Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Garuda Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Garuda Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2015

Garuda Indonesia Rencanakan Buka Penerbangan Langsung Batam-Korea Selatan

Penerbangan Langsung Batam-Korea Selatan akan diusahakan untuk bisa dioperasikan maskapai Garuda Indonesia. Rencana pembukaan penerbangan langsung ini bertujuan untuk lebih meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari Korea Selatan ke Provinsi Kepulauan Riau. Selama ini wisatawan dari negara tersebut berkunjung ke Kepulauan Riau melalui Singapura.

Garuda Indonesia, Airbus A330-300. ZonaAero
Garuda Indonesia, Airbus A330-300.
Menpar: Garuda Indonesia Berkomitmen Buka Penerbangan Langsung Batam-Korsel.

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia berkomitmen membuka penerbangan langsung dari Batam, Kepulauan Riau ke Korea Selatan untuk menjaring wisatawan dari Negeri Ginseng. "Garuda sudah berkomitmen membuka penerbangan ke Korsel," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam kunjungannya ke Batam, Jumat (13/32015).

Menurut Menpar, potensi kunjungan wisman asal Korsel ke Batam dan Bintan sangat besar, berdasarkan angka kunjungan selama beberapa tahun terakhir. Umumnya, wisatawan asal Korsel datang ke Batam dan Bintan melalui Singapura, karena tidak adanya penerbangan langsung ke Batam. Karenanya, menurut Menpar, bila ada penerbangan langsung Korsel ke Batam dan sebaliknya maka dipercaya akan merangsang jumlah kedatangan wisman.

Arief mengatakan sebenarnya Batam dan daerah lain di Kepri memiliki potensi wisata yang sangat baik, sayang akses langsung ke daerah itu masih terbatas. "Makanya bandara menjadi kebutuhan. Menteri Perhubungan setuju, negara ini terlalu luas. Turis malas jika harus mencapai destinasi harus banyak transit," ujarnya.

Padahal, Bandara Hang Nadim memiliki landasan pacu yang memadai dan mampu didarati pesawat berbadan lebar.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti mengatakan penerbangan langsung dari kota-kota besar di dunia ke Batam amat dibutuhkan untuk menambah akses jalur kedatangan wisman, sehingga jumlah kunjungan turis pun bertambah. Sebenarnya, Pemprov Kepri sudah menyadari peluang wisman asal Korsel sejak lama, namun belum bisa digarap maksimal karena tidak adanya penerbangan langsung.

Menurut Guntur, jika tidak datang melalui Singapura, perusahaan tur dan perjalanan biasanya sengaja menyewa pesawat untuk melayani penerbangan bolak-balik ke Batam.

travel.kompas.com

Selasa, 10 Maret 2015

Penerbangan Manado-Bali Dilayani Garuda Indonesia Mulai Akhir Maret 2015

Rute penerbangan langsung Manado-Bali layanan maskapai Garuda Indonesia dijadwalkan beroperasi mulai akhir Maret 2015. Untuk melayani rute penerbangan ini, pihak Garuda Indonesia mengoperasikan pesawat terbang jenis Boeing 737-800 Next Generation yang memiliki kapasitas 162 tempat duduk yang terdiri dari 12 kursi kelas bisnis dan 150 kursi kelas ekonomi.

Garuda Indonesia, Boeing 737-800 Next Generation. ZonaAero
Garuda Indonesia, Boeing 737-800 Next Generation.
Akhir Maret Garuda Indonesia Buka Penerbangan Manado-Bali.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk rencananya pada akhir Maret akan membuka penerbangan Manado-Bali langsung. Hal ini untuk memenuhi pasar di kedua daerah tersebut. "Rencananya pada akhir Maret kami membuka rute penerbangan baru Manado-Bali PP dirrect," ujar General Manager Garuda Indonesia Branch Office Manado Dedy Irawan saat ditemui di kantornya, Senin (9/3/2015).

Irawan menambahkan saat ini pihaknya tinggal menunggu Permit dari Kementerian Perhubungan untuk rute tersebut. Sebab saat ini jika belum keluar Permit dari Kementerian Perhubungan maskapai tidak boleh menjual tiket. "Surat permohonan rute baru, telah kami kirim. Saat ini tinggal menunggu persetujuan saja," katanya.

Pihaknya merasa optimis Kementerian Perhubungan akan menyetujuinya, karena untuk rute Manado-Bali PP langsung belum pernah ada. "Biasanya jika sudah disetujui, dua minggu sebelumnya dari kantor pusat sudah memberitahu," ungkapnya.

Untuk penerbangan tersebut pihaknya menggunakan pesawat Boeing 737 seri 800 Next Generation (NG) dengan kapasitas penumpang 162 tempat duduk. Dari jumlah tersebut 12 untuk kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi. Rencananya rute tersebut akan terbang setiap hari. Dengan pesawat tersebut para penumpang akan mendapatkan kenyamanan dari pesawat tipe terbaru serta dengan fasilitas yang disediakan. Selama perjalanan semua penumpang akan mendapatkan inflight service sesuai dengan standar Garuda Indonesia, yang telah dikenal diseluruh dunia.

Dengan adanya rute baru tersebut Garuda Indonesia membuka pasar baru penerbangan, sebab selama ini belum ada yang pesawat dengan penerbangan dengan rute tersebut. Untuk menunjangnya, nantinya akan dikoneksikan penerbangan dari Ternate dan Sorong serta daerah lainnya. Sehingga penumpang yang ingin pergi ke Bali semakin mudah. Begitu pula dari Bali- Manado PP akan dikoneksikan penumpang dari Hongkong dan Tiongkok yang ingin ke Manado.

Untuk pasarnya rute penerbangan tersebut meskipun tidak terlalu besar, namun di akhir pekan, dipastikan akan ramai. "Dengan adanya penerbangan Manado-Bali PP, Garuda telah membuka 8 rute penerbangan dari Manado," kata Irawan.

www.tribunnews.com

Kamis, 19 Februari 2015

Garuda Indonesia Dan Lion Air Akan Layani Penerbangan Di Luwu, Sulawesi Selatan

Penerbangan di Luwu, Sulawesi Selatan, akan segera di layani maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air pada tahun 2015. Pelayanan penerbangan di Bandara Lagaligo tersebut akan bisa dilakukan oleh Garuda Indonesia dan Lion Air karena pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp. 30 milyar untuk perbaikan bandara yang berlokasi di kawasan Luwu Raya, Sulawesi Selatan ini.

Garuda Indonesia, ATR 72-600 Explore. ZonaAero
Garuda Indonesia, ATR 72-600 Explore.
Tahun Ini, Pesawat Lion Air dan Garuda Indonesia Mendarat di Luwu.

Kabar gembira untuk masyarakat Luwu Raya. Rencananya tahun ini pesawat Lion air dan Garuda Indonesia, sudah akan mendarat di Bandara Lagaligo, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu, Rudi Dappi, mengatakan rencananya akhir tahun 2015, pesawat Lion Air dan Garuda Indonesia, sudah akan mendarat di Bandara Lagaligo Bua. "Salah satu kendala sehingga Lion Air dan Garuda Indonesia, belum bisa mendarat di Bandara Lagaligo dalam waktu dekat ini karena terkendala landasan yang belum bisa dilalui pesawat dengan 70 sit" ungkap Rudi Dappi, rabu (18/2/2015).

