Cari di Blog Ini

Kamis, 27 Februari 2014

Rp 400 Miliar Untuk Pengembangan Pesawat N-219

Pesawat terbang N-219 adalah jenis pesawat terbang terbaru yang dirancang dan dikembangkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan PT Dirgantara Indonesia. Anggaran senilai Rp 400 miliar telah disiapkan untuk proyek pengembangan pesawat terbang N-219 tersebut.
Pesawat Terbang N-219. ZonaAero
Indonesia Kembangkan Pesawat N-219

Dana sebesar Rp 400 miliar telah dianggarkan untuk proyek pengembangan N-219, pesawat terbang jenis terbaru buatan Indonesia. Proyek pengembangan pesawat terbang ini merupakan kerjasama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan PT Dirgantara Indonesia. Demikian yang disampaikan oleh Kepala Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Gunawan S. Prabowo. "Untuk anggaran 2014 Rp 310 miliar dan Rp 90 miliar untuk anggaran 2015," kata Gunawan seusai penandatangan kontrak kerja sama pengembangan pesawat N-219 dengan PT Dirgantara di kantornya, Selasa, 25 Februari 2014.

Pesawat N-219 buatan anak bangsa ini akan mengunggulkan muatan lokal Indonesia. Teknologi yang dikembangkan adalah hasil temuan ahli penerbangan Indonesia. Proses produksi pesawat juga akan melibatkan industri kecil dalam negeri. Pesawat berkapasitas 19 kursi ini bersertifikasi CASR-23 yang cocok dioperasikan pada bandara-bandara dengan infrastruktur yang minim.

Kepala Program Pengembangan Pesawat N-219 Agus Ariwiboro mengatakan pesawat itu sudah banyak diminati. Ada delapan pihak yang berminat membeli pesawat itu, yakni Lion Air seratus unit, Nusantara Buana Air 30 unit, pemerintah daerah Papua dan Papua Barat 15 unit, Aceh enam unit, Sulawesi enam unit, Riau empat unit, Thailand 18 unit, dan TNI Angkatan Laut 9-15 unit. "Pendanaannya dari APBN, maka pendapatannya pun untuk APBN. Pemegang hak cipta dan paten juga negara," katanya.

Pesawat jenis ini, kata Agus, cocok dioperasikan pada bandara-bandara kecil, sehingga dapat menjangkau seluruh Indonesia.

Saat ini, pesawat N-219 memasuki tahap desain awal. Proyek pengembangan pesawat ini dimulai pada 2004 dan akan ditargetkan terbang perdana pada 2016. Pesawat N-219 diperkirakan mempunyai nilai ekonomis US$ 3,8 juta. Pesawat ini menggunakan dua mesin yang masing-masing berkekuatan 850 shaft horse sharp (shp). Pesawat ini mampu lepas landas dalam jarak pendek, sehingga hanya memerlukan landasan 500-600 meter. Selain mampu mengangkut penumpang, pesawat ini dirancang sebagai pesawat kargo.

www.tempo.co