penerbangan, maskapai, airlines, airways, bandara, pesawat terbang, tiket pesawat, pilot, pramugari, pariwisata, perjalanan, paket wisata, hotel, travel





Bagikan :

Kamis, 04 Februari 2016

: Posted on Kamis, 04 Februari 2016 - 20.21

E-Fan 2.0 adalah pesawat terbang bertenaga listrik yang telah dirancang dan dikembangkan oleh pabrikan pesawat Airbus Group dari Prancis. Prototipe pesawat ini hanya mampu mengangkut 2 orang, yaitu pilot dan ko-pilot. Meskipun demikian, E-Fan 2.0 yang telah berhasil terbang melintasi Selat Inggris ini merupakan pesawat terbang generasi baru yang bebas suara berisik dan bebas emisi karbon.

E-Fan 2.0. ZonaAero
E-Fan 2.0.
Ini Dia Pesawat Bertenaga Listrik Rancangan Prancis.

Memproduksi dan menjual pesawat terbang yang tidak mengeluarkan suara yang berisik dan juga tidak melepaskan emisi karbon di udara saat terbang menjadi keinginan pabrikan pesawat Airbus Group. Dan keinginan itu tak lama lagi akan segera direalisasikan. Airbus telah berhasil membuat prototipe pesawat bertenaga listrik yang diberi nama E-Fan 2.0 dan pesawat ini telah berhasil menjalani uji coba dengan terbang dari Lydd di Inggris dan menyeberangi Selat Inggris lalu mendarat di Calais, Prancis. Uji coba penerbangan pesawat bertenaga listrik E-Fan 2.0 ini menempuh jarak 563 kilometer selama satu jam penerbangan. "Prototipe pesawat ini membalikkan prestasi bersejarah Louis Bleriot," kata Kepala Teknologi Airbus Group, Jean Botti, kepada Flight Global. Pesawat ringan ini baru pada tahap untuk latihan terbang dan hanya mampu memuat dua orang, satu pilot dan ko-pilot.

Airbus hendak meniru semangat sejarah perancang dan penerbang pertama Prancis, Louis Bleriot (1872-1936), yang berhasil menerbangkan pesawat untuk pertama kalinya melintasi Selat Inggris pada 1909. Berkat penerbangan bersejarah ini, Bleriot meraih hadiah 1.000 pound sterling.

E-Fan 2.0 pernah diterbangkan dalam perhelatan Paris Air Show di Le Bourget, 15-21 Juni 2015. Selama pameran, E-Fan 2.0 diterbangkan berulang-ulang untuk menunjukkan kehebatan pesawat dari pabrikan Prancis itu.

Produksi versi 2.0 akan dirakit di Pau Pyrenees Airport di barat daya Prancis, yang dikenal sebagai Lembah Aerospace. "Ini akan menjadi pabrik masa depan," kata Jean Botti. Harga jual seri ini berkisar 150 ribu sampai 200 ribu, sekitar dua pertiga harga pesawat bermesin piston berukuran sama.

Menurut Kepala Desainer E-Fan Bruno Saint-Jalmes, manajemen sistem listrik dilakukan penuh oleh sistem digital (e-FADEC) untuk mengurangi beban kerja pilot.

Sampai saat ini E-Fan menggunakan baterai litium polimer. Tapi insinyur Airbus kini telah menginstal baterai lebih berat dengan sistem baterai litium ion padat. Penambahan baterai seberat 30 kg telah memaksa insinyur E-Fan menghapus sebagian beban berat dari pesawat. Tapi instalasi tambahan ini mampu menyediakan daya 160 W per kg, bandingkan dengan 100 W per kg jika menggunakan sistem baterai litium polimer.

Mulai 2017 pesawat ringan ini akan diproduksi untuk memenuhi permintaan pasar. Setidaknya dalam setahun akan diproduksi 10 unit. Seri 4.0, yang bisa memuat empat orang, akan dikembangkan dua tahun berikutnya.

Airbus bermimpi, pada 2050 pesawat listrik buatannya mampu memuat 90 orang untuk penerbangan regional jarak pendek. "Kami tidak berbicara tentang sebuah pabrik raksasa," kata Jean Botti kepada ShowNews. "Ini adalah cara baru terbang."

Airbus menyatakan penerbangan bertenaga listrik mungkin satu-satunya cara untuk memenuhi target Uni Eropa pada 2050 yang bertekad mengurangi emisi karbon dari penerbangan sebesar 75 persen dan tingkat kebisingan 65 persen dari level yang ditetapkan pada 2000.

tekno.tempo.co

: Posted on - 15.29

Rute penerbangan dari dari Bandara Internasional Soekarno Hatta di Tangerang menuju Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan dilayani oleh cukup banyak maskapai penerbangan internasional. Umumnya maskapai-maskapai ini berbasis di negara-negara Asia. Para calon penumpang bisa memilih salah satu maskapai tersebut dengan menyesuaikan dana yang tersedia.

Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan. ZonaAero
Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan.
Aneka Penerbangan ke Negeri Ginseng.

Ada banyak maskapai penerbangan yang bisa dipilih untuk bepergian dari Indonesia menuju negara Korea Selatan. Para calon penumpang pesawat dari tanah air tinggal menyesuaikan budget yang tersedia dalam memilih layanan penerbangan untuk terbang ke negeri ginseng tersebut.

Korea Selatan merupakan negara yang memiliki banyak bandara, namun pada umumnya para traveler banyak memilih Bandara Internasional Incehon di Incheon sebagai tujuan pendaratan. Ada cukup banyak maskapai yang melayani jalur penerbangan dari dari Bandara Internasional Soekarno Hatta di Tangerang menuju Bandara Internasional Incheon. Beberapa maskapai penerbangan tersebut adalah Garuda Indonesia, Korean Air, AirAsia, Malaysia Airlines, Singapore Airlines, Thai Airways, China Southern, China Airlines, Asiana, Philippine Airlines, Vietnam Airlines dan Cathay Pacific. Jika diasumsikan traveler berangkat tanggal 14 Maret 2016. Ada lebih dari belasan penerbangan yang masih tersedia.

Untuk penerbangan dengan harga paling ramah kantong, maskapai budget AirAsia kelas ekonomi punya sekitar 7 penerbangan dengan 1 kali transit dan tiba keesokan harinya. Keberangkatan mulai pukul 06.25 WIB hingga malam hari pukul 20.25 WIB. Harganya mulai dari Rp 2.000.000.

Jika punya budget lebih dan ingin tiba lebih cepat, bisa memilih maskapai Tiongkok seperti China Southern, ada penerbangan ekonomi jam 13.35 WIB dengan 1 kali transit seharga sekitar Rp 6.138.100. Air China punya penerbangan ekonomi tengah malam pukul 00.40 WIB, harga tiketnya Rp 6.904.200. Berangkat siang hari pukul 14.30 WIB, ada China Airlines kursi ekonomi seharga Rp 7.542.201.

Vietnam Airlines menyediakan keberangkatan siang hari jam 13.45 WIB 1 kali transit. Harga tiket ekonomi sekitar Rp 6.521.901. Dengan waktu keberangkatan dan harga yang hampir sama, traveler juga bisa memilih Philippine Airlines.

Kalau mau naik maskapai asal Taiwan, Eva Air, salah satu penerbangan kelas ekonominya ada yang berangkat pukul 14.20 WIB. Pesawat berangkat dengan 1 kali transit dan harga tiket Rp 9.250.650.

Maskapai Malaysia Airlines untuk rute yang sama dengan kursi kelas ekonomi dan 1 kali transit ada 4 penerbangan mulai pukul 18.25 dan 19.50, dengan harga mulai dari Rp 4.809.000. Sedangkan kelas bisnis harganya mulai dari Rp 21.277.000.

Maskapai Cathay Pacific menyediakan sekitar 20 penerbangan dengan 1 kali transit di Hong Kong, dengan keberangkatan jam 00.05 hingga 14.35 WIB. Harga kelas ekonomi terendah Rp 10.411.000 dan bisnis Rp 23.636.000.

Tak ketinggalan, Thai Airways juga punya 4 penerbangan pukul 13.05 WIB dengan 1 dan 2 kali transit. Biaya kelas ekonomi mulai dari Rp 6.331.900 dan bisnis mulai dari Rp 19.287.700. Untuk Singapore Airlines 1 kali transit ada lima penerbangan mulai pukul 09.20 hingga 20.20 WIB, dengan biaya kelas ekonomi mulai dari Rp 14.639.100 dan kelas bisnis mulai dari Rp 41.260.600.

Kalau mau naik penerbangan langsung tanpa transit dengan lama sekitar 7 jam, ada maskapai Garuda Indonesia dan Korean Air yang bisa jadi pilihan. Pada tanggal tersebut, untuk Garuda Indonesia ada 1 penerbangan langsung yaitu pukul 23.30 WIB seharga sekitar Rp 3.213.900 untuk kursi kelas ekonomi. Untuk kelas bisnis biaya tiketnya berkisar Rp 16.137.900.

Korean Air juga memiliki 2 pilihan penerbangan langsung pukul 08.20 dan 22.00 WIB kelas ekonomi Rp 5.723.400. Buat kelas bisnis harganya berkali lipat lebih mahal yaitu Rp 32.669.400 dan Rp 37.802.400.

