Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Airbus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Airbus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Februari 2016

E-Fan 2.0, Pesawat Terbang Bertenaga Listrik Buatan Prancis

E-Fan 2.0 adalah pesawat terbang bertenaga listrik yang telah dirancang dan dikembangkan oleh pabrikan pesawat Airbus Group dari Prancis. Prototipe pesawat ini hanya mampu mengangkut 2 orang, yaitu pilot dan ko-pilot. Meskipun demikian, E-Fan 2.0 yang telah berhasil terbang melintasi Selat Inggris ini merupakan pesawat terbang generasi baru yang bebas suara berisik dan bebas emisi karbon.

E-Fan 2.0. ZonaAero
E-Fan 2.0.
Ini Dia Pesawat Bertenaga Listrik Rancangan Prancis.

Memproduksi dan menjual pesawat terbang yang tidak mengeluarkan suara yang berisik dan juga tidak melepaskan emisi karbon di udara saat terbang menjadi keinginan pabrikan pesawat Airbus Group. Dan keinginan itu tak lama lagi akan segera direalisasikan. Airbus telah berhasil membuat prototipe pesawat bertenaga listrik yang diberi nama E-Fan 2.0 dan pesawat ini telah berhasil menjalani uji coba dengan terbang dari Lydd di Inggris dan menyeberangi Selat Inggris lalu mendarat di Calais, Prancis. Uji coba penerbangan pesawat bertenaga listrik E-Fan 2.0 ini menempuh jarak 563 kilometer selama satu jam penerbangan. "Prototipe pesawat ini membalikkan prestasi bersejarah Louis Bleriot," kata Kepala Teknologi Airbus Group, Jean Botti, kepada Flight Global. Pesawat ringan ini baru pada tahap untuk latihan terbang dan hanya mampu memuat dua orang, satu pilot dan ko-pilot.

Airbus hendak meniru semangat sejarah perancang dan penerbang pertama Prancis, Louis Bleriot (1872-1936), yang berhasil menerbangkan pesawat untuk pertama kalinya melintasi Selat Inggris pada 1909. Berkat penerbangan bersejarah ini, Bleriot meraih hadiah 1.000 pound sterling.

E-Fan 2.0 pernah diterbangkan dalam perhelatan Paris Air Show di Le Bourget, 15-21 Juni 2015. Selama pameran, E-Fan 2.0 diterbangkan berulang-ulang untuk menunjukkan kehebatan pesawat dari pabrikan Prancis itu.

Produksi versi 2.0 akan dirakit di Pau Pyrenees Airport di barat daya Prancis, yang dikenal sebagai Lembah Aerospace. "Ini akan menjadi pabrik masa depan," kata Jean Botti. Harga jual seri ini berkisar 150 ribu sampai 200 ribu, sekitar dua pertiga harga pesawat bermesin piston berukuran sama.

Menurut Kepala Desainer E-Fan Bruno Saint-Jalmes, manajemen sistem listrik dilakukan penuh oleh sistem digital (e-FADEC) untuk mengurangi beban kerja pilot.

Sampai saat ini E-Fan menggunakan baterai litium polimer. Tapi insinyur Airbus kini telah menginstal baterai lebih berat dengan sistem baterai litium ion padat. Penambahan baterai seberat 30 kg telah memaksa insinyur E-Fan menghapus sebagian beban berat dari pesawat. Tapi instalasi tambahan ini mampu menyediakan daya 160 W per kg, bandingkan dengan 100 W per kg jika menggunakan sistem baterai litium polimer.

Mulai 2017 pesawat ringan ini akan diproduksi untuk memenuhi permintaan pasar. Setidaknya dalam setahun akan diproduksi 10 unit. Seri 4.0, yang bisa memuat empat orang, akan dikembangkan dua tahun berikutnya.

Airbus bermimpi, pada 2050 pesawat listrik buatannya mampu memuat 90 orang untuk penerbangan regional jarak pendek. "Kami tidak berbicara tentang sebuah pabrik raksasa," kata Jean Botti kepada ShowNews. "Ini adalah cara baru terbang."

Airbus menyatakan penerbangan bertenaga listrik mungkin satu-satunya cara untuk memenuhi target Uni Eropa pada 2050 yang bertekad mengurangi emisi karbon dari penerbangan sebesar 75 persen dan tingkat kebisingan 65 persen dari level yang ditetapkan pada 2000.

tekno.tempo.co

Jumat, 05 September 2014

Angka Penjualan Pesawat Boeing Ungguli Airbus

Pada tahun 2014 ini, pabrikan pesawat Boeing telah mencatat kesepakatan penjualan 941 unit pesawat. Angka kontrak penjualan pesawat Boeing ini telah mengungguli Airbus yang pada tahun ini hanya mencatat angka penjualan 722 unit pesawat terbang.

Boeing 737 MAX. ZonaAero
Boeing 737 MAX.
Boeing umumkan pesanan untuk 23 pesawat.

Boeing pada Kamis mengumumkan kontrak untuk penjualan 23 pesawat, meningkatkan keunggulannya atas Airbus untuk total pesanan 2014. Semua pesanan terbaru adalah untuk Boeing 737, pesawat sipil lebih kecil yang telah Boeing puji hemat bahan bakar, lapor AFP.

Perusahaan raksasa dirgantara itu mencapai kesepakatan untuk menjual dua pesawat kepada perusahaan Panama Copa Airlines. Identitas pelanggan untuk pesawat lainnya tidak diungkapkan, menurut situs Boeing.

Dengan putaran terakhir kontrak-kontrak, pada 2014 Boeing telah mencapai kesepakatan untuk menjual 941 pesawat. Pada Kamis pagi, saingan dari Eropa, Airbus, mengungkapkan sejauh ini telah mengumpulkan pesanan untuk 722 pesawat pada 2014.

Boeing menjual pesawat 737-nya seharga antara 78,3 juta dolar AS hingga 113,3 juta dolar AS, tergantung pada model. Berdasarkan angka tersebut, pesanan yang diungkapkan Kamis bernilai sekitar 1,8 miliar dolar AS hingga 2,6 miliar dolar AS. Boeing 737 telah menjadi pesawat Boeing terlaris pada 2014, mencapai 663 pesawat dari 941 pesawat yang dijual sejak awal tahun ini.

