Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Australia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Australia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Oktober 2014

Buka Penerbangan Denpasar-Melbourne, AirAsia Extra Tawarkan Tiket Pesawat Seharga Rp 999 Ribu

Indonesia AirAsia Extra tengah bersiap melayani rute penerbangan Denpasar-Melbourne. Indonesia AirAsia Extra merupakan anak perusahaan dari AirAsia X Berhad. Penerbangan Denpasar-Melbourne ini merupakan rute pertama yang dioperasikan maskapai berbiaya hemat untuk rute penerbangan jarak jauh ini.

AirAsia X. ZonaAero
AirAsia X.
AirAsia Extra Terbang dari Bali ke Australia.

Indonesia AirAsia Extra (IAX), afiliasi dari AirAsia X Berhad, mengumumkan rute perdana dari Bali, Indonesia menuju Melbourne Austrlia dengan harga Rp 999.000, sekali jalan. Untuk penerbangan pertama dimulai 26 Desember 2014 mendatang. "Kini masyarakat Indonesia dapat menikmati keindahan Melbounre, Ibukota dari negara bagian Victoria, dengan harga yang hemat," ujar CEO Indonesia AirAsia Extra Soeratman Doerachman, di peluncuran AirAsia Extra di bilangan SCBD, Senin (27/10/2014).

Alasan AirAsia Extra mentargetkan Australia sebagai destinasi pertama karena turis asal negara Kangguru mencapai lebih dari 25 persen yang berkunjung ke Bali. Adapun jumlah kedatangan turis ke Bali terus meningkat setiap tahunnya. "Tahun lalu turis dari Australia datang ke Bali mencapai 13 persen," ungkap Soeratman.

Penerbangan dari Bali menuju Australia memakai AirAsia Extra sebanyak lima kali dalam seminggu. Rencananya setelah Australia, AirAsia Extra yang saat ini mempunyai dua pesawat, akan membuka rute ke Taipei, Jepang, sampai angkutan haji dari Jakarta. "Tujuan tahun pertama Australia, Taipei, dan Jepang. Sedang kita persiapkan mengangkut umroh dari Jakarta ke Jedah," papar Soeratman.

Indonesia AirAsia Extra merupakan maskapai berbiaya hemat pertama dengan rute penerbangan jarak jauh yang memiliki kursi kelas bisnis Flatbed dengan spesifikasi standar kelas bisnis yakni lebar 20", dan sudut 60" yang bisa menjadi 77" saat posisi berbaring.

bisniskeuangan.kompas.com

Kamis, 02 Oktober 2014

Pesawat A380 Qantas Layani Rute Penerbangan Langsung Terpanjang Di Dunia

Rute penerbangan langsung Sydney-Dallas yang dilayani maskapai Qantas diklaim sebagai rute penerbangan langsung terpanjang di dunia. Kini rute penerbangan Sydney-Dallas tersebut dioperasikan Qantas dengan menggunakan pesawat jumbo jet Airbus A380. Pengoperasian pesawat penumpang terbesar di dunia untuk melayani rute Sydney-Dallas dimulai pada 29 September 2014.

Qantas, Airbus A380. ZonaAero
Qantas, Airbus A380.
Sydney-Dallas, Rute Terpanjang Qantas.

Pelanggan Qantas kini dapat menikmati kemewahan pesawat penumpang terbesar di dunia pada rute penerbangan terpanjang, Sydney-Dallas/Fort Worth dengan pelayanan A380 nonstop, Senin (29/9/2014). Group CEO Qantas Alan Joyce dalam siaran pers mengatakan Qantas memiliki sejarah ketahanan dan pengaturan catatan yang bagus untuk menghubungkan masyarakat Australia ke seluruh dunia. "Hari ini, Qantas kembali memimpin dengan memperkenalkan pesawat penumpang terbesar untuk rute penerbangan terpanjang di dunia, Sydney ke Dallas/Fort Worth, dengan durasi mendekati 16 jam penerbangan," kata Joyce.

Menurut Joyce, Qantas percaya pata pelanggan akan menikmati kenyamanan dari pesawat A380 pada rute ini. "Terutama untuk kursi di tiap kabin yang memenangkan penghargaan, ruang yang lega dan tenang, berbagai pilihan hiburan dan pelayanan penerbangan kami," katanya.