Dari berbagai penerbangan yang ada, traveler tinggal memilih sesuai tanggal liburan dan budget. Sebaiknya, pesanlah tiket sejak jauh-jauh hari supaya harga tiket yang didapat bisa lebih murah.

travel.detik.com

Kamis, 07 Januari 2016

: Posted on Kamis, 07 Januari 2016 - 13.42

Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri sudah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang dituangkan pada Peraturan Menteri Perhubungan nomor 185 Tahun 2015. Standar pelayanan penerbangan ini meliputi sebelum penerbangan, selama penerbangan dan pelayanan setelah penerbangan.

Pesawat Terbang. ZonaAero
Pesawat Terbang.
Menhub Tetapkan Standar Pelayanan Penerbangan.

Standar pelayanan untuk penumpang kelas ekonomi angkutan udara dalam negeri telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Peraturan ini ditetapkan oleh pemerintah untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada konsumen jasa penerbangan. "Standar pelayanan ini seperti pelayanan sebelum penerbangan, pelayana selama penerbangan dan pelayanan setelah penerbangan," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementrian Perhubungan J.A Barata, Selasa (5/1).

Standar pelayanan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Menurut Barata, beberapa pelayanan yang perlu mengalami peningkatan sebelum penerbangan diantaranya informasi penerbangan, pemesanan tiket, penerbitan tiket, pelaporan tiket sebelum keberangkatan, proses boarding, penanganan keterlambatan penerbangan, pembatalan penerbangan dan penolakan boarding penumpang.

Sementara itu peningkatan standar pelayanan penerbangan seperti fasilitas dalam pesawat udara, makanan minuman dan awak pesat. Sedangkan setelah penerbangan mereka akan meningkatkan pelayanan berkebutuhan khusus saat turun pesawat, transit atau transfer, dan pengambilan bagasi tercatat. Selain itu mereka juga memperbaiki refund tiket dari maskapai kepada penumpang yang membatalkan penerbangan. Operator diwajibkan untuk mengembalikan biaya jasa angkutan yang telah dibayarkan oleh calon penumpang.

nasional.republika.co.id

: Posted on - 12.22

Maskapai penerbangan wajib menjaga keamanan bagasi penumpang pesawat yang dioperasikannya sesuai peraturan yang berlaku dan tertuang pada. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 38/2015 Tentang Standar Pelayanan Penumpang Angkutan Udara Dalam Negeri. Jika terjadi gangguan pada bagasi milik para penumpang pesawat, maka maskapai penerbangan yang bersangkutan wajib memberikan ganti rugi kepada pemilik bagasi.

Bagasi Penumpang Pesawat Terbang. ZonaAero
Bagasi Penumpang Pesawat Terbang.
Maskapai penerbangan harus bayar ganti gangguan bagasi.

Berdasarkan peraturan yang berlaku, maskapai penerbangan diharuskan bertanggung jawab untu membayar ganti atas kerugian yang diderita pemakai jasanya jika ada gangguan yang terjadi terhadap bagasi mereka. Kepala Seksi Operasi Bandar Udara Otoritas Bandara Wilayah 1, Dadang Indra, di Tangerang, Banten, Rabu, menyatakan, hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 38/2015 Tentang Standar Pelayanan Penumpang Angkutan Udara Dalam Negeri. Dia mengatakan, selain bisa dibawa ke ranah hukum atau dilaporkan ke polisi dengan kasus tindak pidana umum, tetap saja maskapai penerbangan bersangkutan wajib menjamin keamanan dan keselamatan pemakai jasa mereka, termasuk barang-barang di dalam bagasinya.

Baru-baru ini gerombolan pencoleng pembongkar bagasi dan pencuri barang-barang di dalam bagasi pemakai jasa penerbangan Lion Air digulung polisi. Portir dan petugas keamanan darat maskapai penerbangan milik Rusdi Kirana, yang sempat menjadi pembicaraan internasional karena memborong ratusan pesawat terbang baru dari Boeing dan Airbus itu terlibat.

Dalam kesempatan sama, Direktur Operasional Lion Air, Danil Putut, mengaku mereka tengah menyelesaikan ganti rugi terhadap kehilangan dan kerusakan bagasi. Dari 341 kasus kehilangan atau kerusakan bagasi, 290 kasus sudah diselesaikan. "Kami juga terhambat menelusuri pelaku di kepolisian karena ketika barang sudah ditemukan, penumpang atau korban sudah mengikhlaskan dan tidak mau dimintai keterangan," ujarnya.

Manajemen Lion Air, kata dia, tengah memperketat pengamanan di 28 stasion Lion Group untuk mengantisipasi aksi para penjahat itu.

www.antaranews.com

Kamis, 13 Agustus 2015

: Posted on Kamis, 13 Agustus 2015 - 11.30

Layanan penerbangan Denpasar-Sydney mulai dioperasikan oleh maskapai Indonesia AirAsia X pada tanggal 17 Oktober 2015. Indonesia AirAsia X merupakan salah satu dari unit usaha maskapai AirAsia X yang khusus melayani penerbangan jarak jauh, misalnya penerbangan antar lintas negara.

Indonesia AirAsia X, Airbus A330-300. ZonaAero
Indonesia AirAsia X, Airbus A330-300.
AirAsia X Resmi Jual Tiket Penerbangan Denpasar - Sydney.

Indonesia AirAsia X mulai melakukan penjualan tiket penerbangan rute Denpasar – Sydney dengan keberangkatan perdana dari Bali pada 17 Oktober 2015. Penjualan tiket rute terbaru ini mulai dibuka pukul 09.00 WIB atau 10.00 WITA hingga Minggu, 16 Agustus 2015 atau sampai terjual habis dengan menawarkan harga sangat hemat untuk waktu terbatas mulai Rp 1,19 juta sekali jalan, dengan periode perjalanan mulai 17 Oktober 2015 - 31 Agustus 2016. Sementara untuk kursi premium flatbed AirAsia X yang sudah dikenal dan menjadi favorit pelanggan juga ditawarkan mulai dari Rp 3,99 juta sekali jalan.

Presiden Direktur Indonesia AirAsia X Dendy Kurniawan mengatakan rute baru tersebut akan dilayani maskapainya lima kali dalam seminggu pada Selasa, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Ia memastikan rute penerbangan ini telah mendapatkan persetujuan dari otoritas Australia dan Indonesia. "Kami sangat bahagia dapat meluncurkan pelayanan ini untuk menghubungkan Bali dengan Sydney yang merupakan kota terbesar di Australia dan salah satu kota ternama di dunia," kata Dendy.

Ia meyakini, dengan dilayaninya rute tersebut oleh AirAsia X maka masyarakat Indonesia bisa berwisata ke sejumlah lokasi di Sydney seperti Sydney Opera, Harbour Bridge, Bondi Beach, dan lain sebagainya. "Sebaliknya, rute ini akan semakin membuat Bali menjadi destinasi liburan favorit bagi masyarakat Australia," jelasnya.

Pesawat Jumbo

Seperti halnya penerbangan AirAsia X lainnya, Dendy mengungkapkan penerbangan rute Denpasar - Sydney akan dilayani menggunakan pesawat berbadan besar Airbus A330-300 yang mampu menerbangkan 377 tempat duduk. Terdiri dari 365 kursi ekonomi dan 12 kursi Premium Flatbed.

Manajer Niaga AirAsia X untuk kawasan Australia dan New Zealand Stuart Myerscough mengungkapkan Denpasar telah menjadi hub yang penting bagi AirAsia. "Warga Australia dapat terhubung ke 16 penerbangan langsung AirAsia dari Bali ke berbagai destinasi seperti Jakarta, Bangkok, Singapura, Kuala Lumpur dan banyak lagi," ujarnya.

Sementara Presiden Direktur dan Direktur Pelaksana Bandara Sydney Kerrie Mather mengungkapkan, Bali selama ini menjadi tujuan liburan utama bagi warganya. "Bali masih merupakan destinasi favorit bagi penduduk Sydney, dengan lebih dari 276 ribu penumpang berangkat dari Sydney menuju Bali selama 12 bulan terakhir," kata Mather.

www.cnnindonesia.com

: Posted on - 10.20

Kini maskapai Qantas melayani penerbangan Sydney-Jakarta dengan jadwal 5 kali penerbangan setiap minggu untuk musim liburan akhir tahun 2015. Sebelumnya Qantas melayani penerbangan Sydney-Jakarta sebanyak 4 kali seminggu.

Qantas, Airbus A330-200. ZonaAero
Qantas, Airbus A330-200.
Qantas Tambah Frekuensi Penerbangan Sydney-Jakarta.

Maskapai asal Australia, Qantas menambah frekuensi penerbangan selama musim liburan akhir tahun 2015. Penerbangan Sydney-Jakarta pun bertambah dari 4 kali seminggu, menjadi 5 kali seminggu mulai 7 Desember mendatang. Qantas menambah dari 140 penerbangan rute internasional dari Australia menuju Selandia Baru, Jakarta, dan Singapura. Penambahan frekuensi ini berlaku pada periode liburan akhir tahun, yakni Desember 2015-Februari 2016.

Dari rilis yang diterima, Rabu (12/8/2015), penambahan frekuensi penerbangan juga berlaku untuk rute Sydney-Jakarta. Rute ini bertambah dari 4 kali seminggu, menjadi 5 kali seminggu dengan penerbangan tambahan di hari Sabtu. Penambahan ini berlaku dari 7 Desember 2015-10 Januari 2016. "Kami menawarkan lebih banyak pilihan selama masa puncak musim liburan," tutur Executive Manager International Sales Qantas, Stephen Thomson.