Namun pemerintah pusat telah mengalokasikan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp. 20 M untuk perbaikan Bandara Lagaligo pada tahun 2015.

www.tribunnews.com

Selasa, 03 Februari 2015

Rute penerbangan Kuala Namu-Meulaboh Resmi Dilayani Garuda Indonesia

Rute penerbangan Kuala Namu-Meulaboh secara resmi telah dioperasikan maskapai Garuda Indonesia mulai Senin, 2 Februari 2015. Perusahaan penerbangan milik pemerintah ini menggunakan pesawat terbang jenis ATR 72-600 untuk melayani rute baru ini. Penerbangan Kuala Namu-Meulaboh ini dilayani sebanyak 4 kali setiap minggunya, yaitu pada hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu.

Garuda Indonesia, ATR 72-600. ZonaAero
Garuda Indonesia, ATR 72-600.
Garuda Indonesia Buka Rute Kuala Namu-Meulaboh.

Garuda Indonesia pada Senin (2/2/2015) secara resmi melayani rute penerbangan baru Kuala Namu–Nagan Raya (Meulaboh) pp menggunakan pesawat jenis ATR 72-600 terbaru dengan kapasitas sebanyak 70 penumpang (semua kelas ekonomi). Rute baru Kuala Namu–Nagan Raya (Meulaboh) pp tersebut merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia untuk terus memperkuat jaringan penerbangannya di domestik, khususnya memperkuat konektivitas jaringan penerbangan di wilayah barat Indonesia.

Penerbangan baru ini juga sekaligus sebagai bentuk dukungan Garuda Indonesia untuk terus mendukung perkembangan industri pariwisata serta ekonomi nasional melalui penyediaan akses menuju destinasi-destinasi baru, khususnya di Propinsi Nanggroë Aceh Darussalam (NAD).

Penerbangan Kuala Namu–Nagan Raya (Meulaboh) pp dilayani dengan menggunakan GA 7122, berangkat dari Kuala Namu pukul 08.50 WIB dan tiba di Bandara Nagan Raya (Meulaboh) pada pukul 09.50 WIB, dan berangkat kembali dari Nagan Raya (Meulaboh) dengan GA 7123 pada pukul 10.20 WIB dan tiba di Kuala Namu pada pukul 11.25 WIB. Penerbangan ini dilayani sebanyak empat kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu.

Penerbangan ini akan menghubungkan kota-kota di Indonesia (via Kuala Namu) dengan beberapa wilayah di pesisir barat dan selatan Propinsi NAD yang dikenal dengan wilayah yang menghasilkan hasil bumi terkenal dan potensi wisata bahari yang cukup diminati oleh para turis baik turis domestik maupun internasional, salah satunya adalah obyek wisata pantai Suak Ribee dan pantai Lhok Bubon.

Melalui pengoperasian rute Kuala Namu–Nagan Raya (Meulaboh) pp ini, maka saat ini Garuda Indonesia telah mengoperasikan sebanyak 25 penerbangan dari dan ke Propinsi NAD setiap minggunya, melengkapi rute penerbangan Jakarta–Banda Aceh 2 kali sehari dan Medan–Banda Aceh 1 kali sehari.

Selain itu, Garuda Indonesia juga akan melayani penerbangan ke kota-kota lainnya di Propinsi NAD yaitu Kuala Namu-Lhokseumawe mulai tanggal 4 Februari 2015, dan Kuala Namu–Sabang mulai tanggal 6 Februari 2015 mendatang.

Sebelumnya, untuk peningkatan konektivitas di pulau Kalimantan, pada bulan November lalu, Garuda Indonesia juga telah menghubungkan kota-kota Balikpapan-Palangkaraya-Pontianak dan Putussibau dengan ATR72-600, serta Desember 2014 lalu, Garuda Indonesia juga telah menghubungkan Ambon dengan Ternate, Saumlaki dan Langgur di kepulauan Maluku.

industri.bisnis.com

Rabu, 21 Januari 2015

Garuda Indonesia Jajaki Penerbangan Ambon-Sorong

Penerbangan dengan rute Ambon-Sorong kini sedang dijajaki pihak Garuda Indonesia. Pembukaan rute penerbangan Ambon-Sorong ini dijadwalkan akan dimulai pada akhir bulan Maret 2015.

Garuda Indonesia. ZonaAero
Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia Rintis Penerbangan Ambon-Sorong.

Maskapai Garuda Indonesia menjajaki pembukaan rute baru Ambon-Sorong mulai akhir Maret 2015. General Manajer Garuda Indonesia Cabang Ambon Sonny Pongoh saat ini pihaknya tengah memproses pembukaan rute baru Ambon-Sorong ke manajeman Garuda Indonesia pusat. "Untuk dievaluasi apakah rute tersebut layak atau tidak," kata Sonny, Selasa (20/1/2015).

Menurut dia, pihaknya sementara memproses pembukaan rute baru selanjutnya menunggu keputusan manajeman dan Dirjen Perhubungan Udara apakah rute tersebut layak dibuka atau tidak. "Pembukaan rute baru harus berdasarkan usulan kantor perwakilan, kami melihat rute tersebut layak untuk dibuka karena peluang penerbangan ke Indonesia Timur semakin hari mengalami peningkatan terutama untuk tujuan Ambon - Sorong," katanya.

Sonny mengakui, jika hasil evaluasi manajeman dan Dirjen Perhubungan Udara menyatakan rute tersebut layak maka pada akhir Maret akan dibuka. Permintaan tersebut, lanjutnya, akan ditindaklanjuti dengan survei landasan pacu, kondisi bandara yakni bangunan dan fasilitas pendukung seperti listrik, genset, dan x-ray. "Prinsipnya Kota Sorong siap dilayani penerbangan karena seluruh fasilitas pendukung sudah memadai, serta sebelumnya telah diterbangi pesawat Garuda Indonesia," katanya.

Penjajakan rute baru, katanya, direncanakan akan diterbangi tipe CJR 1.000 dengan armada pesawat Boeing 737-500 dengan kapasitas 96 penumpang. "Rute Ambon - Sorong akan diterbangi tipe CJR 1.000, sama dengan rute Ambon - Surabaya. Jadi direncanakan rute baru tersebut akan terkonekting dengan rute Ambon - Surabaya," ujarnya.

Ia menjelaskan penjajakan rute baru dibuka dalam rangka untuk mencoba penetrasi pasar penerbangan wilayah timur. "Kami menilai rute ini cukup menguntungkan sehingga layak untuk dibuka, tetapi semua ini tergantung manajemen pusat karena terkait ijin, dipastikan akhir Februari akan ada keputusan," tandasnya.

Sonny menambahkan penjajakan rute baru itu sekaligus menambah rute-rute yang telah dilayani sebelumnya di kawasan timur.

industri.bisnis.com

Senin, 19 Januari 2015

Garuda Indonesia Layani Penerbangan Beijing-Denpasar

Rute penerbangan Beijing-Denpasar (pp) kini telah dilayani Garuda Indonesia. Maskapai milik pemerintah Indonesia ini mengoperasikan penerbangan Beijing-Denpasar dengan tiga kali penerbangan, yaitu pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu.

Garuda Indonesia. ZonaAero
Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia Tambah Penerbangan Dari Beijing.

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menambah rute penerbangan langsung dari dan ke Beijing dengan membuka jalur penerbangan Beijing-Denpasar pp. untuk meningkatkan kunjungan turis dari China ke Indonesia. Saat ini, dari sekitar 100 juta turis China baru kurang dari 1% yang mengunjungi Indonesia. Asa Perkasa, General Manager Garuda Indonesia di Beijing, mengatakan jumlah wisatawan China yang berkunjung ke luar negeri saat ini sekitar 100 juta per tahun. "Dari jumlah itu kurang dari 1 juta yang berkunjung ke Indonesia, artinya kurang dari 1%," ujarnya kepada wartawan di kantor Garuda Indonesia di Beijing pada Kamis malam (15/1/2015).

