Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Batam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2015

Garuda Indonesia Rencanakan Buka Penerbangan Langsung Batam-Korea Selatan

Penerbangan Langsung Batam-Korea Selatan akan diusahakan untuk bisa dioperasikan maskapai Garuda Indonesia. Rencana pembukaan penerbangan langsung ini bertujuan untuk lebih meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari Korea Selatan ke Provinsi Kepulauan Riau. Selama ini wisatawan dari negara tersebut berkunjung ke Kepulauan Riau melalui Singapura.

Garuda Indonesia, Airbus A330-300. ZonaAero
Garuda Indonesia, Airbus A330-300.
Menpar: Garuda Indonesia Berkomitmen Buka Penerbangan Langsung Batam-Korsel.

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia berkomitmen membuka penerbangan langsung dari Batam, Kepulauan Riau ke Korea Selatan untuk menjaring wisatawan dari Negeri Ginseng. "Garuda sudah berkomitmen membuka penerbangan ke Korsel," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam kunjungannya ke Batam, Jumat (13/32015).

Menurut Menpar, potensi kunjungan wisman asal Korsel ke Batam dan Bintan sangat besar, berdasarkan angka kunjungan selama beberapa tahun terakhir. Umumnya, wisatawan asal Korsel datang ke Batam dan Bintan melalui Singapura, karena tidak adanya penerbangan langsung ke Batam. Karenanya, menurut Menpar, bila ada penerbangan langsung Korsel ke Batam dan sebaliknya maka dipercaya akan merangsang jumlah kedatangan wisman.

Arief mengatakan sebenarnya Batam dan daerah lain di Kepri memiliki potensi wisata yang sangat baik, sayang akses langsung ke daerah itu masih terbatas. "Makanya bandara menjadi kebutuhan. Menteri Perhubungan setuju, negara ini terlalu luas. Turis malas jika harus mencapai destinasi harus banyak transit," ujarnya.

Padahal, Bandara Hang Nadim memiliki landasan pacu yang memadai dan mampu didarati pesawat berbadan lebar.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti mengatakan penerbangan langsung dari kota-kota besar di dunia ke Batam amat dibutuhkan untuk menambah akses jalur kedatangan wisman, sehingga jumlah kunjungan turis pun bertambah. Sebenarnya, Pemprov Kepri sudah menyadari peluang wisman asal Korsel sejak lama, namun belum bisa digarap maksimal karena tidak adanya penerbangan langsung.

Menurut Guntur, jika tidak datang melalui Singapura, perusahaan tur dan perjalanan biasanya sengaja menyewa pesawat untuk melayani penerbangan bolak-balik ke Batam.

travel.kompas.com

Kamis, 19 Februari 2015

Malindo Air Tambah Jadwal Penerbangan Batam-Subang (Malaysia)

Maskapai Malindo Air menambah lagi jadwal penerbangan Batam-Subang (Malaysia). Jika sebelumnya penerbangan Batam-Subang (Malaysia) dilayani sebanyak 3 kali seminggu, maka untuk berikutnya Malindo Air melayani penerbangan tersebut sebanyak 7 kali setiap minggu.

Malindo Air. ZonaAero
Malindo Air.
Malindo Air tambah frekuensi penerbangan Batam-Subang.

Maskapai Malindo Air menambah frekuensi penerbangan dari Bandara Internasional Hang Nadim, Indonesia ke Subang, Malaysia, dari tiga kali sepekan menjadi tujuh kali dengan pesawat ATR 72-600 kapasitas 70 penumpang. "Menurut manajemen Lion Group di Batam, permintaan penerbangan ke Subang atau sebaliknya terus meningkat. Sehingga frekuensi penerbangan ditambah menjadi setiap hari mulai beberapa waktu lalu," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Selasa (17/2/2015).

Bandara Internasional Hang Nadim Batam merupakan fasilitas milik BP Batam, bandara tersebut tidak dikelola oleh PT Angkasa Pura layaknya bandara besar lain di Indonesia.