Di luar periode tersebut, Qanas mengoperasikan penerbangan Jakarta-Sydney tiap hari Minggu, Senin, Rabu dan Jumat menggunakan kode penerbangan QF41 dan QF42. Terdapat 2 pilihan kabin yakni Ekonomi dan Bisnis.

travel.detik.com

Selasa, 04 Agustus 2015

: Posted on Selasa, 04 Agustus 2015 - 10.26

Penerbangan langsung Bali-Hainan direncanakan untuk bisa dioperasikan. Rencana pengoperasian jalur penerbangan baru yang menghubungkan Indonesia dengan China ini ditujukan untuk lebih meningkatkan hubungan Provinsi Bali dan Hainan yang telah menyatakan diri sebagai provinsi bersaudara.

Terminal Bandara Internasional Haikou Meilan, Hainan, China, . ZonaAero
Terminal Bandara Internasional Haikou Meilan, Hainan, China, .
Baoming-Pastika bahas penerbangan langsung Bali-Hainan.

Sekretaris Partai Komunis Tiongkok (PKT) Provinsi Hainan Luo Baoming dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika membahas penerbangan langsung Bali - Hainan, dalam upaya mempererat hubungan kedua provinsi bersaudara (Sister Province). "Penerbangan langsung Bali-Hainan paling penting ditindaklanjuti sebagai program prioritas dalam draf memorandum kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) yang kami tandatangani dan selanjutnya akan dibahas serius dengan para pemimpin Hainan," ujar Luo Baoming dalam pertemuannya dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Kompleks Jayasabha Denpasar, Sabtu (1/8/2015) malam.

Penandatanganan MOU dilakukan kedua pemimpin provinsi di ruang khusus kompleks ruang pertemuan Jayasabha (Kediaman Resmi Gubernur Bali) yang disaksikan Konjen Republik Rakyat Tionkok (RRT) di Denpasar Hu Yinquan dan Wakonjen serta para pejabat teras kedua provinsi, menyusul kemudian acara penyambutan yang disuguhi aneka macam tari Bali dan makan malam.

Ia menjelaskan, keseluruhan materi MOU akan dikerjakan satu demi satu, namun yang paling prioritas adalah penerbangan langsung perlu didahulukan karena juga akan melibatkan banyak pihak baik pemerintahan kedua provinsi, pemerintah pusat dan perusahaan penerbangan. Menurut dia, penerbangan langsung ini yakin bisa diwujudkan melalui upaya bersama sama, karena akan memperpendek jarak tempuh sehingga mobilitas masyarakat kedua provinsi lebih tinggi untuk mempererat hubungan provinsi bersaudara. "Jika penerbangan langsung Bali-Hainan sudah bisa direalisasikan, hubungan masyarakat kedua provinsi akan semakin erat sekalgus memberikan kontribusi dalam menyukseskan kerja sama Sister Province","ujarnya.

Luo Baoming juga menyatakan, kunjungan yang pertama kali ke Bali sekaligus Indonesia menjadi sangat berharga, karena banyak yang hal yang perlu dipelajari dari Bali terutama dalam pengelolaan pariwisata dan keramahtamahan masyarakatnya yang murah senyum. "Kami akan kembali mengirim delegasi ke Bali untuk benar benar lebih memahami segala kelebihan Bali terutama dari segi budaya dan keramah tamahan masyarakatnya sebagai hal sebaliknya di Hainan," ujarnya.

Sementara Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang duduk di sampingnya juga menyatakan komitmennya untuk berjuang merealisasikan penerbangan langsung Bali-Hainan, karena akan berdampak penting bagi peningkatan hubungan kedua provinsi bersaudara ini.

www.antaranews.com

Kamis, 30 Juli 2015

: Posted on Kamis, 30 Juli 2015 - 10.23

OS-Wifanusa adalah pesawat tanpa awak (UAV / Drone) yang dirancang dan dibuat oleh Indonesia Maritime Institute (IMI) yang bekerjasama dengan PT Trimitra Wisesa Abadi. Drone OS-Wifanusa mampu lepas landas serta mendarat di darat dan di permukaan air sehingga layak jika pesawat ini disebut sebagai Drone Amfibi.

Drone OS-Wifanusa. ZonaAero
Drone OS-Wifanusa.
Pesawat OS-Wifanusa mengangkasa di Lanud Sulaiman Bandung.

Pesawat tanpa awak OS-Wifanusa yang bisa mendarat di air dan darat ternyata mampu mengangkasa di Pangkalan Udara (Lanud) Sulaiman, Bandung, Selasa. Pesawat Tanpa Awak buatan anak negeri yang tergabung di Indonesia Maritime Institute (IMI) bekerjasama dengan PT Trimitra Wisesa Abadi terbukti berhasil terbang dari landasan darat.

Seperti demo terbang dari darat yang dilakukan di Lanud Sulaiman Bandung, OS Wifanusa berhasil take off dengan mulus dilandasan yang hanya berjarak 30 meter. "Jika take off di air, OS-Wifanusa butuh landasan pacu sepanjang 50 meter," kata Dr Y Paonganan sebagai inventor serta salah satu desainer OS-Wifanusa kepada pers di Jakarta, Rabu.

Paonganan menjelaskan, spesifikasi pesawat tanpa awak OS-Wifanusa tak kalah dengan produk dari negara lain. Kemampuan kendali jarak jauh bisa mencapai lebih dari 100 km dan menerima real time video untuk keperluan surveillance. Selain itu juga dilengkap kamera multispektral untuk remote sensing. "Endurance OS-Wifanusa bisa mencapai 6-7 jam terbang nonstop, enginenya sudah gunakan fuel injection, jadi lebih efisien apalagi jika terbang di ketinggian di atas 1000 meter lebih aman daripada mesin yang masih gunakan karburator biasa," lanjut Ongen --panggilan akrabnya.

Dia menambahkan, ketinggian terbang pesawat ini bisa mencapai 5.000 meter dengan jarak tempuh sampai 500 -600 km dengan kecepatan 100 km/jam. Pesawat ini juga sudah berhasil melewati uji sertifikasi TNI AL di Waduk Jatiluhur belum lama ini.

Menurut Paonganan, uji sertifikasi ini merupakan bentuk apresiasi yang diperjuangkan anak-anak bangsa yang tergabung di IMI. "Semoga hasil karya ini bisa berguna untuk Indonesia, tentu ini membuat kami makin semangat untuk mengembangkan pesawat ini menuju kesempurnaan sesuai peruntukan. Sertifikatnya akan terbit setelah tim Litbangal melakukan analisis dari hasil uji sertifikasi," tegasnya.

www.antaranews.com

Rabu, 29 Juli 2015

: Posted on Rabu, 29 Juli 2015 - 11.47

Peraturan mengoperasikan atau menerbangkan drone (pesawat tanpa awak / UAV) telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia berupa Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomer 90 Tahun 2015. Peraturan ini menjadi acuan yang mengatur persyaratan, batasan, dan perizinan bagi pengoperasian pesawat tanpa awak (Drone / UAV).

Drone (Pesawat Tanpa Awak / UAV). ZonaAero
Drone (Pesawat Tanpa Awak / UAV).
Ketahui Aturan Kemenhub untuk Pengoperasian Drone.

Pengoperasian pesawat tanpa awak atau drone sekarang tak lagi bisa seenaknya. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sudah mengeluarkan aturan terkait pengoperasian drone tersebut. Lantas bagaimana aturan rincinya?

Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomer 90 Tahun 2015, yang merupakan dasar aturan tersebut, mengatur mengenai persyaratan, batasan, dan perizinan bagi pengoperasian pesawat tanpa awak tersebut.

Dalam ketentuan tersebut, pertama, drone tidak boleh diterbangkan di ruang udara terlarang (prohibited area), yaitu kawasan udara yang dibatasi secara permanen dan menyeluruh bagi semua pesawat. Kedua, drone dilarang terbang di kawasan udara terbatas (restricted area), yaitu ruang udara yang dibatasi secara tidak tetap dan hanya dioperasikan untuk penerbangan negara. Apabila tak digunakan untuk penerbangan negara, ruang udara tersebut bisa digunakan untuk penerbangan komersil.

Ketiga, Kemenhub juga melarang drone diterbangkan di kawasan keselamatan operasi penerbangan suatu bandara. Selain itu, Kemenhub juga melarang pengoperasian drone di ruang udara yang diatur oleh Air Traffic Control (ATC).

Pelarangan pengoperasian drone juga dilakukan pada ruang udara yang tidak mendapatkan pelayanan ATC pada ketinggian 150 meter. Meski begitu, Kemenhub memberikan ketentuan khusus bagi operator pesawat tanpa awak demi kepentingan pemerintah misalnya untuk patroli wilayah negara, patroli laut, dan pemantauan cuaca.

Kemenhub mengizinkan drone diterbangkan di atas ketinggian 150 meter, namun mewajibkan operator tersebut harus mendapatkan izin untuk operasikan drone dan berkoordinasi dengan unit navigasi penerbangan yang bertanggung jawab atas tempat ruang udara pengoperasian drone tersebut.

Perubahan rencana terbang (flight plan) drone juga harus disampaikan kepada Kemenhub paling tidak 7 hari kerja sebelum pengoperasian pesawat tanpa awak tersebut. Pelaporan tersebut juga wajib disampaikan ke Kemenhub apabila penerbangan drone dibatalkan.