Tri Purnajaya, Director for Education, Culture, and Tourisme Division Asean-China Centre, mengatakan jumlah turis China yang berkunjung ke luar negeri merupakan yang terbesar di dunia. Sayangnya, Indonesia kalah dibandingkan negara Asean lain dalam menggaet turis China. Indonesaia, kata Tri, masih kalah dibandingkan Singapura, Malaysia, Thailand. "Indonesia hanya menempati urutan keenam di Asean," tambahnya.

Tri mengatakan sekitar 50% turis ke negara Asean yang berasal dari luar Asean adalah turis dari China. Dia berharap penambahan penerbangan Garuda dari dan ke Beijing bisa meningkatkan kunjungan turis dari China ke Indonesia.

Garuda Indonesia melayani penerbangan Beijing-Denpasar pp sebanyak tiga kali seminggu setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Penerbangan GA 893 berangkat dari Beijing pada pukul 06.30 LT dan tiba di Denpasar pada pukul 13.50 WITA. Sementara itu, GA 892 berangkat dari Denpasar pada pukul 21.45 WITA dan tiba di Beijing keesokan harinya pada pukul 05.00 LT.

Khusus hari Jumat, penerbangan GA 892 dilayani dari Denpasar pada pukul 23.45 WITA dan tiba di Beijing pada pukul 06.30, sementara pada hari Sabtu, GA 893 berangkat dari Beijing pada pukul 08.50 LT dan tiba di Denpasar pada pukul 16.10 WITA.

industri.bisnis.com

Sabtu, 20 Desember 2014

Garuda Indonesia Operasikan Penerbangan Bandung-Batam

Rute penerbangan Bandung-Batam telah secara resmi dilayani maskapai Garuda Indonesia. Peresmian operasional layanan penerbangan Bandung-Batam ini dilakukan oleh VP Domestic Region 2 Garuda Indonesia Nicodemus P. Lampe di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, pada hari Jumat, 19 Desember 2014. Untuk mengoperasikan rute ini, Garuda Indonesia menggunakan pesawat terbang jenis Boeing 737-800NG.

Garuda Indonesia. ZonaAero
Garuda Indonesia.
Diresmikan, Penerbangan Garuda Indonesia Rute Bandung-Batam-Bandung.

Garuda Indonesia meresmikan penerbangan perdana rute Bandung - Batam - Bandung. Pembukaan rute tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan Bandung sebagai potensin kota wisata dan juga memperkuat konektivitastasserta jaringan penerbangan dimestik.

Peresmian dilaksanakan oleh VP Domestic Region 2 Garuda Indonesia Nicodemus P. Lampe bersama Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik, di Wisma Sompil, Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jumat (19/12/2014). "Pembukaan rute penerbangan baru ini merupakan bagian dari kelanjutan program pengembangan jaringan yang dilaksanakan Garuda Indonesia, khususnya wilayah Indonesia bagian barat. Dengan memperluas jaringan penerbangan, kami berkomitmen untuk menduking peningkatan ekonomi, bisnis dan pariwisata di kota-kota yang dihubungkan tersebut," ujar Nicodemus.

Garuda Indonesia melayani rute Bandung-Batam-Bandung setiap hari dengan menggunakan pesawat B737-800NG berkapaaitas 162 penumpang. Penerbangan berangkat dari Bandung pukul 14.50 WIB dan tiba di Batam 16.40 WIB.

Sedangkan penerbangan Batam Bandung, berangkat pukul 17.25 WIB dan tiba di Bandung pada pukul 19.20 WIB. Selain rute Bandung-Batam, Garuda Indonesia pada saat yang sama juga membuka rute Surabaya-Batam dan Surabaya-Manado.

www.pikiran-rakyat.com

Senin, 15 Desember 2014

Garuda Indonesia Raih Predikat Maskapai Bintang Lima Versi Skytrax

Garuda Indonesia telah dikonfirmasi sebagai maskapai bintang lima. Predikat maskapai bintang lima untuk Garuda Indonesia ini berdasarkan penilaian dari Skytrax, perusahaan konsultan penerbangan yang berpusat di Inggris. Beberapa aspek menjadi nilai utama untuk mendapatkan predikat ini, yaitu penyediaan makanan dalam penerbangan, pelayanan tiket, kualitas layanan di darat dan dalam penerbangan, serta keadaan di bandara.

Garuda Indonesia. ZonaAero
Garuda Indonesia.
Maskapai Indonesia Jadi Penerbangan Bintang 5 di Dunia.

Skytrax telah memberikan konfirmasi bahwa maskapai Garuda Indonesia menjadi anggota eksklusif terbaru penerbangan bintang lima di dunia. Skytrax adalah sebuah perusahaan konsultan penerbangan yang berbasis di Inggris yang melakukan berbagai riset tentang maskapai penerbangan, bandara, hiburan pesawat, staf dan elemen penerbangan lainnya. "Ini adalah bentuk pengakuan dari perubahan besar dalam standar kualitas Garuda Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, maskapai ini sudah bekerja keras. Kami mengonfirmasi bahwa Garuda Indonesia sudah memenuhi syarat untuk menjadi maskapai bintang lima," kata Edward Plaisted, CEO Skytrax dalam website resminya, airline quality, Kamis (11/12/2014). "Kami mengonfirmasi bahwa Garuda Indonesia sudah memenuhi syarat untuk menjadi maskapai bintang lima."

Penilaian ini, dikatakan Plaisted, didasarkan pada penilaian 'produk jualan' (termasuk makanan, tiket) serta kualitas layanan di darat dan udara, serta keadaan di bandara. "Kami menyadari bahwa banyak orang menggunakan penerbangan ekonomi, namun ini adalah bagaimana mereka menjaga kualitas dan konsistensi layanannya. Standar-standar inilah yang berkontribusi besar dan mengamankan posisi Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan bintang lima," ujarnya.

Konsistensi produk sebuah maskapai penerbangan dan layanan yang dianggap memenuhi standar Skytrax. Dalam layanan kelas bisnis, Garuda Indonesia menawarkan penggunaan tempat duduk yang lebih lapang dengan ukuran 32-34 inci di kelas ekonomi. Sedangkan di kelas bisnis, maskapai ini menawarkan tempat duduk yang bisa digunakan sebagai tempat tidur. Penumpang juga bisa merasakan pengalaman pertama merasakan menggunakan penerbangan kelas satu dan bisnis dengan pelayanan bintang lima yang diluncurkan untuk seluruh armada Boeing 777-300ER.

Pemberian peringkat bintang lima ini juga dilakukan berdasarkan adanya rencana kepindahan Garuda Indonesia ke rumah barunya. Di tahun 2015 mendatang, Garuda Indonesia akan menempati rumah barunya di terminal tiga bandara Soekarno-Hatta. Hal ini diklaim akan memungkinkan Garuda Indonesia dan Syktrax untuk memberikan pelayanan premium kepada penumpang.

