royale baru pada tahap tiga. Ia tetap berharap penerbangan perdana Pacific Royale bisa sesegera mungkin. Untuk itulah perusahaan telah mendatangkan satu dari lima unit pesawat Fokker 50 yang akan didatangkan sepanjang 2012. Hal ini dilakukan agar demo evakuasi bisa segera dilakukan. "Amannya, kami targetkan baru bisa mengudara di akhir April," tegasnya.

Selain mendatangkan Fokker 50 perseroan berencana akan mendatangkan empat Airbus A320 dan satu Airbus A330. Kemhub telah menerbitkan Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) No SIAU/NB-025 untuk Pacific Royale pada November 2011. Maskapai tersebut akan melakukan penerbangan full service dan telah dapat 81 izin rute dari Kemhub. "Tahap pertama kami buka rute Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Batam," tutupnya.

www.surabayapost.co.id

Jumat, 17 Februari 2012

Pacific Royale Airways Siap Beroperasi Maret 2012

Pacific Royale Airways siap beroperasi pada Maret 2012. Pacific Royale Airways, maskapai yang baru didirikan pada Februari 2011 lalu akan mulai mengoperasikan layanan penerbangannya pada bulan Maret 2012. Pacific Royale Airways akan megoperasikan pesawat Airbus A320 dan Fokker 50.
Pacific Royale Airways. ZonaAero
Pacific Royale Airways
Maret, Maskapai Penerbangan Baru Hadir di Indonesia

Industri penerbangan Indonesia akan diramaikan maskapai penerbangan baru dengan hadirnya Pacific Royale Airways. Maskapai penerbangan yang didirikan sejak Februari 2011 ini akan bermain di kelas premium dengan pesawat Airbus A320 dan Fokker 50. Penandatanganan kerja sama operasional maskapai ini dengan sejumlah pihak dilakukan di ajang Singapore Airshow 2012 di Changi Exhibition Centre, Singapura, Kamis (16/2/2012).

CEO Pacific Royale Samudra Sukardi menyatakan, mereka akan menjalankan jasa penerbangan full service atau kelas premium. "Saat ini maskapai yang melayani kelas ini di Indonesia hanya ada satu, sedangkan pertumbuhan pasar terus meningkat sehingga kami akan menjadi alternatif baru yang akan mengambil peluang yang masih cukup luas," ujarnya.

Tiga cabang utama

Maskapai penerbangan ini akan berkedudukan di Jakarta dengan cabang di Surabaya, Batam, dan Medan. Ketiga kota itu akan menjadi penghubung untuk membentuk jaringan koneksi ke sejumlah kota di sekitarnya. Mantan Vice President Garuda Indonesia Group tersebut mengaku optimistis dengan pasar yang tersedia. Pacific Royale akan mengoperasikan Airbus A320 dari Jakarta ke kota cabang utama, sedangkan koneksi ke kota lainnya akan dilayani pesawat Fokker 50.

Keseriusan bermain di kelas premium ditunjukkan dengan adanya kerja sama dengan perusahaan desain entertainment dan komunikasi asal Amerika Serikat, Lumexis Corporation. Selain itu, Pacific Royale juga akan bekerja sama dengan Abacus International yang akan menangani teknologi informasi, terutama dalam sistem pertiketan berbasis internet.

Untuk operasionalnya, Pacific Royal berencana mendatangkan empat Airbus A320 untuk jalur domestik dan satu unit Airbus A330-300 untuk jalur regional dan internasional. Untuk pengumpannya, akan digunakan lima Fokker F50. Saat beroperasi pada Maret 2012, maskapai penerbangan ini akan mengoperasikan dua A320 dan dua F50.

Penumpang terus meningkat

Chairman Pacific Royale Tarun Trikha mengaku optimistis dengan pasar penumpang di Indonesia yang terus meningkat. "Kami akan mengambil pasar kelas menengah ke atas yang cukup besar. Indonesia merupakan negara berpenduduk terbesar setelah China, India, dan Amerika Serikat. Pertumbuhan kelas menengah ke atas cukup tinggi," ujar Tarun.

Sebagai pemain baru di kelas premium, Pasific Royale akan berhadapan dengan Garuda Indonesia yang telah puluhan tahun hadir. Garuda Indonesia sebelumnya juga akan mendatangkan pesawat terbang baru jenis Bombardier CRJ 1000 Next Gen yang akan dioperasikan untuk melayani jalur di sejumlah daerah.

bisniskeuangan.kompas.com