Apabila melanggar aturan tersebut, sanksi siap menanti sesuai Undang-undang Nomer 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan.

nationalgeographic.co.id

Selasa, 28 Juli 2015

: Posted on Selasa, 28 Juli 2015 - 10.22

Afalina adalah helikopter dengan kapasitas 2 orang yang dirancang perusahaan HeliWhale yang berbasis di Kemerovo, Siberia. Helikopter mini yang mampu terbang dengan mengangkut beban hingga 180 kg ini diklaim sebagai helikopter berpenumpang dengan harga paling murah di dunia. Menurut jadwal, helikopter Afalina akan memasuki proses produksi pada awal tahun 2016.
Pernah bermimpi memiliki helikopter pribadi Anda sendiri? Mimpi itu akan segera mungkin melalui HeliWhale Afalina. Para produsen helikopter Rusia adalah untuk memenuhi impian Anda dari sebuah helikopter yang terjangkau. Kebanggaan mereka dan sukacita, kerajinan rotor Afalina, diharapkan biaya sekitar setengah sebanyak apa yang saat ini menawarkan termurah di pasar. Hal ini dirancang untuk berjalan pada bahan bakar mobil, dan masuk ke dalam produksi pada awal 2016. Kota Siberia dari Kemerovo adalah rumah bagi perusahaan yang berbasis HeliWhale company.The Siberia mengungkapkan helikopter yang unik di HeliRussia 2015 acara pameran, yang berlangsung di Moskow kembali pada bulan Mei. The HeliWhale Afalina helikopter adalah ultra-ringan, koaksial dua-seater. Afalina singkatan kata Rusia untuk lumba-lumba lumba, dengan lambung pesawat rotor yang menyerupai bentuk tubuh mamalia laut itu. HeliWhale Afalina dirancang sebagai sebuah helikopter serbaguna. Hal ini mampu melakukan berbagai tugas, termasuk pelatihan pilot, pemeliharaan jaringan pipa dan saluran listrik, pengawasan udara, patroli polisi, transportasi personil, pekerjaan pertanian dan penerbangan rekreasi, dan seperti yang kita sudah mengatakan akan menjadi solusi termurah di pasar. Salah satu fitur kunci Afalina adalah sistem Enigma disesuaikan, yang memungkinkan pilot untuk memilih tata letak tampilan kokpit nya dari ratusan perangkat dan fungsi. Posisi coaxial rotor yang digunakan dalam helikopter Afalina memastikan bahwa lebih mudah untuk pilot, menghasilkan lebih sedikit noise saat beroperasi, dan sangat tahan terhadap hembusan angin lateral. Pejabat dari perusahaan HeliWhale mengatakan bahwa dipatenkan sistem kontrol baru rotor coaxial juga menyediakan helikopter dengan kecepatan maksimum hingga 250 kilometer per jam, dan itu harus cukup untuk helikopter penuh experiencThe helikopter, berat 270 kilogram, mampu membawa muatan 180 kilogram. Helikopter Afalina juga dapat mengisi bahan bakar dengan bahan bakar mobil konvensional (95 octanes), dengan konsumsi antara 12 dan 16 liter (3 sampai 4 galon) per jam. Menurut HeliWhale, Afalina akan dikenakan biaya hanya $ 120.000 dan untuk harga yang Anda akan mendapatkan pemanasan dan ventilasi sistem di kokpit. "Hari ini tidak ada orang lain menghasilkan pesawat kelas ini, bahkan dua-seater 'Robinson' lebih berat dari 'Afalina' dan, pada kenyataannya, mesin yang sama sekali berbeda," Jacov Kolesnikov, direktur umum HeliWhale mengatakan Rusia dan India Laporan situs. "The American Robinsons juga jauh lebih mahal. Sebuah helikopter dua kursi biaya $ 300.000, "tambah Kolesnikov. The Afalina helikopter telah dibangun dari awal oleh desainer Rusia, dengan HeliWhale memproduksi semua bagian itu sendiri, kecuali untuk mesin, yang diproduksi oleh Rotax di Austria. "Kami mencari mesin dalam negeri, dan jika ada mesin Rusia kualitas, mungkin kita akan beralih ke itu," katanya. Uji ketahanan untuk prototipe terbang dari helikopter yang akan memulai sangat lama. Perusahaan akan mampu membangun 10 sampai 15 mesin setiap tahun. Mereka berencana untuk menempatkan helikopter Afalina di pasar AS, Australia, dan Uni Eropa. Mereka sudah memiliki pesanan untuk Afalina dari sejumlah negara di luar Russia.

Helikopter Afalina HeliWhale. ZonaAero
Helikopter Afalina HeliWhale.
Rusia Ciptakan Helikopter Terjangkau.

Helikopter super ringan bekursi ganda, Afalina, hadir dalam pameran Moskow tanpa baling-baling. Seperti yang diterangkan oleh pihak pengembang, mereka hendak mempersembahkan hasil karya mereka kepada masyarakat dan akan melakukan modifikasi berdasarkan kritik dan saran dari pengunjung. Afalina merupakan helikopter buatan HeliWhale. Baling-baling helikopter ini terbilang sulit untuk diproduksi, dirawat, dan diperbaiki, meski memang sangat cocok untuk helikopter ringan dan super ringan. Posisi baling-baling di helikopter mempermudah pilot untuk mengendalikan helikopter di wilayah pegunungan, tahan menghadapi hembusan angin lateral, tidak bising, serta tak membutuhkan arena lepas landas dan mendarat yang terlalu besar.

Speed-baby

Pengembang Afalina menyebutkan bahwa helikopter ini memiliki sistem kontrol baling-baling koaksial baru yang membuat helikopter dapat melaju dengan kecepatan tinggi. Bahan bakar Afalina ialah bensin mobil biasa. Helikopter yang memiliki sistem pemanas dan ventilasi di kabin ini dibanderol dengan harga cukup rendah, yakni 120 ribu dolar AS. Menurut pihak HeliWhale, pesawat ini cocok untuk digunakan oleh Kementerian Situasi Darurat Rusia, pekerja agrikultur, sekolah penerbangan, ambulans udara, dan lain-lain.

Pabrik untuk memproduksi helikopter super ringan ini sudah dibangun di Kemerovo dan memiliki kapasitas produksi 10-15 helikopter per tahun. Pembeli akan menerima helikopter dalam bentuk siap rakit. Hal ini membuat helikopter dapat dijual murah dan menjamin peluncuran seri produksinya.

"Sekarang ini tak ada pabrik lain yang memproduksi pesawat sekelas Afalina, bahkan pesawat bekursi ganda Robinson masih lebih berat dari Afalina, dan ia menggunakan mesin yang sangat berbeda," kata Direktur Jenderal HeliWhale Jacov Kolesnik pada RBTH. Helikopter Robinson Amerika juga jauh lebih mahal, yakni dibanderol seharga 300 ribu dolar AS. "Helikopter kami menggunakan mesin impro Rotax dan harganya separuh dari helikopter Robinson. Kami akan segera mencari mesin produksi domestik untuk menggantikan mesin impor tersebut. Selain mesin, semua suku cadang helikopter buatan domestik dan kami hendak memproduksinya sendiri," kata Kolesnikov.

Prototipe terbang satu-satunya milik HeliWhale akan segera melakukan uji coba ketahanan.

Helikopter 'Terjangkau'

Pihak pengembang mengaku helikopter mereka telah dipesan oleh Australia, AS, dan Eropa. Negara-negara tersebut memiliki regulasi ruang udara yang lebih longgar. Sementara, Rusia merupakan salah satu negara yang tak memiliki ruang udara bebas di bawah ketinggian 300 meter. Pesawat dan helikopter harus terbang di atas level tersebut dan terintegrasi dengan lalu lintas udara. Untuk menjadi anggota penuh lalu-lintas udara, sebuah produk harus melalui prosedur sertifikasi.

Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Take-off Vladimir Shcherbakov skeptis terhadap ide 'helikopter populer' di Rusia. "Realisasi proyek ini membutuhkan investasi, sedangkan penjualan helikopter akan membutuhkan uang yang lebih banyak dibanding investasi pada pengembangan dan produksinya. Selain itu, mereka juga harus menyediakan jasa purna-jual. Perusahaan kecil akan kesulitan menyajikan hal tersebut secara efektif, misalnya di negara atau kota-kota berbeda. Mereka akan bangkrut," kata Shcherbakov.

"Kehadiran helikopter super ringan tentu menarik, tak hanya bagi masyarakat perkotaan, tapi juga masyarakat pedesaan, misalnya untuk para petani yang hendak terbang ke wilayah lain. Namun, kita tak punya infrastruktur, dan harga bahan bakar sangat mahal. Helikopter ini dibanderol dengan harga murah, tapi biaya perawatannya mahal, sehingga masyarakat awam sepertinya tak mampu membelinya," kata Shcherbakov.

