penerbangan, maskapai, airlines, airways, bandara, pesawat terbang, tiket pesawat, pilot, pramugari, pariwisata, perjalanan, paket wisata, hotel, travel





Bagikan :

Senin, 24 November 2014

: Posted on Senin, 24 November 2014 - 07.30 with No comments

Maskapai Lion Air dan Citilink telah mengajukan permohonan untuk bisa melayani jasa penerbangan pada malam hari di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Kepala Bandara Internasional Hang Nadim mengatakan bahwa bandara yang berlokasi di Batam tersebut memang sudah memiliki fasilitas yang memadai dan mampu untuk melayani penerbangan pada malam hari.

Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. ZonaAero
Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.
Citilink dan Lion Air segera penerbangan malam dari Batam.

Maskapai penerbangan Citilink dan Lion Air segera melakukan penerbangan malam hari dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang kini beroperasi 24 jam. "Dua maskapai tersebut sudah mengajukan proposal untuk terbang malam hari. Saat ini sedang diatur jadwal dan slot malam untuk dua maskapai tersebut," kata Kepala Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suprasetyo, di Batam, Minggu (24/11/2014).

Ia mengatakan, sebenarnya sejak akhir Mei 2014 Bandara Internasional Hang Nadim Batam sudah melayani penerbangan 24 jam meski sifatnya masih percobaan. "Mulai 4 November ini semua sudah ok sehingga memulai operasional 24 secara permanen dan ditanggapi dua maskapai tersebut yang ingin memiliki jadwal terbang malam hari," kata dia.

Ia menerangkan sebelumnya Citilink sudah melayani penerbangan malam hari dari Bali-Batam-Tiongkok atau sebaliknya namun sifatnya masih carter. Namun untuk sementara kontraknya sudah habis. "Mereka kan dikontrak sewa untuk wisatawan Tiongkok yang ingin ke Bali. Untuk saat ini kontrak sudah habis, namun dalam beberapa waktu kedepan akan dilayani lagi," kata Suprasetyo.

Untuk fasilitas, kata dia, Hang Nadim sangat mumpuni untuk melayani penerbangan malam hari untuk domestik maupun internasional. "Letak Hang Nadim sangat strategis untuk melayani penerbangan baik transit maupun langsung ke luar negeri terutama Asia. Landas pacu yang mencapai 4,025 kilometer juga mampu didarati semua jenis pesawat," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengusahaan Batam, Mustofa Widjaja, mengatakan, terus membenahi Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang mulai awal 2015 direncanakan jadi penghubung internasional maskapai Lion Group. "Kami terus berbenah. Ruang tunggu baru, garbarata baru dan fasilitas lain telah dibangun," kata dia.

Mustofa mengatakan terus melakukan pembicaraan dengan pihak Lion Group mengenai rencana dibukanya sejumlah penerbangan Lion Air dan Batik Air dari Batam tersebut. "Pembicaraan terus kami lakukan. Sejauh ini perkembangannya sangat baik. Mudah-mudahan rencana tersebut terealisasi sesuai jadwal," kata Widjaja.

www.antaranews.com

Selasa, 18 November 2014

: Posted on Selasa, 18 November 2014 - 07.12 with No comments

Garuda Indonesia siap membuka rute penerbangan Ambon-Langgur (pp), Ambon-Saumlaki (pp), dan Ambon-Ternate (pp) mulai 1 Desember 2014. 3 rute penerbangan baru di kawasan Maluku dan Maluku Utara tersebut akan dioperasikan Garuda Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang jenis ATR 72-600 Explore yang memiliki kapasitas hingga 70 penumpang.

Garuda Indonesia, ATR 72-600 Explore. ZonaAero
Garuda Indonesia, ATR 72-600 Explore.
Garuda Indonesia Buka Tiga Rute Baru dari Ambon.

Maskapai Garuda Indonesia tengah bersiap untuk membuka penerbangan baru dengan rute Ambon-Langgur (pp), Ambon-Saumlaki (pp), dan Ambon-Ternate (pp) per 1 Desember 2014. 3 rute penerbangan tersebut berada di Propinsi Kepuluan Maluku dan Maluku Utara. Pembukaan rute baru ini bertujuan memenuhi permintaan para pengguna jasa serta memenuhi target Garuda Indonesia untuk memperkuat jaringan penerbangan domestik serta memperkuat konektivitas antar wilayah kawasan Indonesia Timur untuk mengembangkan perekonomian dan wisata. "Rute-rute penerbangan baru dari Ambon tersebut akan dilayani satu kali per hari dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 Explore dengan kapasitas kursi sebanyak 70 penumpang," kata Vice Precident Corporate Communications Garuda Indonesia, Pujobroto, dalam siaran persnya, Jumat (14/11/2014).

Secara rinci, penerbangan Ambon-Langgur menggunakan pesawat GA 7640 dengan jadwal keberangkatan dari Ambon pada pukul 07.55 WIT dan tiba di Langgur pada pukul 9.20 WIT. Kemudian pesawat akan berangkat kembali dari Langgur dengan GA 7641 pada pukul 09.50 WIT dan akan tiba di Ambon pada pukul 11.15 WIT.

Sementara, penerbangan Ambon-Ternate akan menggunakan pesawat GA 7642 yang berangkat dari Ambon pada pukul 11.45 WIT dan tiba di Ternate pada pukul 13.20 WIT. Kemudian pesawat berangkat kembali dari Ternate dengan GA 7643 pukul 14.05 WIT dan akan tiba di Ambon pada pukul 15.35 WIT.

Sedangkan penerbangan Ambon-Saumlaki dengan GA 7644 akan berangkat dari Ambon pada pukul 16.05 WIT dan tiba di Saumlaki pada pukul 17.35 WIT. Kemudian terbang kembali dari Saumlaki keesokan harinya dengan GA 7645 pada pukul 06.00 WIT dan tiba di Ambon pada pukul 07.25 WIT. "Dengan dibukanya rute-rute baru dari Ambon tersebut, Garuda Indonesia akan melayani penerbangan dari Ambon sebanyak 42 penerbangan setiap minggunya," imbuhnya.

Rute penerbangan yang ada saat ini yaitu Ambon-Jakarta satu kali sehari, Ambon-Makassar satu kali sehari dan Ambon-Surabaya satu kali sehari. Sebelumnya, Garuda Indonesia telah membuka rute baru Balikpapan-Palangkaraya-Pontianak-Putusibau pp dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 Explore.

nasional.republika.co.id

Selasa, 04 November 2014

: Posted on Selasa, 04 November 2014 - 06.56 with 1 comment

Danau Singkarak adalah sebuah danau berpemandangan indah dengan suasana tenang yang membentang di Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Keindahan Danau Singkarak sudah dikenal sejak lama sehingga pada tahun 1905, seorang naturalis terkenal berkebangsaan Jerman, Ernst Heinrich Philipp August Haeckel, menuangkan pesona keindahan Danau Singkarak dalam sebuah karya lukisan

Danau Singkarak, Sumatera Barat (Gambar 1). ZonaAero
Danau Singkarak, Sumatera Barat (Gambar 1).
Danau Singkarak.

Danau Singkarak adalah sebuah danau yang membentang di dua kabupaten di provinsi Sumatera Barat, Indonesia, yaitu kabupaten Solok dan kabupaten Tanah Datar. Danau ini merupakan danau kawah yang memiliki luas 107,8 km² dan merupakan danau terluas ke-2 di pulau Sumatera setelah Danau Toba. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin. Namun sebahagian air danau ini dialirkan melalui terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, kabupaten Padang Pariaman.

