Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Susi Air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Susi Air. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Februari 2015

Susi Air Buka Penerbangan Pekanbaru-Tembilahan (pp)

Rute penerbangan Pekanbaru-Tembilahan (pp) yang dilayani maskapai Susi Air secara resmi telah dioperasikan mulai hari Rabu 4 Februari 2015 lalu. Penerbangan ini dioperasikan Susi Air sebanyak 1 kali seminggu yaitu pada hari Rabu.

Susi Air, ATR 42-300. ZonaAero
Susi Air, ATR 42-300.
Susi Air Lakukan Penerbangan Perdana di Indragiri Hilir.

Pesawat maskapai Susi Air pada Rabu (4/2/2015) lalu telah melakukan penerbangan perdananya di Bandara Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, rute yang ditempuh adalah Tembilahan-Pekanbaru, Pekanbaru-Tembilahan. "Untuk sementara ini penerbangan dengan rute Tembilahan-Pekanbaru, Pekanbaru-Tembilahan, akan rutin dilakukan seminggu sekali pada hari Rabu," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Indragiri Hilir, Tantawi di Tembilahan, Rabu (4/2/2015).

Dia mengatakan, penerbangan dari Pekanbaru menuju Tembilahan dijadwalkan pada pukul 11.40 waktu Indonesia Barat (WIB) dengan harga tiket Rp 374.500, sedangkan untuk rute Tembilahan - Pekanbaru di jadwalkan pukul 12.50 WIB, dengan harga tiket Rp 329.500. "Dengan kapasitas 19 tempat duduk. Saat ini Bandara Tempuling, hanya melayani rute penerbangan itu saja, dan mengenai penambahan rute, kita lihat saja prospek kedepannya seperti apa, kita fokuskan dulu pada rute yang telah tersedia," ungkapnya, selain itu, dia menyampaikan bahwa bagi masyarakat yang ingin melakukan penerbangan menuju ke Pekanbaru, dapat membeli tiket di DishubKominfo sesuai dengan harga yang telah ditetapkan.

Dia menyampaikan bahwa sebelumnya, memang sudah ada usulan mengenai rute lain, yaitu untuk penerbangan Tembilahan-Jambi dan Tembilahan - Batam, namun belum dapat terealisasi. "2015 ini kami kembali mengusulkan rute tersebut, dan akan ada rapat koordinasi teknis dalam waktu dekat ini, semoga segera terealisasi, karna pada saat test landing dari pihak Susi Air pada sabtu lalu, pihak kru pilot dan co-pilot menyatakan bahwa bandara tempuling sudah layak," jelasnya.

Dia berharap penerbangan rutin ini bisa menjadi salah satu langkah untuk memajukan Kabupaten indragiri Hilir dan dapat meningkatkan pendapatan daerah. "Semoga kedepannya akan ada maskapai penerbangan lainnya," ujarnya.

www.beritasatu.com

Minggu, 07 September 2014

Susi Air Operasikan Penerbangan Perintis Biak-Numfor Di Papua

Maskapai Susi Air masih melayani rute penerbangan perintis Biak-Numfor di Provinsi Papua dengan jadwal penerbangan setiap hari Sabtu. Untuk melayani rute penerbangan Biak-Numfor, Susi Air mengoperasikan pesawat terbanga penumpang dari jenis Twin Otter.

Susi Air. ZonaAero
Susi Air.
Susi Air Layani Penerbangan Perintis Biak.

Maskapai penerbangan Susi Air hingga kini masih mengoperasikan layanan kebutuhan angkutan udara rute perintis bandara Biak ke pulau Numfor setiap Sabtu akhir pekan.

Kepala Bidang angkutan udara Dinas Perhubungan Biak Jawardi di Biak, Kamis, mengatakan penerbangan Susi Air menggunakan pesawat Twin Otter tujuan penerbangan perintis pulau Numfor sangat diminati masyarakat setempat. "Untuk biaya angkutan udara penerbangan perintis mendapat subsidi langsung dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan RI," kata dia, Kamis (4/9/2014).

Ia mengakui angkutan udara ke pulau Numfor menjadi kebutuhan utama masyarakat serta pegawai negeri yang bertugas di wilayah kepulauan Numfor.

Menyinggung layanan angkutan penumpang udara keluar Biak-Jayapura dan Biak-Makassar, menurut Jawardi, hingga awal September 2014 masih berlangsung normal sesuai jadwal keberangkatan setiap hari. "Untuk penerbangan Garuda dan Sriwijaya rutin melayani kebutuhan penumpang tujuan Jayapura dan Biak-Makassar serta Biak-Jakarta," ujarnya.

Berdasarkan data harga tiket perintis tujuan pulau Numfor berkisar Rp 250 ribuan serta tiket tujuan Biak-Jayapura untuk penerbangan Garuda Indonesia mencapai Rp 1,1 juta serta Sriwijaya Air mencapai sebesar Rp 900 ribuan/penumpang

www.beritasatu.com

Sabtu, 07 Juni 2014

170 Rute Penerbangan Perintis Mendapat Subsidi Rp 350 Miliar Dari Kemenhub

170 rute penerbangan perintis di seluruh Indonesia mendapatkan dana subsidi sebesar Rp 350 miliar dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Kemenhub juga telah menunjuk beberapa maskapai yang akan mengoperasikan penerbangan perintis tersebut, yaitu Susi Air, Aviastar, Trigana Air Service, Nusantara Buana Air, dan Marta Buana Abadi.

Penerbangan Perintis. ZonaAero
Penerbangan Perintis.
Dana Subsidi Penerbangan Perintis Rp350 Miliar untuk 170 Rute.

Kementerian Perhubungan telah menyetujui kontrak penerbangan perintis senilai Rp350,039 miliar untuk 170 rute perintis di seluruh Indonesia.

Dari dana subsidi sebanyak itu, sebagian besar dipergunakan untuk subsidi operasi maskapai yaitu sebesar Rp329,85 miliar. Sedangkan sebanyak Rp20,18 miliar untuk subsidi angkutan bahan bakar minyak dengan total 6.010 drum.

Data dari Kementerian Perhubungan disebutkan, subsidi itu sesuai Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara KP.438 tahun 2013 tentang rute dan Penyelenggara Subsidi Angkutan Udara Perintis serta Penyelenggara Subsidi Angkutan BBM tahun anggaran 2014.

