Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Lion Air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lion Air. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Februari 2015

Garuda Indonesia Dan Lion Air Akan Layani Penerbangan Di Luwu, Sulawesi Selatan

Penerbangan di Luwu, Sulawesi Selatan, akan segera di layani maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air pada tahun 2015. Pelayanan penerbangan di Bandara Lagaligo tersebut akan bisa dilakukan oleh Garuda Indonesia dan Lion Air karena pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp. 30 milyar untuk perbaikan bandara yang berlokasi di kawasan Luwu Raya, Sulawesi Selatan ini.

Garuda Indonesia, ATR 72-600 Explore. ZonaAero
Garuda Indonesia, ATR 72-600 Explore.
Tahun Ini, Pesawat Lion Air dan Garuda Indonesia Mendarat di Luwu.

Kabar gembira untuk masyarakat Luwu Raya. Rencananya tahun ini pesawat Lion air dan Garuda Indonesia, sudah akan mendarat di Bandara Lagaligo, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu, Rudi Dappi, mengatakan rencananya akhir tahun 2015, pesawat Lion Air dan Garuda Indonesia, sudah akan mendarat di Bandara Lagaligo Bua. "Salah satu kendala sehingga Lion Air dan Garuda Indonesia, belum bisa mendarat di Bandara Lagaligo dalam waktu dekat ini karena terkendala landasan yang belum bisa dilalui pesawat dengan 70 sit" ungkap Rudi Dappi, rabu (18/2/2015).

Namun pemerintah pusat telah mengalokasikan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp. 20 M untuk perbaikan Bandara Lagaligo pada tahun 2015.

www.tribunnews.com

Jumat, 06 Februari 2015

Tingkatkan Layanan Penerbangan Umroh, Lion Air Datangkan 3 Pesawat Airbus A330-300

Untuk meningkatkan pelayanan penerbangan Jemaah Umroh, maskapai Lion Air mendatangkan lagi 3 unit pesawat terbang jenis Airbus A330-300. Pesawat yang menggunakan mesin Trent 700 dari Rolls Royce ini dijadwalkan tiba di Indonesia pada akhir tahun 2015.

Airbus A330-300. ZonaAero
Airbus A330-300.
Lion Air Tambah 3 Airbus A330-300 untuk Layani Jemaah Umroh.

Lion Group, melalui anak usahanya PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) menambah armada operasionalnya untuk penerbangan ke Jeddah, Arab Saudi. Lion Air memesan tiga unit pesawat Airbus A330-300 yang menggunakan mesin Trent 700 dari Rolls Royce. "Kami memesan pesawat ini untuk mengantar orang-orang yang akan pergi Umroh. Kami lihat selama ini banyak yang terkendala saat umroh karena harus transit. Maka kami buka langsung rute ke Jeddah," ujar CEO Lion Air, Rudy Lumingkewas, saat penandatanganan pembelian pesawat Airbus, di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten, Rabu (4/2/2015).

Rudi mengatakan, pihaknya menambah pesawatnya untuk menggantikan pesawat lama Boeing 747. "Selain ke Jeddah, A330 akan digunakan untuk penerbangan domestik juga, agar kami bisa memberikan pelayanan yang lebih pada penumpang," tutur pria yang mengenakan jas hitam ini.

Pesawat rencananya akan tiba di Indonesia pada akhir tahun secara bertahap. "Pesawat datang tiga kali mulai Oktober hingga Desember 2015. Akhir tahun sudah mulai bisa dipakai terbang," terang dia.

Penandatanganan kontrak pemesanan dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond, Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, CEO Rolls Royce John Rishton, Dirut Lion Air Rudy Lumingkewas dan pendiri Lion Group Rusdi Kirana.

Saat ini, Lion Grup telah memesan 237 pesawat Airbus yang terdiri dari 60 buah A320neo, 109 buah A300neo dan tiga buah A330-300.

ekonomi.metrotvnews.com

Senin, 24 November 2014

Jadwal Penerbangan Malam Bandara Hang Nadim Akan Dilayani Lion Air Dan Citilink

Maskapai Lion Air dan Citilink telah mengajukan permohonan untuk bisa melayani jasa penerbangan pada malam hari di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Kepala Bandara Internasional Hang Nadim mengatakan bahwa bandara yang berlokasi di Batam tersebut memang sudah memiliki fasilitas yang memadai dan mampu untuk melayani penerbangan pada malam hari.

Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. ZonaAero
Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.
Citilink dan Lion Air segera penerbangan malam dari Batam.

Maskapai penerbangan Citilink dan Lion Air segera melakukan penerbangan malam hari dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang kini beroperasi 24 jam. "Dua maskapai tersebut sudah mengajukan proposal untuk terbang malam hari. Saat ini sedang diatur jadwal dan slot malam untuk dua maskapai tersebut," kata Kepala Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suprasetyo, di Batam, Minggu (24/11/2014).

Ia mengatakan, sebenarnya sejak akhir Mei 2014 Bandara Internasional Hang Nadim Batam sudah melayani penerbangan 24 jam meski sifatnya masih percobaan. "Mulai 4 November ini semua sudah ok sehingga memulai operasional 24 secara permanen dan ditanggapi dua maskapai tersebut yang ingin memiliki jadwal terbang malam hari," kata dia.

Ia menerangkan sebelumnya Citilink sudah melayani penerbangan malam hari dari Bali-Batam-Tiongkok atau sebaliknya namun sifatnya masih carter. Namun untuk sementara kontraknya sudah habis. "Mereka kan dikontrak sewa untuk wisatawan Tiongkok yang ingin ke Bali. Untuk saat ini kontrak sudah habis, namun dalam beberapa waktu kedepan akan dilayani lagi," kata Suprasetyo.

Untuk fasilitas, kata dia, Hang Nadim sangat mumpuni untuk melayani penerbangan malam hari untuk domestik maupun internasional. "Letak Hang Nadim sangat strategis untuk melayani penerbangan baik transit maupun langsung ke luar negeri terutama Asia. Landas pacu yang mencapai 4,025 kilometer juga mampu didarati semua jenis pesawat," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengusahaan Batam, Mustofa Widjaja, mengatakan, terus membenahi Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang mulai awal 2015 direncanakan jadi penghubung internasional maskapai Lion Group. "Kami terus berbenah. Ruang tunggu baru, garbarata baru dan fasilitas lain telah dibangun," kata dia.

Mustofa mengatakan terus melakukan pembicaraan dengan pihak Lion Group mengenai rencana dibukanya sejumlah penerbangan Lion Air dan Batik Air dari Batam tersebut. "Pembicaraan terus kami lakukan. Sejauh ini perkembangannya sangat baik. Mudah-mudahan rencana tersebut terealisasi sesuai jadwal," kata Widjaja.

www.antaranews.com

Minggu, 14 September 2014

Lion Air Berminat Beli Pesawat R-80 Rancangan BJ Habibie

Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana menyampaikan minatnya untuk memesan pesawat Regional 80 atau R-80 yang dirancang mantan Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie. Mengenai hal ini, pihak Lion Air akan menunggu adanya sertifikasi kelayakan udara internasional pesawat itu. Pesawat R-80 direncanakan akan melakukan uji penerbangan perdana paling tidak pada tahun 2018.