Danau Singkarak dikenal memiliki suasana yang tenang dan tentu saja pemandangan indah menakjubkan. Keindahan Danau Singkarak sudah tersebar sejak 1905 saat seorang naturalis bernama Ernst Heinrich Philipp August Haeckel (Ernst Haeckel) mengenalkannya dalam sebuah buku biology. Ernst Haeckel terkesima dengan indahnya panorama danau nan cantik ini sehingga ia pun seakan tak tahan untuk menuangkannya pada sebuah gambar lukis.

Danau Singkarak, Sumatera Barat (Gambar 2). ZonaAero
Danau Singkarak, Sumatera Barat (Gambar 2).
Danau Singkarak terkenal dengan ikan Bilih nya yang merupakan spesies ikan yang hanya hidup di danau ini saja. Ikan ini sangat unik karena tidak dapat bertahan hidup di mana saja, bahkan di dalam akuarium kecuali di Danau Singkarak.

Di Danau Singkarak hidup lebih dari 19 jenis ikan dan yang istimewanya adalah ikan bilih (Mystacoleucus padangensis). Ikan tersebut sulit dibudidayakan di luar Singkarak dan bila dipaksakan pun rasanya akan berbeda, bahkan sekalipun dengan dibudidayakan dalam jala terapung yang ada di Danau Singkarak. Olahan ikan bilih biasanya digoreng kering atau dicocol dengan sambal hijau. Pastikan Anda membeli oleh-oleh ikan bilih yang telah digoreng kering dalam bungkusan untuk dibawa pulang.

Danau Singkarak, Sumatera Barat (Gambar 3). ZonaAero
Danau Singkarak, Sumatera Barat (Gambar 3).
Satu hal yang sebaiknya jangan sampai terlupa, bawalah kamera atau alat dokumentasi lainnya ketika mengunjungi Danau Singkarak. Pemandangan terbaik dapat dilihat melalui jalan utama Solok-Bukittinggi, dimana pengunjung sering sekali berhenti untuk mengabadikan pemandangan danau yang menakjubkan. Bersantailah di pinggir danau atau beranikan diri berenang bersama anak-anak setempat di danau tersbeut. Beberapa tempat cocok untuk berenang jadi ambillah kesempatan tersebut. Lemparkan tali pancing dan uji keberuntungan Anda. Uji keterampilan Anda dengan mencoba menangkap ikan bilih yang terkenal.

Danau Singkarak berjarak 70 km dari Padang, 20 km dari Solok atau sekira 36 km dari Bukittinggi. Dari bandara internasional Minangkabau, Anda dapat menyewa mobil atau minibus umum dengan rute Padang-Solok dan kemudian mengambil transportasi lain ke danau. Perjalanan ini akan membawa Anda melewati kawasan Sitinjau Laut yang terkenal dengan tikungan tajam dan ngarai curam.

Lukisan Danau Singkarak, Karya Ernst Haeckel (1905). ZonaAero
Lukisan Danau Singkarak, Karya Ernst Haeckel (1905).
Danau Singakrak mudah untuk dicapai karena strategis di pinggir jalanan berkelok antara Kabupaten Tanah Datar dan Solok. Untuk berkunjung ke Danau Singkarak Anda dapat menempuh jalan darat sekira 2 jam dari Kota Padang. Apabila Anda menggunakan angkutan umum maka tarifnya sekira Rp 40.000,-. Lokasi untuk menikmati panorama Singakrak dapat memilih antara Kenagarian Kacang, Paninggahan, Malalo, atau Pitalah. Apabila Anda datang dari arah Kabupaten Tanah Datar maka dapat menuju Panorama Payorapuih di Kecamatan Batipuh yang menyuguhkan pemandangan Danau Singkarak berlatar Gunung Merapi dan Bukit Patah Gigi.

Sebagian besar pengunjung lebih memilih untuk menghabiskan setidaknya satu malam di sini sehingga mereka memiliki cukup waktu untuk menikmati Danau Singkarak yang menawan. Anda bahkan dapat menikmati keindahan panorama Singkarak dari dalam kendaraan selama perjalanan melewati Solok atau Tanah Datar. Beberapa tempat menyediakan lokasi pandang khusus dan terbaik seperti Panorama Tanjung Alai di Kabupaten Solok berjarak sekira 35 km dari pusat kota Solok tepat di Kecamatan X Koto Singkarak. Masih di Solok ada juga Panorama Angin Berhembus dan Panorama Paninggahan dimana Anda dapat menikmati keindahan danau ini dengan bentangan pandang lebih luas.

wikipedia.org, indonesia.travel

Senin, 03 November 2014

: Posted on Senin, 03 November 2014 - 07.24 with No comments

Rute penerbangan yang menghubungkan kota Balikpapan, Palangkaraya, Pontianak, dan Putusibau secara resmi telah dibukan dan dilayani maskapai Garuda Indonesia mulai 1 Nopember 2014. Penerbangan Balikpapan-Palangkaraya-Pontianak-Putusibau tersebut dilayani Garuda Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang penumpang jenis ATR 72-600 Explore yang memiliki kapasitas 70 kursi penumpang.

Garuda Indonesia, ATR 72-600 Explore. ZonaAero
Garuda Indonesia, ATR 72-600 Explore.
Garuda Resmikan Penerbangan Intra Kalimantan.

Garuda Indonesia meresmikan rute Balikpapan-Palangkaraya-Pontianak dan Putusibau pulang pergi, pada Sabtu (1/11/2014). Sebelumnya, pada pertengahan tahun ini, Garuda Indonesia juga telah membuka tiga rute baru dari Balikpapan menuju Berau, Banjarmasin dan Menado. Vice President Corporate Communication Pujobroto menginnformasikan pembukaan rute baru Balikpapan-Palangkaraya-Pontianak-Putusibau pp tersebut dimaksudkan untuk memenuhi harapan para pengguna jasa yang ingin melaksanakan penerbangan intra – Kalimantan secara cepat dan efisien. "Sebelumnya, beberapa kota di Kalimantan, hanya dapat di jangkau melalui Jakarta. Namun setelah Balikpapan menjadi hub Garuda Indonesia di Kalimantan, maka penerbangan intra Kalimantan, penerbangan ke Sulawesi, Papua dan kota – kota Indonesia Timur lainnya menjadi lebih cepat dan efisien," ujarnya, Minggu (2/11/2014).

Pembukaan rute – rute tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari komitmen Garuda untuk terus meningkatkan jaringan penerbangannya di dalam negeri dan meningkatkan konektivitas antarkota di regional. Selain itu, upaya ini juga diharapkan akan mempercepat peningkatan perdagangan dan perekonomian di kawasan melalui kemudahan akses transportasi udara.

Penerbangan Balikpapan- Palangkaraya-Pontianak-Putusibau pp beroperasi setiap harinya menggunakan pesawat ATR 72-600 Explore dengan kapasitas kursi sebanyak 70 kursi kelas ekonomi.

Penerbangan tersebut akan dilayani dengan GA 7522, berangkat dari Balikpapan pada pukul 08.30 WITA, tiba di Palangkaraya pada pukul 08.30 WIB. Kemudian pesawat berangkat dari Palangkaraya dengan GA 7522 pada pukul 09.00 WIB dan tiba di Pontianak pada pukul 10.25 WIB, lalu berangkat menuju Putusibau dengan GA 7524 pukul 10.55 WIB dan tiba di Putusibau pada pukul 11.55 WIB.