Spesifikasi Helikopter Afalina HeliWhale :

Karakteristik Umum :
  • Kapasitas : 2 orang (1 orang pilot dan 1 orang penumpang)
  • Panjang : 7,2 m
  • Tinggi : 2,8 m
  • Berat Kosong : 270 kg
  • Maksimum Berat Lepas Landas : 500 kg
  • Mesin Penggerak : 1 Unit mesin Rotax 914 dengan 4 silinder
  • Propeller : 6 bilah baling-baling berbahan komposit
Kinerja :
  • Kecepatan Maksimum : 250 km/jam
  • Kecepatan Jelajah : 200 km/jam
  • Jarak Jangkau Penerbangan : 750 km
  • Ketinggian Maksimum Penerbangan : 2.000 m
rbth.com

Senin, 27 Juli 2015

: Posted on Senin, 27 Juli 2015 - 12.18

TF-X adalah jenis mobil terbang yang sedang dirancang oleh perusahaan Terrafugia yang berbasis di Massachusetts, Amerika Serikat. Perusahaan ini merupakan salah satu dari sedikit perusahaan yang berambisi untuk membuat mobil terbang untuk diproduksi massal dan dipasarkan secara komersial.
Perusahaan Terrafugia yang berbasis di Massachusetts telah menerbitkan rincian awal mengenai konsep mobil terbang TF-X, pertama di dunia ke plug-in hybrid. Dengan ruang untuk hingga empat orang dewasa, TF-X drive seperti plug-in hybrid normal. Sayap rapi tersimpan di kompartemen terletak di atas panel rocker sehingga TF-X dapat manuver melalui lalu lintas kota dengan mudah dan cocok di rata-rata tempat parkir atau garasi. Ketika pengemudi siap untuk menjadi pilot, sayap menyebarkan dengan menekan sebuah tombol dalam hitungan detik. Dua motor listrik terkait dengan sepasang baling-baling bergabung untuk menghasilkan megawatt listrik, setup yang memungkinkan TF-X untuk lepas landas secara vertikal seperti helikopter, menghilangkan kebutuhan untuk landasan pacu. Setelah TF-X adalah di udara, 300-tenaga kuda bensin pembakaran mesin tendangan untuk motor listrik dan top up baterai. Melewati kecepatan tertentu, baling-baling lipat keluar dari jalan dan dorong yang diperlukan untuk melemparkan TF-X melalui udara yang dihasilkan oleh kipas belakang-mount besar. Sebuah prototipe seukuran belum diuji, tapi Terrafugia mengharapkan TF-X akan dapat cruise pada kecepatan hingga 200 mph selama sekitar 500 mil. Pilot dapat menyebarkan sebuah parasut on-board jika ada yang tidak beres, melalui mobil akan diprogram untuk menghindari cuaca buruk, pesawat lain, dan menara-dikendalikan wilayah udara. Terrafugia memprediksi akan mengambil driver rata-rata sekitar lima jam untuk belajar bagaimana untuk terbang TF-X, tapi calon pilot yang tidak merasa sepenuhnya nyaman di kokpit dapat terlibat fungsi auto-pilot yang memungkinkan mobil untuk terbang dan tanah itu sendiri. Prosedur pendaratan mirip dengan lepas landas: baling-baling motor didorong listrik memperluas dan poros, dan mobil berkurang kecepatannya hingga mampu mendarat secara vertikal. Di tanah, sayap lipat kembali ke kompartemen masing-masing dan TF-X dapat sekali lagi akan didorong seperti mobil normal. TF-X akan sepenuhnya jalan-hukum, tetapi driver biasa hanya akan dapat terbang di wilayah udara-non-menara dikendalikan. Mereka yang ingin melakukan perjalanan di zona diatur akan perlu untuk mendapatkan izin khusus. Ketika kita dapat mengharapkan untuk melihat TF-X tanah - secara harfiah dan kiasan - adalah di udara. Kembali pada tahun 2013, perusahaan disarankan mobil yang terbang setidaknya delapan tahun dari terjadi penjualan, jadi jika kerangka waktu masih berdiri itu tidak akan tersedia sampai tahun 2021 di awal sangat. Ketika memasuki produksi, mengharapkan TF-X untuk biaya sekitar sama dengan mobil mewah yang sangat high-end. Membawa TF-X ke pasar akan lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, terutama mengingat Terrafugia adalah sebuah perusahaan swasta yang sebagian besar bergantung pada kebaikan investor untuk pendanaan, tetapi tim yang bertanggung jawab atas perusahaan memiliki jumlah yang mengejutkan pengalaman di kedua membangun mobil yang bisa terbang dan menavigasi masalah hukum terkait dengan kendaraan tersebut. Pada tahun 2010, Amerika Serikat Federal Aviation Authority menyetujui sangat mengklasifikasikan Transisi, model fungsional penuh pertama perusahaan, sebagai pesawat olahraga ringan meskipun melebihi batas berat 1.320 pon sebesar 110 pound. Setahun kemudian, Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) memberi Transisi pembebasan sementara dari beberapa peraturan penting, memungkinkan untuk naik pada ban khusus bersertifikat untuk sepeda motor, menggunakan jendela terbuat dari pesawat-gaya polikarbonat bukan kaca, dan pergi tanpa kontrol stabilitas elektronik (ESC) sistem. "Dasar untuk pembebasan adalah bahwa sesuai dengan persyaratan ini akan menyebabkan kesulitan ekonomi besar untuk produsen yang telah mencoba dengan itikad baik untuk mematuhi standar," NHTSA menjelaskan dalam sebuah pernyataan. TF-X pasti harus membersihkan rintangan yang sama di jalan panjang dari prototipe yang dihasilkan komputer untuk kendaraan produksi, tetapi Terrafugia percaya bahwa deposito dari pemberani pengadopsi awal dan dukungan antusias dari investor akan memungkinkan untuk menjadi perusahaan pertama yang meluncurkan sebuah mobil terbang komersial.

Mobil Terbang TF-X Terrafugia. ZonaAero
Mobil Terbang TF-X Terrafugia.
Keberadaan Mobil Terbang Tidak Akan Lama Lagi.

Pernahkah kita membayangkan bahwa mobil-mobil terbang yang kerap kita lihat di film-film fiksi ilmiah bisa menjadi kenyataan? Sebuah perusahaan di Amerika Serikat Terrafugia (dibaca ter-ra-foo-gee-ah) menjawab "bisa". Perusahaan itu meyakinkan kita bahwa keberadaan mobil terbang tidak akan lama lagi!

Perusahaan ini telah merancang sebuah mobil bersayap yang ramping. Kendaraan yang menggabungkan "mengemudi" dan "terbang" ini, menurut perusahaan itu, bisa dicapai dalam kurun waktu 12 tahun ke depan.

Menurut pernyataan perusahaan, mobil terbang yang bernama TF-X itu adalah "realisasi praktis tentang mimpi misi yang terbilang dari masa depan." Metro.co.uk memprediksi ini bakal menjadi "ibu" dari mobil terbang yang sangat keren.

Estimasi perjalanan non-stop mobil ini bisa mencapai lebih dari 500 mil. Tak hanya itu, mobil ini bisa menampung empat penumpang—baik ketika di darat maupun ketika melayang. Dengan mobil ini, ada semacam anekdot: mobil ini memungkinkan kita terbang untuk menghindari kemacetan, tapi masih bisa menikmati McDonald drive-through.

nationalgeographic.co.id

Selasa, 19 Mei 2015

: Posted on Selasa, 19 Mei 2015 - 06.57

Jadwal penerbangan dari Bandara Ahmad Yani (Semarang) ke Bandara Dewandaru (Karimunjawa) dan sebaliknya kini dilayani setiap hari Kamis dan Jumat. Menurut informasi, perubahan jadwal penerbangan tersebut disesuaikan atas dasar permintaan para penumpang pesawat.

Bandara Dewandaru, Karimunjawa, Jawa Tengah. ZonaAero
Bandara Dewandaru, Karimunjawa, Jawa Tengah.
Jadwal Penerbangan Perintis Semarang-Karimunjawa Resmi Diubah.

Jadwal penerbangan perintis rute Semarang-Karimunjawa dan sebaliknya resmi diubah, Kamis (14/5/2015) kemarin. Rute penerbangan berumur hampir dua minggu, sejak diresmikan pembukaannya tanggal 2 Mei 2015 itu kini menempati papan jadwal setiap hari Kamis dan Jumat di Bandara Internasional Ahmad Yani. "Menanggapi masukan dari para penumpang, sebenarnya sudah cocok kalau jadwal penerbangan tetap dioperasikan setiap hari Sabtu dan Minggu. Menurut mereka, jadwal kami yang sebelumnya mendukung kegiatan pariwisata yakni pada akhir pekan. Tetapi kembali lagi kami menurut dengan keputusan Kuasa Pemegang Anggaran," ujar Manager Operasional and Services Kokapura Ground Handling Susi Air, Mulia Roji saat dihubungi Tribun Jateng, Minggu (17/5/2015).

Mulia Roji mengatakan semenjak diresmikannya rute tersebut, antusias penumpang sangat tinggi. Hal tersebut dibuktikannya dari hasil penjualan tiket dan isian kursi penumpang selalu penuh. "Kalau pas tanggal 2 dan 3 Mei kan belum kelihatan, soalnya operasional masih dilakukan pihak internal. Namun kami melihat isian penumpang mulai tanggal 9 dan 10 Mei itu penuh terus. Kami sangat terkesan, tidak menutup kemungkinan kalau penerbangan perintis ini akan diubah menjadi penerbangan reguler kalau memenuhi kapasitas secara terus menerus dan permintaan penumpang selalu tinggi," imbuhnya.