Keberhasilan mendapatkan predikat prestisius ini dianggap sebagai langkah penting bagi Garuda Indonesia. Hal ini merupakan sebuah bentuk pengakuan dunia terhadap transformasi dan peningkatan yang dilakukan maskapai Indonesia ini. "Keberhasilan Garuda Indonesia meraih predikat sebagai maskapai bintang lima ini merupakan wujud dari komitmen serta hasil kerja keras untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna jasa," kata mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

Prestasi ini juga sekaligus merupakan sebuah keberhasilan yang ditorehkan Emirsyah Satar untuk Indonesia selama masa pengabdiannya menjabat sebagai dirut Garuda Indonesia. Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat (12/12/2014), menetapkan M. Arif Wibowo sebagai dirut Garuda Indonesia yang baru menggantikan Emirsyah Satar.

www.cnnindonesia.com

Selasa, 18 November 2014

Garuda Indonesia Buka Penerbangan Dari Ambon Ke Langgur, Saumlaki, Dan Ternate

Garuda Indonesia siap membuka rute penerbangan Ambon-Langgur (pp), Ambon-Saumlaki (pp), dan Ambon-Ternate (pp) mulai 1 Desember 2014. 3 rute penerbangan baru di kawasan Maluku dan Maluku Utara tersebut akan dioperasikan Garuda Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang jenis ATR 72-600 Explore yang memiliki kapasitas hingga 70 penumpang.

Garuda Indonesia, ATR 72-600 Explore. ZonaAero
Garuda Indonesia, ATR 72-600 Explore.
Garuda Indonesia Buka Tiga Rute Baru dari Ambon.

Maskapai Garuda Indonesia tengah bersiap untuk membuka penerbangan baru dengan rute Ambon-Langgur (pp), Ambon-Saumlaki (pp), dan Ambon-Ternate (pp) per 1 Desember 2014. 3 rute penerbangan tersebut berada di Propinsi Kepuluan Maluku dan Maluku Utara. Pembukaan rute baru ini bertujuan memenuhi permintaan para pengguna jasa serta memenuhi target Garuda Indonesia untuk memperkuat jaringan penerbangan domestik serta memperkuat konektivitas antar wilayah kawasan Indonesia Timur untuk mengembangkan perekonomian dan wisata. "Rute-rute penerbangan baru dari Ambon tersebut akan dilayani satu kali per hari dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 Explore dengan kapasitas kursi sebanyak 70 penumpang," kata Vice Precident Corporate Communications Garuda Indonesia, Pujobroto, dalam siaran persnya, Jumat (14/11/2014).

Secara rinci, penerbangan Ambon-Langgur menggunakan pesawat GA 7640 dengan jadwal keberangkatan dari Ambon pada pukul 07.55 WIT dan tiba di Langgur pada pukul 9.20 WIT. Kemudian pesawat akan berangkat kembali dari Langgur dengan GA 7641 pada pukul 09.50 WIT dan akan tiba di Ambon pada pukul 11.15 WIT.

Sementara, penerbangan Ambon-Ternate akan menggunakan pesawat GA 7642 yang berangkat dari Ambon pada pukul 11.45 WIT dan tiba di Ternate pada pukul 13.20 WIT. Kemudian pesawat berangkat kembali dari Ternate dengan GA 7643 pukul 14.05 WIT dan akan tiba di Ambon pada pukul 15.35 WIT.

Sedangkan penerbangan Ambon-Saumlaki dengan GA 7644 akan berangkat dari Ambon pada pukul 16.05 WIT dan tiba di Saumlaki pada pukul 17.35 WIT. Kemudian terbang kembali dari Saumlaki keesokan harinya dengan GA 7645 pada pukul 06.00 WIT dan tiba di Ambon pada pukul 07.25 WIT. "Dengan dibukanya rute-rute baru dari Ambon tersebut, Garuda Indonesia akan melayani penerbangan dari Ambon sebanyak 42 penerbangan setiap minggunya," imbuhnya.

Rute penerbangan yang ada saat ini yaitu Ambon-Jakarta satu kali sehari, Ambon-Makassar satu kali sehari dan Ambon-Surabaya satu kali sehari. Sebelumnya, Garuda Indonesia telah membuka rute baru Balikpapan-Palangkaraya-Pontianak-Putusibau pp dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 Explore.

nasional.republika.co.id

Senin, 03 November 2014

Garuda Indonesia Buka Penerbangan Balikpapan-Palangkaraya-Pontianak-Putusibau

Rute penerbangan yang menghubungkan kota Balikpapan, Palangkaraya, Pontianak, dan Putusibau secara resmi telah dibukan dan dilayani maskapai Garuda Indonesia mulai 1 Nopember 2014. Penerbangan Balikpapan-Palangkaraya-Pontianak-Putusibau tersebut dilayani Garuda Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang penumpang jenis ATR 72-600 Explore yang memiliki kapasitas 70 kursi penumpang.

Garuda Indonesia, ATR 72-600 Explore. ZonaAero
Garuda Indonesia, ATR 72-600 Explore.
Garuda Resmikan Penerbangan Intra Kalimantan.

Garuda Indonesia meresmikan rute Balikpapan-Palangkaraya-Pontianak dan Putusibau pulang pergi, pada Sabtu (1/11/2014). Sebelumnya, pada pertengahan tahun ini, Garuda Indonesia juga telah membuka tiga rute baru dari Balikpapan menuju Berau, Banjarmasin dan Menado. Vice President Corporate Communication Pujobroto menginnformasikan pembukaan rute baru Balikpapan-Palangkaraya-Pontianak-Putusibau pp tersebut dimaksudkan untuk memenuhi harapan para pengguna jasa yang ingin melaksanakan penerbangan intra – Kalimantan secara cepat dan efisien. "Sebelumnya, beberapa kota di Kalimantan, hanya dapat di jangkau melalui Jakarta. Namun setelah Balikpapan menjadi hub Garuda Indonesia di Kalimantan, maka penerbangan intra Kalimantan, penerbangan ke Sulawesi, Papua dan kota – kota Indonesia Timur lainnya menjadi lebih cepat dan efisien," ujarnya, Minggu (2/11/2014).

Pembukaan rute – rute tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari komitmen Garuda untuk terus meningkatkan jaringan penerbangannya di dalam negeri dan meningkatkan konektivitas antarkota di regional. Selain itu, upaya ini juga diharapkan akan mempercepat peningkatan perdagangan dan perekonomian di kawasan melalui kemudahan akses transportasi udara.

Penerbangan Balikpapan- Palangkaraya-Pontianak-Putusibau pp beroperasi setiap harinya menggunakan pesawat ATR 72-600 Explore dengan kapasitas kursi sebanyak 70 kursi kelas ekonomi.

Penerbangan tersebut akan dilayani dengan GA 7522, berangkat dari Balikpapan pada pukul 08.30 WITA, tiba di Palangkaraya pada pukul 08.30 WIB. Kemudian pesawat berangkat dari Palangkaraya dengan GA 7522 pada pukul 09.00 WIB dan tiba di Pontianak pada pukul 10.25 WIB, lalu berangkat menuju Putusibau dengan GA 7524 pukul 10.55 WIB dan tiba di Putusibau pada pukul 11.55 WIB.

Sementara itu, GA 7525 dari Putusibau berangkat pukul 12.25 WIB dan tiba di Pontianak pada pukul 13.30 WIB, kemudian berangkat dari Pontianak pada pukul 14.00 WIB dan tiba di Palangkaraya pukul 15.25 WIB. Dari Palangkaraya pesawat berangkat pukul 15.55 WIB dan tiba di Balikpapan pada pukul 17.55 WITA.