Sementara itu, GA 7525 dari Putusibau berangkat pukul 12.25 WIB dan tiba di Pontianak pada pukul 13.30 WIB, kemudian berangkat dari Pontianak pada pukul 14.00 WIB dan tiba di Palangkaraya pukul 15.25 WIB. Dari Palangkaraya pesawat berangkat pukul 15.55 WIB dan tiba di Balikpapan pada pukul 17.55 WITA.

Direktur Strategi, Pengembangan Bisnis dan Manajemen Resiko Garuda Indonesia, Judi Rivajantoro, dalam kesempatan acara pelepasan penerbangan baru tersebut mengatakan bahwa pembukaan rute-rute baru tersebut merupakan bagian dari program ekspansi Garuda Indonesia – khususnya dalam hal pengembangan network. "Keempat kota tersebut merupakan kota-kota yang memiliki potensi ekonomi dan perdagangan yang cukup besar dan terus meningkat, dan tentu saja kota – kota tersebut memerlukan konektifitas yang cukup baik untuk menjamin peningkatan perekonomian ke depan", katanya.

industri.bisnis.com

Selasa, 28 Oktober 2014

: Posted on Selasa, 28 Oktober 2014 - 05.04 with No comments

Indonesia AirAsia Extra tengah bersiap melayani rute penerbangan Denpasar-Melbourne. Indonesia AirAsia Extra merupakan anak perusahaan dari AirAsia X Berhad. Penerbangan Denpasar-Melbourne ini merupakan rute pertama yang dioperasikan maskapai berbiaya hemat untuk rute penerbangan jarak jauh ini.

AirAsia X. ZonaAero
AirAsia X.
AirAsia Extra Terbang dari Bali ke Australia.

Indonesia AirAsia Extra (IAX), afiliasi dari AirAsia X Berhad, mengumumkan rute perdana dari Bali, Indonesia menuju Melbourne Austrlia dengan harga Rp 999.000, sekali jalan. Untuk penerbangan pertama dimulai 26 Desember 2014 mendatang. "Kini masyarakat Indonesia dapat menikmati keindahan Melbounre, Ibukota dari negara bagian Victoria, dengan harga yang hemat," ujar CEO Indonesia AirAsia Extra Soeratman Doerachman, di peluncuran AirAsia Extra di bilangan SCBD, Senin (27/10/2014).

Alasan AirAsia Extra mentargetkan Australia sebagai destinasi pertama karena turis asal negara Kangguru mencapai lebih dari 25 persen yang berkunjung ke Bali. Adapun jumlah kedatangan turis ke Bali terus meningkat setiap tahunnya. "Tahun lalu turis dari Australia datang ke Bali mencapai 13 persen," ungkap Soeratman.

Penerbangan dari Bali menuju Australia memakai AirAsia Extra sebanyak lima kali dalam seminggu. Rencananya setelah Australia, AirAsia Extra yang saat ini mempunyai dua pesawat, akan membuka rute ke Taipei, Jepang, sampai angkutan haji dari Jakarta. "Tujuan tahun pertama Australia, Taipei, dan Jepang. Sedang kita persiapkan mengangkut umroh dari Jakarta ke Jedah," papar Soeratman.

Indonesia AirAsia Extra merupakan maskapai berbiaya hemat pertama dengan rute penerbangan jarak jauh yang memiliki kursi kelas bisnis Flatbed dengan spesifikasi standar kelas bisnis yakni lebar 20", dan sudut 60" yang bisa menjadi 77" saat posisi berbaring.

bisniskeuangan.kompas.com

Senin, 27 Oktober 2014

: Posted on Senin, 27 Oktober 2014 - 07.49 with No comments

13 unit pesawat Boeing 737-800 Next Generation akan didatangkan maskapai Sriwijaya Air untuk mendukung armada pesawat terbangnya. Sriwijaya Air merencanakan 3 unit pesawat Boeing 737-800 Next Generation dari total 13 pesawat tersebut sudah tiba di Indonesia pada tahun 2014 ini.

Sriwijaya Air. ZonaAero
Sriwijaya Air.
Sriwijaya Air Tambah 13 Pesawat Baru.

Sriwijaya Air akan kembali mendatangkan 13 unit pesawat baru Boeing 737-800 Next Generation. Tiga diantaranya diproyeksikan akan datang tahun ini demi mendukung sederet ekspansi rute yang dilakukan perseroannya.

Senior Corporate Communication Manager Sriwijaya Air, Agus Soedjono mengatakan, beberapa uunit pesawat baru akan digunakan untuk melayani ekspansi rute Internasional diantaranya Malaysia. Selain rute-rute domestik, Sriwijaya Air juga tengah mempersiapkan diri untuk konsep menggarap rute Internasional lain seperti Kuala Lumpur.

Menurut Agus penambahan unit pesawat merupakan bagian dari rencana ekspansi melayani rute internasional tersebut. "Meningkatnya minat berwisata ke beberapa negara seperti Malaysia, Bangkok, Thailand dan lainnya membuat kami juga ingin berpartisipasi di rute tersebut," katanya Minggu (26/10/2014).

www.tribunnews.com

Jumat, 24 Oktober 2014

: Posted on Jumat, 24 Oktober 2014 - 05.04 with No comments

Bandar Udara Internasional Kualanamu menempati peringkat 24 sebagai bandara bertaraf kelas dunia menurut lembaga Airport Service Quality (ASQ) yang berkedudukan di negara Swiss. Bandar Kualanamu yang berlokasi di Provinsi Sumatera Utara ini mendapat penilaian cukup baik pada beberapa klasifikasi, yaitu value for money of parking facility, availability of bagagge carts/trolley, waiting time in chek in, efesiensi of chek in staf, waiting time at paspor, courtesy and helpfullnees of inspection staf, dan klasifikasi security staff.

Bandar Udara Internasional Kualanamu. ZonaAero
Bandar Udara Internasional Kualanamu.
Kualanamu Masuk Daftar Bandara Kelas Dunia.

Bandar Udara Internasional Kualanamu masuk kategori 24 besar dunia versi "Airport Service Quality" (ASQ) yang merupakan lembaga dunia yang eksis dalam menilai pelayanan kebandarudaraan. Dalam sambutan pada pembukaan Festival Tari Tradisional XI se-Deliserdang di altar terminal kedatangan Bandara Kualanamu, GM Bandara Kualanamu, Said Ridwan mengatakan, penghargaan dari ASQ tersebut menjadi salah satu bukti kelancaran upaya menjadi infrastruktur transportasi udara menjadi bandara kelas dunia. "Alhamdulillah, menjelang akhir masa jabatan, saya berhasil meraih penghargaan tingkat dunia," katanya, Kamis (23/10/2014).

Ketika baru dioperasikan pada 2013, pihaknya berencana menjadikan bandara yang memiliki kode KNO dalam penerbangan internasional itu untuk masuk dalam 50 besar dunia. "Saya menargetkan KNO masuk 50 besar, ternyata malah lebih yakni 24," ujar Said.

Dari data yang dilansir ASQ yang berkantor di Swiss, Bandara Kualanamu disebutkan sebagai bandara besar dengan kapasitas penumpang 5-15 juta orang per tahun dengan 36 klasifikasi. Klasifikasi tersebut meliputi jumlah penumpang, business passenger, leisure passengers, moda transportasi, dan fasilitas parkir. Namun dalam klasifikasi value for money of parking facility, Bandara Kualanamu berhasil meraih peringkat 17, klasifikasi availability of bagagge carts/trolley urutan ke-22, kemudian kembali ke urutan 24 dalam klasifikasi waiting time in chek in.