Ia mengatakan, dari Bandara Sultan Abdul Aziz Shah, Subang, Malaysia terbang pukul 11.00 (waktu Batam 10.00 WIB) dan tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam sekitar pukul 11.20 WIB. Pesawat akan kembali terbang dari Batam ke Subang pukul 11.50 WIB. "Awalnya Malindo Air yang mulai melayani Batam-Subang pada Mei 2014 hanya terbang Rabu, Jumat, dan Minggu. Sekarang sudah setiap hari dengan jadwal penerbangan dan pesawat sama," kata dia.

Malindo Air merupakan perusahaan patungan antara Malaysia National Aerospace and Defence Industries (NADI) dengan saham 51 persen dan Lion Air dari Indonesia yang memiliki 49 persen saham. "Tentu ini akan berdampak positif bagi dunia penerbangan di Hang Nadim Batam. Karena bukan hanya rute domestik yang berkembang, namun juga rute internasional," kata Djoko.

Sementara itu Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim, Suwarso mengatakan selain Malindo Air, rute yang sama juga dilayani maskapai anak perusahaan Malaysia Airlines, Firefly dengan pesawat serupa yang terbang empat kali sepekan. Dengan adanya dua maskapai yang menerbangi rute tersebut, kata Suwarso, dapat memberikan pilihan bagi masyarakat yang ingin bepergian ke Malaysia atau sebaliknya. Ia mengatakan, saat ini ada 7 maskapai yang memlayani penerbangan dari Hang Nadim yaitu Lion Air, Wing Air, Malindo Air, Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, Firefly.

www.antaranews.com

Sabtu, 20 Desember 2014

Garuda Indonesia Operasikan Penerbangan Bandung-Batam

Rute penerbangan Bandung-Batam telah secara resmi dilayani maskapai Garuda Indonesia. Peresmian operasional layanan penerbangan Bandung-Batam ini dilakukan oleh VP Domestic Region 2 Garuda Indonesia Nicodemus P. Lampe di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, pada hari Jumat, 19 Desember 2014. Untuk mengoperasikan rute ini, Garuda Indonesia menggunakan pesawat terbang jenis Boeing 737-800NG.

Garuda Indonesia. ZonaAero
Garuda Indonesia.
Diresmikan, Penerbangan Garuda Indonesia Rute Bandung-Batam-Bandung.

Garuda Indonesia meresmikan penerbangan perdana rute Bandung - Batam - Bandung. Pembukaan rute tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan Bandung sebagai potensin kota wisata dan juga memperkuat konektivitastasserta jaringan penerbangan dimestik.

Peresmian dilaksanakan oleh VP Domestic Region 2 Garuda Indonesia Nicodemus P. Lampe bersama Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik, di Wisma Sompil, Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jumat (19/12/2014). "Pembukaan rute penerbangan baru ini merupakan bagian dari kelanjutan program pengembangan jaringan yang dilaksanakan Garuda Indonesia, khususnya wilayah Indonesia bagian barat. Dengan memperluas jaringan penerbangan, kami berkomitmen untuk menduking peningkatan ekonomi, bisnis dan pariwisata di kota-kota yang dihubungkan tersebut," ujar Nicodemus.

Garuda Indonesia melayani rute Bandung-Batam-Bandung setiap hari dengan menggunakan pesawat B737-800NG berkapaaitas 162 penumpang. Penerbangan berangkat dari Bandung pukul 14.50 WIB dan tiba di Batam 16.40 WIB.