Pesawat R-80. ZonaAero
Pesawat R-80.
Lion Air Tertarik Beli Pesawat Rancangan Habibie.

Salah satu maskapai penerbangan swasta di Indonesia, PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) siap memesan pesawat rancangan terbaru dari mantan Presiden RI ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie, yakni pesawat Regional 80 atau R-80. Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana mengatakan, pemesanan akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, namun pihaknya masih menunggu adanya sertifikasi kelayakan udara internasional pesawat itu. "Kalau sudah teruji kelayakannya dan segala macam, tentulah kami sebagai pengusaha Indonesia akan memprioritaskan pemesanan ke perusahaan nasional, karena memang pasti lebih murah," kata Rusdi di Jakarta, Jumat (12/9).

Selain lebih murah, membeli pesawat buatan dalam negeri diakui menambah kebanggaan, karena segala komponen yang dibuat pastinya berasal dari Indonesia. "Kami sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia, dan memesan pesawatnya seperti jenis N-219 sebanyak 50 hingga 100 pesawat," ujarnya.

Sementara itu, pesawat rancangan Habibie rencananya akan mengudara sekitar tahun 2017-2018 di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Pesawat berkapasitas penumpang 80 orang itu dapat dikendalikan secara elektronik. Teknologi terbarunya, yakni baling-baling pada sayap, dapat menentukan angin dingin dan angin panas dari mesin.

Kehadiran pesawat R-80 diharapkan mampu melanjutkan kembali kejayaan nasional, seperti pesawat N-250 yang pernah berjaya pada era 1990-an.

www.beritasatu.com

Kamis, 06 Maret 2014

Rusdi Kirana Mengundurkan Diri Dari Jabatan Direktur Utama Lion Air

Lion Air Ganti Dirut.

Rusdi Kirana telah mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PT Lion Mentari Airlines atau yang lebih populer dengan nama Lion Air terhitung mulai Rabu, 5 Maret 2014 lalu. Sebagai pengganti Rusdi Kirana,.Lion Air secara resmi telah menunjuk Rudy Lumingkewas sebagai direktur utama yang baru.

Rusdi Kirana. ZonaAero
Bagi Lion Air, Lumingkewas bukanlah orang baru. Sebelumnya, Lumingkewas pernah menjabat sebagai General Manager Sales and Marketing Lion Air. Kepada wartawan, Lumingkewas mengaku bersyukur karena dipercaya mengemban tugas sebagai Dirut Lion Air. Ia berkomitmen untuk menjaga load factor atau tingkat keterisian penumpang di atas 90 persen. "Rencana ini sejalan dengan program pemerintah dalam membangun konektivitas antar-daerah," ujar Rudi saat jumpa pers di kantornya, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Rabu (5/3/2014).

Dia juga akan terus berusaha mengembangkan pangsa pasar Lion Air dengan terus melakukan ekspansi rute baru yang potensial. "Untuk kesiapan SDM, kami akan terus berinvestasi dalam pelatihan, sehingga tenaga kerja kami dapat terus tumbuh dan berkembang," pungkasnya.

Rudi Lumingkewas bergabung dengan Lion Air sejak tahun 2001. Kala itu dia dipercaya menjabat sebagai Manajer Distrik Lion Air di Medan. Kemudian di tahun 2012, Rudi dipromosikan menjadi GM Sales dan Marketing Lion Air. Sedangkan Rusdi Kirana yang baru saja mengundurkan diri langsung menduduki jabatan baru sebagai CEO Lion Group. Kendati begitu, Rusdi mengaku akan selalu memantau perkembangan Lion Air lewat penggantinya. "Pak Rudy (Lumingkewas) orang lama di Lion, nanti Rudi tetap akan melaporkan mengenai pengembangan Lion Air seperti yang dilakukan oleh Dirut Wings Air dan Batik Air selama ini," ujar Rusdi.

Menduduki posisi yang lebih tinggi sebagai CEO di Lion Group, Rusdi memastikan diri masih bisa membagi waktu dengan kesibukan barunya sebagai politisi di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Rusdi kini menjadi wakil ketua umum di partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu. "Apapun yang waktu itu saya komit harus tetap komit, tidak hanya di partai," cetusnya.

www.jpnn.com

Kamis, 30 Januari 2014

Lion Air Gunakan Mesin CFM56-5B Untuk Pesawat Airbus A320ceo

Lion Air Gunakan Mesin CFM56-5B Untuk Pesawat Airbus A320ceo. Keputusan Lion Air untuk menggunakan mesin CFM56-5B untuk armada pesawat Airbus A320ceo yang telah dipesannya adalah dengan alasan efisiensi konsumsi bahan bakar. Seperti diketahui bahwa maskapai yang dipimpin oleh Rusdi Kirana ini beberapa waktu lalu telah memesan ratusan unit pesawat terbang bermesin jet kepada pabrikan pesawat Airbus, 60 unit diantaranya adalah tipe A320ceo.
Lion Air. ZonaAero
Demi Efisiensi, Pesawat Lion Air Gunakan Mesin CFM

Lion Group memutuskan menggunakan mesin CFM International CFM56 - 5B di pesawat Airbus A320ceo. Lion Group memiliki 60 pesawat A320ceo yang dibuat oleh Airbus, pesawat yang pertama akan dikirimkan pertengahan tahun. Sebanyak enam dari Pesawat berbadan Kecil Airbus tersebut akan dikirimkan pada tahun 2014 dan ini akan digunakan untuk armada full service Batik Air.

Presiden Direktur Lion Group Rusdi Kirana menginformasikan, Lion Group memilih CFM56 sebagai mesin A320ceo nya karena efisiensi bahan bakar mesin dan biaya siklus mesin yang baik. Lion Group juga bisa melihat beberapa manfaat yang serupa dengan 737-800/900ER nya yang didukung oleh mesin CFM56 - 7. "Operasional yang sangat efisien dan mesin pesawat yang dapat diandalkan adalah salah satu kunci keberhasilan kami," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (29/1/2014).

Rusdi menambahkan, pihaknya memiliki pengalaman yang baik dengan CFM International. Lion Group, kata dia, juga memiliki cadangan suku cadang yang besar untuk mesin CFM56. Meskipun Lion Group telah memilih CFM56 - 5B untuk pesawat A320ceo, namun belum membuat pilihan mesin yang akan digunakan bagi 109 pesawat A320neo dan 65 pesawat A321neos yang sudah dipesan.

Menurut Rusdi, pihaknya sedang mempertimbangkan mesin CFM International Leap dan Pratt and Whitney GTF. Hingga kini belum diputuskan akan menggunakan mesin yang mana. Pasalnya, masih ada beberapa tahun lagi sebelum pesawat A320/A321neo pertama Lion Group dikirim oleh Airbus, sehingga masih memiliki waktu untuk membuat keputusan yang tepat. "Apapun jenis mesin yang kita pilih, tujuan utama kami adalah untuk menjadikan Batam Aero Technic Lion Group menjadi fasilitas perawatan pesawat terpadu kelas dunia untuk pemeliharaan mesin, perbaikan dan overhaul," ujar dia.