Dalam efesiensi of chek in staf, Bandara Kualanamu kembali menduduki urutan ke-24, dan disusul courtesy of chek in staf. Klasifikasi waiting time at paspor, masuk urutan ke-22, courtesy and helpfullnees of inspection staf ke-21, dan kembali ke urutan 24 dalam klasifikasi security staff.

www.beritasatu.com

: Posted on - 03.58 with No comments

Rute penerbangan Denpasar-Timor Leste secara resmi dilayani Garuda Indonesia mulai Jumat, 24 Oktober 2014. Untuk melayani penerbangan Denpasar-Timor Leste, maskapai Garuda Indonesia mengoperasikan pesawat terbang jenis Boeing 373-500. Rute ini merupakan penerbangan pergi pulang (PP).

Garuda Indonesia. ZonaAero
Garuda Indonesia.
Garuda layani penerbangan ke Timor Leste.

PT Garuda Indonesia secara resmi akan membuka kembali rute penerbangan Denpasar-Timor Leste pergi pulang. Kepala Komunikasi Perusahaan PT Garuda Indonesia Pujobroto pada acara "Gala Dinner" di Sanur, Bali, Kamis malam mengatakan pembukaan kembali penerbangan Denpasar -Timor Leste merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia untuk meningkatkan jaringan penerbangan antara Indonesia dan Timor Leste. "Penerbangan tersebut akan dimulai pada Jumat (24/10/2014) dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali menuju Timor Leste dengan pelayanan pergi pulang," katanya.

Ia mengatakan penerbangan tersebut juga dimaksudkan untuk mengakomodir peningkatan permintaan penumpang, sejalan dengan semakin meningkatnya transaksi perekonomian dan perdagangan antara kedua negara.

Pujobroto menjelaskan penerbangan Denpasar-Timor Leste dengan pesawat GA 7300 dilayani setiap hari dengan jadwal keberangkatan dari Denpasar pukul 07.30 Wita dan tiba di Timor Leste pukul 10.20 waktu setempat, kemudian berangkat kembali dari Timor Leste (GA7310) pukul 11.25 waktu setempat dan tiba di Bali pukul 12.15 Wita. Penerbangan Denpasar-Timor Leste pergi pulang tersebut dilayani dengan pesawat B737-500 yang memiliki kapasitas 96 kursi, terdiri dari 12 kursi kelas bisnis dan 84 kursi kelas ekonomi.

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan selain memperkuat jaringan penerbangan Garuda Indonesia, penerbangan Denpasar- Timor Leste juga untuk mendukung peningkatan arus penumpang antara kedua negara. Di samping itu, penerbangan dari Denpasar ke Timor Leste tersebut juga sejalan dengan upaya Garuda Indonesia mendukung program pemerintah dalam meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara. "Timor Leste memiliki ikatan historis yang cukup kuat dengan Garuda Indonesia, dan Garuda pernah terbang ke Dili pada tahun 1990-an," katanya.

Ia menambahkan Garuda Indonesia juga turut berperan dalam pembangunan patung Kristus Raja, yang saat ini menjadi ikon Timor Leste. "Kiranya pembukaan penerbangan rute Denpasar -Timor Leste akan turut membantu meningkatkan hubungan kerja sama di antara kedua negara baik dalam bidang ekonomi, pariwisata, sosial maupun dalam bidang lainnya," kata Emirsyah Satar.

www.antaranews.com

Selasa, 21 Oktober 2014

: Posted on Selasa, 21 Oktober 2014 - 05.12 with No comments

Pantai Kolbano berlokasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selain memiliki pemandangan indah yang memanjakan mata para wisatawan, Pantai Kolbano juga memiliki keunikan tersendiri yang jarang dimiliki pantai-pantai lain, pesisir pantai ini dipenuhi hamparan batu kerikil berwarna-warni yang sangat indah dan unik.

Pantai Kolbano, Nusa Tenggara Timur (Gambar 1). ZonaAero
Pantai Kolbano, Nusa Tenggara Timur (Gambar 1).
Menikmati Indahnya Pantai Kolbano di Pulau Timor.

Bosan dengan pantai berpasir? Yuk, cari angin ke Pantai Kolbano. Pantai unik yang bertabur kerikil warna-warni. Kolbano adalah sebuah desa di pesisir selatan Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Berjarak sekitar 130 kilometer dari ibu kota Kupang. Secara geografis, pantai indah ini dekat sekali dengan Australia. Jarak Pelabuhan Kolbano dengan Negeri Kanguru tersebut hanya 147 kilometer saja.

Nama kolbano diambil dari bahasa setempat, yakni kolhanbano. Kol berarti burung, han berarti suara, dan bano berarti giring-giring. Menurut cerita masyarakat setempat, pada suatu sore Raja Sole mendapati tanaman jewawut di kebunnya rusak oleh burung kecil yang bersuara seperti giring-giring. Sejak itu, ia memutuskan untuk menamakan negerinya kolhanbano yang lama-kelamaan menjadi Kolbano.

Pantai Kolbano, Nusa Tenggara Timur (Gambar 2). ZonaAero
Pantai Kolbano, Nusa Tenggara Timur (Gambar 2).
Pantai Kolbano memiliki keunikan tersendiri yang lain daripada yang lain. Biasanya sebuah pantai memiliki pasir putih atau warna lain di tepiannya, tidak begitu dengan Pantai Kolbano ini. Di tepi pantai ini dihiasi kerikil-kerikil warna-warni yang lembut dengan ukuran sebesar jari kelingking hingga kepalan tangan.

Satu lagi keunikan pantai ini adalah Anda bisa melihat matahari terbit dan terbenam dari satu tempat yang sama. Sehingga tidaklah mengherankan jika tempati ini menjadi lokasi favorit para fotografer yang ingin berburu moment-moment tersebut. Di pantai ini juga banyak wisatawan yang berpiknik di tepian pantai. Terutama bagi Anda yang menginginkan suasana berlibur yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Sambil piknik, Anda pun dapat menyaksikan keindahan laut.

Pantai Kolbano, Nusa Tenggara Timur (Gambar 3). ZonaAero
Pantai Kolbano, Nusa Tenggara Timur (Gambar 3).
Di areal wisata Pantai Kolbano, wisatawan dapat melihat sebuah tugu bersejarah yang dibangun untuk memperingati peristiwa Perang Kolbano antara masyarakat setempat melawan penjajah Belanda yang terjadi pada tahun 1907. Namun kondisinya terlihat apa adanya, tidak ada upaya pemerintah untuk mempercantik tugu bersejarah ini.

Sejak tahun 1970-an, Kolbano yang terletak di bibir Samudera Hindia terkenal sebagai sumber kerikil atau batu licin. Permukaan kerikil-kerikil tersebut merupakan perpaduan antara merah, hijau, kuning, hitam, beberapa memiliki motif dan terdiri dari tiga warna yakni merah, hitam, dan krem. Kerikil dari Pantai Kolbano terus ditambang, khususnya untuk memenuhi permintaan kerikil dekorasi, pemanis taman-taman kota besar.