Sedangkan penerbangan Batam Bandung, berangkat pukul 17.25 WIB dan tiba di Bandung pada pukul 19.20 WIB. Selain rute Bandung-Batam, Garuda Indonesia pada saat yang sama juga membuka rute Surabaya-Batam dan Surabaya-Manado.

www.pikiran-rakyat.com

Senin, 24 November 2014

Jadwal Penerbangan Malam Bandara Hang Nadim Akan Dilayani Lion Air Dan Citilink

Maskapai Lion Air dan Citilink telah mengajukan permohonan untuk bisa melayani jasa penerbangan pada malam hari di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Kepala Bandara Internasional Hang Nadim mengatakan bahwa bandara yang berlokasi di Batam tersebut memang sudah memiliki fasilitas yang memadai dan mampu untuk melayani penerbangan pada malam hari.

Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. ZonaAero
Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.
Citilink dan Lion Air segera penerbangan malam dari Batam.

Maskapai penerbangan Citilink dan Lion Air segera melakukan penerbangan malam hari dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang kini beroperasi 24 jam. "Dua maskapai tersebut sudah mengajukan proposal untuk terbang malam hari. Saat ini sedang diatur jadwal dan slot malam untuk dua maskapai tersebut," kata Kepala Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suprasetyo, di Batam, Minggu (24/11/2014).

Ia mengatakan, sebenarnya sejak akhir Mei 2014 Bandara Internasional Hang Nadim Batam sudah melayani penerbangan 24 jam meski sifatnya masih percobaan. "Mulai 4 November ini semua sudah ok sehingga memulai operasional 24 secara permanen dan ditanggapi dua maskapai tersebut yang ingin memiliki jadwal terbang malam hari," kata dia.

Ia menerangkan sebelumnya Citilink sudah melayani penerbangan malam hari dari Bali-Batam-Tiongkok atau sebaliknya namun sifatnya masih carter. Namun untuk sementara kontraknya sudah habis. "Mereka kan dikontrak sewa untuk wisatawan Tiongkok yang ingin ke Bali. Untuk saat ini kontrak sudah habis, namun dalam beberapa waktu kedepan akan dilayani lagi," kata Suprasetyo.

Untuk fasilitas, kata dia, Hang Nadim sangat mumpuni untuk melayani penerbangan malam hari untuk domestik maupun internasional. "Letak Hang Nadim sangat strategis untuk melayani penerbangan baik transit maupun langsung ke luar negeri terutama Asia. Landas pacu yang mencapai 4,025 kilometer juga mampu didarati semua jenis pesawat," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengusahaan Batam, Mustofa Widjaja, mengatakan, terus membenahi Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang mulai awal 2015 direncanakan jadi penghubung internasional maskapai Lion Group. "Kami terus berbenah. Ruang tunggu baru, garbarata baru dan fasilitas lain telah dibangun," kata dia.

Mustofa mengatakan terus melakukan pembicaraan dengan pihak Lion Group mengenai rencana dibukanya sejumlah penerbangan Lion Air dan Batik Air dari Batam tersebut. "Pembicaraan terus kami lakukan. Sejauh ini perkembangannya sangat baik. Mudah-mudahan rencana tersebut terealisasi sesuai jadwal," kata Widjaja.

www.antaranews.com

Jumat, 17 Oktober 2014

Gandeng CFM International, Lion Group Optimalkan Pengembangan Bisnis Perawatan Pesawat Di Batam

Lion Group telah menyepakati perjanjian dengan perusahaan CFM International untuk mengoptimalkan pengembangan fasilitas perbaikan dan perawatan pesawat di Batam. Kegiatan perbaikan dan perawatan pesawat terbang atau yang dikenal dengan istilah Maintenace Repair Overhaul (MRO) yang berlokasi di area Bandara Bandara International Hang Nadim Batam tersebut dikelola PT Batam Aero Technic yang merupakan anak perusahaan Lion Group.

Hanggar PT Batam Aero Technic. ZonaAero
Hanggar PT Batam Aero Technic.
Lion Bangun Pusat Reparasi Pesawat Rp 6 Triliun.

