Cari di Blog Ini

Kamis, 16 Agustus 2012

Penerbangan Makassar-Luwuk Dilayani Pesawat Sriwijaya Air

Sriwijaya Air
Sriwijaya Terbangi Makassar-Luwuk

Sriwijaya Air kembali buka rute baru, Makassar-Luwuk (Sulteng), mulai Senin, 13 Agustus. Rute itu diterbangi Sriwijaya Air dengan Boeing 737-500. Kapasitasnya terdiri atas 8 kursi kelas eksekutif, 112 kursi ekonomi. "Sriwijaya Air ingin fokus mengembangkan penerbangan di wilayah Indonesia Timur," kata Direktur Komersial Swiwijaya Air Toto Nursatyo melalui rilisnya, Senin 13 Agustus 2012.

Toto mengatakan, sampai saat ini Sriwijaya Air sudah membuka penerbangan ke wilayah-wilayah Indonesia Timur, yaitu Sorong, Manokwari, Jayapura, serta Biak. Sriwijaya Air juga berencana membuka penerbangan dengan rute Jakarta-Sorong dan akan menambah penerbangan ke Mamuju, Sulawesi Barat. Selain rute-rute tersebut, Sriwijaya Air sedang mempertimbangkan untuk membuka rute dari Jakarta ke Kuala Lumpur, Manado, serta Lombok.

Hingga semester I tahun ini, Sriwijaya Air mencatat jumlah penumpang sebanyak 4,2 juta orang. Target hingga akhir 2012 sebanyak 9,2 juta penumpang. Toto berharap target tersebut dapat terpenuhi pada akhir tahun. "Karena antara Juli-Desember, trafik akan lebih besar daripada semester I," kata Toto.

Selain membuka rute baru, Sriwijaya Air akan mendatangkan dua pesawat Boeing 737-500 bulan ini. Pesawat akan didatangkan secara bertahap, yaitu pada 12 Agustus dan 28 Agustus 2012. Pada awal September 2012, Sriwijaya Air juga mendatangkan satu Boeing 737-800. Sampai saat ini, Sriwijaya Air sudah memiliki 32 pesawat. Hingga akhir 2012, Sriwijaya Air menargetkan memiliki total 38 pesawat.

Tertunda

Sementara penerbangan perdana Malang-Makassar-Mamuju yang juga direncakan digelar kemarin masih tertunda. Penyebannya, izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum lengkap. Toto mengatakan,rute Mamuju-Makassar-Malang akan di skedul ulang. Pihaknya saat ini sedang mempercepat perizinan agar Sriwijaya Air bisa melayani masyarakat Sulawesi. Rute baru ini akan dilayani pesawat Boeing 737-500 dengan kapasitas 120 seat sama seperti Rute Makassar-Luwuk. Pangsa pasar Mamuju-Makassar-Malang cukup prospektif, terutama dari kalangan pebisnis serta pekerja di sektor perkebunan dan pertambangan. "Kita memperkirakan load factor rute Mamuju-Makassar - Malang mencapai 80 persen," ungkapnya.

www.fajar.co.id

Rabu, 15 Agustus 2012

Profil 2 Jenis Pesawat Yang Bakal Jadi Rival N-250

Bombardier Dash-8 Q300
Seberapa Tangguh Pesaing Pesawat N250

Sekitar 50 persen pasar pesawat baling-baling (propeller) dunia berada di Asia Tenggara. Kondisi itu yang membuat Presiden Ketiga RI, BJ Habibie, melalui putra sulungnya, Ilham Akbar Habibie, bertekad membangkitkan kembali proyek pesawat N250 yang sempat mati suri. Untuk itu didirikan PT Ragio Aviasi Industri (RAI), yang 51 persen sahamnya dikuasai oleh PT Ilthabie Rekatama. Sementara itu, 49 persen sisanya dimiliki oleh PT Eagle Cap, perusahaan milik Erry Firmansyah, mantan dirut PT Bursa Efek Indonesia. Rencananya, RAI akan membangun kembali pesawat N250 yang dicetuskan Habibie.

Ilham belum lama ini menjelaskan, setelah Fokker-50 tidak lagi diproduksi oleh Fokker Aviation di Belanda yang pailit pada 1996, otomatis pesaing pesawat N250 tersisa dua, yaitu ATR 72 milik perusahaan pesawat Prancis-Italia ATR, dan Bombardier Dash-8, Kanada.