Untuk menuju ke Pantai Kolbano ada penerbangan dari Jakarta menggunakan pesawat dengan tujuan Kupang yang ditempuh selama kurang lebih 6 jam. Setibanya di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, ada dua pilihan yang dapat Anda lakukan: menginap semalam di Kupang atau langsung menuju Pantai Kolbano. Namun disarankan Anda berangkat pukul 06.00 WITA karena bus yang berangkat dari Terminal Kupang hanya satu kali perjalanan. Waktu tempuh sekitar 6 jam. Jika sudah tiba di Pantai Kolbano Anda dapat mencari rumah penginapan di rumah penduduk dengan sistem sewa atau Anda dapat menginap di Mess Pemda Timor Tengah Selatan.

www.wego.co.id, nationalgeographic.co.id

Minggu, 19 Oktober 2014

: Posted on Minggu, 19 Oktober 2014 - 07.05 with No comments

Akhirnya pesawat penumpang Mitsubishi Regional Jet berhasil dilaunching oleh perusahaan Mitsubishi Aircraft yang berbasis di Nagoya Jepang. Mitsubishi Regional Jet adalah pesawat terbang penumpang bermesin jet untuk rute penerbangan jarak pendek. Pesawat ini memiliki kapasitas 70 hingga 90 penumpang.
Mitsubishi Regional Jet (MRJ) adalah pesawat jet regional dengan kapasitas tempat duduk 70-90 penumpang yang diproduksi oleh Mitsubishi Aircraft Corporation, sebuah kemitraan antara pemilik mayoritas Mitsubishi Heavy Industries dan Toyota Motor Corporation dengan bantuan desain dari afiliasi Toyota Fuji Heavy Industries, sudah produsen pesawat . Gambar pertama MRJ90 sepenuhnya dirakit yang tersedia pada tanggal 26 Juni 2014 dan sebuah peluncuran resminya dijadwalkan akhir Oktober. Penerbangan perdananya dijadwalkan untuk tahun 2015, dengan pengiriman pertama untuk mengikuti pada 2017. Ini akan menjadi pesawat pertama yang dirancang dan diproduksi di Jepang sejak NAMC YS-11 dari tahun 1960-an. Pesawat ini awalnya diharapkan menjadi pesawat jet regional pertama yang mengadopsi bahan serat karbon komposit untuk badan pesawat pada skala yang signifikan. Namun, dalam desain turn-sekitar pada bulan September 2009, Mitsubishi mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan aluminium untuk kotak sayapnya bukan material komposit. [8] bagian karbon komposit sekarang akan membuat hanya 10-15% dari pesawat, sebagian besar di sekitar bagian ekor. Perubahan ini membawa peningkatan ketinggian kabin oleh 1.5in (3,8 cm) untuk 80.5in (204 cm) dan peningkatan tinggi badan pesawat untuk 116.5in (296 cm). Hal ini memberikan MRJ kabin bulat, yang lebih luas dan lebih tinggi dari pesawat yang bersaing diproduksi oleh Bombardier dan Embraer. Sebuah mockup kabin dan model skala dipresentasikan pada 47th Paris Air Show pada bulan Juni 2007. Perusahaan telah memutuskan untuk secara resmi menawarkan pesawat untuk dijual kepada pelanggan potensial. Produksi direncanakan akan dimulai pada tahun 2012. Penerbangan pertama dijadwalkan setelah desain diselesaikan berlangsung pada kuartal II 2012, tapi ditunda hingga 2013, dan kemudian lebih lanjut ditunda untuk musim semi 2014 karena keterlambatan dalam pengadaan mesin. Demikian juga pengiriman pertama direncanakan berlangsung pada kuartal pertama 2014, tapi ditunda ke pertengahan hingga akhir 2016. Pada Agustus 2013, Mitsubishi mengumumkan penundaan besar ketiga untuk program ini, dan bahwa penerbangan pertama akan berlangsung pada musim panas 2015 sementara pengiriman pertama akan berlangsung pada musim panas 2017. keterlambatan pengadaan Pratt & Whitney mesin dan komponen lainnya yang disebut-sebut sebagai penyebab keterlambatan ini. Pada September 2013, setelah mengumumkan penundaan ketiga untuk program MRJ, Mitsubishi ditampilkan di depan umum prototipe MRJ pesawat, termasuk kandang kokpit, dan mengumumkan bahwa mereka akan menyewa pilot dan teknisi asing untuk melayani sebagai konsultan sebagai program berlanjut ke uji keamanan dan persetujuan peraturan .

Mitsubishi Regional Jet. ZonaAero
Mitsubishi Regional Jet.
Jepang Luncurkan Pesawat Jet Pribadi.

Masyarakat Jepang berbahagia sekali karena untuk pertama kali dalam 50 tahun terakhir mereka berhasil meluncurkan pesawatnya dengan nama Mitsubishi Regional Jet (MRJ). Adalah dua perusahaan raksasa, Mitsubishi Aircraft (Nagoya) dan Mitsubishi Heavy Industries yang berjasa menciptakan jet tersebut. Pesawat ini sebenarnya telah tiga kali mengalami penundaan peluncuran. Rencana semula akan diluncurkan pada tahun 2011 lalu. Penerbangan perdana akan dilakukan pada bulan April-Juni tahun 2015 yang produksi massalnya akan dikirimkan ke All Nippon Airways (ANA) mulai 1 April tahun 2017.

Jumlah kursi di MRJ sebanyak antara 70-90 orang, diasumsikan dalam pelayanan di rute jarak pendek seperti dalam negeri. Mesin dan badan pesawat memiliki hambatan udara tipis selama penerbangan rendah, secara ekonomi juga irit bahan bakar sebanyak 20 persen dibandingkan dengan jenis yang sama mesin konvensional jet lainnya.

Chairman Mitsubishi Aircraft, Egawa Hideo mengaku senang dan bangga bisa meluncurkan pesawat tersebut dan mereka yakin bisa bersaing dengan pasar internasional karena pembaharuan yang yang lebih baik dari segi teknologi dan sebagainya untuk pesawat jet yang baru ini.

Dengan investasi 1,9 miliar dolar AS pesawat ini berhasil dibuat dengan biaya sekitar 42 juta dolar AS. Memiliki panjang 35,8 meter lebar 29,2 meter, kecepatan mencapai 830 kilometer per jam. Dapat menjelajah jarak sejauh 3400 kilometer atau setara dengan jarak Tokyo ke Beijing atau Tokyo ke Guam.

Tahun 2031 diperkirakan kebutuhan sedikitnya 5000 pesawat jet seperti ini di dunia. Sedangkan MRJ diperkirakan akan memproduksi sekitar 407 pesawat nantinya, sesuai pesanan yang ada per Oktober 2014 ini.

www.tribunnews.com

Jumat, 17 Oktober 2014

: Posted on Jumat, 17 Oktober 2014 - 08.11 with No comments

Pulau Lanjukang berada di wilayah Kecamatan Ujung Tanah dan berjarak 40 kilometer dari kota Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan. Pulau Lanjukang yang juga berlokasi di Selat Makassar ini memiliki panorama yang indah dengan laut membiru. Salah satu kegiatan bahari yang bisa dilakukan di pulau kecil ini adalah snorkeling dan menyelam. Di perairan Pulau Lanjukang terumbu karang tumbuh dengan baik dan menjadi rumah bagi banyak ikan.

Pulau Lanjukang, Sulawesi Selatan (Gambar 1). ZonaAero
Pulau Lanjukang, Sulawesi Selatan (Gambar 1).
Singgah di Lanjukang.