Saham anggota Dow, Boeing, berakhiri 0,4 persen lebih rendah pada 125,46 dolar AS.

www.antaranews.com

Kamis, 17 Juli 2014

50 Pesawat Airbus A330-900 Neo Dipesan Maskapai AirAsia X

Maskapai penerbangan AirAsia X telah memesan 50 unit pesawat terbang jenis Airbus A330-900 Neo. Pemesanan 50 unit pesawat Airbus A330-900 Neo ini tertuang dalam Memorendum of Understand (MoU) yang ditandatangani oleh pihak AirAsia X dan Airbus pada pelaksanaan Pameran Dirgantara Farnborough, Inggris.

AirAsia X. ZonaAero
AirAsia X.
AirAsia X Pesan 50 Pesawat Airbus Teranyar A330-900 Neo.

AirAsia X, afiliasi AirAsia Group yang melayani penerbangan jarak jauh, menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorendum of Understand (MoU) dengan Airbus untuk mendatangkan 50 unit pesawat Airbus A330-900 Neo. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Azran Osman-Rani, Direktur Eksekutif AirAsia X dan Fabrice Bregier, Presiden Eksekutif Airbus dan disaksikan oleh Tan Sri Tony Fernandes, pendiri sekaligus Direktur AirAsia X, di Pameran Dirgantara Farnborough, Inggris.

MoU tersebut menjadikan AirAsia sebagai pelanggan perdana untuk seri terbaru dari pesawat yang diproduksi oleh Airbus. Selain itu, MoU tersebut juga menjadikan AirAsia sebagai salah satu operator penerbangan pertama yang menggunakan pesawat tersebut. Pengiriman dijadwalkan akan dimulai pada 2018. "Kami sudah cukup lama mendorong Airbus untuk meluncurkan versi terbaru dari A330. Saya sangat senang mereka menawarkan pilihan ini dan menghadirkan armada pesawat yang sangat kami butuhkan untuk mengembangkan model penerbangan jarak jauh kami," ujar Tony seperti ditulis dalam siaran pers, Rabu (16/78/2014).

Fabrice Bregier menambahkan, AirAsia X menjadi salah satu maskapai yang sukses menjalankan bisnis dengan penerbangan berbiaya murah tetapi dengan rute jarak jauh. "Kepercayaan yang diberikan AirAsia pada A330-900 Neo merupakan dukungan nyata terhadap langkah perubahan yang kami hadirkan bagi pasar," lanjut Bregier.

Ia pun menegaskan, pesawat ini menggunakan teknologi baru sehingga konsumsi bahan bakar rendah meskipun terbang dalam jarak yang jauh. "Seri ini pengubah permainan yang nyata di pasar dirgantara dan kami sangat bangga bahwa AirAsia akan menjadi salah satu maskapai yang akan mengoperasikan armada ini," tambahnya.

Kesepakatan ini semakin mengokonsolidasi posisi AirAsia Group sebagai salah satu maskapai pelanggan Airbus terbesar di dunia.

bisnis.liputan6.com

Rabu, 01 Januari 2014

AirAsia X Siapkan 25 Pesawat Airbus A330-300 Baru

AirAsia X Siapkan 25 Pesawat Airbus A330-300 Baru. Pengadaan pesawat baru Airbus A330-300 tersebut diperkirakan bakal menelan biaya sebesar Rp 72,8 triliun. Kesepakatan pembelian pesawat berbadan lebar tersebut telah ditantangani oleh maskapai AirAsia X dengan pihak produsen pesawat Airbus di Hotel Shangri-La, Paris, Prancis, pada Senin, 23 Desember 2013.
AirAsia X Airbus A330-300. ZonaAero
AirAsia X Borong Airbus A330-300

Maskapai penerbangan murah jarak jauh, AirAsia X, meneken kesepakatan pembelian 25 pesawat Airbus A330-300. Transaksi yang diklaim sebagai transaksi terbesar itu, bernilai US$ 6 miliar atau Rp 72,8 triliun. Perjanjian pembelian pesawat tersebut ditandatangani oleh Kepala Eksekutif AirAsia X, Azran Osman-Rani, dan Presiden Airbus, Fabrice Brégier, di Hotel Shangri-La, Paris. Menurut Co-Founder dan Direktur AirAsia X, Tony Fernandes, pesawat ini akan mengakomodasi rencana ekspansi di Malaysia, Thai AirAsia X di Thailand, serta di beberapa negara lain di Asia.

Armada baru ini akan memperkuat posisi Grup AirAsia dalam industri penerbangan. "Serta memperkuat konektivitas antara rute jarak pendek dan jarak jauh," kata Tony dalam keterangan tertulis, Senin, 23 Desember 2013.

Pengiriman pesawat Airbus A330-300 tersebut akan dimulai pada 2015, seiring dengan rencana ekspansi AirAsia X di Asia Pasifik. Armada ini memungkinkan AirAsia X untuk membuka layanan penerbangan nonstop ke Eropa maupun Amerika dengan satu pemberhentian. Fabrice Brégier mengatakan Airbus A330 sangat tepat untuk mendukung model bisnis AirAsia X. Sebab, selain biaya pengoperasiannya lebih rendah, pesawat ini memiliki kemampuan menempuh jarak yang lebih jauh.

AirAsia X saat ini mengoperasikan sebanyak 15 Airbus A330-300 yang menghubungkan hub Kuala Lumpur dengan 18 destinasi di Asia, Australia, dan Saudi Arabia. Selain melakukan pemesanan pesawat Airbus A330, maskapai juga telah memesan sebanyak 10 pesawat A350-XWB.