Direktur Strategi, Pengembangan Bisnis dan Manajemen Resiko Garuda Indonesia, Judi Rivajantoro, dalam kesempatan acara pelepasan penerbangan baru tersebut mengatakan bahwa pembukaan rute-rute baru tersebut merupakan bagian dari program ekspansi Garuda Indonesia – khususnya dalam hal pengembangan network. "Keempat kota tersebut merupakan kota-kota yang memiliki potensi ekonomi dan perdagangan yang cukup besar dan terus meningkat, dan tentu saja kota – kota tersebut memerlukan konektifitas yang cukup baik untuk menjamin peningkatan perekonomian ke depan", katanya.

industri.bisnis.com

Jumat, 24 Oktober 2014

Penerbangan Denpasar-Timor Leste Resmi Dilayani Garuda Indonesia Mulai 24 Oktober 2014

Rute penerbangan Denpasar-Timor Leste secara resmi dilayani Garuda Indonesia mulai Jumat, 24 Oktober 2014. Untuk melayani penerbangan Denpasar-Timor Leste, maskapai Garuda Indonesia mengoperasikan pesawat terbang jenis Boeing 373-500. Rute ini merupakan penerbangan pergi pulang (PP).

Garuda Indonesia. ZonaAero
Garuda Indonesia.
Garuda layani penerbangan ke Timor Leste.

PT Garuda Indonesia secara resmi akan membuka kembali rute penerbangan Denpasar-Timor Leste pergi pulang. Kepala Komunikasi Perusahaan PT Garuda Indonesia Pujobroto pada acara "Gala Dinner" di Sanur, Bali, Kamis malam mengatakan pembukaan kembali penerbangan Denpasar -Timor Leste merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia untuk meningkatkan jaringan penerbangan antara Indonesia dan Timor Leste. "Penerbangan tersebut akan dimulai pada Jumat (24/10/2014) dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali menuju Timor Leste dengan pelayanan pergi pulang," katanya.

Ia mengatakan penerbangan tersebut juga dimaksudkan untuk mengakomodir peningkatan permintaan penumpang, sejalan dengan semakin meningkatnya transaksi perekonomian dan perdagangan antara kedua negara.

Pujobroto menjelaskan penerbangan Denpasar-Timor Leste dengan pesawat GA 7300 dilayani setiap hari dengan jadwal keberangkatan dari Denpasar pukul 07.30 Wita dan tiba di Timor Leste pukul 10.20 waktu setempat, kemudian berangkat kembali dari Timor Leste (GA7310) pukul 11.25 waktu setempat dan tiba di Bali pukul 12.15 Wita. Penerbangan Denpasar-Timor Leste pergi pulang tersebut dilayani dengan pesawat B737-500 yang memiliki kapasitas 96 kursi, terdiri dari 12 kursi kelas bisnis dan 84 kursi kelas ekonomi.

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan selain memperkuat jaringan penerbangan Garuda Indonesia, penerbangan Denpasar- Timor Leste juga untuk mendukung peningkatan arus penumpang antara kedua negara. Di samping itu, penerbangan dari Denpasar ke Timor Leste tersebut juga sejalan dengan upaya Garuda Indonesia mendukung program pemerintah dalam meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara. "Timor Leste memiliki ikatan historis yang cukup kuat dengan Garuda Indonesia, dan Garuda pernah terbang ke Dili pada tahun 1990-an," katanya.

Ia menambahkan Garuda Indonesia juga turut berperan dalam pembangunan patung Kristus Raja, yang saat ini menjadi ikon Timor Leste. "Kiranya pembukaan penerbangan rute Denpasar -Timor Leste akan turut membantu meningkatkan hubungan kerja sama di antara kedua negara baik dalam bidang ekonomi, pariwisata, sosial maupun dalam bidang lainnya," kata Emirsyah Satar.

www.antaranews.com

Minggu, 12 Oktober 2014

Operasikan Boeing 737 MAX 8, Garuda Indonesia Remajakan Armada Pesawat

Garuda bakal mengoperasikan sekitar 50 unit pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 untuk meremajakan armada pesawat terbangnya. Pesawat-pesawat Boeing 737 MAX 8 tersebut akan menggantikan armada pesaawat lain yang sudah berusia 12 tahun.

Boeing 737 MAX 8. ZonaAero
Boeing 737 MAX 8.
Garuda Indonesia akan Operasikan Boeing 737 MAX 8.

Dalam rangka menjaga kualitas layanan dan kenyamanan penumpang melalui pengoperasian pesawat berusia rata-rata 5 tahun dan sejalan dengan akan berakhirnya masa sewa sejumlah pesawat jenis narrow body (Boeing 737-800NG) yang telah berusia 12 tahun, maka Garuda Indonesia akan melakukan penggantian pesawat B737-800NG dengan pesawat narrow body tipe terbaru Boeing 737 MAX 8 (B737 MAX 8).

Dalam keterangan tertulisnya, VP Sekretaris Perusahaan Garuda Indonesia Pujobroto menyebutkan, pesawat B737 MAX 8 yang merupakan pengembangan dari B737-800NG memiliki keunggulan teknologi terbaru yang lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar dan biaya operasional serta memiliki tingkat kebisingan dan emisi yang lebih rendah.

Program peremajaan armada tersebut dilakukan melalui penggantian (natural replacement) sebanyak 50 pesawat B737-800NG dengan pesawat B737 MAX 8 sesuai perjanjian yang ditandatangani antara Garuda Indonesia dan Boeing pada bulan September 2014. Pesawat pengganti tersebut akan tiba secara bertahap mulai tahun 2017 hingga 2023 mendatang, sesuai dengan berakhirnya masa sewa pesawat B737-800NG.

Penggantian armada tersebut sejalan dengan program perusahaan untuk mengantisipasi pasar angkutan udara di Indonesia dan regional yang terus meningkat serta menjaga kesinambungan bisnis dan market share Garuda di pasar Full Service Carrier.

Dalam kaitan dengan cukup tingginya permintaan pesawat B737 MAX 8 saat ini, maka Garuda Indonesia perlu melaksanakan perencanaan peremajaan pesawat narrow body, termasuk pengoperasian pesawat B737 MAX 8 tersebut, untuk memenuhi kebutuhan perusahaan ke depan.

www.tribunnews.com

Kamis, 02 Oktober 2014

Garuda Indonesia Pertimbangkan Tambah Jadwal Penerbangan Denpasar-Labuan Bajo-Tambolaka

Rute penerbangan Denpasar-Labuan Bajo-Tambolaka yang dilayani maskapai Garuda Indonesia identik dengan rute penerbangan pariwisata yang makin meningkat jumlah peminatnya. Berkaitan dengan animo pengguna jasa penerbangan pada rute Denpasar-Labuan Bajo-Tambolaka tersebut, pihak Garuda Indonesia kini tengah mempertimbangkan untuk menambah lagi jadwal penerbangan pada rute ini.

Garuda Indonesia, ATR 72-600. ZonaAero
Garuda Indonesia, ATR 72-600.
Layani Wisatawan, Garuda Indonesia Kaji Tambah Penerbangan Bali-Nusa Tenggara Timur.

Garuda Indonesia Bali mengkaji penambahan frekuensi penerbangan dari Denpasar ke wilayah Nusa Tenggara Timur untuk memenuhi tingginya permintaan wisatawan ke daerah itu. General Manager Garuda Indonesia Bali Syamsuddin J S mengatakan jadwal yang akan ditambah adalah Denpasar-Labuan Bajo menjadi tiga kali sehari dari sekarang satu kali sehari, dan membuka rute baru Denpasar-Dili.

Namun, jenis pesawat yang akan digunakan melayani di rute tersebut belum diputuskan, karena masih harus menungu kajian. "Kami lagi melakukan kajian, semua tergantung fasilitas bandara di sana apakah sudah siap atau tidak, karena persyaratan kami ketat," ujarnya, Selasa (30/9/2014).