Pulau Lanjukang hanya dihuni sekitar 15 kepala keluarga dengan jumlah penduduk kurang-lebih 50 orang. Pulau Lanjukang adalah satu dari 12 pulau yang masuk gugusan Kepulauan Spermonde di wilayah Kecamatan Ujung Tanah, sekitar 40 kilometer dari Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pulau Lanjukang biasa juga disebut Pulau Lanyukang, seperti yang tertulis jelas di papan teritorial pemerintah wilayah Kota Makassar, yang terdapat di tepi pantai arah kedatangan. Ada juga yang menyebutnya Laccukang. "Lanjukang berasal dari kata lanjutkan," kata Hasan, warga pulau. Sejak dulu sekali, dia menambahkan, pulau seluas 6 hektare ini sering menjadi tempat transit untuk beristirahat bagi para nelayan yang sedang melaut. "Mereka singgah untuk mandi dan mengambil air tawar."

Posisi pulau ini memang yang paling jauh dan terluar. Karena jati dirinya yang hanya lokasi transit, nyaris tak ada fasilitas umum yang bisa ditemui di sekujur Lanjukang. Tak ada sekolah, tak ada puskesmas, juga fasilitas layanan masyarakat lainnya. Yang ada sebatas mushala dan sebuah sumur air tawar di tengah pulau, di antara rumah warga. Jika sumur ini kering, warga pulau terpaksa mendatangkan air tawar dari pulau terdekat, atau bahkan dari Makassar. Jadi jangan harap pula menemukan sinyal jaringan telepon seluler di tempat ini. Semua jadi bisu. Di sisi lain, Pulau Lanjukang seperti mengajak penghuninya untuk menikmati kebesaran Tuhan.

Pulau Lanjukang, Sulawesi Selatan (Gambar 2). ZonaAero
Pulau Lanjukang, Sulawesi Selatan (Gambar 2).
Kebanyakan pengunjung mendatangi pulau ini memang untuk mencari sunyi di Lanjukang. Pemandangan birunya laut berpadu dengan hamparan pasir putih yang luas. Saat senja, pemandangan matahari terbenam di lautan seperti raja—tak ada yang merecoki. Cahaya jingga dari sang surya yang hendak kembali ke peraduannya terlihat sangat manis memantul pada air laut. Sebuah sajian pemandangan yang cukup romantis.

Saat malam mencapai puncak, cahaya bulan menjadi satu-satunya sumber penerang. Sumber penerangan lampu rumah penduduk dari generator hanya bisa menyaingi hingga pukul 21.00 Wita. Selebihnya, bulan dan bintang yang berkuasa.

Di pantai Pulau Lanjukang ini, selain berenang dan menikmati hamparan pasir putih yang bersih, pengunjung sejatinya juga bisa melakukan snorkeling. Terumbu karang hidup sehat di balik perairan Lanjukang. Itu membuat ikan-ikan menjadi betah.

Jika berkunjung ke Pulau Lanjukang, ada baiknya untuk membawa bekal lebih. Kelebihannya bisa disumbangkan kepada penduduk setempat. Jika punya baju bekas layak pakai dan buku bacaan, juga bisa dibawa serta. Penduduk pulau akan senang menerimanya. Namun, sebelum berangkat, Anda juga perlu tahu beberapa fakta unik di Pulau Lanjukang. Konon, masyarakat Lanjukang berasal dari legiun veteran Sulawesi Selatan bernama Mamma Bora yang menghuni pulau ini sejak 1942.

Fakta lainnya adalah bentuk fisik warga pulau yang "kerdil", dengan tinggi maksimal hanya 150 sentimeter. Bentuk fisik ini kabarnya disebabkan oleh penyakit aneh yang diidap turun-temurun karena warga pulau yang saling kawin-mawin. Meski sedikit berbeda, warga Pulau Lanjukang sangat ramah kepada pengunjung. Namun, jika ingin mengambil gambar mereka dalam bentuk foto maupun video, sebaiknya meminta izin terlebih dulu.

www.tempo.co

: Posted on - 06.14 with No comments

Lion Group telah menyepakati perjanjian dengan perusahaan CFM International untuk mengoptimalkan pengembangan fasilitas perbaikan dan perawatan pesawat di Batam. Kegiatan perbaikan dan perawatan pesawat terbang atau yang dikenal dengan istilah Maintenace Repair Overhaul (MRO) yang berlokasi di area Bandara Bandara International Hang Nadim Batam tersebut dikelola PT Batam Aero Technic yang merupakan anak perusahaan Lion Group.

Hanggar PT Batam Aero Technic. ZonaAero
Hanggar PT Batam Aero Technic.
Lion Bangun Pusat Reparasi Pesawat Rp 6 Triliun.

Ekspansi bisnis Lion Group kian mekar. Setelah mendapat lampu hijau dari Mahkamah Agung (MA) yang menempatkan perusahaan ini sebagai pengelola Bandara Halim Perdanakusuma, Lion Group mengoptimalkan lini bisnis penunjang, yakni perawatan pesawat atau maintenace repair overhaul (MRO). Maskapai ini baru saja meneken perjanjian dengan CFM International, perusahaan pembuat suku cadang pesawat. Tujuan kerjasama mendukung operasional bengkel perawatan pesawat milik lini bisnis Lion Group yakni PT Batam Aero Technic di Bandara International Hang Nadim Batam.

Dalam satu sampai dua tahun ke depan, bengkel pesawat yang berdiri di lahan seluas 28 hektare ini cuma melayani pesawat Lion Air. "Hanggar baru mampu menampung tiga pesawat tipe narrow body," jelas Edward Sirait, Direktur Umum Lion Air, Rabu (15/10/2014).

Pada pembangunan tahap I sudah diresmikan pengoperasian empat hanggar dengan kapasitas 12 pesawat sekelas Boeing 737 NG awal 2014. Hanggar ini berdiri di atas lahan seluas 4 hektare (ha). Nantinya, Lion Air dan CFM menyiapkan lahan 10 ha untuk fasilitas MRO terpadu Lion Group. Di sana akan dibangun ruang perawatan mesin atau engine shop dengan luas 13.430 meter persegi (m²). Lantas ada landing gear shop, component shop, structure repair shop dan emergency equipment shop. Targetnya ketika selesai pada 2022, dalam sekali pengerjaan hanggar akan mampu menampung 50 pesawat sekaligus. "Setahun bisa 200 engine, yang 100 engine untuk kepentingan Lion Group," kata Edward menyebut kapasitas ruang perawatan anyar ini nantinya.

Fasilitas bengkel pesawat ini dibangun dengan dana besar. "Total investasi Rp 6 triliun," kata Edward.

Selain berasal dari dana internal Grup Lion, dana investasi juga berasal dari mitra asing. Namun, Edward menolak untuk memperinci seperti apa skema kemitraan tersebut dan seberapa besar komposisi pemilikan saham maupun dana investasi pembangunan MRO tersebut.

Dengan adanya MRO di Batam ini, Edward mengklaim Lion Group dan nantinya maskapai penerbangan lainnya bisa menghemat biaya dan waktu pengerjaan. "Bisa hemat biaya maintenance 20% dan hemat waktu satu bulan," tambahnya.

Penghematan ini bisa tejadi karena faktor jarak saja daripada dilakukan di luar negeri sudah dapat menghemat hingga 50% waktu pengerjaan dan pengiriman pesawat untuk perbaikan.

www.tribunnews.com

Kamis, 16 Oktober 2014

: Posted on Kamis, 16 Oktober 2014 - 06.28 with No comments

Perusahaan penerbangan Lion Group telah melakukan beberapa usaha untuk bisa menjadi pengelola atau operator Bandara Halim Perdanakusuma. Niat untuk menjadi pengelola Bandara Halim Perdanakusuma telah dimulai sejak 10 tahun yang lalu. Pihak Lion Group merencanakan untuk menjadi Bandara Halim Perdanakusum sebagai bandara yang khusus melayani penerbangan maskapai full service.