Lalu, seberapa tangguh pesaing pesawat N250 yang 100 persen rancangan putra-putri bangsa Indonesia itu, berikut profil singkatnya:

ATR 72

ATR 72 merupakan pengembangan dari pendahulunya, pesawat ATR 42. ATR 72 memiliki kapasitas lebih besar, yaitu dari 48 penumpang menjadi 78 penumpang. Pengembangan yang dilakukan dengan memperpanjang lambung pesawat, meningkatkan bentang sayap, memperbaharui mesin, serta meningkatkan kapasitas bahan bakar hingga 10 persen.

ATR merupakan perusahaan pesawat joint venture antara Aerospatiale (sekarang EADS) dengan Aeritalia (sekarang Alenia Aermacchi, bagian dari Finmeccanica Group). ATR 72 diluncurkan pada 1986 dan melaksanakan penerbangan perdananya pada 27 Oktober 1988. Pesawat ATR 72 memiliki beberapa varian, antara lain ATR 72-100, ATR 72-200, ATR 72-210, ATR 72-500, ATR 72-600 serta versi kargo dan VIP.

Bombardier Dash-8

Bombardier Q-Series atau Dash-8 merupakan pesawat baling-baling pabrikan De-Havilland, Kanada, yang saat ini telah bergabung dengan Bombardier. Seri pertama Dash-8, yaitu 100,200 dan 300 diproduksi dari 1984 hingga pertengahan 1990-an. Kelebihan pesawat Dash-8 adalah mampu mendarat di landasan yang belum siap sekalipun dan menjadikan pesawat Dash-8 terkenal menjadi pesawat yang tangguh.

Kelanjutan varian dari Dash-8 adalah Q100/200/300 (Q-Series) yang telah memiliki perbaikan seperti Active Noise and Vibration Suppression (ANVS) yang diklaim senyaman pesawat jet. Kapasitas penumpang pesawat Dash-8 ini bervariasi antara 37-48 penumpang, tergantung varian pesawat. Saat ini, jumlah populasi Dash-8 mencapai 660 pesawat di seluruh dunia.

us.bisnis.news.viva.co.id

Selasa, 14 Agustus 2012

Pacific Royale Airways Datangkan Lagi Pesawat Fokker 50

Pacific Royale Airways Fokker 50
Pacific Royale Airways Tambah 1 unit Fokker 50

Maskapai Pacific Royale Airways menambah satu unit pesawat jenis Fokker 50 sehingga maskapai yang baru beroperasi sejak Juni 2012 ini akan mengoperasikan tiga unit pesawat baling-baling ini dari hub Batam dan Surabaya. "Penambahan pesawat F50 [Fokker 50] ketiga dalam armada kami akan memperluas jangkauan penerbangan ke tujuan-tujuan perintis, yang artinya kami akan menyediakan lebih banyak pilihan bagi para pelanggan Pacific Royale," ujar Pendiri dan CEO Pacific Royale Airways Tarun Trikha, Senin (13/8/2012).

Tarun menambahkan pesawat F50 ketiga Pacific Royale Airways sudah tiba di bandara Halim Perdana Kusuma sejak awal Agustus 2012 dan saat ini pesawat dengan nomor registrasi PK-PRC tersebut berada di bandara Pondok Cabe untuk menjalani proses renovasi selama lima minggu, yang mencangkup upgrade kabin, serta transformasi interior dan eskterior pesawat sesuai dengan warna dan identitias Pacific Royale Airways. "PK-PRC ditargetkan dapat mulai beroperasi pada akhir September 2012 dan akan berbasis di Batam, melayani penerbangan dari Batam ke Pangkal Pinang, Tanjung Pandan dan kembali ke Batam," ucapnya.

Tarun menambahkan keputusan untuk menempatkan F50 ketiga di Batam dikarenakan adanya potensi permintaan pasar untuk rute perjalanan dari dan ke tujuan perintis lainnya ke kota tersebut. Tarun menjelaskan pada tahap selanjutnya, maskapai penerbangan ini akan membuka dua hub lagi yaitu di Jakarta dan Medan dan akan mengoperasikan Airbus 320 untuk penerbangan domestik. Pacific Royale nantinya akan memiliki lima pesawat Fokker 50, empat pesawat Airbus 320 dan satu Airbus 330 pada tahun pertama operasi.

Dalam kurun waktu dua bulan pertama sejak Pacific Royale mulai beroperasi secara komersial, maskapai ini telah berhasil menerbangkan lebih dari 2.000 penumpang dari hub Batam dan Surabaya, dengan tingkat keterisian penumpang atau load factor rata-rata 65%-70% yang diperkirakan meningkat selama musim Liburan Idul Fitri.