Sedangkan operator penerbangan yang ditunjuk adalah PT Asi Pudjiastuti (Susi Air), Aviastar, Trigana Air Service, Nusantara Buana Air dan Marta Buana Abadi.

www.tribunnews.com

Minggu, 01 Juni 2014

4 Pesawat Dornier 228-202 Didatangkan Susi Air

4 unit pesawat terbang Dornier 228-202 didatangkan maskapai Susi Air mulai tahun ini. Pesawat-pesawat Dornier 228-202 tersebut akan pesawat Cessna Caravan yang sudah lama dioperasikan oleh Susi Air. Menurut rencana, pada tahap awal, pesawat Dornier 228-202 ini akan dioperasikan melayani rute penerbangan Jakarta-Cilacap-Jakarta.

Dornier 228-202. ZonaAero
Dornier 228-202.
Susi Air Datangkan 4 Unit Pesawat Dornier.

Maskapai nasional, Susi Air, mendatangkan 4 unit pesawat Dornier 228-202 mulai tahun ini. Pesawat baling-baling berkapasitas 19 orang dan bermesin ganda tersebut akan dipakai untuk menggantikan pesawat lama tipe Cessna Caravan. "Menggantikan saja, nanti diganti pakai Dornier yang landasan panjang dan ramai.Nanti pesawat Caravan cari daerah remote," kata Pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti, saat memperkenalkan Dornier di Hotel Hyatt, Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Tahap awal, pesawat Dornier yang bermesin ganda tersebut digunakan untuk melayani rute Jakarta-Cilacap-Jakarta. Pasalnya 1 dari 4 unit Dornier pesanan Susi Air telah tiba di Indonesia. "Caravan nanti dibawa ke remote, bangun wilayah baru. Kita jalankan ini untuk bangun connectivity," sebut Susi.

Pesawat Dornier tersebut didatangkan dengan skema leasing atau sewa. Dornier yang didatangkan Susi Air merupakan pesawat bekas pakai dari Kanada. Susi menerangkan pesawat tersebut akan ditempatkan di Sumatera, Kupang, dan Kalimantan. Pesawat berikutnya akan datang bertahap selama 1 tahun.

Susi Air, lanjut Susi, terus meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan rute-rute penerbangan di bawah 30 penumpang. Tahap awal untuk masuk rute tertentu, Susi Air menggunakan pesawat Turbo Porter kapasitas 9 orang atau Cessna Caravan kapasitas 12 orang. Ketika kapasitas penumpang meningkat dan antusiasme masyarakat tinggi, Susi Air akan meningkatkan kelas pesawat seperti memakai Dornier. "Kita nggak langsung pesawat besar, step by step. Kita terbangi 12 seat. Kita terbangi sekali, terus 2, baru 3. Baru nanti kita pakai pesawat Dornier," ujarnya.

finance.detik.com

Senin, 05 Mei 2014

Penerbangan Yogyakarta-Cilacap Bakal Dilayani Susi Air

Rute penerbangan Yogyakarta-Cilacap saat ini direncakanan akan dioperasikan maskapai Susi Air. Susi Air yang dimiliki oleh Susi Pudjiastuti dikenal sebagai maskapai yang mengkhususkan diri pada pelayanan penerbangan perintis dan penerbangan jarak pendek. Selain akan membuka penerbangan Yogyakarta-Cilacap, maskapai ini juga dikabarkan akan mengoperasikan penerbangan Surabaya-Banyuwangi, Surabaya-Madura dan Surabaya Jember.

Susi Air. ZonaAero
Susi Air Bidik Jalur Cilacap-Yogyakarta.

Maskapai Susi Air berencana membuka jalur pendek Cilacap-Yogyakarta secara regular. Jalur ini diyakini memiliki potensi untuk jenis pesawat dengan 12 penumpang. Pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti mengatakan saat ini kebutuhan akan transportasi cepat semakin meningkat. Dan pihaknya yakin dari ribuan orang yang setiap harinya melakukan perjalanan dari Cilacap-Yogyakarta, ada yang menginginkan waktu pendek. "Jika jalur darat bisa empat jam, dengan pesawat cukup satu jam kurang. Bagi pebisnis hal itu sangat penting," katanya di Hotel Hyatt Regency, Selasa (29/4/2014) malam.

Susi Air dikenal sebagai maskapai yang fokus pada penerbangangan jarak pendek dengan pesawat kecil. Selain Cilacap-Yogyakarta, jalur lain yang juga dilirik adalah Surabaya-Banyuwangi, Surabaya-Madura dan Surabaya Jember. Jalur ke Karimun Jawa juga sedang diupayakan untuk dibuka. Berdiri pada 2004 berawal dari bencana tsunami Aceh, maskapai ini telah berkembang dengan 23 base di seluruh Indonesia dengan mayoritas berada di Indonesia Timur.

Dengan pesawat-pesawat kecil yang baru, mereka menembus jalur-jalur terpencil baik secara mandiri maupun bersifat perintis dengan subsidi pemerintah. "Paling banyak di Papua kami memiliki enam base dan melayani 87 rute penerbangan," tambahnya.

www.solopos.com

Selasa, 04 Maret 2014

Tender 7 Penerbangan Perintis Di Bengkulu Dimenangkan Maskapai Susi Air

Tender 7 penerbangan perintis (bersubsidi) dari dan menuju Bengkulu untuk tahun 2014 telah dimenangkan oleh maskapai Susi Air. Tender pengoperasian penerbangan perintis di kawasan udara Bengkulu tersebut diikuti oleh 3 perusahaan penerbangan. Sebagai pemenang tender, maskapai Susi Air akan mengoperasikan pesawat terbang jenis carvan C-208 untuk melayani 7 rute penerbangan perintis itu.
Susi Air. ZonaAero
Susi Air Menang Tender Penerbangan di Bengkulu

Maskapai penerbangan Susi Air memenangi proses tender di Direktorat Jendral Perhubungan Udara Wilayah 4 yang melayani tujuh rute penerbangan bersubsidi di Bengkulu. Hal ini disampaikan Kepala Unit Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Direktorat Jendral Perhubungan Udara Wilayah 4, M. Arqodri Arman di Bengkulu, Senin (3/3/2014).

Ia menjelaskan, paket pengadaan tersebut berbentuk subsidi angkutan udara perintis dengan DIPA Rp 10,83 miliar. Dalam proses pemilihan pemenang tender kontrak telah dilakukan pada (27/2/2014). "Saat ini pemenang lelang sedang susun perencanaan dari pemenuhan paket, Maret ini penerbangan diprediksi mulai operasi," kata Arqodri.