Ekspansi bisnis Lion Group kian mekar. Setelah mendapat lampu hijau dari Mahkamah Agung (MA) yang menempatkan perusahaan ini sebagai pengelola Bandara Halim Perdanakusuma, Lion Group mengoptimalkan lini bisnis penunjang, yakni perawatan pesawat atau maintenace repair overhaul (MRO). Maskapai ini baru saja meneken perjanjian dengan CFM International, perusahaan pembuat suku cadang pesawat. Tujuan kerjasama mendukung operasional bengkel perawatan pesawat milik lini bisnis Lion Group yakni PT Batam Aero Technic di Bandara International Hang Nadim Batam.

Dalam satu sampai dua tahun ke depan, bengkel pesawat yang berdiri di lahan seluas 28 hektare ini cuma melayani pesawat Lion Air. "Hanggar baru mampu menampung tiga pesawat tipe narrow body," jelas Edward Sirait, Direktur Umum Lion Air, Rabu (15/10/2014).

Pada pembangunan tahap I sudah diresmikan pengoperasian empat hanggar dengan kapasitas 12 pesawat sekelas Boeing 737 NG awal 2014. Hanggar ini berdiri di atas lahan seluas 4 hektare (ha). Nantinya, Lion Air dan CFM menyiapkan lahan 10 ha untuk fasilitas MRO terpadu Lion Group. Di sana akan dibangun ruang perawatan mesin atau engine shop dengan luas 13.430 meter persegi (m²). Lantas ada landing gear shop, component shop, structure repair shop dan emergency equipment shop. Targetnya ketika selesai pada 2022, dalam sekali pengerjaan hanggar akan mampu menampung 50 pesawat sekaligus. "Setahun bisa 200 engine, yang 100 engine untuk kepentingan Lion Group," kata Edward menyebut kapasitas ruang perawatan anyar ini nantinya.

Fasilitas bengkel pesawat ini dibangun dengan dana besar. "Total investasi Rp 6 triliun," kata Edward.

Selain berasal dari dana internal Grup Lion, dana investasi juga berasal dari mitra asing. Namun, Edward menolak untuk memperinci seperti apa skema kemitraan tersebut dan seberapa besar komposisi pemilikan saham maupun dana investasi pembangunan MRO tersebut.

Dengan adanya MRO di Batam ini, Edward mengklaim Lion Group dan nantinya maskapai penerbangan lainnya bisa menghemat biaya dan waktu pengerjaan. "Bisa hemat biaya maintenance 20% dan hemat waktu satu bulan," tambahnya.

Penghematan ini bisa tejadi karena faktor jarak saja daripada dilakukan di luar negeri sudah dapat menghemat hingga 50% waktu pengerjaan dan pengiriman pesawat untuk perbaikan.

www.tribunnews.com

Selasa, 17 Juni 2014

Penerbangan Batam-Medan Dioperasikan Sriwijaya Air Lagi

Rute penerbangan Batam-Medan sudah dioperasikan lagi oleh maskapai Sriwijaya Air mulai tanggal 1 Juni 2014. Penerbangan Batam-Medan ini dilayani Sriwijaya Air dengan jadwal penerbangan satu kali per hari. Beberapa waktu lalu, Sriwijaya Air sempat menghentikan operasionalnya melayani rute penerbangan ini.

Sriwijaya Air. ZonaAero
Sriwijaya Air.
Sriwijaya Air kembali layani Batam-Medan.

Maskapai Sriwijaya Air yang sempat menutup rute penerbangan Batam-Medan, mulai 1 Juni 2014 kembali menerbangi jalur tersebut satu kali per hari. "Iya, Sriwijaya sudah kembali melayani penerbangan Batam-Medan. Rute tersebut sebelumnya sudah diterbangi, namun sejak beberapa bulan lalu sempat ditinggalkan," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Sabtu.