Pacific Royale Airways saat ini mengoperasikan dua buah pesawat F50, melayani penerbangan dari dan menuju Batam dan Surabaya. Pesawat yang berbasis di Batam pertama kali mulai terbang secara komersial pada 11 Juni 2012 dan melayani rute ke Jambi, Pekanbaru, Kerinci dan Padang. Sedangkan pesawat yang berbasis di Surabaya melakukan penerbangan perdananya pada 15 Juni 2012 dan kini melayani rute ke Semarang, Pangkalan Bun dan Bandung.

www.bisnis.com

Minggu, 12 Agustus 2012

Mandala Airlines Tawarkan Tiket Promo Penerbangan Jakarta-Bangkok

Mandala Airlines
Hari ini, Mandala Terbang Perdana ke Bangkok

Mandala Airlines (Mandala) hari ini (12/8/2012) meluncurkan penerbangan perdana antara Jakarta dan Bangkok. Pesawat Mandala RI 900 lepas landas dari Jakarta pukul 07.00 WIB. Penerbangan regional yang menghubungkan dua kota metropolitan di Asia Tenggara ini akan beroperasi setiap hari dengan armada Airbus A320 yang baru. "Peluncuran rute Jakarta dan Bangkok ini adalah bagian dari fokus kami untuk membangun koneksi jaringan di Indonesia dan kawasan Asia, sekaligus meningkatkan profil Mandala," ujar Michael Coltman,Presiden Direktur Mandala.

Secara khusus alasan di balik peluncuran rute baru ini adalah profil kedua ibukota, yaitu Jakarta dan Bangkok yang sangat berpotensi. Kedua kota terus berkembang bukan hanya sebagai tujuan bisnis tetapi juga sebagai tujuan wisata. Dan keduanya termasuk dalam lima besar kota dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara, berdasarkan studi oleh Brooking’s Institute (Amerika) pada 2011. Ditambah lagi Bandara Soekarno Hatta International Airport (Jakarta) dan Suvarnabhumi International Airport (Bangkok) sama-sama mencatat pertumbuhan jumlah penumpang yang pesat di 2011 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan sebesar 19,2% dan 12% secara berurutan.

Indonesia juga merupakan salah satu negara yang memiliki ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Hal ini pun terefleksi terhadap permintaan untuk berwisata yang terus meningkat. Jumlah wisatawan Indonesia yang bepergian ke luar negeri pada 2012 diperkirakan akan menjadi lebih tinggi dari yang tercatat di 2011 yaitu sebesar 7 juta jiwa. Dengan menghubungkan kedua ibu kota ini, Mandala berharap dapat berkontribusi lebih besar terhadap produktivitas antar negara. "Kami berkomitmen untuk menambah jumlah penumpang dengan menawarkan pilihan penerbangan yang dapat diandalkan dengan tarif menarik, dan memberikan standar tertinggi untuk keselamatan, keamanan dan ketepatan waktu di setiap penerbangan yang kami operasikan," tambah Coltman.

Untuk merayakan peluncuran penerbangan Jakarta-Bangkok, Mandala menawarkan harga promosi khusus mulai dari Rp 699 ribu satu arah (harga sudah termasuk biaya lain-lain). Tarif ini tersedia hingga 26 Oktober 2012, untuk waktu penerbangan antara 10 Agustus hingga 27 Oktober 2012. Saat ini Mandala melayani rute-rute berikut: Jakarta-Kuala Lumpur, Jakarta-Medan-Singapura, dan Jakarta-Bangkok.

bisniskeuangan.kompas.com

Sabtu, 11 Agustus 2012

Mandala Airlines Akan Datangkan 7 Pesawat Baru

Mandala Airlines
Mandala Airlines Tambah Tujuh Pesawat Lagi

Maskapai penerbangan Mandala Airlines akan menambah pesawat terbang baru sebanyak tujuh unit hingga tahun 2013. Saat ini, Mandala Airlines mengoperasikan tiga unit pesawat Airbus 320 dengan empat rute, yakni Jakarta-Medan, Medan-Singapura, Jakarta-Kuala Lumpur, dan Jakarta-Bangkok.

Menurut Direktur Mandala Airlines Devin Wirawan, pihaknya berupaya meraih potensi penumpang dari rute-rute yang pernah ditempuh dulu. Mandala Airlines dengan manajemen baru mulai melakukan penerbangan lagi pada 5 April 2012. "Hanya dalam empat bulan hingga saat ini, pembukaan rute-rute baru yang dilayani Mandala Airlines termasuk bertumbuh pesat. Karena itu, kami optimistis untuk menambah pesawat," kata Devin, Sabtu (11/8/2012) di Bangkok, Thailand.