Dia mengatakan Batam Aero Technic menyediakan pembuat peralatan asli (OEM) agar dapat menguasai pasar dengan kuat di Asia Tenggara dan khususnya di Indonesia.

www.republika.co.id

Selasa, 28 Januari 2014

Penerbangan Dari Batam ke Hongkong, India, Jeddah, China, Dan Thailand Akan Dioperasikan Lion Air

Penerbangan Dari Batam ke Hongkong, India, Jeddah, China, Dan Thailand Akan Dioperasikan Lion Air. Rencana layanan penerbangan internasional Lion Air dari Batam menuju beberapa destinasi di luar negeri tersebut diungkap oleh Presiden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana, pada Senin 27 Januari 2014 lalu di Batam. Selain rute penerbangan internasional, maskapai ini juga akan membuka rute penerbangan domestik dari Batam menuju ke Papua dan Bali.
Lion Air. ZonaAero
Lion Air Berencana Buka Penerbangan Internasional dari Batam

Maskapai penerbangan Lion Air sedang merencanakan untuk mengoperasikan sejumlah rute penerbangan internasional dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam, dan penerbangan domestik baru langsung ke Indonesia Timur. "Kami akan membuka penerbangan internasional dari Batam ke Hongkong, India, Jeddah, China, Thailand dari Batam," kata Presiden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana di Batam, Senin (27/1/2014).

Ia mengatakan, saat ini Bandara Internasional Hang Nadim Batam sudah menjadi penghubung (hub) Lion Air untuk Indonesia Barat yang menghubungkan dengan kawasan Indonesia lain. "Negara-negara tersebut merupakan jalur potensial yang akan segera diterbangi Lion Air dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Kami akan segera mempersiapkan jadwal penerbangan ke tujuan-tujuan tersebut," kata dia.

Untuk rute domestik, kata dia, Lion Air akan membuka penerbangan langsung ke Papua dan Bali setelah sebelumnya membuka penerbangan ke Balikpapan tanpa melalui Jakarta sehingga lebih murah dan cepat. "Saat ini Lion Air sudah memiliki 15 jalur penerbangan domestik dari Batam. Kami akan menambahnya menjadi 20 termasuk ke Papua dan Bali," kata Rusdi.

Untuk mendukung operasional dari Batam, Lion Grup juga membangun fasilitas perawatan dan perbaikan menyeluruh (MRO) di Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang akan dikelola oleh PT Batam Aero Mero Technic. Ketua Badan Pengusahaan (BP) Batam Mustofa Widjaja menyatakan, segera membanguan landas pacu dan ruang tunggu ke dua Bandara Internasional Hang Nadim Batam mengantisipasi lonjakan penerbangan domestik dan internasional. "Ruang tunggu yang ada saat ini sudah melebihi kapasitas. Sementara landas pacu yang ada tidak mungkin mampu melayani lonajakan penerbangan dengan akan dibukannya jalur internasional oleh Lion Air, serta rencana sejumalh perusahaan mendirikan pusat perawatan di Batam," katanya.

Selain Lion Air, kata dia, Sriwijaya Air dan Garuda Maintenance Facility dan perusahaan milik anak sulung BJ Habibie juga berencana membangun fasilitas perawatan pesawat di Batam. Saat ini Bandara Internasional Hang Nadim Batam memiliki satu landas pacu dengan panjang 4,025 kilometer dan ruang tunggu dengan kapsitas 3,8 juta penumpang.

www.beritasatu.com

Sabtu, 18 Januari 2014

Penerbangan Langsung Semarang-Batam Dilayani Lion Air Mulai 17 Januari 2014

Penerbangan Langsung Semarang-Batam Dilayani Lion Air Mulai 17 Januari 2014. Layanan penerbangan langsung pada rute Semarang-Batam tanpa melakukan transit sudah dioperasikan maskapai Lion Air sejak tanggal 17 Januari 2014. Rute ini dilayani dengan menggunakan pesawat Boieng 737 900 ER berkapasitas 175 sampai 215 penumpang.
Lion Air. ZonaAero
Kini Lion Layani Penerbangan Semarang-Batam Tanpa Transit

Mulai 17 Januari 2014 maskapai Lion Air sudah melayani penerbangan langsung Semarang-Batam pulang pergi tiap hari tanpa transit. Pada penerbangan perdana mendapat sambutan luar biasa dari penumpang, baik dari Semarang maupun Kota Batam.

General Affair and Communication Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani, Anom Fitranggono menyatakan penerbangan perdana Lion Air ini menggunakan pesawat Boieng 737 900 ER berkapasitas 175 sampai 215 penumpang. "Lion Air hari ini sudah mulai mengangkut 146 penumpang ke Batam yang terdiri dari 138 penumpang dewasa, 4 anak-anak, dan 4 bayi," ucapnya.

Anom menambahkan, penumpang yang datang dari Batam ada 150 yang terdiri dari 136 penumpang dewasa, 5 anak-anak dan 9 bayi. Maskapai penerbangan yang mulai beroperasi 19 Oktober 1999 ini menambah rute penerbangan Semarang ke Batam setiap hari pukul 12.20 dan penerbangan dari Batam ke Semarang pukul 09.45.

Dengan bertambahnya rute ke Batam maka Lion Air saat ini mempunyai 13 flight dari Bandara Ahmad Yani Semarang, yaitu 9 flight ke Jakarta, 2 flight ke Balikpapan, 1 flight ke Banjarmasin, serta rute baru ke Batam 1 flight.

www.tribunnews.com

Senin, 09 Desember 2013

Lion Air Akan Operasikan Penerbangan Dari Batam Menuju Kalimantan Dan Sulawesi

ZonaAero, Informasi Penerbangan: Lion Air Akan Operasikan Penerbangan Dari Batam Menuju Kalimantan Dan Sulawesi. Maskapai Lion Air direncanakan akan melayani penerbangan Batam-Balikpapan yang mana rute tersebut akan terhubung dengan beberapa tujuan penerbangan yang berada di kawasan Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi. Menurut jadwal, rangkaian rute penerbangan tersebut akan segera dioperasikan oleh Lion Air pada bulan Desember 2013.
Lion Air. ZonaAero
Lion Air akan buka rute Batam-Sulawesi-Kalimantan

Maskapai penerbangan Lion Air berencana membuka rute penerbangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam ke Balikpapan, Kalimantan Timur, yang akan terhubung dengan beberapa wilayah lain di Kalimantan dan Sulawesi. "Izin dari Kementerian Perhubungan sudah keluar. Namun untuk jadwal terbangnya belum dipastikan, meski pihak Lion mengatakan pada Desember ini," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan Batam, Dwi D Wiwoho, di Batam, Sabtu (7/12/2013).

Bandara Internasional Hang Nadim Batam merupakan bandara yang dikelola BP Batam, bukan PT Angkasa Pura sebagaimana bandara-bandara lain. Mulai Jumat (6/12/2013) Lion Air resmi menjadikan bandara dengan landas pacu sepanjang 4,025 meter itu --terpanjang di Indonesia-- sebagai penghubung Indonesia bagian barat terutama Sumatera ke wilayah Indonesia tengah dan rimur.