Joyce mengatakan bahwa pesawat A380 sangat sesuai untuk rute panjang yang sebelumnya dioperasikan oleh pesawat B747 ini. Dengan perubahan pada pesawat, Qantas telah memperkenalkan jadwal baru untuk menawarkan kursi dan pilihan yang lebih banyak untuk pelanggan yang terbang ke dan dari AS. "Pelanggan kami kini juga mempunyai empat pilihan kabin untuk penerbangan ke Los Angeles dan Dallas/Fort Worth bersamaan dengan perkenalan First Class Suite rancangan Marc Newson pada rute Dallas/Fort Worth untuk pertama kalinya," paparnya.

Joyce mengatakan perkenalan penerbangan pesawat A380 antara Sydney dan Dallas/Fort Worth yang mana satu-satunya penerbangan langsung dari Australia ke pedalaman Amerika Serikat, juga akan memberikan kenyamanan pada pelanggan. "Penerbangan ke Dallas/Fort Worth menawarkan akses langsung ke Amerika Serikat dengan lebih dari 50 koneksi ke kota-kota besar Amerika Serikat dalam waktu 4 jam, termasuk Orlando, Boston dan Houston," sambungnya.

Semenjak memulai rute ini di tahun 2011, lanjut Joyce, masukan dari pelanggan, ternyata mereka menyukai penerbangan ke Dallas karena mendekatkan mereka ke tujuan akhir di Amerika Serikat dan penerbangan ini menawarkan koneksi selanjutnya. "Dallas/Fort Worth adalah rumah bagi rekan kami American Airlines, dan merupakan pusat transit untuk wisatawan bisnis maupun rekreasi yang akan melintasi Pasifik," tambah Joyce.

Qantas akan mengoperasikan layanan A380 enam kali per minggu, setiap hari kecuali hari Selasa.

travel.kompas.com

Kamis, 12 Juni 2014

Qantas Gelar Promo Tiket Pesawat Penerbangan Ke Australia, Selandia Baru, Dan Amerika Latin

Promo tiket pesawat untuk penerbangan ke Australia, Selandia Baru, dan Amerika Latin digelar maskapai Qantas (Queensland and Northern Territory Aerial Services) pada pertengahan tahun 2014 ini. Promo tiket pesawat Qantas tersebut ditujukan untuk para calon penumpang pesawat dari Indonesia dan tersedia hingga tanggal 19 Juni 2014.

Qantas, Aibus A380. ZonaAero
Qantas, Aibus A380.
Qantas Gelar Paket Penerbangan Tengah Tahun.

Maskapai penerbangan asal Australia, Qantas, meluncurkan promo penerbangan tengah tahun bagi konsumen Indonesia. Promo ini, meliputi penerbangan dengan berbagai tujuan di Australia, Selandia Baru, dan juga Amerika Latin baik untuk kelas Ekonomi dan Bisnis.

Tiket perjalanan pulang-pergi untuk kelas Ekonomi tersedia sampai tanggal 19 Juni 2014, untuk penerbangan tujuan Australia, ditawarkan dengan harga mulai dari US$675 ke Sydney, US$698 ke Melbourne, US$708 ke Adelaide, Sedangkan untuk tujuan Selandia Baru mulai US$975 ke Christchurch, dan tujuan Amerika Latin yakni US$2,288 ke Santiago (Cili).

Pada penawaran tengah tahun ini juga tersedia paket khusus bagi pembelian kelas Bisnis melalui situs resmi Qantas, di mana setiap pembelian 2 (dua) tiket kelas Bisnis dengan tujuan Australia dan Selandia Baru akan mendapat koper jinjing premium.

Harga tiket pulang-pergi ke Sydney, Australia untuk kelas Bisnis tersedia mulai dari US$2,188 dan ke Christchurch, Selandia Baru dari US$2,690.

Enaknya lagi, semua harga tiket penerbangan Qantas ini, sudah termasuk fasilitas makanan premium, hiburan selama penerbangan sesuai dengan permintaan, dan kapasitas bagasi hingga 30 kg di kelas Ekonomi atau 40 kg untuk kelas Bisnis, tanpa batasan jumlah barang.

Selain itu, konsumen yang bepergian dengan kelas Bisnis juga dapat menikmati "International Business Sleep Service", dan jaminan pilihan makanan yang secara khusus diracik oleh Koki ternama Neil Perry sebelum penerbangan melalui fitur Pilih Q-Eat di situs Qantas.

www.beritasatu.com

Senin, 19 Mei 2014

Lion Group Rencanakan Dirikan Anak Usaha Penerbangan Di Australia

Lion Group sedang merencanakan untuk mendirikan anak usaha di negara Australia. Menurut Presiden Direktur Lion Group, Rusdi Kirana, anak usaha Lion Group tersebut akan diberi nama Australia Batik Air. Pada awal operasional, Australia Batik Air akan mengoperasikan penerbangan pada rute yang menghubungkan beberapa kota besar di Australia.