Tujuh rute itu Susi Air melayani rute, Bengkulu-Pulau Enggano, Bengkulu-Muara Bungo, Bengkulu-Krui, Bengkulu-Pagar Alam, Krui-Lampung, Pagar Alam-Lampung. Susi Air dalam melayani rute penerbangan itu menggunakan pesawat carvan C-208 dengan kapasitas penumpang 12 orang.

Dalam proses tender tersebut terdapat tiga perusahaan yang menawarkan namun, Susi Air terpilih sebagai pemenang dengan tawaran Rp 9,8 miliar. Meski demikian belum diketahui berapa harga tiket tiap penerbangan masing-masing rute.

www.tribunnews.com

Minggu, 02 Maret 2014

Susi Air Ambil Alih Penerbangan Merpati Nusantara Airlines Di Merauke

Maskapai Susi Air dikabarkan telah mengambil alih penerbangan di Bandara Mopah Merauke yang sebelumnya dioperasikan oleh Merpati Nusantara Airlines. Rute penerbangan di Bandara Mopah, Merauke, Papua, sebelumnya memang hanya dilayani oleh Merpati Nusantara Airlines.
Bandara Mopah Merauke. ZonaAero
Susi Air Akan Kuasai Penerbangan di Merauke

Susi Air menyatakan sudah mengambil sebagian rute Merpati Nusantara Airlines. "Untuk rute di Merauke, sudah diambil semua oleh Susi Air," kata Deputy Chief Executive Officer Susi Air, Rudy Setyopurnomo, 1 Maret 2014. Ia menjelaskan, sebelumnya hanya Merpati yang mengoperasikan penerbangan di Merauke.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti mengatakan sejauh ini sudah ada lima maskapai yang mengajukan proposal untuk mengambil alih rute PT Merpati Nusantara Airlines. Menurut dia, kelima maskapai tersebut menawar rute tunggal dan rute lain yang tidak hanya dimiliki Merpati. "Sejauh ini memang total ada lima, yaitu Sriwijaya, Garuda, Citilink, Kal Star, dan Express Air. Tapi kalau Sriwijaya, Garuda, dan Citilink itu kan mereka mau yang sudah ada penerbangan. Kalau yang belum ada (rute tunggal) itu kan yang 19. Kita fokus ke 19 rute tunggal itu dulu kalau yang lain kan sudah ada penerbangan," katanya, Kamis (27/2/2014) lalu.

Menurut dia, dua maskapai yang tertarik untuk menawar 19 rute tunggal Merpati tersebut adalah Kal Star dan Express Air. Dua maskapai tersebut, kata dia, memang memiliki spesialisasi di rute-rute terpencil yang tadinya hanya dikuasai Merpati. "Express Air dan Kal Star memang yang perintis," katanya.

Herry mengatakan proses selanjutnya setelah pengajuan proposal adalah pembahasan internal di Kementerian Perhubungan mengenai maskapai mana yang diberikan izin untuk mengambil alih rute Merpati. "Setelah itu, ya sudah, kita kasih izin. Mudah saja," katanya.

Kementerian Perhubungan menyatakan surat penawaran rute bekas Merpati telah dilayangkan kepada semua maskapai penerbangan pada 4 Februari 2014. Kementerian Perhubungan memberi waktu sepekan bagi maskapai itu untuk mengambil tawaran tersebut.

Merpati tercatat memiliki 19 rute tunggal. Rute yang menghubungkan Pulau Maluku, Sulawesi, Papua, dan Nusa Tenggara itu adalah Ambon-Labuha, Bade-Merauke, Biak-Sorong, Bima-Makassar, Ende-Saumlaki, Ewer-Merauke, Jayapura-Tanah Merah, Kepi-Merauke, Gebe-Ternate, Labuhan BajoMaumere, Makassar-Maumere, Makassar-Merauke, Makassar-Selayar, Manado-Palu, Merauke-Tanah Merah, Merauke-Wanam, Moananami-Nabire, Mulia-Nabire, dan Sorong-Timika. Rute ini adalah rute yang ditawar oleh Kal Star dan Express Air. Herry belum memberikan informasi ihwal rute yang diminta Garuda, Sriwijaya, dan Citilink.

www.tempo.co

Senin, 20 Januari 2014

6 Penerbangan Perintis Kalimantan Utara Dilayani Susi Air

6 Penerbangan Perintis Kalimantan Utara Dilayani Susi Air. Kontrak pelayanan 6 rute penerbangan perintis di kawasan Kalimantan Utara untuk tahun 2014 ini telah ditandatangani oleh pemerintah dan maskapai Susi Air. Untuk melayani 6 rute ini, maskapai tersebut menyediakan 2 unit pesawat terbang jenis Cessna Grand Caravan. Harga tiket pesawat untuk layanan penerbangan perintis di Kalimantan Utara ini diperkirakan dipatok pada harga Rp180.000 hingga Rp200.000.
Susi Air, Cessna Grand Caravan. ZonaAero
Susi Air Layani Penerbangan Perintis di Kaltara

Susi Air akan melayani enam rute penerbangan perintis di Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang 2014 dengan menyediakan dua unit pesawat Cessna Grand Caravan berkapasitas 12 penumpang. "Kami menandatangani kontrak dengan pemerintah melalui Satuan Kerja Bandara Temindung, Samarinda, untuk melayani enam rute penerbangan perintis," kata Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Aviation, Susi Pudjiastuti di Balikpapan, Ahad (19/1/2014).

Penandatanganan kontrak bernilai Rp16,43 milyar dengan sumber dana dari APBN 2014 disaksikan sejumlah pilot, mekanik, dan kru Susi Air, Susi. Subsidi dari APBN itu memungkinkan harga tiket di rute-rute itu berkisar antara Rp180.000 hingga Rp200.000. Keenam rute penerbangan perintis tersebut adalah Tarakan-Long Bawan, Malinau-Long Bawan, Tanjung Selor-Long Apung, Long Bawan-Long Layu, Long Layu-Binuang, dan Binuang-Malinau.Tanpa subsidi, harga tiket dalam penerbangan selama lebih kurang satu jam dari Malinau ke Long Bawan, misalnya, bisa mencapai hampir Rp1 juta. "Ini komitmen kami kepada masyarakat, bangsa dan negara ini," kata Susi.