Bandara Halim Perdanakusuma. ZonaAero
Bandara Halim Perdanakusuma.
Lion Air Ingin Caplok Bandara Halim.

Tak puas menjadi maskapai penerbangan, kini Lion Group ingin melebarkan sayap bisnis sebagai pengelola infrastruktur bandar udara (Bandara). Lion mengincar jadi operator Bandara Halim Perdanakusuma (Halim) Jakarta, yang kini masih dikelola oleh PT Angkasa Pura II. Lion Group bekerjasama dengan Induk Koperasi TNI Angkutan Udara (Inkopau), membentuk perusahaan patungan bernama PT Angkasa Transportindo Selaras. "Lion Group porsinya 80% dan 20% milik koperasi TNI AU," kata Kepala Humas Lion Air, Edward Sirait, Selasa (14/10/2014).

Rupanya, Lion sudah mempersiapkan rencana itu sejak 10 tahun lalu. Hasilnya pada tahun 2006, perusahaan milik Rusdi Kirana itu telah meneken perjanjian kerjasama pemanfaatan lahan di Halim seluas 21 hektare (ha). Melalui perjanjian itu, Lion Group berkesempatan mengelola Halim hingga tahun 2025. Untuk pengembangannya, Lion menggandeng PT Adhi Karya Tbk sebagai pembuat desain dan kontraktor.

Pada tahap awal pengembangan, Lion memberi tenggat waktu kepada Adhi Karya untuk menyelesaikan perluasan terminal, membangun taxi way, apron, gate dan garbarata selama sembilan bulan. Dengan asumsi pekerjaan konstruksi dimulai bulan depan, Lion memprediksi bisa mengoperasikan Halim mulai Juli tahun depan.

Rencana pengembangan lain, Lion ingin menambah kapasitas terminal menjadi 12 juta penumpang dan 17 gate. Plus, membangun fasilitas i monorel, underpass, hotel dan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Total nilai investasi pengembangan terminal dan monorel sekitar Rp 5 triliun. Lion dan Inkopau berencana mengkhususkan Halim untuk penerbangan maskapai full service. Nantinya, tak cuma maskapai penerbangan Lion Group yang menerbangai bandara itu. "Ini statusnya bandara umum. Mudah-mudahan setelah ini akan terwujud secara business-to-business," imbuh Edrward.

Sementara itu, Angkasa Pura II sebagai operator Halim tampak geram dengan klaim Lion yang akan mengembangkan bandara tersebut. Daryanto, Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura II bilang hingga saat ini yang ditunjuk sebagai pengelola Halim adalah PT Angkasa Pura II. Bahkan, izin konsesi yang dikantongi PT Angkasa Pura II masih cukup panjang, meskipun tak memerinci sampai kapan akan berakhir. "Ini masih berproses. Kami menunggu keputusan regulator," ujar Daryanto.

www.tribunnews.com

: Posted on - 04.11 with No comments

Maskapai Wings Air mengoperasikan rute penerbangan Surabaya-Solo-Bandung mulai Senin, 15 Oktober 2014. Rute penerbangan Surabaya-Solo-Bandung tersebut dilayani dengan menggunakan pesawat terbang turboprop jenis ATR 72-500/600.

Wings Air, ATR 72-600. ZonaAero
Wings Air, ATR 72-600.
Wings Air Coba Layani Bandung-Solo-Surabaya.

Maskapai Wings Air mulai Rabu (15/10/2014) resmi mengisi rute Surabaya-Solo-Bandung. Rute ini menyambung rute yang sebelumnya sudah berjalan, yakni Surabaya-Solo yang telah dioperasikan sejak Juli 2014. Wings Air memang sebelumnya dijadwalkan mengisi rute Surabaya-Solo-Bandung. Namun, maskapai anggota Lions Group tersebut baru kini mengisi rute Solo-Surabaya.

Operation Departement Head PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Tri Joko Wahyuono, menerangkan dengan dioperasikannya rute Surabaya-Solo-Bandung tersebut, Wings Air akan take off atau lepas landas dari Solo menuju Bandung pada pukul 07.30 WIB dengan waktu penerbangan sekitar satu jam. Pesawat dijadwalkan tiba di Bandung pukul 08.35 WIB dan akan diberangkatkan kembali pukul 09.00 WIB sehingga kembali tiba di Solo pukul 10.10 WIB. Setelah itu, maskapai yang menggunakan pesawat ATR 72-500/600 ini kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 10.25 WIB menuju Surabaya. "Sebelumnya, Wings Air berencana menghubungkan tiga kota [Surabaya-Solo-Bandung]. Oleh karena itu, slot time ini sudah kami siapkan sejak jauh hari tapi karena pengurusan perizinan sehingga selama ini baru rute Solo-Surabaya yang beroperasi," ungkap Wahyu kepada wartawan, Selasa (14/10/2014).

Load Factor Bagus

Sementara itu, Station Manager Lion Air, Leo Kartiko, menyampaikan load factor atau tingkat keterisian Wings Air selama beroperasi hingga September dinilai cukup bagus. Menurut dia, rata-rata tingkat keterisian mencapai 50% dari total kapasitas 72 penumpang setiap harinya. Leo mengaku optimis perpanjangan rute ini berdampak positif bagi maskapai. Hal ini karena permintaan rute Surabaya-Solo-Bandung ini cukup banyak. "Banyak penumpang yang menanyakan kelanjutan rute ke Bandung sehingga dengan pengoperasian rute penuh ini kami optimistis load factor akan meningkat," kata dia.

Dia menuturkan pengoperasian rute ini diperkirakan menyedot banyak penumpang terutama dari kalangan wisatawan. Leo menyampaikan tidak ada kendala khusus yang menyebabkan lambatnya realisasi pengoperasian rute Solo-Bandung setelah pembukaan rute Solo-Surabaya. Dia mengatakan perizinan pengajuan rute memang biasanya membutuhkan waktu.

Adi Soemarmo pun akan makin ramai karena selain Wings Air yang memperpanjang rute, beberapa maskapai juga berniat mengisi rute baru dalam waktu dekat. Di antaranya Air Asia yang akan mengisi rute Solo-Denpasar serta Sriwijaya Air yang akan mengoperasikan rute Solo-Pontianak.

www.solopos.com

Selasa, 14 Oktober 2014

: Posted on Selasa, 14 Oktober 2014 - 04.23 with No comments

Bandara Nusawiru yang berlokasi di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, direncanakan untuk melaksanakan perluasan landasan pacu (runway) dan peningkatan beberapa fasilitas. Berkaitan dengan rencana penambahan landasan pacu Bandara Nusawiru tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah membayar dana sebesar Rp. 26 miliar untuk pembebasan lahan di sekitar lokasi bandara.

Bandara Nusawiru, Pangandaran, Jawa Barat. ZonaAero
Bandara Nusawiru, Pangandaran, Jawa Barat.
Landasan Pacu Bandara Nusawiru Diperluas.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah membayar uang sebesar Rp 26 miliar untuk keperluan perluasan Bandar Udara (Bandara) Nusawiru, di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Dikatakan Koordinator Bandar Udara Nusawiru dari Dinas Perhubungan Jawa Barat, Hendra Gunawan, uang yang dibayar tersebut adalah untuk tanah kas desa yang ada di Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang seluas 50 hektare. "Pembayaran itu untuk peningkatan Bandar Udara Nusawiru. Sebab, bandara ini akan dilakukan perluasan landasan pacu dan peningkatan fasilitasnya," ucapnya Senin (13/10/2014).