Airbus A330 adalah pesawat berbadan lebar yang dipacu dua mesin jet (Twinjet). Pesawat yang terbang perdana pada 1993 ini mampu mengangkut 295 penumpang dalam konfigurasi kabin tiga-kelas dengan tempuh 10.500 kilometer. Airbus A330-300 menggunakan mesin General Electric CF6-80E, Pratt & Whitney PW4000 atau Rolls-Royce Trent 700. Hingga saat ini, Airbus telah mengantungi 1.280 pesanan Airbus A330 yang digunakan oleh 100 maskapai di dunia.

www.tempo.co

Selasa, 11 Juni 2013

Mandala Airlines Terima Pesawat Airbus A320 Yang Kedelapan

Informasi Penerbangan: Mandala Airlines kembali mendatangkan pesawat terbang baru jenis Airbus A320. Ini merupakan pesawat kedelapan dari jenis A320. Pesawat terbang baru ini dioperasikan oleh Mandala Airlines untuk melayani 7 rute penerbangan domestik di Indonesia. Saat ini maskapai yang menjadi mitra Tiger Airways tersebut melayani penerbangan yang menghubungkan beberapa kota seperti Jakarta, Denpasar, Pekanbaru, Medan, Padang, Yogyakarta dan Surabaya.
Mandala Airlines. Batam. ZonaAero
Airbus A320: Mandala Airlines Datangkan Pesawat Kedelapan

Maskapai Mandala Airlines mendatangkan armada Airbus A320 terbaru untuk meningkatkan layanan penerbangan domestik dan internasional. "Kehadiran pesawat kami yang kedelapan merupakan bentuk nyata dari keseriusan kami dalam mengembangkan bisnis melalui konsistensi kami dalam perluasan jangkauan di Indonesia," ujar Paul Rombeek, Presiden Direktur Mandala Airlines dalam siaran pers, Jumat (7/6/2013).

Rombeek menjelaskan Airbus A320 merupakan salah satu pesawat paling efisien untuk keperluan Mandala Airlines dalam melayani penumpang. Menurutnya, penambahan pesawat Airbus A320 yang kedelapan untuk mendukung layanan penerbangan pada 7 rute domestik. Saat ini Mandala Airlines, imbuhnya, melayani penerbangan menuju Jakarta, Denpasar, Pekanbaru, Medan, Padang, Yogyakarta dan Surabaya. Selain itu, Mandala Airlines akan membuka empat rute internasional pada 24 Juli 2013 menuju Bangkok, Kuala Lumpur, Singapura dan Hongkong.

Dia menambahkan pada 28 Juni 2013 Mandala Airlines juga akan membuka penerbangan harian ketiga untuk rute Jakarta-Singapura. Penerbangan tambahan itu menjadikan total enam penerbangan harian untuk rute Jakarta-Singapura yang dioperasikan oleh Mandala Airlines dan Tiger Airways. Selain itu pada 28 Juni 2013 Mandala Airlines juga akan menambahkan frekuensi penerbangan untuk rute penerbangan Singapura-Denpasar..

www.bisnis.com

Kamis, 09 Mei 2013

67 Pesawat Baru Akan Memperkuat Armada Singapore Airlines

Informasi Penerbangan: 67 pesawat baru dari jenis Airbus A380 dan Boeing B777 akan memperkuat armada udara maskapai Singapore Airlines. 67 pesawat terbang bermesin jet dan berbodi lebar tersebut akan diterima oleh Singapore Airlines mulai tahun 2014 hingga 2015. Penambahan pesawat baru ini adalah merupakan program rutin Singapore Airlines untuk meremajakan armada pesawatnya.
Singapore Airlines, Airbus A380-800. ZonaAero
Singapore Airlines Order 67 Pesawat

Maskapai penerbangan Singapore Airlines telah memesan 67 pesawat. Hal ini dikatakan oleh Glory Henriette, Manager Public Relations Singapore Airlines, Rabu (8/5/2013), di Jakarta. "Kami sudah order pesawat tahun ini tahun lalu, ada 67 pesawat," kata Glory.

Ke-67 pesawat tersebut terdiri dari Airbus A380 dan Boeing B777. Pesawat akan datang pada tahun 2014 - 2015 dengan status kepemilikan milik maskapai, bukan menyewa.

Saat ini, maskapai memiliki 102 pesawat terbang (in flight). "Pesawat SQ tidak pernah digunakan lebih dari enam tahun. Pesawat lama akan dikirim ke leasing," tambah Glory yang enggan menyebutkan investasi pesawat baru.

www.tribunnews.com

Senin, 01 April 2013

15 Pesawat Airbus Bakal Diterima Mandala Airlines Tahun ini

15 unit pesawat Airbus dari total 25 unit pesawat ditargetkan akan diterima maskapai Mandala Airlines pada tahun 2013 ini. Sedangkan 10 unit dari keseluruhan pesawat Airbus yang akan didatangkan tersebut akan diterima Mandala Airlines hingga akhir tahun 2014. Penambahan armada tersebut dilakukan berkaitan dengan pasar penerbangan domestik yang semakin meningkat sehubungan kenaikan jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia.
Mandala Airlines. ZonaAero
Mandala Airlines Siap Datangkan 25 Pesawat Airbus

Mandala Airlines akan menambah sebanyak 15 pesawat dari pabrik Prancis, Airbus pada tahun ini. Sampai akhir tahun depan, dia akan menargetkan ada sebanyak 25 pesawat Airbus baru. "Kalau Mandala memang kita pesawatnya Airbus. Saya targetkan tahun ini 15 pesawat Airbus, dan sampai akhir tahun depan ada 25 Airbus. Itu juga belum optimal karena permintaannya tinggi sekali, tapi kita tetap belajar," ujar CEO PT Saratoga Investama Sedaya Sandiaga Uno, pemilik 51 persen saham Mandala Air saat ditemui di Senayan Golf Driving Range, Jakarta, Minggu (31/3/2013).

Sandi melihat, pertumbuhan kelas menengah di Indonesia cukup tinggi dan permintaannya akan transportasi beragam pada saat liburan. Ini, lanjut dia, adalah alasan Mandala Airlines harus memperkuat produk-produknya. "Produknya harus diperkuat dulu karena sekarang masa liburan begini, Mandala melihat lebih tinggi permintaan kelas menengah Indonesia ternyata cara berliburnya juga berbeda begitu. "Kelas menengah kita tumbuh dan sekarang tidak hanya dengan tidak cuma membawa dari kota A ke kota B tapi mereka juga meminta layanan yang prima,," jelas Sandi.