Berdasarkan jadwal, pesawat berangkat dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam pukul 09.30 WIB dan sampai di Bandara Internasional Kualanamu Medan jam 10.45 WIB. Selanjutnya pesawat akan terbang dari Kualanamu Medan pukul 11.30 WIB dan tiba di Hang Nadim Batam sekitar pukul 12.50 WIB. Sriwijaya melayani penerbangan dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam ke Bandara Kualanamu Medan dengan pesawat Boeing 737-300/400/500 secara bergantian. "Tentu saja Sriwijaya melihat potensi penerbangan jalur tersebut menjanjikan. Sehingga kembali membuka penerbangan yang sempat ditutup," kata dia.

Penerbangan dari Batam ke Medan selama ini juga sudah dilayani oleh Garuda Indonesia satu kali sehari, Lion Air empat kali sehari, dan Citilink dua kali sehari.

Selain membuka penerbangan ke Medan, Sriwijaya sebelumnya juga mengambil alih rute Sky Aviation untuk Batam-Natuna pada pertengahan Maret 2014. Djoko mengatakan, Sriwijaya juga melayani penerbangan dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam ke Bandara Sultan Taha Jambi dan Jakarta masing-masing satu kali sehari. "Sejumlah maskapai lain pada 2014 juga membuka penerbangan baru dari Batam pada 2014," kata Djoko.

Lion Air, kata dia, yang telah menjadikan Batam hub Indonesia barat untuk menghubungkan dengan wilayah tengah dan timur tanpa melalui Batam juga merencanakan penerbangan langsung Batam-Bali dan Papua. "Kami masih menunggu realisainya. Agar target pertumbuhan penerbangan 35 persen pada 2014 bisa tercapai," kata dia.

www.antaranews.com

Selasa, 28 Januari 2014

Penerbangan Dari Batam ke Hongkong, India, Jeddah, China, Dan Thailand Akan Dioperasikan Lion Air

Penerbangan Dari Batam ke Hongkong, India, Jeddah, China, Dan Thailand Akan Dioperasikan Lion Air. Rencana layanan penerbangan internasional Lion Air dari Batam menuju beberapa destinasi di luar negeri tersebut diungkap oleh Presiden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana, pada Senin 27 Januari 2014 lalu di Batam. Selain rute penerbangan internasional, maskapai ini juga akan membuka rute penerbangan domestik dari Batam menuju ke Papua dan Bali.
Lion Air. ZonaAero
Lion Air Berencana Buka Penerbangan Internasional dari Batam

Maskapai penerbangan Lion Air sedang merencanakan untuk mengoperasikan sejumlah rute penerbangan internasional dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam, dan penerbangan domestik baru langsung ke Indonesia Timur. "Kami akan membuka penerbangan internasional dari Batam ke Hongkong, India, Jeddah, China, Thailand dari Batam," kata Presiden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana di Batam, Senin (27/1/2014).

Ia mengatakan, saat ini Bandara Internasional Hang Nadim Batam sudah menjadi penghubung (hub) Lion Air untuk Indonesia Barat yang menghubungkan dengan kawasan Indonesia lain. "Negara-negara tersebut merupakan jalur potensial yang akan segera diterbangi Lion Air dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Kami akan segera mempersiapkan jadwal penerbangan ke tujuan-tujuan tersebut," kata dia.

Untuk rute domestik, kata dia, Lion Air akan membuka penerbangan langsung ke Papua dan Bali setelah sebelumnya membuka penerbangan ke Balikpapan tanpa melalui Jakarta sehingga lebih murah dan cepat. "Saat ini Lion Air sudah memiliki 15 jalur penerbangan domestik dari Batam. Kami akan menambahnya menjadi 20 termasuk ke Papua dan Bali," kata Rusdi.

Untuk mendukung operasional dari Batam, Lion Grup juga membangun fasilitas perawatan dan perbaikan menyeluruh (MRO) di Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang akan dikelola oleh PT Batam Aero Mero Technic. Ketua Badan Pengusahaan (BP) Batam Mustofa Widjaja menyatakan, segera membanguan landas pacu dan ruang tunggu ke dua Bandara Internasional Hang Nadim Batam mengantisipasi lonjakan penerbangan domestik dan internasional. "Ruang tunggu yang ada saat ini sudah melebihi kapasitas. Sementara landas pacu yang ada tidak mungkin mampu melayani lonajakan penerbangan dengan akan dibukannya jalur internasional oleh Lion Air, serta rencana sejumalh perusahaan mendirikan pusat perawatan di Batam," katanya.