Susi mengharapkan seluruh kru berkomitmen untuk bekerja penuh semangat dan berdedikasi tinggi untuk memenuhi kontrak tersebut. "Bila diperlukan, semua bisa jadi ambulan udara untuk evakuasi medik," kata Susi.

Kepala Bandara Temindung, Samarinda, Agus Pramuka mengatakan, pemerintah sudah menetapkan jumlah penerbangan (flight) yang harus dilaksanakan Susi Air. Pada rute Tarakan-Long Bawan harus terlaksana 454 penerbangan, rute Malinau-Long Bawan 412 penerbangan, Tanjung Selor-Long Apung 400 penerbangan, Long Bawan-Long Layu 102 penerbangan, Long Layu-Binuang 102 penerbangan dan Binuang-Malinau 102 penerbangan. "Jadi ada yang setiap hari, seperti Tarakan-Long Bawan, ada yang seminggu 2 kali seperti Binuang-Malinau," kata Distrik Manager Susi Air Samarinda Herman Pakpahan, seperti dikutip Antara.

Selama tahun 2013 lalu, Susi Air telah terbang sebanyak 11.234 kali. Hampir seluruhnya adalah penerbangan perintis, yakni di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Penerbangan di Kalimantan, Susi Air melayani rute-rute di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan sekarang Kalimantan Utara. Di pulau terbesar di Indonesia itu, Susi Air mengoperasikan 7 pesawat dan hampir semuanya Grand Caravan. Selain Cessna Grand Caravan, maskapai yang berpusat di Bandara Halim Perdanakusuma itu juga mengoperasikan Pilatus PC 6 untuk rute-rute pendek, helikopter Agusta Grand A109S yang bisa disewa laksana taksi udara, helikopter Agusta Koala A119Ke, serta pesawat eksklusif Piaggio P180.

www.gatra.com

Sabtu, 18 Januari 2014

Susi Air Buka Penerbangan Cilacap-Semarang

Susi Air Buka Penerbangan Cilacap-Semarang. Maskapai yang khusus melayani penerbangan perintis, Susi Air, mulai mengoperasikan rute penerbangan Cilacap-Semarang. Rute ini dilayani oleh maskapai tersebut menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan Commuter. Harga tiket pesawat yang ditawarkan oleh Susi Air untuk rute ini adalah Rp.460.000.
Susi Air. ZonaAero
Persingkat waktu, rute penerbangan Cilacap-Semarang dibuka

Bagi masyarakat di Jawa Tengah yang ingin menghemat waktu tempuh Cilacap-Semarang, kini bisa menikmati rute penerbangan dengan menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan Commuter. Saat ini pesawat berpenumpang 12 orang telah siap melayani rute Cilacap-Semarang dan sebaliknya. Kepala Bandara Tunggul Wulung Cilacap, Banggas Silitonga mengatakan rute penerbangan Cilacap-Semarang pergi pulang sudah dilakukan satu perjalanan dalam sehari. "Tiketnya hanya Rp 460 ribu. Lebih cepat waktu tempuhnya dibandingkan kendaraan darat yang bisa menempuh hingga lima hingga enam jam perjalanan dari Cilacap ke Semarang atau sebaliknya," katanya, Kamis (16/1/2014).

Menurut dia, rute penerbangan tersebut dilayani oleh maskapai udara Susi Air. Pemberangkatan dari Bandara Tunggul Wulung menuju Semarang tersebut dilakukan pada pukul 07.20 WIB. Sedangkan, dari Semarang menuju Cilacap pada pukul 08.00 WIB. Banggas mengemukakan pesawat tujuan Semarang tersebut merupakan pesawat yang berangkat dari Halim Perdanakusuma Jakarta sekitar pukul 06.00 WIB dan tiba di Tunggul Wulung pukul 07.10 WIB.

Dengan dibukanya rute baru tersebut, Banggas berharap ada pembukaan rute penerbangan baru jarak pendek dan menengah. Dia optimis masih ada maskapai yang berminat melayani penerbangan menuju Bandara Tunggul Wulung Cilacap.

Saat ini, pihaknya terus membenahi fasilitas di Bandara Tunggul Wulung yang sebenarnya telah siap melayani penerbangan di malam hari karena sudah dilengkapi dengan lampu penerangan landasan pacu. Selain pesawat penumpang komersil, Bandara Tunggul Wulung semakin ramai karena sejumlah sekolah penerbangan yang membuka markas di Cilacap. "Tetapi, sebenarnya landasan pacu perlu ditambah lagi, karena sampai saat ini panjang landasan pacu hanya 1.400 meter. Jika pemkab bisa membebaskan lahan di bagian depan, kami siap memperpanjang landasan pacu sehingga pesawat berbadan besar bisa mendarat di sini," katanya.

www.merdeka.com

Selasa, 16 Juli 2013

Susi Air Layani Penerbangan Perintis Bandara Serai, Lampung Barat

Informasi Penerbangan: Maskapai Susi Air melayani penerbangan printis dari dank e Bandara Serai yang berlokasi di Lampung Barat. Pesawat Susi Air melakukan penerbangan perdana di Bandara Seri pada Sabtu, 13 Juli 2013. Penerbangan perintis di bandara Lampung Barat tersebut menghubungkan kota Bandar Lampung dan Provinsi Bengkulu. Susi Air melayani penerbangan perintis tersebut dengan mengoperasikan pesawat buatan Cassa.
Susi Air. ZonaAero
Susi Air Akhirnya Mengudara

Penerbangan perintis di Bandara Serai, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Lampung Barat, akhirnya dimulai. Sebelumnya, penerbangan perintis dengan maskapai Susi Air dan PT Asi Pudjiastuti Aviation ini beberapa kali mengalami penundaan karena berbagai faktor serta proses tahapan. Setelah berbagai proses tahapan dan juga proses tahapan dari maskapai penerbangan Susi Air di bawah naungan PT Asi Pudjiastuti Aviation, penerbangan perintis mengudara mulai Sabtu (13/7/2013). "Penerbangan perintis itu akan dimulai besok (Sabtu, (13/7/2013) oleh maskapai penerbangan Susi Air selaku pemenang tender. Acara launching besok masih kami koordinasikan," kata Kepala Bandara Serai, Syafrudin.