Di Batam pula Lion Air menempatkan pusat perawatan dan pemeliharaan armada pesawat terbangnya, yang secara ekspansif keseluruhan akan terdiri dari 408 pesawat terbang (201 Boeing B-737-900 series dan 207 Airbus A-320 series plus beberapa tipe lain). "Dari Balikpapan, nanti penerbangan akan dilanjutkan ke Banjarmasin, Berau, Tarakan, Manado, Palu, Makassar tanpa harus transit di Ssoekarno Hatta Jakarta," kata dia.

Wiwoho mengatakan, pembukaan rute tersebut bertujuan menyingkat waktu penerbangan berujung pada efisiensi-ekonomis, ketimbang jika harus singgah dulu ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Jadi, untuk ke wilayah timur Indonesia, bisa langsung dari Batam. "Tujuan lain untuk mengurangi kepadatan dan kemungkinan penundaan penerbangan bila harus transit di Soekarno-Hatta yang sudah sangat padat," kata dia.

www.antaranews.com

Rabu, 13 November 2013

Lion Air Siapkan Sistem Informasi Penerbangan Nasional

ZonaAero, Informasi Penerbangan: Lion Air Siapkan Sistem Informasi Penerbangan Nasional. Lion Air menyiapkan system informasi penerbangan nasional tersebut agar para penumpang bisa mengetahui ketepatan jadwal penerbangan pada setiap rute penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai ini. Misalnya bakal terjadi delay pada sebuah rute penerbangan secara real time dan disebutkan juga penyebabnya.
Lion Air. ZonaAero
Ingin Penumpangnya Well-informed, Lion Air Siapkan Informasi Penerbangan Nasional

Maskapai Lion Air berusaha untuk memperbaiki sistem informasinya kepada penumpang. Sebuah sistem yang sudah disiapkan adalah informasi penerbangan nasional. "Sistemnya kita punya informasi penerbangan nasional. Jadi apakah nanti ke Semarang akan delay, dia akan tahu," jelas Direktur Umum Lion Edward Sirait di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Senin (11/11/2013).

Edward memberi contoh dengan misalnya penerbangan dari Semarang mengalami keterlambatan. Kemudian, setelah ditelusuri ternyata pesawat tersebut dari Banjar yang sebelum mendarat di Semarang mengalami holding 20 menit. "Berarti delay 20 menit. Ya sudah diumumkan saja. Kita akan beri tahu, buka. Secepatnya (diinformasikan)," kata Edward.

Sistem ini akan dapat dijalankan pada Desember mendatang. Hal ini karena pihaknya masih harus melakukan pelatihan kepada anak buahnya untuk menjalani sistem ini. Dia berharap setelah sistem ini diberlakukan, penumpang bisa menerima setiap informasi dengan kepala dingin. "Kita umumkan delay karena traffic, tapi jangan diumumkan, lalu anak buah gue lu..," katanya sambil tersenyum.

news.detik.com

Selasa, 27 Agustus 2013

Penerbangan Batam-Tapanuli Utara Segera Dilayani Lion Air

ZonaAero, Informasi Penerbangan: Penerbangan Batam-Tapanuli Utara Segera Dilayani Lion Air. Rute penerbangan Batam-Tapanuli Utara akan dioperasikan oleh maskapai Lion Air mulai 6 September 2013 dengan jadwal penerbangan pada hari Rabu, Jumat, dan Minggu. Dengan adanya tambahan layanan penerbangan menuju ke Tapanuli Utara tersebut diharapkan akan makin meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan pariwisata di Danau Toba dan sekitarnya.
Lion Air. ZonaAero
Lion Air Buka Penerbangan Batam-Tapanuli Utara

Lion Air mulai 6 September 2013 membuka rute penerbangan dari Bandara Hang Nadim, Batam ke Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Sumatera Utara (Sumut) karena melihat potensi yang besar di kawasan wisata daerah itu dan sekitarnya. "Jadwal terbang rute Batam-Silangit-Batam itu dilaporkan tiga kali seminggu yakni Rabu, Jumat dan Minggu," kata Bupati Samosir, Mangindar Simbolon di Medan, Minggu (25/8/2013).

Tarif penerbangan yang masing-masing berangkat pukul 08.30 dari Batam dan pukul 10.15 dari Silangit, sebesar Rp 665.000 per tiket. "Penerbangan Lion yang melayani Batam-Silangit itu menambah kegembiraan karena sebelumnya Susi Air sudah beroperasi dari Kualanamu dan sebaliknya dengan harga tiket Rp 500.000," katanya.

Dengan layanan angkutan udara itu diharapkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara ke Sumut khususnya kawasan Tapanuli seperti Danau Toba dan sekitarnya semakin banyak. Bandara Silangit memang berlokasi tidak jauh dari Danau Toba yang berada di tujuh wilayah kabupaten/kota. "Dengan dimulainya penerbangan tanggal 6 September diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke Festival Danau Toba yang digelar 8-14 September 2013," kata Mangindar.

Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut, Solahuddin Nasution mengatakan, terbukanya akses penerbangan memang menjadi salah satu pemicu pengembangan suatu daerah khususnya kawasan wisata. "Untuk semakin menarik kunjungan wisatawan ke Danau Toba memang perlu ada tranpostasi udara yang memangkas waktu tempuh yang cukup lama dengan menggunakan transportasi darat sekitar 4-5 jam," katanya.

Dia menyebutkan, wisatawan asing khususnya asal Malaysia yang masih mendominasi kunjungan wisatawan ke Sumut mengakui keindahan Danau Toba tetapi mengeluhkan lamanya perjalanan dengan kondisi jalan yang kurang memadai. "Memang sudah seharusnya ada penerbangan udara melayani rute Medan-Danau Toba itu," kata Mangindar Simbolon.

travel.kompas.com

Selasa, 13 Agustus 2013

Lion Air Berminat Gunakan 50 Unit Pesawat N 219 PTDI Layani Penerbangan Perintis

ZonaAero, Informasi Penerbangan: Lion Air Berminat Gunakan 50 Unit Pesawat N 219 PTDI Layani Penerbangan Perintis. Rencana Lion Air untuk membeli 50 unit pesawat terbang N 219 buatan PTDI tersebut mendapat sambutan baik dari Menteri BUMN dan PT Dirgantara Indonesia. Sebagai persiapan ke arah itu, Direktur Utama maskapai Lion Air, Rusdi Kirana telah menemui Dahlan Iskan (Menteri BUMN) guna membicarakan rencana pembelian 50 pesawat N 219 tersebut.
N 219 PTDI. ZonaAero
Ini Alasan Lion Air Berniat Beli Pesawat Made In Bandung

Selama ini, maskapai penerbangan nasional Lion Air terkenal memborong pesawat Airbus dan Boeing buatan luar negeri. Namun kali ini, Lion Air berniat mengembangkan produk nasional dengan membeli pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan, pesawat N219 yang tengah dikembangkan oleh PTDI merupakan asli produk buatan Indonesia. "Harapan kami adalah produk domestik akan berkembang dan bermanfaat bagi dunia penerbangan," ujar Edward, Senin (12/8/2013).