Selain Lion Air, kata dia, Sriwijaya Air dan Garuda Maintenance Facility dan perusahaan milik anak sulung BJ Habibie juga berencana membangun fasilitas perawatan pesawat di Batam. Saat ini Bandara Internasional Hang Nadim Batam memiliki satu landas pacu dengan panjang 4,025 kilometer dan ruang tunggu dengan kapsitas 3,8 juta penumpang.

www.beritasatu.com

Sabtu, 18 Januari 2014

Penerbangan Langsung Semarang-Batam Dilayani Lion Air Mulai 17 Januari 2014

Penerbangan Langsung Semarang-Batam Dilayani Lion Air Mulai 17 Januari 2014. Layanan penerbangan langsung pada rute Semarang-Batam tanpa melakukan transit sudah dioperasikan maskapai Lion Air sejak tanggal 17 Januari 2014. Rute ini dilayani dengan menggunakan pesawat Boieng 737 900 ER berkapasitas 175 sampai 215 penumpang.
Lion Air. ZonaAero
Kini Lion Layani Penerbangan Semarang-Batam Tanpa Transit

Mulai 17 Januari 2014 maskapai Lion Air sudah melayani penerbangan langsung Semarang-Batam pulang pergi tiap hari tanpa transit. Pada penerbangan perdana mendapat sambutan luar biasa dari penumpang, baik dari Semarang maupun Kota Batam.

General Affair and Communication Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani, Anom Fitranggono menyatakan penerbangan perdana Lion Air ini menggunakan pesawat Boieng 737 900 ER berkapasitas 175 sampai 215 penumpang. "Lion Air hari ini sudah mulai mengangkut 146 penumpang ke Batam yang terdiri dari 138 penumpang dewasa, 4 anak-anak, dan 4 bayi," ucapnya.

Anom menambahkan, penumpang yang datang dari Batam ada 150 yang terdiri dari 136 penumpang dewasa, 5 anak-anak dan 9 bayi. Maskapai penerbangan yang mulai beroperasi 19 Oktober 1999 ini menambah rute penerbangan Semarang ke Batam setiap hari pukul 12.20 dan penerbangan dari Batam ke Semarang pukul 09.45.

Dengan bertambahnya rute ke Batam maka Lion Air saat ini mempunyai 13 flight dari Bandara Ahmad Yani Semarang, yaitu 9 flight ke Jakarta, 2 flight ke Balikpapan, 1 flight ke Banjarmasin, serta rute baru ke Batam 1 flight.

www.tribunnews.com

Kamis, 21 Maret 2013

Bengkel Perawatan Pesawat Lion Air Di Batam Akan Dioperasikan Tahun 2013

Lion Air telah membangun bengkel perawatan pesawat terbang di Batam yang menempati lahan seluas 16 hektare. Menurut rencana, Lion Air akan mulai mengoperasikan bengkel perawatan pesawat terbang di Batam tersebut pada pertengahan tahun 2013. Selain untuk merawat armada pesawat milik Lion Air, bengkel ini juga akan melakukan perawatan pesawat terbang milik maskapai lain.
Lion Air. ZonaAero
Lion Air
Lion Air Buka Bengkel Pesawat Terbang di Batam

PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) bakal membuka pusat perawatan pesawat terbang di Batam pada pertengahan tahun ini. Menurut Direktur Utama Lion Air, Rusdi Kirana, bengkel pesawat tersebut tidak hanya melayani perawatan untuk 100 pesawat terbang milik perseroan, tapi juga maskapai penerbangan lain baik lokal maupun internasional. Fasilitas ini bakal dibangun di atas lahan seluas 16 hektare. "Namun, 4 hektare yang selesai duluan dan sudah bisa beroperasi pada pertengahan 2013," kata Rusdi di Toulouse, Prancis, Selasa (19/3/2013).