Dengan kondisi seperti ini, Sandi mengaku Mandala Airlines akan terus berbenah diri dan menyesuaikan permintaan kelas menengah yang beragam. "Mereka minta kecepatan waktu, mereka meminta kualitas juga, kita terus berbenah diri. Saya rasa kita bahagia dan cukup puas melihat perkembangan tahun depan," pangkasnya.

economy.okezone.com

Rabu, 20 Maret 2013

Beli Ratusan Pesawat Airbus, Rusdi Kirana Disambut Hangat Di Istana Kepresidenan Perancis

Rusdi Kirana, tokoh nomor satu di maskapai Lion Air, menjadi tamu khusus di Istana Kepresidenan Perancis untuk mendatangani pembelian 234 unit pesawat baru buatan Airbus. Acara penandatangan kontrak pembelian pesawat tersebut dihadiri oleh Presiden Perancis. Jumlah angka pembelian pesawat itu cukup menghebohkan karena ini menjadi jumlah terbesar pembelian pesawat dalam sejarah perusahaan Airbus. Terlebih lagi, karena pada dua tahun sebelumnya, Lion Air telah membeli 230 pesawat baru dari Boeing, jumlah yang juga sangat fantastis.
Rusdi Kirana bersama Presiden Perancis (Francois Hollande) dan CEO Airbus (Fabrice Bregier). ZonaAero
Rusdi Kirana bersama Presiden Perancis (Francois Hollande) dan CEO Airbus (Fabrice Bregier)
Rusdi Kirana, Miliarder Pemalu yang Memilih Naik Pesawat Ekonomi

Maskapai penerbangan murah Lion Air kembali membuat kejutan. Setelah mencetak rekor pembelian Boeing dua tahun lalu, maskapai milik Rusdi Kirana ini kembali memborong 234 pesawat baru. Kali ini, perusahaan membeli pesawat dari musuh bebuyutan Boeing, Airbus. Tak hanya itu, Rusdi Kirana yang sengaja terbang ke Prancis untuk pembelian armada ini, mampu menghadirkan Presiden Prancis Francois Hollande guna menyaksikan penandatangan pembelian. Gilanya lagi, Rusdi melakukan semua itu di Istana Kepresidenan Elysee, Paris Prancis.

Selama beberapa tahun ini, sepak terjang Rusdi Kirana memang tengah menjadi sorotan. Tak salah jika nama Rusdi masuk dalam salah satu orang terkaya Indonesia pada 2012. Perjalanan Rusdi menapaki kariernya di bisnis penerbangan sebetulnya tak dirancang dari awal. Di masa remaja, Rusdi hanyalah seorang penjaja mesin tik. Mendapat sambutan hangat dari Presiden Prancis di ruangan yang sebetulnya khusus disediakan bagi para pemimpin negara, miliarder yang pemalu ini tak lantas pingsan dengan gelaran karpet merah yang disediakan. "Saya bersyukur bisa hadir disini, namun saya lebih tertarik pada rumah yang saya bangun untuk para staf dan keluarganya," ujar Rusdi seperti dikutip laman Reuters, Selasa (19/3/2013).

Rumah yang dimaksud adalah Lion Air Village yang kini tengah dibangun Rusdi. Rumah tersebut didesain untuk akomodasi asrama bagi 3.000 orang dan 1.000 rumah kecil di sekitar Bandara Jakarta. Di asrama tersebut, tercatat 10.000 orang termasuk para pegawai Lion Air akan tinggal. Proses pembangunan kini telah selesai 90%. Meski menjadi pencetak rekor pembelian armada pesawat dari dua produsen ternama dunia (Boeing dan Airbus), Rusdi ternyata memilih terbang menggunakan pesawat kelas ekonomi dan lebih banyak berbicara mengenai kehidupannya yang sederhana. "Saya lebih memilih terbang di kelas ekonomi, namun kadang ini membuat produsen menjadi tak nyaman. Saya tidak mau mengecewakan perusahaan pembuatnya," kata Kirana.

Di saat terus mengembangkan bisnisnya ke kancah global, Lion Air harus diakui menghadapi masalah dengan citra perusahaan. Lion Air selama ini terkenal sebagai maskapai dengan jadwal penerbangan yang kerap kali terlambat. Selain itu, Lion Air menghadapi persoalan larangan terbang ke negara Eropa akibat kekhawatiran faktor keselamatan dari maskapai penerbangan nasional. Rusdi mengatakan, penilaian tersebut tak adil. "Langkah ini tak mengubah apapun meski saya membeli pesawat Airbus. Namun saya berharap sesuatu akan terus berjalan," katanya.

bisnis.liputan6.com

Selasa, 19 Maret 2013

Lion Air Borong 234 Unit Pesawat Airbus

Maskapai Lion Air kembali membuat gebrakan dengan membeli 234 unit pesawat terbang Airbus. Menurut Kantor Kepresidenan Perancis, pembelian ratusan pesawat oleh Lion Air dengan nilai US$ 23,8 miliar tersebut adalah yang terbesar sepanjang sejarah Airbus. Sebelumnya, Lion Air juga telah melakukan pembelian 230 unit pesawat buatan Boeing dengan nilai pembelian sebesar US$ 22,4 miliar.
Lion Air, Airbus A320 Neo. ZonaAero
Lion Air, Airbus A320 Neo
Lion Air Catat Rekor dengan Membeli 234 Pesawat Airbus

Maskapai penerbangan Indonesia, Lion Air, memecahkan rekor dengan memesan 234 pesawat jet penumpang dari Airbus. Hal tersebut pun mendapat sambutan gembira dari Prancis. Kantor kepresidenan Prancis, Senin (18/3/2013), mengatakan bahwa perjanjian dengan Lion Air yang bernilai US$23,8 miliar adalah yang terbesar dalam sejarah Airbus.

Lion Air berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan makin besarnya pasar penerbangan di Indonesia. Padahal, pada 1999 maskapai ini didirikan dengan modal satu pesawat. Lion Air saat ini mengoperasikan 92 pesawat. 91 pesawat merupakan buatan Boeing dan satu pesawat buatan McDonnell Douglas. Lion Air melayani 72 tujuan, sebagian besar di Indonesia, selain juga terbang ke Arab Saudi.

Sebelum memesan pesawat jet buatan Airbus, Lion Air membeli 230 Boejing 737 senilai US$22,4 miliar pada 2011. Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, hadir langsung dalam penandatanganan kerja sama dengan Boeing.