Batik Air. ZonaAero
Batik Air.
Lion Group Bakal Dirikan Perusahaan Penerbangan di Australia.

Perusahaan penerbangan swasta nasional, Lion Group, bakal berekspansi ke mancanegara. Presiden Direktur Lion Group, Rusdi Kirana mengatakan pihaknya berencana mendirikan anak usaha penerbangan di Australia. "Kita akan mendirikan perusahaan penerbangan di Australia," ujar dia seusai acara Penandatanganan perjanjian kerjasama antara PBNU dengan Lion Group dan Peresmian Kantor NuLion di Menara Lion, Jakarta, Sabtu (17/5/2014).

Ia menerangkan, pendirian perusahaan itu ditujukan untuk melayani rute-rute domestik di sana. Sebagai tahap awal, perseroan akan melayani rute penerbangan kota-kota besar seperti Canberra, Sydney, Melbourne, dan lainnya. Perusahaan tersebut, kata Rusdi, akan diberi nama Australia Batik Air. Sebab, perseroan akan memberikan layanan penerbangan setara dengan Batik Air di Tanah Air. "Ini akan seperti anak usaha Lion di luar negeri lainnya. Kami sudah punya di Malaysia dengan nama Malindo, di Thailand bernama Thailand Air, nanti di Australia," sebut dia.

Untuk melancarkan rencana tersebut, perseroan telah mengirim tim pengkaji. Tim ini akan melakukan kajian struktur bisnis dan proses perizinan serta peraturannya. Perseroan menargetkan proses permohonan izin pendirian anak usaha penerbangan itu akan dimulai akhir tahun ini. "Proses perizinan di sana kan 1 tahun. Izin selesai di akhir tahun depan, dan langsung bisa beroperasional," pungkas dia.

Lion Group saat ini telah memiliki sejumlah perusahaan penerbangan di dalam negeri. Sejumlah penerbangan tersebut antara lain Batik Air, Lion Air, dan Wings. Frekuensi penerbangan Lion Group saat ini mencapai 700 kali lepas landas tiap harinya. Kapasitas keterisian penumpang pesawat mencapai 90%.

www.antaranews.com

Rabu, 12 Maret 2014

Penerbangan Internasional Kupang-Darwin Ditawarkan Kepada 6 Maskapai Nasional

Usulan untuk membuka rute penerbangan rute penerbangan Kupang-Darwin (Australia) mendapat tanggapan positif dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Menindak lanjuti usulan layanan penerbangan internasional dengan rute Kupang-Darwin tersebut, Direktorat Jenederal Perhubungan Udara menerbitkan surat dengan nomor AU.003/13/13/DJPU DAU.2014, tanggal 27 Februari 2014, yang memberikan penawaran kepada 6 maskapai nasional untuk melayani rute penerbangan internasional Kupang-Dili (PP) dan Kupang-Darwin (PP).

Bandara El Tari Kupang NTT. ZonaAero
Kemenhub Restui Buka Penerbangan Kupang-Darwin.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI merestui pembukaan rute penerbangan internasional Kupang-Darwin dan Kupang-Dili pergi pulang (PP). Restu Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub RI itu sebagai respons atas surat Pemerintah Propinsi NTT Nomor: BU.550/01/Perhubungan, tanggal 27 Januari 2014. Surat dengan perihal, Permohonan Pembukaan Rute Penerbangan Internasional Kupang-Dili (PP) dan Kupang-Darwin (PP), itu ditandatangani Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya. Kepala Dinas Perhubungan Propinsi NTT, Ir. Stefanus Ratoe Oedjoe, MT, menjelaskan hal itu di ruang kerjanya, Jumat (7/3/2014).

Dalam surat permohonan Pemprop NTT yang kopiannya diterima Pos Kupang, disebutkan beberapa alasan dibukanya rute penerbangan internasional ke dua negara tersebut. Alasan pertama, Propinsi NTT merupakan salah satu propinsi kepulauan di Indonesia yang pada pelaksanaan Sail Komodo tahun 2013 di Labuan Bajo ditetapkan sebagai salah satu destinasi dunia di bidang pariwisata. Hal tersebut didukung letak Propinsi NTT yang strategis sebagai wilayah terdepan pada sabuk selatan Indonesia yang berbatasan darat dengan negara RDTL dan berbatasan laut dengan negara Australia.

Selain itu, Pemprop NTT juga telah mencanangkan program pengembangan Segitiga Pertumbuhan Kupang-Dili-Darwin, mengingat adanya potensi ekonomi dan hubungan emosional antara masyarakat yang berdomisili pada ke-tiga wilayah tersebut yang sangat membutuhkan adanya transportasi udara berupa penerbangan Internasional untuk menghubungkan ke-tiga wilayah tersebut.