Meski demikian, Devin belum dapat memastikan berbagai daerah yang akan menjadi tujuan pesawat-pesawat baru tersebut. Hanya saja, Mandala Airlines berupaya meraih pasar penumpang yang menggunakan pesawat dengan tarif rendah.

Soal nilai investasi, Devin mengatakan, jumlahnya masih diperhitungkan. Kompetisi maskapai penerbangan murah saat ini sangat ketat, tetapi ia yakin bisa mengatasi tantangan itu.

bisniskeuangan.kompas.com

Jumat, 10 Agustus 2012

Pesawat N-250 Akan Akan Dirancang Ulang Oleh BJ Habibie

Pesawat N-250
Habibie Redesain Pesawat N-250

Mantan Presiden BJ Habibie bertekad mewujudkan kembali mimpinya agar pesawat komersial tipe N-250, yang pernah terbang 17 tahun silam, bisa mengangkasa lagi. Ia mengungkapkan langkah mewujudkan impian itu saat berbicara di Bandung pada Jumat (10/8). Dua perusahaan, yakni PT Eagle Cap milik mantan Dirut Bursa Efek Jakarta, Eri Firmansyah dan PT il Thabie milik dua anak Habibie yakni Ilham dan Thareq, yang menyatu di bawah bendera PT Radio Aviation Industry (RAI), akan mendanai program N-250 itu. Menurut Habibie, N-250 akan diredesain sesuai dengan selera pasar. "Saya yang punya gambarnya," kata mantan Menteri Ristek dan Teknologi era Presiden Soeharto ini.

Mesin pesawat juga akan diperbarui. Semua ditanganinya. "Mereka (BPPT dan PT DI) tidak akan bisa membuat pesawat kalau tidak punya gambarnya," kata mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia (PT DI) itu.

Habibie telah mematenkan seluruh rancangannya. Bapak Teknologi Indonesia itu akan berkontribusi pada sumber daya manusia dan rancang bangun pesawat. "Kalau urusan bisnis, biar anak-anak saya," tambahnya.

Habibie bertambah optimistis karena banyak mantan anak buahnya yang bekerja di industri pesawat terbang asing akan kembali ke Indonesia. "Mereka sudah menelepon eyang (panggilan akrab Habibie) menanyakan kapan bisa pulang dan bekerja," ujar Habibie tersenyum lebar.

Pada kesempatan terpisah, Eri Firmansyah mengatakan perjanjian kerja sama PT Eagle Cap dan PT il Thabie sudah ditandatangani sekitar sepekan yang lalu. Namun, Eri belum bisa memerinci kapan program pengadaan pesawat berbaling-baling itu dimulai. "Ini masih tahap awal. Sesudah (penandatanganan) masih akan dilakukan studi karena spesifikasinya berubah," katanya.

Dengan digulirkannya kembali program pesawat N-250, Eri berharap bisa menggairahkan industri penerbangan baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu memproduksi pesawat sendiri.

Sumber daya manusia (SDM) Indonesia tidak kalah jika dibandingkan dengan SDM Amerika, Eropa, serta negara maju lainnya. Habibie membuktikan itu. Menurut dia, di dunia ini baru dua orang yang mendapatkan medali emas Edward Bruner Award, penghargaan yang diberikan badan penerbangan sipil dunia bentukan PBB. Medali itu hanya diberikan setiap 50 tahun sekali. Habibie adalah orang kedua di dunia yang mendapat penghargaan itu untuk kategori ahli perancang keselamatan dan keamanan penerbangan sipil. Penghargaan diberikan pada 7 Desember 1994 di Montreal, Kanada, sembilan bulan menjelang peluncuran N-250. "Ini fakta sejarah bahwa kualitas SDM Indonesia sama dengan Eropa, Jepang, Amerika, dan China," tegasnya.

Habibie mengaku tidak akan melupakan jasa anak Indonesia yang dulu bekerja di IPTN dan BPPT mewujudkan N-250 dan N-130 bermesin jet. Sampai sekarang Habibie masih memercayai SDM Indonesia. Dengan cara itu dia berharap ada regenerasi para ahli penerbangan. "Saya mengharapkan ITB, UI, UGM kembali digiatkan dalam riset-riset yang mendukung inovasi nasional," katanya lagi.

www.metrotvnews.com

Selasa, 07 Agustus 2012

Akuisisi AirAsia Atas Batavia Air, Terbentur Regulasi?