Saat ini rute penerbangan Denpasar-Labuan Bajo-Tambolaka dilayani satu kali penerbangan per hari, yaitu pukul 06.15, dan dari Tambolaka-Labuan Bajo-Denpasar pukul 09.20. Tipe pesawat yang digunakan adalah ATR 72-600. Setiap hari tingkat keterisian penumpang rute tersebut mencapai 80%.

Menurutnya, banyak permintaan agar Garuda Indonesia melayani penerbangan ke daerah itu tidak hanya satu kali per hari. Bahkan, bila memungkinkan maskapai milik pemerintah ini melayani penerbangan pada malam hari. Pasalnya, wisatawan menginginkan transportasi nyaman dari dan menuju Bali dan Labuan Bajo lebih banyak.

Syamsuddin meyakini jika penambahan frekuensi berhasil dilakukan, tingkat keterisian penumpang akan besar, lantaran besarnya potensi wisata di daerah itu. Selain itu, penambahan itu sejalan dengan upaya maskapai yang melantai di bursa ini menghubungkan kota-kota terpencil di Indonesia. "Permintaan turis yang datang ke Bali harus dilayani, karena mereka kalau hanya di sini saja bisa bosan. Mungkin untuk yang pertama kali cukup hanya di Ubud saja, tetapi kalau sudah sering ya bosan," kata Syamsuddin.

Namun, rencana menambah frekuensi penerbangan ke timur masih terhadang masalah infrastruktur bandara. Fasilitas di bandara Labuan Bajo, dan Tambolaka yang coba didarati oleh maskapai ini belum dilengkapi lampu runway. Alhasil maskapai hanya bisa mendarat pada pukul 07.00-17.00. Sementara, maskapai menginginkan jam penerbangan malam hari dibuka karena penuhnya jam premium.

Sejak empat bulan lalu, upaya permintaan perbaikan infrastruktur bandara sudah diajukan ke pihak terkait, tetapi belum mendapatkan tanggapan. Infrastruktur yang diminta tidak hanya lampu runway melainkan juga fasilitas pendukung untuk keamanan bagi penumpang. "Dari Garuda Indonesia sudah usulkan, karena ini kepentingan bersama, tetapi mungkin ada kendala di anggaran pemerintah daerah dan otoritas bandara," tutur Syamsuddin.

industri.bisnis.com

Minggu, 21 September 2014

Garuda Indonesia Tambah Rute Penerbangan Di Indonesia Timur

Maskapai Garuda Indonesia menambahkan lagi rute penerbangan di wilayah Indonesia Timur dengan membuka rute penerbangan Manado-Sorong-Timika. Selain membuka penerbangan Manado-Sorong-Timika, Garuda Indonesia juga merencanakan untuk membuka rute penerbangan Manado-Sorong-Jayapura.

Garuda Indonesia, Bombardier CRJ1000 NextGen. ZonaAero
Garuda Indonesia, Bombardier CRJ1000 NextGen.
Garuda Tambah Rute Penerbangan: Manado-Sorong-Timika.

Garuda Indonesia kembali menambah rute penerbangan ke wilayah timur Indonesia yaitu Manado-Sorong-Timika. Kota Manado di Sulawesi Utara yang terkenal dengan Bunaken dan Selat Lembeh sebagai surga baharinya, kini sudah terhubung dengan Sorong di Papua Barat yang juga menawarkan beberapa titik menyelam, serta Timika yang merupakan pintu gerbang ke tambang Freeport.

Seperti yang dilansir dari Indonesia.Travel, Selasa (16/9/2014), Rute Manado-Sorong-Timika dioperasikan 3 kali seminggu menggunakan pesawat Bombardier CRJ-1000 NextGen, pesawat dengan kapasitas 84 kelas ekonomi dan 12 kelas bisnis. Rute ini sebelumnya dilayani oleh Merpati Nusantara Airline. Jayapura dibidik karena merupakan memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik, juga sebagai pintu gerbang sejumlah destinasi petualangan di Indonesia. "Jadi, pelaku usaha yang sering melakukan kegiatan bisnis di Timika atau Sorong, tidak perlu lagi transit di Makassar, rute dari Manado lebih cepat," jelas Kepala Cabang Utama PT Garuda Indonesia Manado, Boydike Kusudiarso.

Selain itu, Garuda Indonesia juga berencana membuka rute penerbangan ke Manado-Sorong-Jayapura yang merupakan rute terjauh di kepulauan Indonesia. Hingga sekarang, Garuda Indonesia sudah menjangkau 40 wilayah di Indonesia timur.

Manado sendiri merupakan kota yang sangat dinamis dan berkembang besat secara ekonomi, sehingga layanan penerbangan Jakarta-Manado kini telah ditingkatkan 3 kali sehari, dari sebelumnya hanya sekali sehari. Dari Manado, Garuda juga terbang dua kali sehari ke Makassar, ibukota Sulawesi Selatan dan sekali sehari ke Balikpapan yang merupakan kota minyak di Kalimantan Timur.

lifestyle.liputan6.com

Minggu, 31 Agustus 2014

Tiga Rute Penerbangan Baru Garuda Indonesia Di Sulawesi Dan Nusa Tenggara Barat

Garuda Indonesia mengoperasikan rute penerbangan Makassar–Kolaka (Sulawesi Tenggara) pp, Makassar–BauBau (Sulawesi Tenggara) pp, dan Mataram–Sumbawa Besar pp mulai tanggal 1 September 2014. Tiga rute penerbangan baru tersebut dilayani maskapai milik pemerintah ini dengan menggunakan pesawat terbang turboprop jenis ATR 72-600 dengan kapasitas 70 penumpang.

Garuda Indonesia, ATR 72-600. ZonaAero
Garuda Indonesia, ATR 72-600.
Garuda Indonesia Buka Tiga Rute Baru di Indonesia Timur.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mulai tanggal 1 September 2014 mendatang akan melayani tiga rute baru yang akan beroperasi di wilayah Sulawesi dan Nusa Tenggara. Ketiga rute baru tersebut adalah Makassar–Kolaka (Sulawesi Tenggara) pp, Makassar–BauBau (Sulawesi Tenggara) pp, dan Mataram–Sumbawa Besar pp. Rute-rute baru tersebut dilayani dengan pesawat Garuda Indonesia Explore Turboprop ATR 72-600 dengan kapasitas 70 penumpang. Pembukaan sekaligus tiga rute penerbangan tersebut merupakan bagian dari upaya Garuda Indonesia untuk memperluas jaringan penerbangannya di rute domestik dan untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat khususnya pada jaringan penerbangan di Indonesia bagian Timur.

Penerbangan Makassar–Kolaka (GA 4824) berangkat dari Makassar pukul 09.05 WITA dan tiba di Kolaka pukul 09.55 WITA, dengan penerbangan kembali Kolaka-Makassar (GA 4825) berangkat dari Kolaka pukul 10.25 WITA dan tiba di Makassar pukul 11.15 WITA. Sedangkan penerbangan Makassar–BauBau (GA 4828) berangkat dari Makassar pukul 06.05 WITA, tiba di BauBau pukul 07.00 WITA, dengan penerbangan kembali BauBau-Makassar (GA 4829) berangkat dari BauBau pukul 07.30 WITA dan tiba di Makassar pukul 08.25 WITA. Adapun rute penerbangan Makassar–Kolaka pp dan Makassar BauBau tersebut akan beroperasi sebanyak satu kali perhari (daily flight).

Sementara itu, penerbangan Mataram–Sumbawa Besar (GA 4034) berangkat dari Mataram pukul 13.30 WITA, tiba di Sumbawa Besar pukul 14.10 WITA, dengan penerbangan kembali Sumbawa Besar-Mataram (GA 4035) berangkat dari Sumbawa Besar pukul 14.40 WITA dan tiba di Mataram pukul 08.25 WITA. Adapun rute penerbangan tersebut akan beroperasi sebanyak 4 kali seminggu.

Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia Erik Meijer mengatakan bahwa pembukaan rute-rute baru itu merupakan bagian dari kelanjutan program ekspansi jaringan yang dilaksanakan Garuda Indonesia. "Pembukaan rute-rute yang dilakukan Garuda secara berkelanjutan merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung perkembangan perekonomian nasional melalui peningkatan konektivitas antar daerah," kata Erik dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/8/2014).

Selain itu, Garuda Indonesia mulai tanggal 1 September 2014 juga akan menambah frekuensi penerbangan Makassar – Luwuk pp dari 1 kali per hari menjadi 2 kali per hari. Penambahan frekuensi tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat, khususnya untuk rute penerbangan Makassar - Luwuk.

Selain pembukaan rute baru dan menambah frekuensi penerbangan, Garuda Indonesia pada tanggal 26 Agustus 2014, melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama komersial dengan maskapai penerbangan Timor Leste, Air Timor SA, di Dili Timor Leste. Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Direktur Air Timor Belchior Francisco Bento Alves Pereira, serta disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao.

Penandatanganan kerjasama komersial tersebut dilaksanakan berkaitan dengan rencana pengoperasian layanan penerbangan reguler dari Indonesia menuju Timor Leste, dan sebaliknya, dengan rute penerbangan Denpasar-Dili (pp) mulai Oktober 2014 mendatang.

Penerbangan tersebut akan dilayani sebanyak satu kali setiap harinya dengan pesawat Boeing 737-500 berkapasitas 96 penumpang, terdiri dari 12 kursi penumpang Business Class dan 84 kursi penumpang economy class..

ekonomi.metrotvnews.com

Kamis, 28 Agustus 2014

Garuda Indonesia Dan Sriwijaya Air Bersedia Layani Penerbangan Davao-Manado-Raja Ampat

Penerbangan internasional dengan rute Davao-Manado-Raja Ampat kini sedang disiapkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Berkaitan dengan akan dibukanya rute penerbangan Davao-Manado-Raja Ampat ini, maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air sudah menyatakan kesediaannya untuk melayani rute penerbangan tersebut.

Raja Ampat, Papua Barat. ZonaAero
Raja Ampat, Papua Barat.
Kemenhub akan Beri Izin Rute Davao-Manado-Raja Ampat.

Kementerian Perhubungan sedang menyiapkan penerbangan Davao (Filipina)-Manado-Raja Ampat (Papua Barat) untuk mendukung sektor pariwisata di Indonesia Timur.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan rute penerbangan pendukung dinilai sudah siap untuk merealisasikan rencana tersebut.

Menurut putra asli Sulawesi Utara (Sulut) ini, saat ini telah tersedia rute penerbangan Manado-Manokwari via Makassar melalui maskapai penerbangan Garuda Indonesia. "Persiapannya sedang dilakukan, karena rute yang mendukungnya sudah ada, maka ini tinggal disiapkan," kata Mangindaan di Manado, Selasa (26/8/2014).

Begitu juga Davao, Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia sudah menyatakan kesediaannya untuk menerbangi destinasi wisata tarian telanjang (striptease) dan sabung ayam di Filipina itu.

Menurut Mangindaan, hal itu menyangkut pengembangan kepariwisataan di Indonesia Timur, di mana di dalamnya sudah termasuk mengangkut turis, maka akan segera dibuka dalam waktu dekat. "Bukan hanya Garuda, tetapi juga Sriwijaya Air sudah menyatakan kesediaan. Jadi, dalam beberapa hari ke depan izinnya akan saya tandatangani," katanya.

industri.bisnis.com

Senin, 25 Agustus 2014

Garuda Indonesia Buka Penerbangan Dari Semarang Ke Balikpapan Dan Bandung

Layanan penerbangan Semarang-Bandung dan Semarang-Balikpapan bakal dioperasikan maskapai Garuda Indonesia mulai akhir tahun 2014. Garuda Indonesia mengharapkan tingkat okupansi penumpang pada dua rute penerbangan yang akan dibuka tersebut bisa mencapai angka 85% hingga 90%

Garuda Indonesia. ZonaAero
Garuda Indonesia.
Akhir Tahun, Garuda Indonesia Layani Rute Semarang-Bandung dan Balikpapan.

PT Garuda Indonesia (Persero) bakal mengembangkan rute baru Semarang-Bandung dan Semarang-Balikpapan yang bakal beroperasi pada akhir tahun ini. Manajer Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia cabang Semarang Herri Darmawan mengatakan penambahan rute Semarang-Bandung karena melihat okupansi di kota tersebut cukup tinggi. Dengan dibukanya rute baru tersebut, pihaknya menargetkan tingkat okupansi penumpang dari Semarang ke Bandung 85%-90%. "Kami telah melakukan kajian dan feasibility study (FS) jauh hari sebelumnya," kata Herri, Kamis (21/8/2014).

Menurutnya, segmen pasar yang dibidik Garuda Indonesia yakni akademisi, sosialita dan kalangan pebisnis. Herri mengatakan adanya rute Garuda Indonesia menjadi barometer pertumbuhan ekonomi di suatu daerah tersebut telah maju. Maka, pihaknya tidak khawatir terhadap para pesaing yang akan meniru langkah Garuda Indonesia membuka rute ke Bandung. Untuk meningkatkan jumlah okupansi, maskapai penerbangan milik pemerintah itu akan menggandeng mitra kerja agar lebih bisa mempromosikan destinasi yang ada di Jawa Tengah. "Jawa Tengah salah satunya Semarang ini memiliki potensi yang luar biasa, tidak hanya untuk mice tetapi juga wisatanya, Pemerintah daerah melalui walikota juga mendukung pembukaan rute ini," kata dia.

Garuda Indonesia kedatangan 27 armada baru belum lama ini dan rencananya pesawat-pesawat tersebut akan dikembangkan dan untuk menambah rute. Terkait kondisi tersebut Garuda Indonesia akan melakukan evaluasi sampai akhir tahun 2014 selanjutnya akan dikaji rute mana yang layak dibuka. Selain rute ke Bandung, Herri mengharapkan rute penerbangan Semarang-Balikpapan bisa terlaksana Desember tahun ini. Sama halnya dengan Bandung, target okupansi untuk wilayah ini yakni 90%.

Untuk rute Balikpapan, segmen pasar yang dibidik adalah kalangan professional dan tenaga kerja. Pasalnya, kata dia, tidak sedikit tenaga kerja dari Semarang bekerja di Balikpapan. Bahkan, kata dia, sejumlah perusahaan di Balikpapan telah menjalin mitra dengan Garuda Indonesia. "Balikpapan itu dikenal dengan kota pertambangan. Jadi perekonomian di sana tumbuh cukup bagus. Kami menangkap pasar bahwa ternyata jumlah tenaga kerja mayoritas dari Jawa Tengah," terangnya.

industri.bisnis.com

Rabu, 20 Agustus 2014

Garuda Indonesia Tambah Penerbangan Makassar-Biak

Maskapai Garuda Indonesia berencana untuk meningkatkan frekuseni penerbangan pada rute Makassar-Biak. Rencana penambahan penerbangan pada rute yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Selatan dan Papua ini dijajaki setelah penandatanganan kerjasama antara Garuda Indonesia dan PT Belibis Papua Mandiri.

Garuda Indonesia. ZonaAero
Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia Akan Tambah Penerbangan ke Biak.