Saat ini, jadwal keberangkatan rute Semarang-Karimunjawa dioperasikan setiap hari Kamis dan Jumat pada pukul 06.30 WIB. Sedangkan rute Karimunjawa-Semarang diberangkatkan hari Kamis pukul 15.15 WIB dan Jumat pukul 13.25 WIB.

www.tribunnews.com

Selasa, 12 Mei 2015

: Posted on Selasa, 12 Mei 2015 - 07.17

Sejumlah pesawat terbang milik Sriwijaya Air siap untuk dihibahkan ke anak usahanya, NAM Air. Hibah pesawat terbang tersebut dilakukan oleh Sriwijaya Air agar maskapai NAM Air dapat memenuhi persyaratan jumlah pesawat terbang yang harus dimiliki oleh sebuah maskapai nasional sebagaimana yang telah ditentukan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.

NAM Air. ZonaAero
NAM Air.
Lindungi Anak Usaha, Sriwijaya Hibahkan Pesawat ke NAM Air.

PT Sriwijaya Air berupaya melindungi anak usahanya PT National Aviation Management (NAM) Air dari sanksi larangan terbang karena belum bisa memenuhi ketentuan kepemilikan pesawat sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan. Kementerian Perhubungan sebelumnya telah mewajibkan seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk bisa memenuhi ketentuan kepemilikan pesawat dalam UU Penerbangan paling lambat 30 Juni 2015. Untuk maskapai penerbangan berjadwal, UU mensyaratkan setiap maskapai minimal harus mengoperasikan 10 unit pesawat dengan ketentuan lima unit berstatus milik dan lima unit berstatus sewa atau dalam penguasaan.

Agus Soedjono, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air menjelaskan sebelum kesepakatan hibah pesawat dibuat, NAM Air yang belum lama beroperasi sejak Desember 2013 lalu baru memiliki dua unit Boeing 737-500. Namun saat peluncuran NAM Air, CEO dan Presiden Direktur Sriwijaya Air Group Chandra Lie telah membuat Memorandum of Understanding (MOU) pembelian 100 unit pesawat R-80, buatan PT Ragio Aviasi Industri (RAI), suatu perusahaan swasta nasional yang mendapuk B.J. Habibie sebagai komisaris. "Di tengah proses perjanjian dan pengadaan pesawat tersebut ada ketentuan pemerintah yang harus dipenuhi. Oleh karena itu NAM Air harus melakukan upaya strategis untuk melengkapi persyaratan UU tersebut sehingga menggandeng Sriwijaya Air melengkapi 10 unit pesawat yang dioperasikannya dengan pesawat tipe Boeing 737-500," ujar Agus dalam keterangan resmi, dikutip Senin (11/5/2015).

Hibah pesawat Sriwijaya kepada anak usahanya secara otomatis akan mengurangi jumlah pesawat yang dioperasikan perseroan dari sebelumnya sebanyak 37 pesawat yang terdiri dari 737-800 NG, 737-400, 737-300 dan 737-500. Namun, Agus memastikan hal tersebut tidak membuat Sriwijaya melanggar ketentuan kepemilikan pesawat.

Agus menambahkan rute yang dilayani NAM Air malah menjadi lebih luas. Tidak hanya melayani penerbangan ke Pontianak, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Waingapu, Maumere dan Kupang, NAM Air juga akan melayani ke wilayah Palembang, Jambi, Bengkulu, Batam, Tanjung Pinang, Tanjung Pandan, Pangkal Pinang, Medan, Jakarta, Solo, Semarang, serta Dili (Timor Leste). "Dalam melayani pengembangan rute tersebut, NAM Air bersinergi dan berintegrasi dengan induknya Sriwijaya Air yang telah lama melayani rute tersebut. Keterpaduan layanan ini berupa penggunaan satu tiket yang sama untuk dua maskapai kami," jelas Agus.

Melalui penggunaan satu tiket bersama tersebut, maka kedua maskapai tersebut melayani kategori penerbangan yang sama yaitu medium service. "Pelanggan tidak perlu khawatir akan pelayanan, NAM Air dan Sriwijaya Air adalah sama. Kekhawatiran pelanggan terhadap down grade dan up grade tiket tidak akan terjadi bila menggunakan rute yang sama dari dua maskapai tersebut," kata Agus.

Sepanjang 2014 lalu, Sriwijaya Air menerbangkan sebanyak 7,97 juta penumpang atau 9,18 persen pangsa pasar penumpang pesawat Indonesia yang berjumlah total 86,74 juta penumpang. Rinciannya, sebanyak 7,83 juta penumpang yang diterbangkan Sriwijaya merupakan penumpang penerbangan domestik dan 135,5 ribu penumpang rute internasional. Sementara NAM Air sepanjang tahun lalu hanya melayani 352,89 ribu penumpang domestik tanpa terbang ke luar negeri.

www.cnnindonesia.com

: Posted on - 06.30

Maskapai Batik Air bersiap menambah armada pesawat terbangnya untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang menjelang pelaksanaan puasa Ramadhan dan masa libur sekolah. Maskapai yang merupakan anak usaha Lion Group ini akan mendatangkan pesawat-pesawat buatan Airbus.

Batik Air. ZonaAero
Batik Air.
Musim Mudik, Batik Air Siap Tambah Pesawat.

Menghadapi musim lebaran, Maskapai Penerbangan Batik Air siap menambah armada pesawat. Penambahan tersebut akan dilakukan pada bulan Juni dan Juli 2015. "Kita akan siapkan pesawat, puasa sekalian libur sekolah, jadi 28 pesawat yang 160 seat," ujar Presiden Direktur Batik Air Achmad Luthfi saat ditemui di Hotel Kempinski, Senin (11/5/ 2015).

Dirinya mengatakan, penambahan Armada akan didatangi dengan jenis Air Bus. Saat ini, Batik Air telah memiliki 19 buah Boeing dan 7 buah pesawat Air Bus. Dia mengatakan tiket mudik sudah mulai banyak dipesan.

Wilayah yang banyak diminati adalah rute tujuan pulau Sumatera dan Kalimantan. "Yang nyebrang-nyebrang pulau, udah banyak di beli, kalau di Jawa banyak yang naik mobil," tukasnya.

economy.okezone.com

Minggu, 05 April 2015

: Posted on Minggu, 05 April 2015 - 08.28

Gubernur Provinsi Bali, Made Mangku Pastika, tertarik agar Bali bisa melayani penerbangan langsung dari dan ke Yunnan dan Hainan di China. Ide untuk membuka penerbangan yang menghubungkan Bali dengan dua provinsi di negara China ini muncul ketika Gubernur melakukan kunjungannya ke China selama tujuh hari beberapa waktu lalu.

Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. ZonaAero
Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali.
Bali Kaji Penerbangan Langsung ke Yunnan dan Hainan.

Setelah mengunjungi China selama tujuh hari, Gubernur Bali Made Mangku Pastika semakin tertarik bisa bekerja sama dengan China. Dalam kunjungannya ke Provinsi Yunnan dan Provinsi Hainan di China, Gubernur Pastika mulai memikirkan untuk mengadakan penerbangan langsung (direct flight) dari Bali ke kedua provinsi tersebut. Pemprov Bali juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mewujudkan penerbangan ini. "Mereka yang mau ke Bali harus transit dulu. Kalau ada penerbangan langsung, misalnya seminggu sekali itu sudah bagus. Ini harus kita bicarakan juga karena nyari slot penerbangan di Ngurah Rai juga tidak gampang, saking banyaknya orang yang mau langsung flight-nya. Ini harus diperjuangkan potensinya. Kita harus bisa bicara dengan pemerintah pusat," kata Pastika di Denpasar, Kamis (2/4/2015).

Pastika juga menyampaikan bahwa Provinsi Yunnan dan Hainan memiliki wilayah yang luas dan peduduknya banyak. Dan ini potensi besar bagi Bali untuk bisa menarik warga dari dua provinsi itu berkunjung ke Bali, baik untuk berwisata atau berbisnis. "Di Yunnan sama dengan kita banyak suku. Dari aspek teknologi sudah maju. Kalau di Hainan saya tertarik dengan cara mereka membuat perencanaan pembangunan sebuah pulau sampai tahun 2025 dalam satu gedung, mana yang sudah dan mana yang belum akan terlihat. Pembangunannya bagus," katanya.

Pastika juga menggarisbawahi hal yang perlu ditiru dari kedua provinsi tersebut. Salah satunya adalah pertanian yang sudah memanfaatkan teknologi sehingga pertaniannya bisa maksimal. Juga teknologi solar cell (listrik tenaga matahari) yang bisa diadopsi di kantor-kantor pemerintah Provinsi Bali.

travel.kompas.com

Sabtu, 04 April 2015

: Posted on Sabtu, 04 April 2015 - 07.02

Layanan penerbangan Hong Kong-Moskow akan dihentikan oleh Cathay Pacific Airways mulai tanggal 1 Juni 2015. Sebelumnya, rute penerbangan ini dilayani oleh maskapai yang berbasis di Hong Kong tersebut sebanyak tiga kali seminggu. Layanan penerbangan ini dihentikan dikarenakan alasan komersial.

Cathay Pacific Airways. ZonaAero
Cathay Pacific Airways.
Penumpang Merosot, Cathay Hentikan Penerbangan ke Rusia.