Menurut para pengamat, ekspansi Lion Air didukung oleh situasi pasar penerbangan domestik dan regional. "Mereka melihat naiknya permintaan di pasar di dalam negeri. Bila melihat proyeksi pertumbuhan di Indonesia, Lion Air butuh beberapa ratus pesawat, dengan catatan pertumbuhan pasar penerbangan bisa dipertahankan," kata Brendan Sobie dari Pusat Penerbangan Asia Pasifik di Singapura, seperti dikutip kantor berita AFP.

www.metrotvnews.com

Selasa, 15 Januari 2013

25 Unit Pesawat A320neo Dipesan Citilink

Maskapai Citilink Indonesia telah membuat kesepakatan dengan pabrikan pesawat Airbus untuk pemesanan 25 unit pesawat jenis A320neo. Ini merupakan kontrak pembelian langsung pertama yang dilakukan Citilink kepada pihak Airbus SAS. Sebelumnya, untuk pengadaan armada pesawatnya, Citilink masih melakukannya melalui Garuda Indonesia. Seperti yang terjadi pada tahun 2011 lalu saat dilakukan pembelian 15 unit pesawat A320ceo dan 10 unit pesawat A320neo.
Airbus A320neo. ZonaAero
Citilink Pesan 25 Pesawat Airbus

Maskapai berbiaya murah, PT Citilink Indonesia, membuat kesepakatan pemesanan 25 pesawat jenis A320neo dengan Airbus. Kontrak tersebut adalah pembelian langsung pertama Citilink dari Airbus. Sebelumnya, pemesanan pesawat untuk operasional Citilink kepada Airbus dilakukan melalui Garuda Indonesia pada 2011, yaitu sebanyak 15 pesawat jenis A320ceo dan 10 A320neo. Saat ini Citilink telah mengoperasikan 12 buah A320s sewaan untuk melayani pasar domestik mereka yang tumbuh pesat. "Pesawat A320 telah memainkan peranan penting dalam sukses yang diraih Citilink. Biaya operasi yang rendah, waktu perputaran yang cepat dan kenyamanan untuk penumpang yang ditawarkan oleh A320 membuatnya sempurna untuk kebutuhan operasional Citilink. Dan kami berharap NEO akan memberikan efisiensi yang lebih baik lagi kedepannya," ujar Arif Wibowo, Direktur Eksekutif PT Citilink Indonesia, Jakarta, Senin (14/1).

Chief Operating Officer, Customers dari Airbus, John Leahy mengatakan pemesanan ini menegaskan posisi varian A320 sebagai pilihan yang lebih diminati diseluruh dunia untuk pelayanan lengkap dan berbiaya rendah, baik dengan pilihan mesin yang ada sekarang dan terbaru. "Kami dengan senang hati menyambut Citilink sebagai pelanggan baru Airbus," terangnya.

Varian A320 memberikan penghematan bahan bakar hingga 15 persen dengan adanya mesin baru dan ujung sayap berteknologi sharklet. Pengurangan bahan bakar tersebut sama dengan konsumsi 1.4 juta liter bahan bakar – setara dengan konsumsi 1,000 mobil ukuran sedang, menghemat 3,600 ton C02 per pesawat tiap tahunnya. Sebagai tambahan, Varian A320 akan menyediakan pengurangan emisi NOx dalam kisaran digit ganda dan pengurangan polusi suara.

Dengan hampir 8.900 pesawat yang dipesan dan lebih dari 5,300 di antaranya telah dikirimkan kepada 380 pelanggan dan operator di seluruh dunia, varian A320 menjadi varian pesawat lorong tunggal dengan penjualan terbaik.

www.metrotvnews.com

Jumat, 16 Maret 2012

55 Unit Pesawat Airbus Senilai Rp.128,31 Triliun Batal Dibeli China

Pesawat Airbus A330 Maskapai Air China
Pesawat Airbus A330 Maskapai Air China
China Kembali Hentikan Pembelian Pesawat Airbus

China dikabarkan kembali menghentikan pembelian 10 unit pesawat penumpang Airbus A330 oleh maskapai-maskapainya sebagai bentuk protes terhadap ketetapan Uni Eropa (UE) menerapkan pajak emisi karbon di sektor penerbangan. Demikian diungkapkan dua sumber yang dekat dengan Airbus, Kamis (15/3/2012). Dengan penundaan ini, jumlah total rencana pembelian pesawat Airbus yang distop Pemerintah China sudah mencapai 55 unit pesawat senilai total 14 miliar dollar AS (Rp 128,31 triliun).

UE sejak 1 Januari lalu menetapkan secara sepihak Skema Perdagangan Emisi (ETS) di sektor penerbangan, yang mengharuskan semua pesawat komersial yang menggunakan bandar udara di 27 negara anggota UE membayar pajak emisi karbon. Keputusan UE itu ditentang oleh lebih dari 24 negara, termasuk AS, Rusia, dan China.

Pemerintah China telah memerintahkan seluruh maskapai asal negara itu tak mematuhi aturan UE itu. Langkah itu disusul dengan blokade pembelian pesawat-pesawat buatan Airbus, produsen pesawat komersial utama dunia yang berbasis di Eropa.

Awal pekan ini, Airbus mengatakan, China telah menghentikan rencana pembelian 10 unit pesawat superjumbo Airbus A380 dan 35 unit pesawat jarak jauh Airbus A330. Menurut rencana awal, 10 unit A380 itu dipesan oleh Hong Kong Airlines. Airbus dan maskapai-maskapai penerbangan utama di Eropa telah mengirim surat kepada para kepala pemerintahan Inggris, Perancis, Jerman, dan Spanyol, untuk membatalkan ETS. Airbus memiliki pabrik perakitan pesawat di Tianjin, China.

internasional.kompas.com

Rabu, 07 Maret 2012

Thai Airways Siap Operasikan Pesawat Airbus A380

Airbus A380 Thai Airways. ZonaAero
Airbus A380 Thai Airways. ZonaAero
Penerbangan Perdana Airbus A380 Thai Airways

Pesawat Airbus A380 pertama milik Thai Airways International melalukan penerbangan perdananya, setelah perakitan badan pesawat dan pengetesan sistem di Toulouse, Prancis, usai dilakukan. Setelah sukses menyelesaikan lebih dari empat jam penerbangan, pesawat tersebut mendarat di Hamburg, Jerman, dimana pesawat akan memasuki fase produksi berikutnya, yakni instalasi kabin dan pengecatan.

Thai Airways International akan menjadi maskapai kesembilan yang mengoperasikan A380, saat serah terima pesawat perdana mereka dilakukan pada kuartal ketiga di tahun 2012. Selain itu, Thai Airways International telah melakukan pemesanan pasti untuk enam buah A380.