Dikatakan Hendra, proses pembayaran tanah kas tersebut dilakukan setelah sebelumnya ada sosialisasi kepada pemerintah desa, juga pengukuran di lapangan. Dari hasil tersebut maka disepakati bahwa lahan seluas 50 hektare dibayar dengan uang Rp 26 miliar.

Dalam proses peningkatan dan perluasan bandara, ada yang memakan lahan milik warga yakni seluas empat hektare. Lokasi itu untuk memperluas jalan masuk ke bandara. "Untuk lahan empat hektare itu masih dalam tahan perencanaan. Dan perlu sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat," ujarnya.

Seperti diketahui, landasan pacu (runway red.) Bandar Udara Nuswiru, akan diperpanjang dalam waktu dekat ini. Dengan demikian, nantinya pesawat berukuran besar dapat mendarat di sana.

Dari landasan pacu berukuran 1.400 meter saat ini, nantinya akan diperluas menjadi 1.900 meter hingga 2.000 meter. Untuk peningkatan kapasitas landasan pacu itu akan dilakukan oleh pihak ketiga. Selain itu, pengembangan lain di Bandar Udara ini adalah pemerliharan dan pembangunan terminal.

www.pikiran-rakyat.com

Senin, 13 Oktober 2014

: Posted on Senin, 13 Oktober 2014 - 04.34 with No comments

Pantai Sirombu adalah sebuah pantai yang memiliki ombak yang eksotis. Pantai Sirombu berlokasi di Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara. Selain memiliki pemandangan yang indah, para wisatawan juga dapat melakukan kegiatan surfing diatas ombak Pantai Sirombu.

Pantai Sirombu, Nias Barat, Sumatera Utara (Gambar 1). ZonaAero
Pantai Sirombu, Nias Barat, Sumatera Utara (Gambar 1).
Menikmati Desiran Ombak Pantai Sirombu.

Kepulauan Nias terkenal dengan pantai dan ombaknya yang sangat eksotis, namun hanya beberapa saja yang terkenal sampai ke mancanegara. Salah satunya berada di Pantai Barat Kepulauan Nias, namanya Pantai Sirombu. Pantai ini pernah dilanda gempa dan tsunami. Padahal dulunya daerah ini merupakan sebuah kota yang ramai dan dipenuhi toko-toko. Setelah dilanda gempa dan tsunami, toko-toko di sepanjang Pantai Sirombu kini tinggal beberapa saja yang masih utuh dan beroperasi.

Beberapa puing-puing bangunan yang sudah lapuk dan ditutupi rumput-rumput liar masih terlihat. Kini Pantai Sirombu perlahan-lahan mulai bangkit dan kembali menawarkan harapan. Pemkab Nias Barat kembali membangun berbagai fasilitas di Pantai Sirombu dan sekitarnya agar kembali ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara.

Pantai Sirombu, Nias Barat, Sumatera Utara (Gambar 2). ZonaAero
Pantai Sirombu, Nias Barat, Sumatera Utara (Gambar 2).
Akses menuju Pantai Sirombu bisa menggunakan transportasi udara atau transportasi laut yang langsung disambut oleh Kota Gunungsitoli. Akses melalui laut dapat ditempuh dengan waktu 8–9 jam pelayaran dengan rute Sibolga – Gunungsitoli, Sibolga - Teluk Dalam, Sibolga – Lahewa, yang dilayani oleh kapal feri setiap hari dan kapal Pelni yang secara periodik melayari Tanjung Priok – Padang – Gunungsitoli.

Selain melalui laut juga dapat menggunakan transportasi udara yakni Bandara Kuala Namu (Medan) – Binaka (Gunungsitoli). Penerbangan dilayani oleh maskapai Wings Air menggunakan pesawat ATR 72–500. Bahkan, mulai bulan Oktober ini maskapai penerbangan Garuda Indonesia juga melayani Medan - Gunungsitoli menggunakan ATR 72– 600.

Dermaga Sirombu, Nias Barat, Sumatera Utara. ZonaAero
Dermaga Sirombu, Nias Barat, Sumatera Utara.
Jarak tempuh menuju Pantai Sirombu kurang lebih 70 kilometer dari Kota Gunungsitoli dengan waktu tempuh 2,5-3 jam. Menuju ke pantai ini dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Agar lebih memuaskan para pengunjung, obyek wisata ini dilengkapi dengan fasilitas pondok atau warung yang menyajikan aneka hidangan laut (seafood) yang menggugah selera.

Pantai Sirombu tidak kalah indahnya juga dengan pantai-pantai lain yang ada di Pulau Nias. Selain panorama yang menawan, Anda juga dapat menikmati indahnya matahari terbenam (sunset). Pantai Sirombu dikenal masyarakat Nias Barat sebagai tempat rekreasi keluarga dan salah satu obyek wisata yang banyak dikunjungi setiap akhir pekan. Bahkan pantai ini sering dijadikan tempat berselancar atau surfing bagi peselancar pemula.

travel.kompas.com

Minggu, 12 Oktober 2014

: Posted on Minggu, 12 Oktober 2014 - 08.17 with No comments

Garuda bakal mengoperasikan sekitar 50 unit pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 untuk meremajakan armada pesawat terbangnya. Pesawat-pesawat Boeing 737 MAX 8 tersebut akan menggantikan armada pesaawat lain yang sudah berusia 12 tahun.

Boeing 737 MAX 8. ZonaAero
Boeing 737 MAX 8.
Garuda Indonesia akan Operasikan Boeing 737 MAX 8.

Dalam rangka menjaga kualitas layanan dan kenyamanan penumpang melalui pengoperasian pesawat berusia rata-rata 5 tahun dan sejalan dengan akan berakhirnya masa sewa sejumlah pesawat jenis narrow body (Boeing 737-800NG) yang telah berusia 12 tahun, maka Garuda Indonesia akan melakukan penggantian pesawat B737-800NG dengan pesawat narrow body tipe terbaru Boeing 737 MAX 8 (B737 MAX 8).

Dalam keterangan tertulisnya, VP Sekretaris Perusahaan Garuda Indonesia Pujobroto menyebutkan, pesawat B737 MAX 8 yang merupakan pengembangan dari B737-800NG memiliki keunggulan teknologi terbaru yang lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar dan biaya operasional serta memiliki tingkat kebisingan dan emisi yang lebih rendah.

Program peremajaan armada tersebut dilakukan melalui penggantian (natural replacement) sebanyak 50 pesawat B737-800NG dengan pesawat B737 MAX 8 sesuai perjanjian yang ditandatangani antara Garuda Indonesia dan Boeing pada bulan September 2014. Pesawat pengganti tersebut akan tiba secara bertahap mulai tahun 2017 hingga 2023 mendatang, sesuai dengan berakhirnya masa sewa pesawat B737-800NG.

Penggantian armada tersebut sejalan dengan program perusahaan untuk mengantisipasi pasar angkutan udara di Indonesia dan regional yang terus meningkat serta menjaga kesinambungan bisnis dan market share Garuda di pasar Full Service Carrier.

Dalam kaitan dengan cukup tingginya permintaan pesawat B737 MAX 8 saat ini, maka Garuda Indonesia perlu melaksanakan perencanaan peremajaan pesawat narrow body, termasuk pengoperasian pesawat B737 MAX 8 tersebut, untuk memenuhi kebutuhan perusahaan ke depan.

www.tribunnews.com

Copyright © 2013. ZonaAero | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
ZonaAero