Rusdi menuturkan pengoperasi pusat perawatan pesawat terbang ini dapat membantu menekan biaya operasional Perseroan.

Direktur Lion Air, Erdward Sirait, menjelaskan untuk mendukung pengoperasioan bengkel tersebut, Lion Air menyiapkan 250 orang calon mekanik pesawat terbang yang tersebar di Surabaya. Bandung dan Jakarta. "Mereka ini disekolahkan Lion Air dengan ikatan dinas," tuturnya.

Saat ditanya berapa nilai investasi yang dikucurkan untuk pembangunan proyek tersebut, Edward enggan berkomentar. "Saya belum tahu berapa angka pastinya," jelas dia.

Sebelumnya, Lion Air memborong 234 unit pesawat dari Airbus senilai US$ 24 miliar atau Rp 232 triliun. Pemesanan pesawat yang membuat takjub ini dalam rangka pengembangan usaha perusahaan. Pesawat ini rencananya akan didatangkan mulai Juli 2014 hingga 2026. Pesanan pesawat tersebut terdiri dari dua jenis pesawat Airbus A320 dan A321. "Pengirimannya bertahap, enam unit pertama kami terima pada Juli 2014," jelas Rusdi.

bisnis.liputan6.com

Selasa, 28 Agustus 2012

Untuk Kenyamanan Penumpang Pesawat, Hang Nadim Dukung Penyatuan Airport-Tax Dengan Tiket Pesawat

Bandara Hang Nadim
Bandara Hang Nadim Dukung Penyatuan Airport-Tax

Pengelola Bandara Internasional Hang Nadim Batam mendukung penyatuan tiket dengan airport-tax untuk meningkatkan kenyamanan penumpang pesawat. "Ini sudah diberlakukan pada beberapa negara dan berhasil. Kami akan mendukung jika tujuannya untuk memberikan kenyamanan bagi para pengguna transportasi udara," kata Kabid Komersial Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Dendi Gustinandar di Batam, Senin.

Berbeda dengan bandara lain, Bandara Internasional Hang Nadim Batam dikelola oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pemegang otoritas atas beberapa fasilitas umum seperti pelabuhan dan bandara bukan PT Angkasa Pura. "Kami harus mendukung regulasi tersebut karena bersifat secara nasional. Kami siap dengan segala perubahan itu dan nanti pasti ada mekanismenya," kata dia.

Dendi mengatakan, pihak Bandara Internasional Hang Nadim akan menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat jika sistem ini direalisasikan. "Saat ini kami masih memberlakukan tarif airport tax di Bandara Internasional Hang Nadim sebesar Rp 30.000 untuk penerbangan dalam negeri. Sementara untuk penerbangan internasional sebesar Rp 100.000," kata Dendi.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan pungutan uang layanan penumpang (passanger services charge/PSC) atau lebih dikenal sebagai "airport tax" akan ditiadakan mulai 1 September 2012, yang akan dibebankan dalam tiket pesawat. "Mulai 1 September 'airport tax' diubah. Jadi, nanti jadi satu dengan harga tiket," kata Dahlan.

Penerapan ini akan dimulai oleh PT Garuda Indonesia sebab BUMN aviasi ini sudah memiliki sistem informasi teknologi yang terintegrasi dengan sistem bandara. Selain Garuda Indonesia, Dahlan menyerahkan sepenuhnya penerapan "airport tax" kepada masing-masing maskapai di Indonesia. Langkah ini sebagai awal menuju bandara tingkat internasional, sebab selama ini tidak ada keberanian untuk memasukkan bandara di Indonesia ke dalam sistem ranking internasional.

www.republika.co.id