Syafrudin membeberkan, penerbangan menggunakan pesawat Cassa berkapasitas 12 penumpang. Sementara penerbangan melayani rute ke Bandarlampung dan Bengkulu. Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Pesisir Barat Alzaziri Sabeki menyampaikan, operasional Bandara Serai dimulai Senin (15/7/2013) dengan empat penerbangan mulai pukul 10.00–14.10 WIB. "’Jadwal penerbangan itu dilakukan tiga kali seminggu, yakni Sabtu, Selasa, dan Rabu, dengan jadwal waktu yang sama. Diharapkan dengan dimulainya penerbangan perintis di Bandara Serai akan berdampak bagi pembangunan Pesisir Barat dan mendorong kemajuan Pesisir Barat," harapnya.

Sementara berdasarkan informasi dari Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, hingga Lebaran nanti pemesanan tiket sudah ada. Baik dari Bengkulu ke Krui maupun sebaliknya. Begitu juga pemesanan tiket dari Krui ke Bandarlampung. Untuk sekarang ini, tiket penerbangan telah disubsidi pemerintah. Penumpang hanya membayar tiket Rp 300 ribu untuk semua rute penerbangan. Susi Air sendiri menyiapkan 37 armada pesawat yang sebagian besar terdiri atas Cessna Grand Caravans yang mampu membawa 12 penumpang. Untuk pemesanan tiket, kini melalui online dan telepon. Yakni melalui e-mail bandarudara fatmawati@yahoo.co.id serta telepon ke 0736-51040 dan faksimili 0736-51450. Bandara Serai sendiri masih di bawah kendali Bandara Fatmawati Soekarno. "Kita berharap penerbangan perintis perdana dapat sukses. Kemungkinan akan membawa penumpang dari Bengkulu, Krui, maupun Bandarlampung," ungkapnya.

www.mytrans.co.id

Sabtu, 25 Mei 2013

Harga Tiket Komersil Pesawat Susi Air Melonjak Tinggi Di Papua

Informasi Penerbangan: Harga tiket pesawat Susi Air untuk penerbangan komersil di Papua melonjak tinggi hingga Rp 1,5 juta untuk sekali penerbangan. Direktur Operasional Susi Air beralasan bahwa melonjaknya harga tiket pesawatnya di Papua dikarenakan medan penerbangan di kawasan Papua lebih sulit dan berbahaya jika dibandingkan dengan kawasan udara lain di Indonesia. Akibatnya, untuk menjamin keselamatan, penerbangan tidak dilakukan setelah jam 14.00.
Susi Air. ZonaAero
Ini Alasan Mahalnya Tiket Susi Air di Papua

Tiket maskapai perintis, termasuk Susi Air, mayoritas terbilang murah. Tapi ternyata tak semua rute perintis Susi Air dipatok murah. Harga tiket pesawat Susi Air melonjak tinggi di Papua. Mengapa begitu? Menurut Direktur Operasional Susi Air, Christian von Strombeck, medan terbang di Papua jauh lebih sulit dibanding daerah lain di Indonesia. Hal tersebut dikatakan dalam wawancara usai acara Peresmian Susi Training Centre di kantor pusat Susi Air, Jl Merdeka, Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (24/5/2013).

Karena subsidi pemerintah, wisatawan hanya membayar sekitar Rp 200.000 sekali jalan. Sedangkan rute komersil yang tidak disubsidi, harga tiketnya sekitar Rp 800.000 sekali jalan. "Tapi kalau di Papua, tiket komersilnya bisa sampai Rp 1,5 juta sekali jalan," ujar Christian yang juga merupakan suami dari CEO Susi Air, Susi Pudjiastuti.

Harga tiket pesawat tersebut biasanya berlaku untuk 1 jam terbang, dengan jarak tempuh sekitar 300 Km. Harga yang mahal ini, menurut Christian, sebanding dengan usaha dan jalur sulit yang dilewati di sana. "Kalau di tempat lain masih bisa terbang sampai sore. Di Papua, maksimal jam 2," tambahnya.

Khusus penerbangan di Papua, setidaknya pukul 14.00 WIT pesawat sudah harus sampai di tujuan. Christian menjelaskan, kondisi cuaca di jam-jam berikutnya sudah berbahaya. Jika penerbangan dipaksakan, risikonya tinggi dan bisa membahayakan banyak pihak. Itulah alasan tiket Susi Air di Papua menjadi mahal.

travel.detik.com

Susi Air Miliki Simulator Pesawat Cesna Grand Caravan 208B Di Pangandaran

Informasi Penerbangan: Simulator Pesawat dari model Cesna Grand Caravan 208B telah menjadi bagian penting dari fasilitas Susi Training Center yang berlokasi di Kantor Pusat maskapai Susi Air di Pangandaran, Jawa Barat. CEO Susi Air, Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa alas an pembelian simulator pesawat dari Kanada tersebut dikarenakan maskapainya tidak sanggup jika harus mengirim semua pilot pesawat Susi Air untuk berlatih simulasi di Amerika. Agar lebih ekonomis, pihaknya lebih memilih untuk membeli dan memiliki sendiri simulator pesawat yang dibutuhkan para pilot tersebut.
Simulator Pesawat Susi Air. ZonaAero
Keren, Susi Air Punya Simulator Pesawat di Pangandaran

Maskapai umumnya memiliki pusat pelatihan untuk awak penerbangan, begitu pun Susi Air yang memiliki Susi Training Center di Pangandaran, Jawa Barat. Kerennya, training center tersebut punya simulator pesawat sendiri. "Ini adalah Training Centre internal untuk para pilot Susi Air," tutur CEO Susi Air, Susi Pudjiastuti dalam acara peresmian Susi Training Centre di kantor pusat Susi Air, Jl Merdeka, Pangandaran, Ciamis, Jumat (24/5/2013).

Dalam gedung yang memiliki 4 lantai ini, terdapat ruang-ruang kelas, ruang instruktur, administrasi, ruang kerja Susi Pudjiasti dan simulator. Gedung ini sudah aktif beroperasi dari 6 bulan yang lalu tapi hari ini baru diresmikan. "Kami tak sanggup mengirim seluruh pilot ke AS untuk latihan simulator, maka dari itu kami beli sendiri," kata Susi.

Menurut Direktur Operasional sekaligus suami dari Susi, Christian von Strombeck, semua pilot Susi Air sudah pernah training di sini. Yang dibanggakan dari gedung ini, adalah alat simulator milik mereka sendiri. "Selain itu, simulator juga bisa mengeksplorasi kemampuan pilot juga kopilot," tambah Christian.