Edward belum mau menceritakan lebih panjang soal rencana pembelian ini. Namun rencananya bila pesawat ini jadi dibeli, maka akan digunakan untuk penerbangan perintis yang rencananya akan disasar oleh Lion Air. "Pesawat ini kan kursinya terbatas. Saat ini masih banyak daerah-daerah yang masih harus diterbangi, tapi sarana bandara belum sebesar armada yang kami miliki," jelas Edward.

Sebelumnyai, Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana bertemu Menteri BUMN Dahlan Iskan di kantornya untuk membicarakan niat membeli 50 unit pesawat N219 yang prototype-nya sedang dibuat PTDI. "Kami sepakat mengembangkan PTDI untuk menjadi kebanggaan nasional, beliau (Rusdi) ini kan beli pesawat banyak dari luar negeri, dia ingin ikut kembangkan PTDI dengan membeli pesawat PTDI yang orisinil PTDI, yang betul-betul kebanggan PTDI yang prototype-nya dalam setahun ini jadi, kemudian uji coba dalam 2 tahun jadi, pesawat N219, 19 seat," tutur Dahlan.

Rencananya, ujar Dahlan, Lion Air akan membeli sekitar 50 unit pesawat buatan PTDI yang pabriknya berada di Bandung ini. Namun perundingan pembelian ini masih panjang. "Perundingannya masih panjang. Tidak seperti beli kerupuk," ujar Dahlan.

PTDI, ujar Dahlan, siap untuk memproduksi N219 dalam 2 tahun ke depan. Selain Lion Air, pesawat ini juga akan dipasarkan di luar negeri. Dahlan sudah bertemu dengan Direktur Utama PTDI terkait rencana pembelian oleh Lion Air ini.

finance.detik.com

Minggu, 30 Juni 2013

Lion Air Tingkatkan Frekuensi Penerbangan Ke Pulau Lombok

Informasi Penerbangan: Maskapai Lion Air kini makin meningkatkan frekuensi penerbangan ke Pulau Lombok dari beberapa kota keberangkatan. Beberapa rute yang ditambah lagi jadwalnya oleh Lion Air tersebut adalah pada penerbangan Jakarta-Lombok, Surabaya-Lombok, Yogyakarta-Lombok, dan Bali-Lombok. Penambahan jadwal penerbangan pada rute-rute tersebut adalah untuk makin meningkatkan perkembangan sektor pariwisata di Pulau Lombok.
Lion Air. ZonaAero
Penerbangan Yogya-Lombok Lion Air jadi setiap hari

Lion Air segera melayani rute penerbangan domestik Yogyakarta-Lombok setiap hari. Ini dilakukan sebagai upaya mendukung peningkatan perekonomian nasional. "Seluruh perizinan sudah dikantongi Lion Air, dan akan segera terbang setiap hari untuk rute Yogyakarta-Lombok," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Ridwan Syah, Mataram, Sabtu (29/6/2013).

Ridwan mengatakan Lion Air akan mengoperasikan pesawat jenis Air Bus A330 untuk rute penerbangan Yogyakarta-Lombok. Sejauh ini, Lion Air mengoperasikan pesawat jenis Boeing 737 untuk rute penerbangan ke Lombok, seperti rute Jakarta-Lombok, Surabaya-Lombok, dan Bali-Lombok. Lion Air juga akan meningkatkan frekuensi penerbangan rute Jakarta-Lombok yang semula tiga kali sehari menjadi lima kali. Sementara, rute Surabaya-Lombok bertambah dari tiga kali sehari menjadi empat kali. "Semua itu, berkat jalinan koordinasi yang semakin baik para pihak terkait. Kami juga gencar berkoordinasi dengan Lion Air dan maskapai penerbangan lainnya," ujar Ridwan.

Menurut dia, peningkatan frekuensi dan penambahan rute penerbangan domestik untuk menggenjot kemajuan sektor pariwisata.

PT Angkasa Pura I BIL mencatat jumlah maskapai penerbangan yang beroperasi di wilayah NTB juga bertambah, yakni selama 2009 mencapai delapan unit perusahaan kemudian bertambah menjadi 13 unit perusahaan di 2010 hingga kini. Frekuensi penerbangan domestik maupun internasional yang ditargetkan sebanyak 18 kali per hari pada 2009 telah terealisasi menjadi 27 kali per hari saat ini. BIL melayani penerbangan domestik seperti Garuda Indonesia, Merpati, Lion Air, Wings Air, Adam Air, Trigana Air dan rute internasional dilayani oleh Silk Air dan Air Asia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi NTB H Lalu Gita Aryadi mengatakan, pihaknya makin gencar mempromosikan potensi pariwisata unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta, agar semakin banyak wisatawan yang datang ke Pulau Lombok dan Sumbawa, dari Yogyakarta. Disbudpar beserta Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB terus menjalin koordinasi dengan institusi terkait di Yogyakarta, guna mendapatkan informasi tentang momentum pariwisata.

Duta wisata dan tim promosi pariwisata NTB berupaya memanfaatkan berbagai momentum pariwisata di Yogyakarta untuk memperkenalkan objek-objek wisata yang ada di Pulau Lombok, dan Sumbawa, serta pulau-pulau kecil (gili). "Acara fashion show yang menampilkan adat Sasak (Lombok), Samawa (Sumbawa) dan Mbojo (Bima), wisata kuliner dan even wisata lainnya di Yogyakarta juga diikuti tim promosi pariwisata NTB yang melibatkan putra daerah NTB yang sedang menekuni pendidikan di Yogyakarta," ujarnya.

Program itu disesuaikan dengan rencana pembukaan rute baru penerbangan langsung Lombok-Yogyakarta yang akan direalisasikan maskapai penerbangan Lion Air.

www.merdeka.com

Kamis, 21 Maret 2013

Bengkel Perawatan Pesawat Lion Air Di Batam Akan Dioperasikan Tahun 2013

Lion Air telah membangun bengkel perawatan pesawat terbang di Batam yang menempati lahan seluas 16 hektare. Menurut rencana, Lion Air akan mulai mengoperasikan bengkel perawatan pesawat terbang di Batam tersebut pada pertengahan tahun 2013. Selain untuk merawat armada pesawat milik Lion Air, bengkel ini juga akan melakukan perawatan pesawat terbang milik maskapai lain.
Lion Air. ZonaAero
Lion Air
Lion Air Buka Bengkel Pesawat Terbang di Batam

PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) bakal membuka pusat perawatan pesawat terbang di Batam pada pertengahan tahun ini. Menurut Direktur Utama Lion Air, Rusdi Kirana, bengkel pesawat tersebut tidak hanya melayani perawatan untuk 100 pesawat terbang milik perseroan, tapi juga maskapai penerbangan lain baik lokal maupun internasional. Fasilitas ini bakal dibangun di atas lahan seluas 16 hektare. "Namun, 4 hektare yang selesai duluan dan sudah bisa beroperasi pada pertengahan 2013," kata Rusdi di Toulouse, Prancis, Selasa (19/3/2013).