Vice President Region IV Garuda Indonesia, Rosyinah Manaf mengemukakan niatnya untuk melakukan penambahan frekuensi penerbangan ke Biak. Hal tersebut dikatakan Rosyinah disela-sela penandatanganan MOU kerjasama transportasi laut Garuda Indonesia bersama PT Belibis Papua Mandiri di Kantor Garuda Indonesia, Jl Slamet Riyadi, Senin (18/8/2014). Kata Rosyinah, jika penumpang terus bertambah ke Biak dengan penambahan fasilitas yang diberikan Garuda Indonesia, bukan tidak mungkin akan ditambah satu kali flight (penerbangan) lagi.

Dari Makassar ke Biak selama ini masih dilayani dengan jadwal satu kali sehari pada pukul 1.00 Wita dan tiba di Biak pukul 05.00 Wit dengan pesawat 737-800 berkapasitas 162 seat. General Manager Garuda Indonesia Branch Office Biak, I Wayan Supatrayasa menambahkan, load factor Garuda Indonesia dari Makassar ke Biak rata-rata 85 persen. "Bukan tidak mungkin kita akan melakukan penambahan jika penumpang terus bertambah," katanya.

Sekadar diketahui, Garuda Indonesia baru saja melakukan penandatanganan MOU bersama salah satu perusahaan transportasi laut penyedia kapal express PT Belibis Papu Mandiri. Dalam kerjasama tersebut Garuda Indonesia akan memberikan kenyamanan kepada penumpang yang ingin melakukan perjalanan lanjutan dari Biak ke Serui dan Warepong menggunakan kapal cepat berkapasitas 268 penumpang. Kapal express ini hadir dengan fasilitas berkelas mulai dari tempat duduk hingga kenyamanan di atas kapal dan beroperasi tiga kali seminggu yakni Senin, Rabu, dan Jumat pada pukul 11.00 Wita.

Kerjasama ini menurut Wayan sangat potensial karena penumpang memiliki pilihan untuk melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi laut dengan fasilitas yang mumpuni.

www.tribunnews.com

Jumat, 15 Agustus 2014

Promo Tiket Pesawat Garuda Indonesia Rute Penerbangan Manado-Jakarta

Harga tiket pesawat Garuda Indonesia untuk rute penerbangan Manado-Jakarta ditawarkan dengan harga Rp 1.140.000. Harga tiket pesawat tersebut sudah termasuk biaya Airport Tax. Menurut pihak Garuda Indonesia, harga tiket pesawat penerbangan Manado-Jakarta tersebut akan berlaku selama bulan Agustus 2014.

Garuda Indonesia. ZonaAero
Garuda Indonesia.
Mau Tiket Murah Garuda Manado-Jakarta? Simak Info Ini!.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. memberikan harga promo tiket pesawat murah kepada calon penumpang yang menerbangi rute Manado-Jakarta atau sebaliknya sepanjang Agustus 2014. General Manager Garuda Indonesia Branch Manado, Boydike Kussudiarso, menuturkan rute tersebut ditawarkan dengan harga promo Rp1,14 juta, termasuk pajak bandara (airport tax). "Harga tiket tersebut sudah termasuk airport tax dan akan berlaku selama bulan ini," ujarnya, Kamis (14/8/2014).

Menurutnya, maskapai penerbangan pelat merah itu akan terus memberikan pelayanan yang terbaik sehingga pelanggan menikmati kenyamanan penerbangan bersama maskapai terbaik dengan harga yang sangat terjangkau. "Hal ini akan mengubah anggapan masyarakat bahwa harga tiket Garuda Indonesia sangat mahal, padahal sebenarnya tidak," jelasnya.

Dia menegaskan Garuda Indonesia memiliki komitmen tinggi terhadap kenyamanan dan keselamatan (service and safety) di tengah persaingan dan persepsi 'mahal' tersebut. "Memang mahal, tapi mahal di sini bukan berbicara profit melainkan mengikuti sebuah value. Cost tinggi karena di belakangnya ada value dan sebuah investasi yang besar," jelasnya.

industri.bisnis.com

Rabu, 13 Agustus 2014

Penerbangan Jakarta-Kuala Lumpur Pesawat Garuda Indonesia Menjadi 3 Kali Sehari

Frekuensi penerbangan Jakarta-Kuala Lumpur (Malaysia) yang dilayani maskapai Garuda Indonesia telah ditambah lagi mulai hari Senin, 11 Agustus 2014. Sebelum frekuensi penerbangan ini ditambah, Garuda Indonesia melayani penerbangan Jakarta-Kuala Lumpur dengan 2 kali penerbangan PP. Kini rute penerbangan tersebut dilayani sebanyak 3 kali penerbangan (PP).

Garuda Indonesia. ZonaAero
Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia Tambah Frekuensi Penerbangan ke Kuala Lumpur.

Maskapai plat merah Indonesia, PT Garuda Indonesia Airlines (Persero) Tbk telah resmi menambah frekuensi penerbangannya ke Kuala Lumpur, Malaysia sejak Senin 11 Agustus 2014.

Dengan adanya penambahan frekuensi penerbangan ini, maka Garuda memiliki total penerbangan 3 kali sehari dari Jakarta ke Kuala Lumpur dari sebelumnya hanya 2 kali dalam satu hari. "Penambahan frekuensi tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat, serta upaya untuk memperkuat pasar internasional, khususnya ke Malaysia," kata Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Garuda Indonesia Tbk, Erik Meijer dalam keterangannya, Selasa (12/8/2014).

Penerbangan tambahan tersebut, GA-816, berangkat dari Jakarta pada pukul 13.55 WIB, dan tiba di Kuala Lumpur pada pukul 17.00 LT. Penerbangan Kuala Lumpur – Jakarta (GA 817), berangkat dari Kuala Lumpur pada pukul 18.00 LT, dan tiba di Jakarta pada pukul 19.10 WIB.

Penerbangan Jakarta – Kuala Lumpur pp dilayani Garuda Indonesia dengan pesawat Boeing 737-800 NG berkapasitas 156 penumpang yang terdiri dari 12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi. "Pada 2013 lalu, jumlah penumpang antara Jakarta – Kuala Lumpur mencapai 1,9 juta penumpang, dan tahun ini meningkat menjadi sebesar tiga persen hingga 2,025 juta penumpang," kata Erik.

Penambahan frekuensi tersebut juga akan memberikan pilihan dan kenyamanan lebih bagi para pengguna jasa melalui pilihan jadwal penerbangan yang semakin lengkap. "Selain melayani penerbangan ke Kuala Lumpur sebanyak 3 (tiga) kali setiap hari, Garuda Indonesia melayani penerbangan Jakarta – Singapura pp sebanyak 9 (sembilan) kali setiap hari, dan Jakarta – Bangkok pp sebanyak 3 (tiga) kali setiap hari," tambah Erik.

Dengan penambahan penerbangan tersebut, jadwal rute penerbangan Garuda Indonesia untuk rute Jakarta – Kuala Lumpur pp adalah sebagai berikut :

1. Jakarta – Kuala Lumpur (GA 820) :
08.45 WIB - 11.50 LT
Kuala Lumpur - Jakarta (GA 821)
12.50 LT - 13.55 WIB

2. Jakarta – Kuala Lumpur (GA 816)
13.55 WIB - 17.10 LT
Kuala Lumpur - Jakarta (GA 817)
18.00 LT-19.10 WIB

3.Jakarta – Kuala Lumpur (GA 818)
17.50 WIB-20.10 LT
Kuala Lumpur - Jakarta (GA 819)
08.10 LT-09.15 WIB

bisnis.liputan6.com