Perekonomian Rusia saat ini memang sedang memburuk. Anjloknya harga minyak yang menjadi ketergantungan utama ekonomi Negeri Beruang Merah menjadi salah satunya. Belum lagi, sanksi ekonomi negara-negara Barat ke Rusia terkait konflik Ukraina semakin memperdalam keterpurukan ekonomi Rusia. Salah satu dampak terpuruknya ekonomi Rusia yakni maskapai penerbangan tak lagi melayani penerbangan ke negara itu.

Cathay Pacific Airways pada Kamis 2 April 2015, mengumumkan akan menghentikan layanan tiga kali seminggu antara Hong Kong dan Moskow yang akan berlaku mulai 1 Juni 2015. Dikutip dari keterangan tertulis, Kamis 2 April 2015, disebutkan perubahan alternatif akan dilakukan untuk penumpang yang sudah memesan penerbangan Cathay Pacific ke dan dari Moskow setelah tanggal tersebut.

Maskapai menjelaskan bahwa layanan ke Moskow dihentikan karena alasan komersial. Biaya operasional yang tinggi telah membuatnya sulit untuk beroperasi secara menguntungkan pada rute tersebut, sementara jumlah penumpang yang bepergian antara Hong Kong dan Rusia menurun. Maskapai akan mempertahankan kehadiran di Moskow dengan mengkoordinir kegiatan penjualan penerbangan melalui gateway lainnya di Eropa Barat, Timur Tengah dan Asia.

Dalam siaran persnya, perusahaan itu mengatakan konektivitas ke Moskow dan tujuan lain di Rusia akan dipertahankan melalui mitra oneworld S7 dan anggota maskapai penerbangan oneworld lainnya. Cathay Pacific tetap berkomitmen untuk melayani penerbangan ke Eropa dan akan terus mengidentifikasi peluang untuk memperkuat layanannya ke dan dari benua Eropa.

Sebelumnya, maskapai ini telah menambahkan Manchester ke jaringannya pada Desember 2014 dan dijadwalkan untuk meluncurkan layanan baru ke Zurich dan Düsseldorf masing-masing pada tanggal 29 Maret dan 1 September 2015.

bisnis.news.viva.co.id

Jumat, 03 April 2015

: Posted on Jumat, 03 April 2015 - 07.24

10 unit pesawat terbang baru bakal memperkuat armada udara maskapai Batik Air pada tahun 2015 ini. Pesawat-pesawat tersebut buatan pabrikan pesawat Airbus. 10 pesawat pesanan Batik Air ini sudah masuk tahap produksi.

Batik Air. ZonaAero
Batik Air.
Batik Air Tambah 10 Pesawat Tahun Ini.

Maskapai penerbangan Batik Air menargetkan pada tahun 2015 akan memiliki pesawat sebanyak 34 pesawat. Sampai saat ini, anak perusahaan Lion Group ini telah memiliki 25 pesawat yang terdiri dari 12 unit Boeing 737-900E, enam unit Boeing 737-900ER dan tujuh A320 CEO. "Tahun ini tambah 10, masih model kaya sekarang," kata Presiden Direktur Batik Air Achmad Luthfie di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Achmad mengungkapkan, target 10 pesawat tersebut saat ini sudah masuk dalam tahap pembuatan. Adapun, beberapa yang dalam waktu dekat ini masuk tahap pengiriman. "April ada, Juni ada itu Airbus, Agustus dan seterusnya Airbus," tambahnya.

Dirinya menyebutkan, untuk kuartal pertama di tahun 2015 ini setidaknya ada tujuh pesawat baru yang sudah didatangkan Batik Air atau di luar dari target yang dicanangkan. "Dua tahun ke depan masih Airbus A320 sama Boeing 737 800, mulai 2017 nanti baru seri neo dan max," pungkasnya.

economy.okezone.com

Rabu, 25 Maret 2015

: Posted on Rabu, 25 Maret 2015 - 08.56

Maskapai Batik Air membuka penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma dengan tujuan ke kota Solo dan Makassar. Sebelumnya, Batik Air juga telah melayani penerbangan dari Jakarta ke Solo dan Makassar via Bandara Soekarno-Hatta.

Batik Air. ZonaAero
Batik Air.
Batik Air Siap Ramaikan Solo-Jakarta.

Maskapai Batik Air dipastikan akan meramaikan penerbangan Solo-Jakarta mulai Jumat (27/3/2015). Namun, sampai saat ini penjualan tiket anak perusahaan Lion Group untuk rute baru penerbangan itu belum dijual. Manager Operasional dan Teknik PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Adi Soemarmo, Yaka Sulistya W., mengatakan berdasarkan surat keterangan yang diterimanya, Batik Air direncanakan mulai melayani rute baru penerbangan itu, Jumat. Maskapai full service ini akan terbang setiap hari untuk melayani rute Solo-Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma.

Dia mengatakan maskapai ini dijadwalkan berangkat melayani rute baru penerbangan tersebut pada pukul 16.05 WIB dari Halim Perdanakusuma dan 18.05 WIB dari Solo. Jenis pesawat yang akan digunakan adalah Airbus A320 dengan kapasitas 189 penumpang. "Rute Solo-Halim Perdanakusuma ini cukup menarik karena akses ke Jakarta lebih cepat dan terhindar dari macet yang dialami ketika harus naik atau turun dari Cengkareng [Bandara Soekarno Hatta. Selain itu, selama ini load factor Solo-Halim Perdanakusuma juga cukup bagus," ungkap Yaka, Senin (23/3/2015).

Diakuinya, jadwal keberangkatan rute baru penerbangan tersebut tidak jauh berbeda dengan Citilink yang sudah lebih dulu mengoperasikan rute ini. Menurut dia, pemilihan slot time sore karena berhubungan dengan rotasi pesawat. Saat ini, Batik Air belum memiliki counter tersendiri di bandara tapi masih menjadi satu dengan counter Lion Air.

Tingkatkan Penumpang

Pembukaan rute baru penerbangan ini diharapkan bisa meningkatkan penumpang yang selama ini mencapai 1.500-2.000 orang per hari. Sebelumnya, beberapa maskapai juga mengajukan pembukaan rute baru, seperti Lion Air, Citilink, dan Sriwijaya Air. Namun, hingga kini belum ada maskapai yang memasukkan surat secara resmi. Hal ini karena masih menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan. Selain itu, pihaknya juga masih terus mengupayakan membuka rute Solo-Jeddah mengingat potensinya yang sangat besar.

Di lain pihak, Manager Operasional Rosalia Indah Tour and Travel, Endang Sri Rejeki, mengatakan hingga kini belum menjual tiket Batik Air untuk rute Solo-Jakarta. Hal ini karena sistem penjualan tiket ini belum tersedia. Menurut dia, berdasarkan agent news yang terdapat di situs Batik Air menyebutkan rute ini akan dioperasikan pada Jumat (3/4/2015). "Di sistem belum ada penjualan tiket Batik Air Solo-Jakarta jadi kami belum bisa menjual tiketnya. Mungkin saat ini sistemnya masih dipersiapkan. Kalau rute ini resmi dioperasikan, berarti semakin banyak pilihan bagi masyarakat untuk menuju Jakarta," ujarnya saat dihubungi secara terpisah.

Menurut dia, peminat rute Solo-Halim Perdanakusuma cukup banyak. Apalagi saat banjir melanda Jakarta beberapa waktu lalu, banyak penumpang yang memanfaatkan rute ini untuk menuju Jakarta.

www.solopos.com

Batik Air Layani Penerbangan Melalui Bandara Halim

Maskapai Batik Air kini turut meramaikan penerbangan melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Terhitung 2 April mendatang perusahaan penerbangan milik Rusdi Kirana ini akan melayani frekuensi dengan slot time tersebut dari Makassar dan sebaliknya. Area Manager Lion Grup Sulawesi, Rony Pasla menyebutkan, rute baru ini akan diterbangi setiap hari pukul 20.04 Wita menggunakan pesawat Boeing 737-800 NG. "Izin kami baru saja disahkan Kementerian Perhubungan. Terkait slot time di Halim kami tidak masalah karena memang di Cengkareng sudah cukup padat," kata Rony, Selasa (24/3/2015).

Pihaknya sendiri selama ini menerbangi Makassar-Jakarta via Cengkareng sebanyak tiga kali sehari. Sebelumnya maskapai penerbangan Citilink telah lebih dulu mengoperasikan unit pesawatnya di area yang masuk pengawasan Angkasa Pura II ini.

Bandara Halim sendiri memang tengah menjadi alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas terbang yang saat ini dinilai sudah cukup tinggi di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng.

makassar.tribunnews.com

Kamis, 19 Maret 2015

: Posted on Kamis, 19 Maret 2015 - 05.00

Bandara Internasional Kualanamu meraih predikat 10 besar bandara terbaik di Asia. Predikat bandara terbaik regional Asia ini diperoleh berdasarkan hasil survey yang digelar Skytrax. Penghargaan ini diberi tajuk World Airport Awards.

Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. ZonaAero
Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara.
Kualanamu Masuk Bandara Regional Terbaik di Asia.

Siapa bilang Indonesia tak punya bandara dengan fasilitas standar internasional? Buktinya, Kualanamu di Medan menyandang Bandara Regional Terbaik di Asia dari World Airport Awards yang digelar Skytrax. Tiap tahun sejak 1999, Skytrax membeberkan survei seputar dunia aviasi terutama kepuasan traveler terhadap layanan bandara dan fasilitas maskapai. World Airport Awards tahun ini digelar di Terminal EXPO, Paris, pada 11 Maret 2015.