Rusdi menuturkan pengoperasi pusat perawatan pesawat terbang ini dapat membantu menekan biaya operasional Perseroan.

Direktur Lion Air, Erdward Sirait, menjelaskan untuk mendukung pengoperasioan bengkel tersebut, Lion Air menyiapkan 250 orang calon mekanik pesawat terbang yang tersebar di Surabaya. Bandung dan Jakarta. "Mereka ini disekolahkan Lion Air dengan ikatan dinas," tuturnya.

Saat ditanya berapa nilai investasi yang dikucurkan untuk pembangunan proyek tersebut, Edward enggan berkomentar. "Saya belum tahu berapa angka pastinya," jelas dia.

Sebelumnya, Lion Air memborong 234 unit pesawat dari Airbus senilai US$ 24 miliar atau Rp 232 triliun. Pemesanan pesawat yang membuat takjub ini dalam rangka pengembangan usaha perusahaan. Pesawat ini rencananya akan didatangkan mulai Juli 2014 hingga 2026. Pesanan pesawat tersebut terdiri dari dua jenis pesawat Airbus A320 dan A321. "Pengirimannya bertahap, enam unit pertama kami terima pada Juli 2014," jelas Rusdi.

bisnis.liputan6.com

Rabu, 20 Maret 2013

Beli Ratusan Pesawat Airbus, Rusdi Kirana Disambut Hangat Di Istana Kepresidenan Perancis

Rusdi Kirana, tokoh nomor satu di maskapai Lion Air, menjadi tamu khusus di Istana Kepresidenan Perancis untuk mendatangani pembelian 234 unit pesawat baru buatan Airbus. Acara penandatangan kontrak pembelian pesawat tersebut dihadiri oleh Presiden Perancis. Jumlah angka pembelian pesawat itu cukup menghebohkan karena ini menjadi jumlah terbesar pembelian pesawat dalam sejarah perusahaan Airbus. Terlebih lagi, karena pada dua tahun sebelumnya, Lion Air telah membeli 230 pesawat baru dari Boeing, jumlah yang juga sangat fantastis.
Rusdi Kirana bersama Presiden Perancis (Francois Hollande) dan CEO Airbus (Fabrice Bregier). ZonaAero
Rusdi Kirana bersama Presiden Perancis (Francois Hollande) dan CEO Airbus (Fabrice Bregier)
Rusdi Kirana, Miliarder Pemalu yang Memilih Naik Pesawat Ekonomi

Maskapai penerbangan murah Lion Air kembali membuat kejutan. Setelah mencetak rekor pembelian Boeing dua tahun lalu, maskapai milik Rusdi Kirana ini kembali memborong 234 pesawat baru. Kali ini, perusahaan membeli pesawat dari musuh bebuyutan Boeing, Airbus. Tak hanya itu, Rusdi Kirana yang sengaja terbang ke Prancis untuk pembelian armada ini, mampu menghadirkan Presiden Prancis Francois Hollande guna menyaksikan penandatangan pembelian. Gilanya lagi, Rusdi melakukan semua itu di Istana Kepresidenan Elysee, Paris Prancis.

Selama beberapa tahun ini, sepak terjang Rusdi Kirana memang tengah menjadi sorotan. Tak salah jika nama Rusdi masuk dalam salah satu orang terkaya Indonesia pada 2012. Perjalanan Rusdi menapaki kariernya di bisnis penerbangan sebetulnya tak dirancang dari awal. Di masa remaja, Rusdi hanyalah seorang penjaja mesin tik. Mendapat sambutan hangat dari Presiden Prancis di ruangan yang sebetulnya khusus disediakan bagi para pemimpin negara, miliarder yang pemalu ini tak lantas pingsan dengan gelaran karpet merah yang disediakan. "Saya bersyukur bisa hadir disini, namun saya lebih tertarik pada rumah yang saya bangun untuk para staf dan keluarganya," ujar Rusdi seperti dikutip laman Reuters, Selasa (19/3/2013).

Rumah yang dimaksud adalah Lion Air Village yang kini tengah dibangun Rusdi. Rumah tersebut didesain untuk akomodasi asrama bagi 3.000 orang dan 1.000 rumah kecil di sekitar Bandara Jakarta. Di asrama tersebut, tercatat 10.000 orang termasuk para pegawai Lion Air akan tinggal. Proses pembangunan kini telah selesai 90%. Meski menjadi pencetak rekor pembelian armada pesawat dari dua produsen ternama dunia (Boeing dan Airbus), Rusdi ternyata memilih terbang menggunakan pesawat kelas ekonomi dan lebih banyak berbicara mengenai kehidupannya yang sederhana. "Saya lebih memilih terbang di kelas ekonomi, namun kadang ini membuat produsen menjadi tak nyaman. Saya tidak mau mengecewakan perusahaan pembuatnya," kata Kirana.

Di saat terus mengembangkan bisnisnya ke kancah global, Lion Air harus diakui menghadapi masalah dengan citra perusahaan. Lion Air selama ini terkenal sebagai maskapai dengan jadwal penerbangan yang kerap kali terlambat. Selain itu, Lion Air menghadapi persoalan larangan terbang ke negara Eropa akibat kekhawatiran faktor keselamatan dari maskapai penerbangan nasional. Rusdi mengatakan, penilaian tersebut tak adil. "Langkah ini tak mengubah apapun meski saya membeli pesawat Airbus. Namun saya berharap sesuatu akan terus berjalan," katanya.

bisnis.liputan6.com

Selasa, 19 Maret 2013

Lion Air Borong 234 Unit Pesawat Airbus

Maskapai Lion Air kembali membuat gebrakan dengan membeli 234 unit pesawat terbang Airbus. Menurut Kantor Kepresidenan Perancis, pembelian ratusan pesawat oleh Lion Air dengan nilai US$ 23,8 miliar tersebut adalah yang terbesar sepanjang sejarah Airbus. Sebelumnya, Lion Air juga telah melakukan pembelian 230 unit pesawat buatan Boeing dengan nilai pembelian sebesar US$ 22,4 miliar.
Lion Air, Airbus A320 Neo. ZonaAero
Lion Air, Airbus A320 Neo
Lion Air Catat Rekor dengan Membeli 234 Pesawat Airbus

Maskapai penerbangan Indonesia, Lion Air, memecahkan rekor dengan memesan 234 pesawat jet penumpang dari Airbus. Hal tersebut pun mendapat sambutan gembira dari Prancis. Kantor kepresidenan Prancis, Senin (18/3/2013), mengatakan bahwa perjanjian dengan Lion Air yang bernilai US$23,8 miliar adalah yang terbesar dalam sejarah Airbus.

Lion Air berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan makin besarnya pasar penerbangan di Indonesia. Padahal, pada 1999 maskapai ini didirikan dengan modal satu pesawat. Lion Air saat ini mengoperasikan 92 pesawat. 91 pesawat merupakan buatan Boeing dan satu pesawat buatan McDonnell Douglas. Lion Air melayani 72 tujuan, sebagian besar di Indonesia, selain juga terbang ke Arab Saudi.

