Cari di Blog Ini

Selasa, 10 Januari 2012

Pesawat Jabiru Rancangan Siswa SMK 12 Bandung

Pesawat Jabiru rancangan pelajar SMK 12 Bandung. Para siswa SMKN 29 Penerbangan Jakarta tengah merakit pesawat eksperimental, yang mereka beri nama Jabiru J430. Pesawat yang dibeli secara terpisah dari Australia ini akan mulai diuji coba terbang untuk pertama kalinya pada Desember mendatang. Nikko Reonanta, salah seorang siswa kelas XII SMKN 29 Penerbangan Jakarta yang ikut merakit Jabiru J430, menjelaskan, pada Agustus lalu, seluruh komponen pesawat Jabiru telah tiba di SMKN 29. Proses perakitan pesawat pun mulai dilakukan pada 3 September 2011. Waktu yang dibutuhkan untuk perakitan sekitar tiga hingga empat bulan. Pesawat Jabiru merupakan pesawat swayasa bermuatan empat awak, yaitu pesawat karya rakitan sendiri. Oleh pemilik sebelumnya, siswa dan siswi SMKN 29 Penerbangan Jakarta diberi keleluasaan untuk memodifikasi sesuai dengan kebutuhan. "Inilah yang kami manfaatkan untuk berkreasi dengan mengubah lima titik pada badan pesawat yang bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi terbang pesawat, dan meningkatkan kenyamanan pengendara," kata Nikko, saat ditemui Kompas.com, Selasa (22/11/2011), dalam Pameran Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK, di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Saat ini, perakitan seharga Rp 1,4 miliar itu telah dalam tahap penyelesaian. Rencananya, pada awal Desember akan dilakukan tes engine pada pesawat rakitan pelajar Indonesia ini. Sementara, pada akhir Desember, Jabiru direncanakan akan diterbangkan untuk pertama kalinya di Bandara Pondok Cabe dengan melibatkan personel dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). "Sebenarnya Jabiru sudah bisa terbang, tinggal finishing, seperti pengecatan, dan pemasangan aksesori lainnya. Nantinya kita akan pake kode penerbangan PK-SMK," kata Nikko. Modifikasi Adapun, lima titik badan pesawat yang diubah dan dimodifokasi adalah, pertama, penambahan bilah penutup celah antara sirip pesawat dan sayap utama. Kedua, memperkecil jarak elevator dan stabilisator horizontal pada bagian ekor pesawat. Selanjutnya adalah penambahan lapisan dempul untuk memuluskan penutup pengendali pesawat yang terletak di ekor pesawat. Keempat, penutupan cekungan pada perut pesawat menggunakan material komposit ditambah lapisan dempul agar permukaan menjadi mulus. Dan kelima adalah mencopot corong ventilasi udara pada bagian depan pesawat agar mengurangi hambatan udara.
Pesawat Jabiru (J-430), SMK 12 Bandung. ZonaAero
Pesawat Jabiru (J-430), SMK 12 Bandung
Pesawat Rakitan SMK 12 Bandung Tunggu Ijin Terbang

Di tengah maraknya pembuatan mobil Esemka buatan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), ternyata siswa SMK di Jawa Barat juga memiliki potensi khusus. Para pelajar SMK 12 Bandung ini bisa merakit pesawat terbang sendiri. Pesawat rakitan sekolah yang dulu bernama STM Penerbangan Bandung itu diberi nama Jabiru atau J-430. "Kami punya pesawat Jabiru buatan SMK 12 yang sudah jadi dan sudah dipamerkan," kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Wahyudin Zarkashy, di Bandung, Senin (9/1/2012).

Hanya saja, hingga saat ini Jabiru belum mendapat izin terbang. "Sama dengan Esemka yang menunggu izin jalan, Jabiru juga tinggal menunggu izin penerbangan saja," katanya menambahkan.

Jenis pesawat yang dikembangkan pelajar SMK 12 adalah pesawat terbang kecil berkapasitas empat sampai enam orang penumpang. Pesawat ini berfungsi untuk kegiatan pertanian, yakni penyiraman tanaman, penyemprotan pupuk, dan pengusiran hama. "Sasaran pesawat Jabiru adalah daerah-daerah terpencil di Indonesia. Jadi konsep pesawat yang dikembangkan sesuai dengan kepulauan," kata Wahyudin.

Saat ini, SMK 12 Bandung baru bisa merakit satu pesawat. Namun, rencananya pesawat tersebut akan diperbanyak alias diproduksi massal. Terlebih karena petani masa depan membutuhkan tenaga pesawat terbang untuk meningkatkan kualitas pertanian. "Nantinya, para petani masa depan akan mendapat pelayanan seperti di Australia. Nah, kita sisipkan anak-anak SMK supaya bisa merancang dan merawat pesawat-pesawat itu," tuturnya.

Menurut Wahyudin, pesawat rakitan pelajar SMK ini dapat menarik perhatian investor untuk menanamkan modal. "Investor harus tertarik dan jangan underestimate (menganggap remeh) anak-anak SMK yang ternyata bisa merakit dan merawat pesawat," ujar Wahyudin.

Dana pembuatan pesawat Jabiru bersumber dari pemerintah pusat. Wahyudin menjelaskan, pemerintah punya program peningkatan ilmu dan teknologi. Maka tiap SMK yang tersebar di tiap daerah di Indonesia ditugaskan untuk mengembangkan produk sesuai jurusan.

Pengembangan produk SMK di Jawa Barat beragam, salah satunya pembuatan pesawat terbang tersebut. Begitu juga di Jawa Tengah yang mengembangkan mobil Esemka. "Selain pesawat, konsentrasi SMK di Jawa Barat juga meliputi perakitan LCD di SMK 2 Tasikmalaya dan motor di SMK Kanzen, Bekasi. Ada juga mobil Buggy di SMKN 8 Bandung. Sedangkan di Subang dan Pacet berkonsentrasi pada bidang pertanian yang telah dibuktikan kualitasnya melalui percobaan," katanya.

kampus.okezone.com