Thai Airways International akan mengoperasikan pesawat-pesawat tersebut para rute unggulan mereka dari Bangkok ke Eropa.

www.gatra.com

Selasa, 06 Maret 2012

Indonesia AirAsia Gunakan Airbus 320 Untuk Seluruh Penerbangannya

Airbus A320 Indonesia AirAsia. ZonaAero
Airbus A320 Indonesia AirAsia. ZonaAero
Seluruh Pesawat AirAsia Pakai Airbus 320

Seluruh penerbangan milik PT Indonesia AirAsia akan menggunakan pesawat Airbus 320 mulai Selasa (6/3/2012). Penggunaan satu jenis pesawat ini bertujuan meningkatkan efisiensi.

Saat ini Indonesia AirAsia menerbangkan 17 unit Airbus 320. Rencananya, perusahaan penerbangan tarif rendah ini akan menambah jumlah pesawat menjadi 21 unit Airbus 320 pada akhir 2012.

Presiden Direktur PT Indonesia AirAsia Darmadi menjelaskan, penggunaan satu jenis pesawat ini untuk memangkas biaya pelatihan dan perawatan. "Cukup menjalani satu jenis pelatihan dan suku cadang bisa meningkatkan efisiensi operasional. Sebagai maskapai berbiaya rendah ini krusial," tuturnya, Selasa (6/3/2012).

Indonesia AirAsia memilih Airbus 320 karena bisa menghemat bahan bakar hingga 15 persen. Selain hemat bahan bakar, Darmadi mengatakan, Airbus 320 juga memiliki lorong yang luas dan tingkat kebisingan lebih rendah.

Dengan penggunaan penuh Airbus 320 di AirAsia Indonesia, Darmadi mengatakan, seluruh grup AirAsia telah menggunakan Airbus 320 secara penuh. Airbus 320 adalah pesawat bermesin jet ganda dengan kapasitas 180 penumpang.

bisniskeuangan.kompas.com

Sabtu, 25 Februari 2012

Garuda Indonesia Datangkan Pesawat Boeing 737-800NG Dan A330-200 Berteknologi Ramah Lingkungan

Pesawat Airbus A330-200. ZonaAero
Pesawat Airbus A330-200
Garuda Tambah Dua Pesawat Besar Berteknologi Baru

Maskapai Garuda Indonesia kembali menambah armada baru untuk meningkatkan pelayanan penerbangan para pelanggan setia Garuda. Jumat kemarin, Garuda mendatangkan dua pesawat baru jenis Boeing dan Airbus dari Seatle, Amerika Serikat, dan Toulouse, Prancis. Pesawat komersil berteknologi ramah lingkungan itu nantinya juga akan digunakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan dinas.

Dua pesawat baru Garuda itu masing-masing Boeing 737-800NG dari pabrik Boeing di Seatle dan Airbus A-330 seri 200 dari Toulouse. Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, dua pesawat baru ini merupakan pesawat komersil yang menggunakan mesin ramah lingkungan.

Pesawat itu juga dilengkapi dengan teknologi terbaru. Untuk Boeing 737-800NG sudah dilengkapi Sky Interior yang memungkinkan operator untuk mengatur pencahayaan guna memaksimalkan kenyamanan penumpang. Ada berbagai pilihan pencahayaan yang tentunya disesuaikan dengan aktivitas para penumpang serta modus penerbangan. Misalnya cahaya untuk take off, cruising, membaca, sunrise, sunset, serta untuk tidur.

Pesawat jenis Boeing ini biasanya juga digunakan Presiden SBY untuk penerbangan domestik. Sedanguntuk penerbangan internasional, Presiden SBY biasanya menggunakan pesawat Airbus. Pihak kepresidenan selama ini menyewa pesawat dari Garuda dengan biaya carter mencapai lebih dari Rp162 miliar per-tahun.

www.metrotvnews.com

Kamis, 09 Februari 2012

PT Dirgantara Indonesia Jadi Produsen Tunggal Pesawat C212-400

PT Dirgantara Indonesia jadi produsen tunggal di dunia pesawat C212-400. Airbus Military secara resmi telah menunjuk PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk menjadi produsen tunggal pesawat terbang jenis C212-400 satu-satunya di dunia.
CASA C212-400. ZonaAero
CASA C212-400
Airbus tunjuk PTDI sebagai produsen tunggal C212-400

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah ditunjuk oleh Airbus Military sebagai produsen tunggal pesawat C212-400 satu-satunya di dunia. Asisten Direktur Utama Bidang Sistem Manajemen Mutu Perusahaan PTDI, Sonny Saleh Ibrahim, dalam penjelasannya kepada ANTARA News, Kamis (9/2), mengatakan saat ini seluruh fasilitas produksi untuk C212-400 telah dipindahkan dari San Pablo, Spanyol, ke PTDI di Bandung. "Airbus Military selanjutnya akan fokus pada pembuatan pesawat terbang berbadan lebar AM-400 yang sekelas dengan C-130 Hercules," kata Sonny yang mengungkapkan dasar kerjasama pemindahan industri Airbus Military dari Eropa ke Indonesia itu sudah ditandatangani kedua pihak pada tahun 2006 dan diperbaharui tahun 2011.

Sonny menjelaskan, "Airbus Military sebelumnya EADS (European Aeronautic Defence and Space Company) konsorsium Airbus bersama Perancis, Jerman dan Inggris yang didirikan tahun 1999, dan kemudian memasukkan pula CASA (Construcciones Aeronuticas SA) sehingga nama CASA pun melebur menjadi Airbus."

Perkembangan terakhir, CASA dijadikan produsen untuk seluruh pesawat Airbus untuk penggunaan militer. Pesawat C212-400 merupakan versi terakhir dari pesawat C212-200 yang sudah dikerjakan PTDI sejak tahun 1980-an. Dalam pengerjaan C212-400, tidak beda halnya dalam pengerjaan C212-200 yang sudah terlebih dahulu dikerjakan tersebut. Tenaga yang diperlukan lebih banyak untuk menangani pekerjaan-pekerjaan seperti pre-cutting, hand forming dan pekerjaaan lainnya dibagian sheet metal forming, dimana pekerjaan tersebut tidak terlalu banyak melibatkan bagian machining.