Simulator ini merupakan model dari pesawat Cesna Grand Caravan 208B. Dalam simulator yang dibeli dari Kanada, para pilot bisa berlatih dengan lebih maksimal sebelum akhirnya berlatih dengan pesawat asli. Jika di pesawat asli, tak mungkin menempatkan pilot dan kopilot yang sedang berlatih secara bersamaan di dalam satu pesawat. Beda lagi jika menggunakan simulator. Hal itu mungkin saja dilakukan, dan lebih memudahkan para instruktur untuk mengamati para pilot dan kopilot yang sedang berlatih.

Selain simulator, gedung training centre ini juga memiliki ruang kelas yang bertema minimalis serta modern. Setiap lantai, ada kaca besar yang menjadi pengganti tembok. Sehingga ruangan terasa lebih terang saat siang hari. Nuansa segar pun terasa jelas karena banyak pot pohon yang ditaruh di dalam gedung. Terakhir, yang juga bisa dibilang paling keren, ada helipad di lantai paling atas yaitu di atap lantai 4.

travel.detik.com

Jumat, 26 April 2013

Susi Air Menangkan Tender Penerbangan Perintis Banda Aceh, Meulaboh, Tapak Tuan, Dan Kutacane

Maskapai Susi Air memenangkan tender operasional rute penerbangan perintis yang menghubungkan Banda Aceh, Meulaboh, Tapak Tuan, dan Kutacane. Untuk mengoptimalkan pelayanan pada rute penerbangan perintis yang dioperasikan, maskapai Susi Air (PT ASI Pudjiastuti Aviation) telah menyiapkan dana sebesar Rp 300 miliar untuk pembelian 10 hingga 15 unit pesawat terbang baru. Saat ini maskapai penerbangan tersebut memiliki dan mengoperasikan 47 unit pesawat terbang berukuran kecil dengan berbagai jenis, yang umumnya memiliki kapasitas dibawah 20 penumpang.
Penerbangan Perintis. ZonaAero
Susi Air Meraih Rute Baru Penerbangan Perintis

Maskapai penerbangan PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air) baru saja memenangi tender rute penerbangan perintis dari Banda Aceh, Meulaboh, Tapak Tuan, dan Kutacane. Susi Pudjiastuti, Presiden Direktur Susi Air, menyatakan rute baru ini melengkapi rute yang diperoleh sebelumnya di Lampung. Pada medio Januari 2013, maskapai ini sudah melayani penerbangan perintis dari Bandara Radin Inten II Bandar Lampung menuju Bandara Seray di Krui, Lampung Barat. Di rute ini, Susi Air memakai pesawat Cessna Grand Caravan berkapasitas 12 kursi.

Sebagai pemenang tender, Susi Air kini mendapat subsidi dan melayani penerbangan rute perintis dari Banda Aceh dan Lampung. Susi Air telah menginvestasikan dana Rp 300 miliar di tahun ini untuk menambah 10 unit hingga 15 unit pesawat. "Kami berharap bisa menerbangi seluruh pulau di Indonesia," ungkap Susi, Selasa (23/4/2013).

Penambahan pesawat itu semakin menegaskan Susi Air sebagai maskapai pengumpan (feeder) dengan rute antarkota atau antarkabupaten. Manajemen Susi Air menyatakan penambahan 10 unit hingga 15 unit pesawat terbang tak hanya untuk tahun ini, tetapi rutin setiap tahun. Armada Susi Air terdiri dari pesawat Grand Caravan, Porter, Helikopter, dan Avante, yang umumnya berkapasitas 12 kursi.

Susi Air menguasai pangsa pasar 10 persen-15 persen dari pasar penerbangan perintis di Tanah Air dengan mengoperasikan 47 unit pesawat kecil berkapasitas di bawah 20 orang.

regional.kompas.com

Rabu, 17 April 2013

Trigana Air Dan Susi Air Layani 20 Rute Penerbangan Perintis Di Papua

Setelah sempat terhenti sejak Desember 2012, 20 rute penerbangan perintis di Provinsi Papua kembali diaktifkan pada 15 April 2013. 20 rute penerbangan perintis di Papua itu dilayani oleh maskapai Trigana Air dan Susi Air. Trigana Air melayani 12 rute penerbangan perintis, sedangkan Susi Air melayani 8 rute penerbangan perintis.
Penerbangan Perintis. ZonaAero
20 Rute Penerbangan Perintis Aktif Lagi di Papua

Sebanyak 20 rute penerbangan perintis yang menghubungkan sejumlah daerah terisolasi di Propinsi Papua kembali dibuka mulai 15 April 2013. Rute penerbangan ini sempat terhenti sejak Desember 2012. Dua operator penerbangan yang akan melayani 9 kabupaten ini yakni Trigana Air melayani 12 rute dan Susi Air melayani 8 rute. Seluruh layanan penerbangan perintis ini akan mendarati landasan yang panjangnya tak lebih dari 400 meter.

Kepala Bidang Perhubungan Udara, Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, John Rettob, Senin (15/4/2013) siang, mengatakan kepastian dibukanya kembali rute penerbangan perintis berdasarkan kesepakatan yang dibuat di Jakarta. Kesepakatan tersebut dibuat oleh operator pemenang tender dan Kementerian Perhubungan. Penerbangan perintis yang seharusnya mulai dilaksanakan sejak Januari 2013, menurut Rettob sempat tertunda karena adanya penambahan 3 rute baru yang harus disesuaikan dengan proses administrasi di Kementerian Perhubungan. "Tapi syukurlah penerbangan perintis ini sudah bisa berjalan kembali. Sudah banyak warga pedalaman yang datang menanyakan hal ini ke kantor," ujar dia, yang juga menjabat sebagai penanggungjawab penerbangan perintis di Papua oleh Kementerian Perhubungan.

Subsidi penerbangan perintis oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan bertujuan untuk membuka isolasi daerah yang hanya bisa dijangkau dengan moda transportasi udara. Harapannya, pembukaan penerbangan perintis akan menumbuhkan ekonomi serta membuka akses untuk lalu lintas barang dan jasa. Rute penerbangan perintis ini menurut Rettob bukan rute baru dan selama ini sering dilayani penerbangan carter. "Namun untuk dilayani secara regular, secara ekonomis tidak menguntungkan, sehingga dalam penerbangan perintis ini tarif ditentukan melalui SK Kementerian Perhubungan," papar dia.