Sebelum memesan pesawat jet buatan Airbus, Lion Air membeli 230 Boejing 737 senilai US$22,4 miliar pada 2011. Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, hadir langsung dalam penandatanganan kerja sama dengan Boeing.

Menurut para pengamat, ekspansi Lion Air didukung oleh situasi pasar penerbangan domestik dan regional. "Mereka melihat naiknya permintaan di pasar di dalam negeri. Bila melihat proyeksi pertumbuhan di Indonesia, Lion Air butuh beberapa ratus pesawat, dengan catatan pertumbuhan pasar penerbangan bisa dipertahankan," kata Brendan Sobie dari Pusat Penerbangan Asia Pasifik di Singapura, seperti dikutip kantor berita AFP.

www.metrotvnews.com

Rabu, 06 Maret 2013

Mandala Airlines Dan Lion Air Bersaing Dengan Maskapai Asing Perebutkan Pasar Penerbangan Thailand

Maskapai Mandala Airlines dan Lion Air bersaing dengan setidaknya 22 maskapai dari negara lain untuk melayani penerbangan di negara Thailand. Perkembangan pesat di sektor pariwisata dan posisi geografisnya yang strategis menyebabkan pasar penerbangan di Thailand diincar banyak maskapai penerbangan dari negara lain, termasuk Indonesia yang diwakili oleh Mandala Airlines dan Lion Air.
Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand. ZonaAero
Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand
Maskapai Penerbangan Murah Indonesia Bersaing di Thailand

Dua maskapai penerbangan berbiaya murah asal Indonesia, Mandala Airlines dan Lion Air, bersaing dengan tidak kurang dari 22 maskapai penerbangan berbiaya murah dari negara-negara Asia Tenggara lainnya dalam mengincar pasar penerbangan di Thailand. Kompetisi memperebutkan pasar penerbangan di negara gajah putih ini terbuka setelah dua tahun penerapan Komunitas Ekonomi Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (AEC-ASEAN). Hal ini diungkap oleh laporan The Nation edisi online pada Senin (4/3/2013).

Beberapa maskapai dari negara lain yang menjadi rival bagi Lion Air dan Mandala Airlines diantaranya adalah Thai AirAsia, Nok Air, Orient Thai, Solar Air, Tiger Airways, Jetstar Asia Airways, South East Asia Airlines (SEAir) dan Cebu Pacific Air. "Ketika Komunitas Ekonomi ASEAN itu terbuka, tidak hanya maskapai penerbangan murah yang terbang ke Thailand tetapi juga maskapai-maskapai penerbangan komersial biasa," kata Udom Tantiprasongchai yang menjabat sebagai ketua Dewan Penasehat Orient Thai.

Dikarenakan posisi geografisnya yang strategis, Thailand menjadi pusat bisnis penerbangan di kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu penerbangan dari dan menuju Thailand diincar oleh banyak maskapai penerbangan dari negara lain. Hal ini menyebabkan maskapai penerbangan dari negeri Thailand sendiri harus menghadapi persaingan ketat dengan maskapai asing. "Pasar Thailand mulai sekarang "akan lebih dinamis" dan "para operator akan semakin sulit bertahan di bisnis penerbangan ini terutama mereka yang tidak memiliki dana yang cukup dan pemikiran strategis guna mengimbangi lingkungan bisnis yang berubah cepat", kata Udom.

Komunitas Ekonomi ASEAN merupakan bagian dari keputusan penting para pemimpin ASEAN pada 7 Oktober 2003 dengan lahirnya Bali Concord II. Dokumen tersebut mendasari komitmen kolektif ASEAN membangun komunitas yang didasarkan pada tiga pilar kerja sama, yakni pilar politik dan keamanan, ekonomi, dan sosial budaya. ASEAN beranggotakan Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura,Thailand, Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam.

www.analisadaily.com

Jumat, 15 Februari 2013

Lion Air Berniat Miliki 1.000 Pesawat Untuk Kuasai Penerbangan Domestik Hingga Asia

Dengan rencana untuk memiliki 1.000 unit pesawat, maskapai Lion Air berambisi untuk menguasai penerbangan di Indonesia hingga penerbangan di kawasan Asia. Untuk merealisasikan rencana tersebut, Lion Air telah memesan sejumlah 468 unit pesawat yang diharapkan keseluruhan dari jumlah pesanan tersebut lengkap pengadaannya hingga tahun 2026.
Lion Air. ZonaAero
Lion Air
Lion Air Berambisi Punya 1.000 Pesawat

Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana berniat memiliki 1.000 pesawat. Keinginan tersebut berdasarkan permintaan pasar yang terus tumbuh, dan ambisi untuk menguasai penerbangan dalam negeri hingga Asia.

Rusdi menuturkan, untuk merealisasikan ambisinya, Lion Air telah memesan 468 unit pesawat. Pesawat-pesawat tersebut nantinya didatangkan dari Boeing dan ATR. Pada 2026, semua pesawat diharapkan sudah datang. "Kami masih proses membeli pesawat baru, untuk melakukan pembelian 1.000 pesawat dalam Lion Air Grup," kata Rusdi kepada wartawan di Kawasan Terpadu Lion Air, Balaraja, Tangerang, Banten, Kamis (14/2/2013).

Menurutnya, pertumbuhan penumpang udara di Indonesia setiap tahun terus meningkat. Tahun lalu, Lion Air mengangkut 32 juta penumpang (sekitar 50 persen) dari total jumlah penumpang domestik sebanyak 65 juta penumpang.

Untuk menguasai pasar penerbangan di ASEAN, Rusdi mengaku telah bekerja sama dengan perusahaan Malaysia, untuk mendirikan maskapai di Malaysia bernama Malindo Airways. Maskapai tersebut akan mulai dioperasikan bulan depan. "Kami ingin menjadi domain di ASEAN, bulan depan mulai mengoperasikan Malindo," terangnya.

www.tribunnews.com

Sabtu, 09 Februari 2013

Lion Air Siap Buka Rute Penerbangan Kupang-Darwin dan Adelaide-Denpasar

Lion Air menyatakan siap untuk melayani penerbangan Indonesia-Australia pada rute Kupang-Darwin dan Adelaide-Denpasar. Kesanggupan untuk penanganan layanan rute penerbangan Indonesia-Australia tersebut disampaikan oleh Dirut Lion Air, Rusdi Kirana, pada Kamis 7 Februari 2013 lalu. Dalam hal ini, Lion Air menyanggupi permintaan dari Duta Besar Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat, yang meminta agar maskapai penerbangan nasional tersebut bersedia melayani dua rute penerbangan yang menghubungkan Indonesia dan Australia.
Lion Air. ZonaAero
Lion Air
Diminta Dubes, Lion Air Sanggupi Buka 2 Rute Baru ke Australia

Direktur Utama Lion Air, Rusdi Kirana mengungkapkan maskapai penerbangannya siap untuk membuka dua rute penerbangan baru ke Australia yakni Kupang-Darwin dan Adelaide-Denpasar. "Kami siap membuka dua rute baru ke Australia yakni untuk menerbangi rute Kupang, Indonesia-Darwin, Australia dan rute Adelaide-Denpasar," kata Rusdi dalam keterangan tertulisnya dalam acara penandatanganan Persetujuan Pelayanan Angkutan Udara (Air Service Agreement) Indonesia -Australia, di Gedung Parlemen Australia, Canberra, Australia, Kamis (7/2/2013).