Pesawat C212-400 merupakan pesawat untuk jarak pendek, penumpang maksimum 26 orang yang dirancang sebagai pesawat multiguna sipil dan militer. Pesawat ini mempunyai daya angkut maksimum hingga 2.950 kg dan ditenagai dua mesin Garret TPE 331-12JR-701C dan kecepatan maksimum 200 knots.. Salah satu keunggulan pesawat ini dibandingkan dengan pesawat lain sekelasnya adalah C212-400 memiliki pintu belakang (ramp door), kabin lebih tinggi dan daya angkut lebih besar. Pesawat ini juga dapat dipasangi tanki bahan bakar tambahan sehingga pesawat dapat terbang lebih jauh.

Perbedaan pesawat C212-400 dibanding C212-200 antara lain interior lebih luas karena lebih panjang, dilengkapi wing tip untuk memperkecil hambatan udara (drag), sistem avionic lebih modern, yaitu dilengkapi dengan EFIS (Electronic Flight Instrument System) dan sistem data mesin terpadu (Integrated Engine Data System).

Pesanan perdana datang dari C212-400 datang dari PT. Airfast Indonesia satu unit, pada bulan Februari 2009, pada Agustus 2011, PTDI melakukan penandatanganan kontrak penjualan dengan T.K.S Thailand sebanyak satu unit pesawat. Pengadaan satu unit pesawat C212-400 ini, merupakan bagian dari kebutuhan total T.K.S Thailand sebanyak 12 unit, dua di antaranya sudah dikirimkan dari Airbus Military. Dari kebutuhan T.K.S sebanyak 12 unit tersebut, sebelumnya sebanyak 2 unit pesawat telah dipenuhi oleh Airbus Military, dan sisa kebutuhan selanjutnya akan dipenuhi oleh PTDI.

Selain itu, PTDI tahun lalu telah mengirimkan tiga pesawat CN-235 versi intai maritim untuk Badan Penjaga Pantai Korea Selatan (Korea Coast Guard), dari total empat pesanan. Pesanan terakhir akan dikirimkan Maret mendatang.

www.antaranews.com

Rabu, 08 Februari 2012

Airbus Pamerkan Pesawat Terbaru A350 XWB, A320neo, A330 MRTT, C295 Dan ACJ318

Airbus pamerkan pesawat terbaru A350 XWB, A320neo, A330 MRTT, C295 dan ACJ318. Pabrikan pesawat terbang Airbus dalam kesempatan di Changi Exhibition Centre akan menampilkan produk pesawat versi militer dan komersialnya yang terbaru. Pesawat-pesawat terbaru Airbus tersebut adalah pesawat A350 XWB, A320neo, A330 MRTT, C295 dan ACJ318.
Airbus Tampilkan Pesawat Komersial & Militer di Singapore Airshow

Pabrikan pesawat asal Prancis Airbus Company akan memamerkan produk transportasi komersial dan militernya yang paling baru dan tengah dikembangkan dalam ajang Singapore Airshow. Singapore Airshow akan berlangsung pada 14-19 Februari 2012 di Changi Exhibition Centre, Singapura.

Siaran pers dari Airbus yang diterima hari ini menyatakan Airbus akan memamerkan model pesawat terbaru A350 XWB dalam skala besar. Pesawat itu dalam pengembangan dan dijadwalkan beroperasi pada 2014, A350 XWB akan membangun tingkat efisiensi yang baru pada pasar pesawat penumpang berukuran sedang dan berjarak jauh, dengan menggunakan bahan bakar 25% lebih sedikit dibandingkan pesawat berukuran serupa yang beroperasi.

Model pesawat A320neo juga akan ditampilkan. Versi terbaru dari famili A320 yang dijadwalkan untuk mulai beroperasi pada 2015 ini telah menjadi pesawat dengan penjualan tercepat yang pernah ada, dengan pemesanan pasti sebanyak 1.300 sejak diluncurkan pada akhir 2010. Dengan mengedepankan mesin baru dan ujung sayap Sharklets yang inovatif, pesawat ini akan memberikan penghematan bahan bakar sebanyak 15% dan juga mengurangi jejak karbon serta kebisingan secara signifikan.

Pengunjung stand dapat juga mengakses informasi mengenai produk yang ditawarkan oleh Airbus Military. Produk yang ditampilkan adalah A330 MRTT multi-role tanker yang pertama kali beroperasi tahun lalu dan terbukti menjadi referensi bagi industri pesawat militer di kelasnya, dan juga pesawat pengangkut terbaru A400M, yang sesuai rencana akan dikirimkan pada pergantian 2012-2013.

Rangkaian pesawat taktis berukuran sedang dari perusahaan ini juga ditampilkan melalui model pesawat pengawas C295. Dengan bercermin kepada permintaan penting dari Asia untuk pesawat jet pribadi, Airbus juga akan menampilkan sebuah tampilan statis ACJ318 untuk pertama kalinya di Singapura. Dengan ukuran pesawat jet paling lebar dan tinggi, versi korporat dari model pesawat Airbus yang paling kecil ini akan menampilkan disain interior yang menarik dengan area lounge dan area kantor atau tempat tidur dengan kamar mandi di dalam.

Airbus hadir di Singapore Airshow setelah mencapai tahun kesuksesannya dalam sejarah, mencatat rekor sebanyak 1.608 pemesanan pasti untuk rangkaian produk sipilnya dan melakukan pengiriman sebanyak 534 pesawat ke maskapai penerbangan di seluruh dunia. Perusahaan ini telah mencapai kesuksesan khususnya di regional Asia Pasifik, dimana sebanyak lebih dari 1.800 pesawat terbang beroperasi untuk 85 maskapai penerbangan dan memiliki jumlah pemesanan sebanyak lebih dari 1.700 pesawat untuk dikirimkan di masa datang.

www.bisnis.com

Rabu, 01 Februari 2012

AirAsia Tambah 300 Unit Pesawat A320neo

AirAsia Tambah 300 Unit Pesawat A320neo. Pesawat terbang penumpang buatan Airbus dari jenis A320neo telah dipesan sebanyak 300 unit oleh maskapai penerbangan AirAsia.
AirAsia Beli 300 Pesawat Airbus Senilai US$ 27 Miliar

AirAsia Bhd akan memperbarui kesepakatan mereka dengan Airbus karena menambah pesanan pesawat A320neo berjumlah 300. Keputusan ini membuat maskapai asal Malaysia itu menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia. Pernyataan tersebut diungkapkan pihak yang tidak disebutkan namanya oleh Bloomberg. Sebelumnya, kedua pihak mengumumkan pembelian 200 pesawat A320neo di pameran Paris Air, bulan lalu. Namun, pesanan terbaru itu sangat mengejutkan dengan nilai US$ 27 miliar. Padahal, pemesan sebelumnya memecahkan rekor dengan pembiayaan US$ 18 miliar.