Penerbangan perintis di Papua ini akan melayani rute ke Kokonao, Potowayburu, Agimuga, Jita, Jila, Tsinga dan Alama di Kabupaten Mimika. Lalu, Kaimana di Kabupaten Kaimana, Ilu di Kabupaten Puncak Jaya, Ilaga, Sinak, Beoga di Kabupaten Puncak, Sugapa di Kabupaten Intan Jaya, Dekai di Kabupaten Yahukimo, Kepi di Kabupaten Mappi, Ewer di Kabupaten Asmat, dan Kenyam di Kabupaten Nduga. Sementara 3 rute penerbangan tambahan pada 2013 ini adalah rute ke Wangbei di Kabupaten Puncak, serta ke Paro dan Mpanduma di Kabupaten Nduga.

regional.kompas.com

Senin, 28 Mei 2012

Lion Air Sediakan Jasa Penyewaan Pesawat Jet Pribadi

Hawker 900 XP
Lion Air Sediakan Penyewaan Jet Pribadi

Mulai meningkatnya tren pemakaian pesawat pribadi oleh masyarakat segmen menengah ke atas menarik minat maskapai penerbangan PT Lion Mentari Airlines, yang mengoperasikan armada Lion Air, untuk membuka layanan penyewaan jet-jet pribadi di tahun ini. Pihak Lion Air memastikan layanan jet pribadi dengan logo "Bizjet" mulai beroperasi pada Juni 2012.

Menurut Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, investasi yang disiapkan mencapai 70 juta dollar AS untuk membeli empat pesawat jenis Hawker 900 XP dengan kapasitas 9 kursi. Kesepakatan pembelian sudah terjadi Februari lalu antara pihak Lion Air dengan Hawker Beechcraft Corporation asal Amerika Serikat (AS). "Mulai bulan depan kami mulai beroperasi," ujarnya akhir pekan lalu.

Perseroan telah mendatangkan dua unit tahun ini, sisanya akan didatangkan tahun depan dan setelah diadakan evaluasi terlebih dahulu dengan kedatangan dua unit awal. Edward bilang, jet pribadi menjadi pilihan para eksekutif, karena kemudahan dan kepraktisannya sehingga perjalanan bisnis menjadi lancar. "Mereka tidak akan menghadapi kendala, seperti delay dan kendala reservasi atau check in yang masih sering terjadi pada penerbangan pesawat komersial berjadwal," tegas Edward. Biaya juga relatif terjangkau bagi kalangan bisnis.

Meski Edward belum mau menyebutkan berapa tarif penyewaan, saat ini untuk tarif penyewaan jet pribadi di Indonesia sekitar 5.000 hingga 6.000 dollar AS per jam. Sedangkan gambaran biaya operasional tiap jam untuk pesawat Cessna Citation CJ 4, dengan kapasitas 7 penumpang adalah sekitar 1.400 dollar AS. Untuk jenis Hawker baru pertama kali beroperasi sebagai jet pribadi di Indonesia.

Incar Indonesia timur

Perusahaan bakal mengincar pangsa pasar dari para pebisnis tambang yang sering bepergian ke wilayah Indonesia Timur. "Perkembangan industri mineral tambang sangat cepat, ini peluang bisnis," tambah Edward.

Ia juga mengaku sudah menjalin kesepakatan dengan beberapa perusahaan tambang domestik, namun tetap belum bersedia mengungkapkan rincian nama perusahaannya. "Masih tahap finalisasi, belum bisa diungkapkan," ujar Edo.

Pemain lain dalam bisnis pesawat carteran adalah PT ASI Pudjiastuti Aviation pemilik Susi Air. Menurut Susi Pudjiastuti, Presdir Susi Air, bisnis penyewaan pribadi memang menjanjikan. "Peminatnya terus meningkat sedangkan pemain minim," ujarnya.

Rute yang paling banyak dipesan adalah rute Indonesia timur. "Kebutuhannya mulai dari bisnis hingga pembuatan dokumentasi," ujar Susi.

Saat ini Susi Air mengoperasikan 40 unit pesawat carteran dan penerbangan tidak berjadwal yang terdiri dari tipe Cessna C208B Grand Caravan dan Piaggio P180 Avanti. Sedangkan 7 unit Pilatus PC-6 Porter dievaluasi terlebih dahulu.

Tahun ini pihaknya akan menambah 16 armada. Armada yang akan didatangkan tipe Cessna C208B Grand Caravan, Piaggio P180 Avanti, dan Pilatus PC-6 Porter dengan kapasitas penumpangnya sekitar 12 orang. Total investasinya sekitar 120-130 juta dollar AS.

bisniskeuangan.kompas.com

Kamis, 01 Maret 2012

Maskapai Susi Air Kuasai Rute Penerbangan Perintis Di Kalimantan

Maskapai Susi Air Kuasai Rute Penerbangan Perintis Di Kalimantan.
Susi Air Kuasai Kalimantan, NBA di Sumatera

PT ASI Pudjiastuti atau Susi Air dipastikan bakalan menguasai penerbangan perintis untuk rute-rute di Kalimantan pada 2012 ini. Sementara Nusantara Buana Air (NBA) dan SMAC menguasai Sumatera dan Sulawesi.

Dari hasil tender rute penerbangan bersubsidi tersebut, Susi Air yang khusus mengoperasikan pesawat dengan kapasitas penumpang di bawah 20 orang ini, menguasai dua lokasi satuan kerja penerbangan perintis yaitu di Samarida (Kaltim) dan Ketapang (Kalbar) dengan belasan rute. Sedangkan NBA bakalan menguasai rute perintis di Sumatera bagian utara. Maskapai tersebut di Sumatera menguasai sebanyak empat lokasi satker yaitu Nagan Raya dan Takengon (Aceh), Gunung Sitoli dan Bengkulu.

Sementara PT Sabang Merauke Air Charter (SMAC) dipastikan mengoperasikan penerbangan bersubsidi di Sulawesi setelah mendapatkan kontrak tender untuk Mamuju, Masamba (Sulbar) dan Selayar (Sulsel). Sementara Merpati Nusantara Airlines bakalan menguasai rute penerbangan perintis di sejumlah wilayah dan paling banyak adalah rute-rute perintis di Papua.

bisniskeuangan.kompas.com

Selasa, 21 Februari 2012

Jadwal Penerbangan Jakarta-Cilacap Pesawat Susi Air Ditambah Lagi

Susi Air. ZonaAero
Susi Air
Susi Air Tambah Penerbangan Jakarta-Cilacap

Maskapai penerbangan Susi Air menambah frekuensi penerbangan dari Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Bandara Tunggul Wulung Cilacap, Jateng, dan sebaliknya mulai Februari 2012. "Hingga saat ini, Susi Air merupakan satu-satunya maskapai yang melayani penerbangan dari Jakarta menuju Cilacap dan sebaliknya," kata Kepala Subseksi Keselamatan dan Keamanan Penerbangan Bandara Tunggul Wulung Cilacap, Sugeng Budiono, di Purwokerto, Selasa (21/2/2012).