Mereka menggelar survei dengan 13 juta responden dari 112, dalam kurun waktu Mei 2014 sampai Januari 2015. Ada 550 bandara yang disurvei untuk berbagai kategori mulai dari fasilitas sampai klasifikasi bandara. Skytrax pun menggelontorkan beragam survei salah satunya Best Regional Airports: Asia. Bandara Kualanamu di Medan menempati peringkat ke-10, satu posisi di bawah Bandara Fukuoka di Jepang.

Mengutip situs World Airport Awards, Senin (16/3/2015), bandara regional terbaik di Asia adalah Chubu Centrair International Airport (Tokoname, Jepang). Menyusul di peringkat 2 ada Gimpo International Airport (Seoul, Korsel). Chengdu Shuangliu International Airport (Chengdu, Tiongkok) dan Haikou Meilan International Airport (Hainan, Tiongkok) menempati posisi ke 3 dan 4. Dua bandara di India yakni di Kota Bengaluru dan Hyderabad menempati peringkat ke 5 dan 6.

Bandara Kualanamu di Medan menempati posisi ke-10 Bandara Regional Terbaik di Asia. Bandara yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, Sumut ini merupakan yang terbesar kedua di dunia setelah Soekarno-Hatta. Bandara ini mulai beroperasi pada 25 Juli 2013, dan diresmikan oleh Mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono pada 27 Maret 2014.

Berikut 10 bandara regional terbaik di Asia versi World Airport Awards 2015 yang digelar Skytrax:
  1. Chubu Centrair International Airport (Tokoname, Jepang)
  2. Gimpo International Airport (Seoul, Korsel)
  3. Chengdu Shuangliu International Airport (Chengdu, Tiongkok)
  4. Haikou Meilan International Airport (Hainan, Tiongkok)
  5. Bengaluru International Airport (Bangalore, India)
  6. Rajiv Gandhi International Airport (Hyderabad, India)
  7. Shenzhen Bao'an International Airport (Shenzen, Tiongkok)
  8. Sanya Phoenix International Airport (Sanya, Tiongkok)
  9. Fukuoka Airport (Fukuoka, Jepang)
  10. Kualanamu International Airport (Medan, Indonesia)
www.medanbisnisdaily.com

Selasa, 17 Maret 2015

: Posted on Selasa, 17 Maret 2015 - 08.18

Mil V-12 merupakan salah satu jenis helikopter berukuran besar yang dirancang dan dikembangkan pada dekade 1960an di era Uni Soviet masih berdiri. Helikopter yang jika sudah diproduksi bakal diberi nama Mi-12 (dalam laporannya, pihak NATO menjuluki helikopter ini dengan nama Homer) ini hingga sekarang masih dianggap sebagai helikopter terbesar di dunia yang pernah dibangun. Namun sayang sekali, Mil V-12 belum pernah memasuki tahap produksi karena proyek pengembangan helikopter raksasa ini dinyatakan gagal sehingga nama Mi-12 pun tak pernah disandangnya.
Mil Mi-12, yang dikenal sebagai V-12 di Uni Soviet, dan oleh NATO melaporkan nama Homer, sejauh ini satu-satunya helikopter yang diproduksi oleh biro Mil berangkat dari rumus rotor ditambah ekor rotor utama tunggal. Ini adalah untuk tanggal helikopter terbesar di dunia dan terbang untuk pertama kalinya pada tahun 1968, tetapi tidak masuk produksi. Prototipe kedua, yang disajikan di Barat pada 1971 Paris Air Show, menetapkan tujuh catatan membawa beban pada tahun 1969: pada bulan Februari, beban 31030kg diangkat ke 2951m dan berikut Agustus, 40204kg dibawa ke 2255m. Mi-12 proyek dimulai pada tahun 1965 dengan tujuan menghasilkan vertikal take-off pesawat yang mampu membawa rudal atau beban lain yang kompatibel dengan orang-orang dari mesin empat An-22. Biro memilih formula rotor side-by-side untuk menggunakan perakitan mesin-transmisi-rotor helikopter dari Mi-6 / Mi-10 seri dengan sedikit modifikasi. Dua dari majelis ini pada kenyataannya dipasang di ujung dua sayap pendek, yang memiliki lancip terbalik dari akar ke ujung sayap. Mesin yang 6500shp turbin Soloviev D-25VF memberikan helikopter kecepatan maksimum 260km / h, dengan beban 35400kg dan 500 km jangkauan. Besar kargo mengukur 28.15m panjang 4.4m lebar bisa mengambil berbagai macam beban, termasuk yang sangat besar, serta tentara atau awak penanganan. Pesawat memiliki konvensional, struktur semi-monocoque, dengan besar pintu clamshell pemuatan di bagian belakang untuk memudahkan penanganan beban besar. Dek penerbangan berada di lantai atas kabin dan ada enam awak kapal. Di tanah, helikopter didukung oleh gigi besar, tetap roda tiga mendarat dengan dua roda di setiap unit. Sebuah unit ekor sirip besar akhir-plate dipasang di bagian belakang badan pesawat, dengan bergerak permukaan vertikal dan horisontal.

Mil V-12 (Gambar 1). ZonaAero
Mil V-12 (Gambar 1).
Mil V-12 mulai dirancang pada tahun 1965 dengan tujuan untuk menghasilkan jenis helikopter dengan kemampuan angkut yang besar. Model ini dikembangkan oleh Biro Desain Mil (Mil OKB) dan merupakan turunan dari helikopter Mil Mi-6. Hanya ada dua prototipe Mil V-12 yang sempat dibuat sebelum proyek pengembangan helikopter ini dinyatakan gagal. Prototipe pertama melaksanakan uji terbang pada tahun 1967. Selanjutnya prototipe kedua melaksanakan uji penerbangannya pada Agustus 1969 dan sempat ditampilkan pada ajang pameran dirgantara Paris Air Show 1971.

Mil V-12 (Gambar 2). ZonaAero
Mil V-12 (Gambar 2).
Dalam uji terbang, helikopter Mil V-12 tercatat mampu mengangkut kargo seberat 40.204 kg hingga pada ketinggian 2.255 meter. Dalam serta merta Mil V-12 segera diklaim sebagai helikopter terbesar di dunia berdasarkan catatan dari FAI dan Guinness Book of World.

Tidak seperti bentuk helikopter pada umumnya, Mil V-12 memiliki tampilan yang lebih mirip pesawat sayap tetap. Dua sayap depan memiliki bentuk terbalik, yaitu meruncing pada bagian pangkal dan melebar pada bagian ujung. Pada masing-masing ujung sayap ini dipasang rotornya yang masing-masing memiliki diameter 35 m. Mesin yang digunakan adalah mesin turbo-shaft Soloviev D-25VF yang juga digunakan pada helikopter Mil Mi-6. Helikopter ini memang memiliki ukuran yang sangat besar dengan jarak ujung rotor ke rotor lainnya hampir 220 kaki (67m), bahkan lebih lebar dari bentang sayap pesawat Boeing 747!

Mil V-12 (Gambar 3). ZonaAero
Mil V-12 (Gambar 3).
Untuk mengatasi sulitnya pengembangan set rotor baru, pengurangan gigi/roda dan transmisi, keputusan diambil untuk meningkatkan dua kali tenaga Mi-6 dan penggunaan dua set mesin milik Mi-6, gearbox dan rotor pengangkat berdampingan. Rotor kiri merupakan cermin dari rotor kanan dengan sedikit overlap. Rpm milik rotor dikurangi menjadi 112; gearbox dihubungkan dengan tangkai melintang.

Hanya dua purwarupa V-12 yang dibuat, walaupun ukuran dan daya angkut yang luar biasa, desain ini dinyatakan gagal oleh pengembangnya dan otoritas Uni Soviet. V-12 terlalu besar dan sulit untuk bermanuver untuk menjadi mesin yang dapat diaplikasikan. Model produksi akan diberi kode Mi-12, tetapi rencana ini dibatalkan setelah adanya evaluasi pada dua helikopter yang sudah dibuat. Satu V-12 disimpan di museum AU Rusia di Monino, sedangkan yang satu lagi di pabrik milik Mil di dekat Moskow.

Spesifikasi Helikopter Mil V-12 :
  • Kru : 6 (pilot, kopilot, insinyur penerbangan, teknisi, navigator, operator radio)
  • Daya Angkut :
    • VTOL 25.000 kg atau
    • STOL 30.000 kg
    • Rekor 40.200 kg
  • Panjang : 37 m
  • Diameter Baling-baling : 2 × 35 m
  • Tinggi : 12,5 m
  • Berat Isi : 97.000 kg
  • Berat maksimum Lepas Landas : 105.000 kg
  • Mesin : 4 unit mesin turbo-shaft Soloviev D-25 VF, masing-masing berkekuatan 4.048 kW (6.500 shp)
  • Kompartemen Kargo : 28,15 m × 4,4 m × 4,4 m
Kinerja Helikopter Mil V-12 :
  • Kecepatan Maksimum : 260 km/jam (162 mph; 140 kn)
  • Kecepatan Jelajah : 240 km/jam
  • Jangkauan Terbang : 500 km
  • Jangkauan Terbang Terjauh : 1.000 km dengan tangki bahan bakar tambahan
  • Batas Ketinggian Terbang : 3.500 m
wikipedia.org

Copyright © 2013. ZonaAero | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
ZonaAero