Seperti pemesanan sebelumnya, penambahan 100 pesawat akan disertai dengan mesin CFM International, ujar sumber tersebut. AirAsia dikabarkan menerima potongan harga untuk seluruh pesanan namun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Pengiriman 300 pesawat A320neo itu bergantung pada kebijaksanaan AirAsia. Di sisi lain, 200 pesawat yang dipesan sebelumnya akan dikirim mulai 2016. Ini menjadi cara AirAsia menuai keuntungan dari dua pasar penerbangan yang tumbuh tercepat di dunia yaitu India dan Cina.

A320neo merupakan pesawat Airbus dengan 150 kursi penumpang terlaris di dunia. Pesawat itu menawarkan penghematan bahan bakar melalui mesin baru. CEO AirAsia, Tony Fernandes, sempat mengatakan bahwa perusahaan memang tengah mengincar 500 pesawat untuk bermain di pasar global.

AirAsia memberikan layanan penerbangan di 63 wilayah pada lebih dari 20 negara. Saat ini, mereka memiliki 90 pesawat yang hampir semuanya termasuk Airbus A320s. Selain kesepakatan 300 pesawat Airbus A320neo, AirAsia tengah menunggu pengiriman 75 Airbus.

AirAsia, maskapai berbiaya rendah paling besar di kawasan Asia, menjadi pelanggan terbesar Airbus. Perjalanan internasional Asia Pasifik diperkirakan meningkat 7,6% per tahun hingga 2014. Jumlah ini cukup besar dibandingkan pertumbuhan pasar di Amerika Serikat dan Eropa sebesar 5%,. berdasarkan keterangan Asosiasi Transportasi Udara Internasional. AirAsia sendiri yang berbasis di Malaysia dan memiliki cabang di Thailand maupun Indonesia, memiliki pangsa yang cukup menarik. "AiAsia berhasil menemukan pangsa potensial yang terus berkembang di Asia," kata Fernandes lagi.

swa.co.id

Rabu, 04 Januari 2012

Qantas Sulap Pesawat A-380 Menjadi Hotel Terbang

Qantas Airbus 380. ZonaAero
Qantas Airbus 380
Qantas Airbus 380 : Naik Pesawat Serasa Tinggal di Hotel

Naik pesawat serasa tinggal di hotel berbintang, kini tak cuma impian. Kabin kelas utama (First class) dari perusahaan maskapai Australia, Qantas A380 super jumbo, mewujudkannya. Pesawat ini terlihat seperti kapal induk USS Enterprise dan film Star Trek - dengan segala kemewahan yang sementara ini baru bisa Anda nikmati bilaAnda terbang menempuh rute London – Sydney dan Sydney – Los Angeles.

Tata ruang (interior) pesawat, dirancang oleh Marc Newson termasuk hiburan layar sentuh LCD, tempat duduk dari kulit, yang menutupi tempat tidur dengan pilihan 1.000 judul video untuk diputar sesuai selera.

Sebagaimana Anda lihat, sepintas, ini mungkin terlihat seperti interior USS Enterprise, kapal induk Amerika Serikat yang kondang itu, tapi itu sebenarnya kabin kelas pertama pada Qantas A380, lengkap dengan suite pribadi dan daerah pusat sosialisasi, ” tulis TechEBlog minggu ini.

Setiap tempat tidur bahkan memiliki lemari untuk menyimpan pakaian – dan piyama untuk tidur pun disediakan. Untuk naik ini, Anda tak perlu berdesakan. Karena dalam kabin, hanya untuk 14 penumpang . Tak ada penjelasan berapa tiket terbang di kamar super mewah dan super nyaman ini.

www.poskota.co.id

Rabu, 21 April 2010

Penambahan Pesawat Warnai Investasi Industri Penerbangan

Penambahan pesawat warnai investasi industri penerbangan. Import pesawat terbang oleh Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air dan Sriwijaya Air. Penambahan jumlah pesawat terbang untuk memaksimalkan pelayanan menjadi sektor investasi yang terbesar dilakukan oleh beberapa maskapai penerbangan dalam beberapa tahun belakangan ini. Ini membuat Indonesia menjadi termasuk sebagai negara pengimpor pesawat terbang dalam jumlah besar. Tapi hal ini belum banyak mempengaruhi industri penerbangan dalam negeri disebabkan harga bahan bakar pesawat terbang (avtur) yang masih terhitung tinggi.
Garuda Indonesia. ZonaAero
Garuda Indonesia
Tambah Pesawat Dominasi Transportasi Udara

Investasi yang masuk di sektor transportasi udara lebih banyak disumbangkan penambahan pesawat oleh maskapai penerbangan nasional selama beberapa tahun belakangan. Ketua Komite Tetap Angkutan Udara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tengku Burhanuddin mengatakan pihaknya mencatat penambahan armada dilakukan antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air dan Sriwijaya Air.

"Bertambahnya investasi dicatat dari penambahan pesawat sedangkan penambahan perusahaan penerbangan belum terjadi," katanya hari ini. Dia menyontohkan Garuda akan mendatangkan sebanyak 24 unit masing-masing 23 jenis Boeing 737-800 NG dan satu Airbus A330-200.

Selain itu, maskapai Lion Air juga akan mendatangkan pesawat Boeing 737-900ER dan Wings Air dengan beberapa ATR 72-500. "Artinya pesawat yang masuk lebih banyak memang terjadi di Indonesia," ungkap Burhanuddin. Menanggapi indikator makro yang bagus, Burhanuddin menyatakan belum banyak berpengaruh bagi industri penerbangan nasional yang lebih banyak dipengaruhi harga bahan bakar (fuel).

Dia menandaskan penguatan rupiah terhadap mata uang dolar AS tidak akan berpengaruh banyak terhadap biaya operasional maskapai jika harga avtur terus naik. "Kalau harga avtur turun dan nilai mata uang dolar AS turun, industri penerbangan baru bisa menikmatinya," ujar Burhanuddin. Selama ini, biaya bahan bakar mendominasi total biaya operasi pesawat. Biaya bahan bakar menguras hampir 35% dari total biaya operasi maskapai pada tahun ini.

web.bisnis.com