Ia mengatakan, jika sebelumnya hanya melayani pada pagi dan sore, mulai 1 Februari menjadi tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan sore. Sugeng mengatakan hal itu di sela-sela Sarasehan Kepariwisataan "Optimalisasi Pelayanan Sarana Akomodasi dan Transportasi Menyambut Visit Jateng 2013" di Ruang Kamandaka, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto.

Dalam hal ini, kata dia, penerbangan yang dilayani Susi Air tersebut menggunakan pesawat "Caravan 208" yang berkapasitas 12 penumpang. Dengan adanya penambahan frekuensi penerbangan ini, lanjutnya, jadwal penerbangan dari Cilacap pun mengalami perubahan dan calon penumpang dapat lebih leluasa memilih jadwal keberangkatannya. "Untuk penerbangan pagi dimajukan satu jam lebih awal, yakni pesawat yang tiba di Cilacap pukul 07.30 WIB diberangkatkan kembali pukul 08.00 WIB. Sementara untuk siang hari diberangkatkan pukul 14.00 WIB, sedangkan sore hari diberangkatkan pukul 16.00 WIB," katanya.

Menurut dia, penambahan frekuensi penerbangan tersebut dilakukan karena tingginya minat masyarakat untuk memanfaatkan moda transportasi ini. "Dari pantauan kami, jumlah penumpang dari Jakarta maupun Cilacap selalu penuh," kata dia.

Kendati demikian, dia mengakui, hingga saat ini tiket penerbangan dari Jakarta menuju Cilacap dan sebaliknya masih tergolong tinggi karena hanya ada satu maskapai penerbangan. Bahkan, kata dia, Susi Air telah beberapa kali memberlakukan perubahan harga tiket tetapi tidak turun. "Sebelum Lebaran 2011, harga tiket sebesar Rp580 ribu per orang. Setelah lebaran sebesar Rp630 ribu dan sekarang menjadi Rp690 ribu," katanya.

Terkait hal itu, dia mengatakan, Bandara Tunggul Wulung Cilacap yang dikelola Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan ini terbuka bagi maskapai penerbangan manapun. Meskipun demikian, kata dia, bandara ini hanya mampu dituruni pesawat-pesawat berukuran kecil karena hanya memiliki landasan pacu sepanjang 1.400 meter dengan lebar 30 meter. "Maksimal pesawat jenis Fokker-27 atau ATR-70 seperti yang pernah dioperasikan Wings Air saat melayani penerbangan Jakarta-Cilacap beberapa tahun silam," katanya.

Lebih lanjut, Sugeng mengatakan, sebuah sekolah penerbangan direncanakan akan membangun hanggar di Bandara Tunggul Wulung. "Rajawali Citra rencananya akan membuka flying school dan membangun hanggar, namun masih dalam proses perizinan. Selain itu, dari Deraya juga berencana akan membuka penerbangan ke Cilacap," katanya.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya penerbangan selain menuju Jakarta, dia mengatakan, saat ini Susi Air sedang menjajaki kemungkinan membuka jalur penerbangan Jakarta-Cilacap-Yogyakarta atau Jakarta-Cilacap-Semarang.

www.mediaindonesia.com

Rabu, 21 April 2010

Penerbangan Di Boven Digoel Dilayani Sempati Air dan Susi Air

Sejumlah maskapai penerbangan sudah mengajukan izin untuk bisa mendarat di Bandara Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Papua. Bandara yang semula berupa landasan dengan lapangan rumput tersebut sudah diaspal sejak tahun 2009. Dengan beroperasinya beberapa maskapai tersebut diharapkan akan makin mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan itu. Sebelumnya hanya maskapai Merpati yang beroperasi di Bandara Mindiptana dengan menggunakan pesawat jenis twin otter dengan kapasitas 20 tempat duduk.
Boven Digoel. ZonaAero
Boven Digoel
Sejumlah Maskapai Akan Beroperasi Di Boven Digoel

Sejumlah maskapai penerbangan akan segera beroperasi di Bandara Mindipta, Kabupaten Boven Digoel, Papua, yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Bupati Boven Digoel, Yusak Yaluwo di Boven Digoel, Minggu (11/4), mengatakan, dengan akan masuknya sejumlah maskapai itu maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi sekitar perbatasan. Sejumlah maskapai yang telah mengajukan izin masuk ke Bandara Mindiptana yakni Sempati Air dan Susi Air.

Bandara yang baru diaspal tahun 2009 lalu dan sebelumnya berupa lapangan rumput itu, kini baru melayani maskapai Merpati dengan rute Merauke - Mindiptana seminggu sekali. Merpati mengoperasikan pesawat jenis twin otter dengan kapasitas 20 tempat duduk. Namun, Merpati bisa saja melayani dua penerbangan seminggu jika minat penumpang naik. Rute itu kini masih disubsidi pemerintah, penumpang hanya membayar Rp235 ribu padahal harga tarif reguler satu juta rupiah.

Menurut Bupati Yusak, kehadiran bandara ini akan memacu ekonomi tidak saja di perbatasan tapi juga untuk warga yang tinggal di kabupaten lain seperti Pegunungan Bintang dan Asmat. Ia mengatakan, bandara itu juga akan mendorong investor untuk datang ke daerah perbatasan karena lalu lintas barang dan jasa bisa langsung masuk ke pedalaman langsung dari Jayapura atau Merauke dan tidak perlu ke ibu kota Boven Digoel, Tanah Merah.

Selain Bandara Mindiptana, Pemkab Kabupaten Boven Digoel juga sedang mengaspal Bandara Bomakia di Distrik Bomakia, yang juga daerah perbatasan dengan dana Rp5 miliar. Bandara Bomakia sangat penting dikembangkan karena jumlah penduduk lebih banyak dibandingkan dengan distrik lain. Selain itu, Bomakia masih terisolasi karena banyak sungai dan belum ada jalan darat yang telah diaspal.

www.gatra.com