Enam Maskapai

Stefanus menjelaskan, respons Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub RI terhadap surat Pemprop NTT itu dituangkan dalam surat Nomor: AU.003/13/13/DJPU DAU.2014, tanggal 27 Februari 2014, dengan menawarkan kepada enam maskapai penerbangan untuk melayani rute penerbangan internasional Kupang-Dili (PP) dan Kupang-Darwin (PP). Enam maskapai yang ditawarkan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub RI untuk melaksanakan rute penerbangan internasional ke dua negara tersebut, yakni PT Garuda Indonesia, PT Lion Montan Airlines, PT Sriwijaya Airlines, PT Indonesia AirAsia, PT Citilink Indonesia dan PT Mandala Airlines. Diharapkan dalam waktu dekat enam maskapai penerbangan tersebut mengajukan izin penerbangan kepada Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub RI sehingga Dirjen Perhubungan Udara menerbitkan izin penerbangan Internasional ke-dua rute tersebut.

Sebagai antisipasi pelaksanaan penerbangan internasional ke dua negara itu, demikian Stefanus, PT Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandar Udara El Tari Kupang telah selesai membangun dan menyiapkan ruangan kedatangan dan keberangkatan internasional yang saat ini sedang dalam proses finishing. Dikatakannya, Bandara El Tari Kupang saat ini sudah memenuhi syarat sebagai bandara internasional. Di ruang kedatangan dan keberangkatan yang sedang dalam proses finishing saat ini sudah disiapkan ruang bea cukai, customer, imigrasi dan karantina. "Inilah persyaratan bandara internasional dan saat ini sudah dipenuhi Bandara El Tari Kupang," kata Stefanus.

Ia mengharapkan dengan adanya penerbangan segitiga internasional ini bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi NTT, pariwisata dan sosial kemasyarakatan atau apa yang disebut sebagai segitiga pertumbuhan. *

www.tribunnews.com

Rabu, 12 Februari 2014

Terancam Bangkrut. Regional Express Airlines Tagih Janji Wakil Perdana Menteri Australia

Regional Express Airlines atau Rex asal Australia telah mengumumkan perkiraan menurunnya pendapatan hingga 40% dibandingkan tahun lalu. Ini menandai awal dari kebangkrutan maskapai yang melayani rute penerbangan dengan tujuan ke pedalaman Australia. Jika pemerintah tidak segera turun tangan memberikan bantuan berupa subsidi penerbangan, dikhawatirkan bakal ada banyak maskapai di negeri kanguru tersebut yang berhenti beroperasi.
Regional Express Airlines. ZonaAero
Maskapai Penerbangan Lokal Australia Terancam Gulung Tikar

Perusahaan penerbangan Rex (Regional Express Airlines) yang mengkhususkan diri pada pelayanan penerbangan jalur-jalur lokal ke pedalaman Australia menyatakan bahwa tanpa bantuan dari pemerintah, maka sektor penerbangan di negara itu akan runtuh. Hal itu dikemukakan pihak Rex bersamaan dengan pengumuman menurunnya perkiraan pendapatan sebesar 40 persen dibanding tahun lalu.

Maskapai itu menyalahkan turunnya bisnis travel sebagai penyebab utama penurunan pendapatan mereka tahun ini. Chief Operating Officer (COO) Rex, Garry Filmer, menyatakan seluruh industri penerbangan mengalami masalah keuangan, termasuk turunnya pendapatan Qantas dan Virgin Australia. "Penerbangan lokal bahkan lebih sulit lagi. Kita telah menyaksikan runtuhnya dua maskapai regional tertua, Aeropelican dan Brindabella, tahun ini, dan tampaknya yang lain akan segera menyusul," katanya.

Filmer meminta Wakil Perdana Menteri Warren Truss untuk memenuhi janji kampanye yang disampaikan dalam pemilu lalu. Pihak Koalisi yang waktu itu masih beroposisi berjanji akan menyiapkan diskon senilai 3 juta dolar bagi jalur-jalur penerbangan yang jumlah penumpangnya minim. "Kami meminta Menteri Truss untuk memenuhi janji kampanyenya," katanya.

Namun Truss yang juga merangkap Menteri Pembangunan Ragional tidak bersedia diwawancarai. Kantornya hanya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan skema subsidi sedang difinalisasi, dan Menteri Truss akan mengumumkannya jika sudah diputuskan.

www.tribunnews.com