Pembukaan dua rute tersebut juga dikarenakan adanya permintaan dari Duta Besar RI di Australia, Nadjib Riphat. "Pihak Kedutaan Besar Indonesia banyak menerima permintaan penerbangan langsung dari beberapa kota di Australia ke Denpasar, khususnya dari berbagai kalangan di Adelaide, saya melihat ini peluang yang sangat bagus untuk maskapai penerbangan Indonesia" dijelaskan Nadjib Riphat.

Saat ini kapasitas angkut yang sudah digunakan Indonesia sebanyak 12.000 kursi dan pihak Australia sudah menggunakan sebanyak 17.100 kursi/minggu. Rute dan maskapai yang menerbangi Indonesia - Australia adalah PT. Garuda Indonesia Dengan rute Denpasar-Perth, Denpasar-Sidney, Denpasar-Melbourne, Jakarta - Sidney dan Denpasar - Melbourne. Indonesia Air Asia melayani rute Denpasar-Perth. Sementara di pihak Australia melalui maskapai Qantas menerbangi rute Sidney - Jakarta, Qantas code share dengan Jetstar melayani rute Sidney - Denpasar, Melbourne - Denpasar dan Perth - Denpasar. Selanjutnya maskapai Virgin Australia melayani rute Adelaide - Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan dan Menteri Infrastruktur dan Transportasi Australia, Antony Albanese menandatangani Persetujuan Pelayanan Angkutan Udara (Air Service Agreement) Indonesia -Australia dan menandatangi Annex II dari Memorandum of Understanding yaitu Arrangement Between The Minisry of Transportation of the Republic of Indonesia and the Department of Infrastrcture and Transport of Australia on Transport Security Cooperation.

Persetujuan Hubungan Udara Indonesia - Australia merupakan landasan hukum dalam pelaksanaan perjanjian hubungan antara kedua negara yang dituangkan dalam perjanjian teknis yang mengatur secara rinci kapasitas hak angkut, frekuensi dan tipe pesawat maskapai penerbangan masing-masing negara. Persetujuan Pelayanan Angkutan Udara Indonesia pertama kali ditandatangani tanggal 7 Maret 1969. "Telah banyak perkembangan di angkutan udara antara Indonesia dan Australia, jumlah penumpang terus semakin meningkat, oleh karena itu Persetujuan Pelayanan Udara sangat perlu direvisi oleh kedua negara. Saya mengharapkan agar maskapai penerbangan nasional Indonesia memanfaatkan pertumbuhan angkutan udara Indonesia Australia dengan sebaik-baiknya, karena masih banyak permintaan dari beberapa kota di Australia," demikian dijelaskan Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan seusai penandatanganan persetujuan pelayanan angkutan udara.

finance.detik.com

Sabtu, 02 Februari 2013

Jadwal Penerbangan Lion Air Rute Berau Diminta Disusun Ulang

Otoritas Bandara Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur, meminta kepada maskapai Lion Air untuk menyusun kembali jadwal penerbangannya ke Berau. Permintaan re schedule jadwal penerbangan ini membuat tertundanya rencana Lion Air untuk melayani penerbangan dengan rute dari dan menuju Berau tersebut. Sebenarnya Pemkab Berau sejak akhir Januari 2013 lalu sudah menyetujui dan merekomendasikan Lion Air untuk melayani penerbangan di Bandara Kalimarau dengan jadwal dua kali penerbangan setiap hari.
Lion Air. ZonaAero
Lion Air
Lion Air Tertunda Masuk Berau

Seiring dengan berhentinya operasional maskapai Batavia Air di dunia penerbangan, dipastikan akan berdampak kepada pelayanan penerbangan di Berau. Pasalnya, maskapai tersebut adalah maskapai jenis boeing yang pertama kali mendarat di Bandara Kalimarau 2008 silam. Saat ini hanya tinggal tiga maskapai yang melayani rute Berau, yaitu Sriwijaya Air, Trigana Air dan Kalstar Aviations. Sementara maskapai Lion Air yang telah mendapat rekomendasi Bupati Berau Makmur HAPK untuk melayani rute Berau sejak akhir Januari tadi harus menunda operasionalnya. Penundaan tersebut, karena pihak maskapai diminta untuk mengubah jadwal penerbangan ke Berau. Akibatnya, pihak maskapai harus menyusun schedule baru dan kemungkinan besar baru bisa beroperasi pertengahan Februari mendatang. "Kami masih menyusun schedule ulang sesuai slot time (jadwal penerbangan) yang disarankan," jelas Manager Lion Area Kalimantan, Irlan, melalui pesan singkatnya Jumat (1/2/2013) kemarin.

Penyusunan schedule ulang yang berujung kepada penundaan pelayanan operasional tersebut, membuat Bupati Berau Makmur HAPK kecewa. Pasalnya, atas nama pemerintah kabupaten pihaknya telah menyetujui bahkan memberi rekomendasi kepada maskapai yang terkenal dengan harga tiket yang lebih murah itu, untuk membuka rute ke Berau. Bahkan jadwal yang disampaikan pihak maskapai dengan dua kali penerbangan dalam sehari, mulai pukul 06.15 wita, dan berakhir pukul 21.00 Wita juga telah mendapat persetujuan. Namun jadwal penerbangan itu ternyata belum mendapat persetujuan dari pihak otoritas Bandara Kalimarau. "Saya kecewa kenapa hanya karena jadwal penerbangan bisa tertunda, sementara penerbangan ini sangat dibutuhkan, terlebih saat ini ada maskapai penerbangan yang berhenti beroperasi," ungkap Makmur kepada wartawan, Jumat kemarin.

Rencana penerbangan lebih pagi sekitar pukul 06.15 Wita, menurut Makmur tidak ada masalah. terlebih kondisi terminal baru Bandara Kalimarau juga bisa dioperaasikan 24 jam. Jika hanya beralasan tenaga teknis yang bekerja di bandara, dikatakan Makmur sangat tidak profesional. "Penerbangan di Berau ini kan tidak tiap menit. Meskipun ada yang pagi, tapi ada waktu istirahat karena beberapa jam berikutnya baru ada penerbangan lagi. Jadi kalau soal tenaga bukan alasan yang tepat," ungkapnya.

Makmur berharap pihak penyelenggara operasional Bandara Kalimarau dapat bekerjasama dengan pemerintah kabupaten dalam membangun transportasi udara. Kebijakan Pemkab yang telah membangun terminal dan menarik sejumlah maskapai penerbangan melayani rute Berau, dikatakan Makmur sudah maksimal. Namun jika tidak didukung dengan penyelenggara teknis maka tidak akan memberikan hasil memuaskan bagi pelayanan kepada masyarakat. "Ini saya harapkan menjadi pemahaman kita bersama. karena kebijakan kita ini untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," tandasnya.

www.sapos.co.id