Batavia Air
Jalan terjal AirAsia akuisisi Batavia

Pengumuman di penghujung Juli mengejutkan dunia penerbangan di Tanah Air, karena maskapai penerbangan milik Malaysia, AirAsia, berniat mengakuisisi maskapai penerbangan nasional, Batavia Air, dengan nilai pembelian 80 juta dolar AS. Proses untuk mengakuisisi Batavia Air itu dilakukan oleh AirAsia melalui AirAsia Berhad (perusahaan asal Malaysia) dan PT Fersindo Nusaperkasa (pemegang saham mayoritas PT Indonesia AirAsia). "Setelah berbulan-bulan bernegosiasi, kami akhirnya dapat mencapai kesepakatan untuk menjalin hubungan antara AirAsia dan Batavia Air," kata CEO AirAsia Berhad, Tony Fernandes, dalam acara jumpa pers di Jakarta, Kamis (26/7).

Menurut Tony Fernandes, Batavia Air mengisi kepingan "puzzle" secara sempurna dalam rencana bisnis perusahaan yang dimilikinya antara lain karena Batavia Air memiliki pasar domestic yang kuat. Dengan melakukan "pernikahan yang sempurna" ini, ujar dia, AirAsia menargetkan akan menguasai lebih banyak lagi pangsa pasar penerbangan di Indonesia yang memiliki banyak potensi turisme.

Ia juga menuturkan, dengan jalinan kerja sama tersebut juga diharapkan akan dapat menarik semakin banyak wisatawan yang akan berkunjung ke Indonesia dan membuat semakin banyak warga yang dapat terbang. Tony Fernandes mengemukakan, saat ini AirAsia Indonesia menguasai sekitar tiga persen pangsa penumpang rute domestik dan 41 persen pangsa pasar internasional.

Sementara itu Presiden Direktur Fersindo, Dharmadi, memaparkan bahwa AirAsia Berhad akan memiliki saham di Batavia sebesar 49 persen dan Fersindo sendiri menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 51 persen. Dharmadi yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur AirAsia Indonesia mengemukakan, akuisisi 100 persen saham Batavia akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu pertama melalui akuisisi saham mayoritas 76,95 persen. Selanjutnya, dilanjutkan dengan akuisisi saham sebesar 23,05 persen yang diharapkan akan selesai pada kuartal kedua 2013, berdasarkan persetujuan regulator di Indonesia.

Setelah akuisisi dilakukan, Indonesia AirAsia akan melayani lebih dari 8 juta penumpang di 42 kota di Indonesia dan 12 destinasi internasional. Selain itu, pembelian saham Batavia Air juga secara otomatis akan menambah jumlah armada Indonesia AirAsia.

Presiden Direktur Batavia Air, Yudiawan Tansari, mengatakan langkah akuisisi ini dilakukan karena persaingan yang ketat sehingga Batavia Air harus membuat aksi perusahaan dan tindakan yang dipilih adalah dengan menjalin pola kemitraan dengan maskapai Air Asia. "Pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia yang begitu pesat membuat saya percaya bahwa Batavia Air membutuhkan skala yang lebih besar untuk bersaing dan berkembang," kata Yudiawan Tansari.

Saham di Malaysia naik

"Woro-woro" akuisisi pun berbuah manis buat AirAsia di negeri asalnya. Sehari kemudian pasar saham di negeri jiran itu mengapresiasi dengan naiknya harga saham AirAir dua sen menjadi 3,75 ringgit. Harga saham tersebut bergerak antara 3,75 ringgit dan 3,71 ringgit dengan penjualan sebanyak 1,5 juta lembar saham.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Bernama, Hong Leong Investment Bank Research (HLIB Research) mengatakan akuisisi tersebut memungkinkan AirAsia mengembangkan armada dan jaringannya serta meraup pangsa pasar yang lebih besar. "Batavia merupakan maskapai domestik terbesar ketiga di Indonesia dengan pangsa pasar 14,2 persen, sehingga melengkapi pasar internasional terbesar AirAsia di Indonesia," kata pernyataan dari HLIB Research tersebut.

Namun langkah menguasaan AirAsia terhadap Batavia nampaknya tidak akan semudah dugaan Tony Fernandes. Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa pihaknya belum menerima surat resmi terkait dengan proses akuisisi maskapai penerbangan Batavia Air yang dilakukan oleh maskapai penerbangan AirAsia. "Belum ada surat resmi ke Kementerian Perhubungan tentang hal (akuisisi) itu," kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti di Jakarta, Jumat (27/7).

Dengan demikian, menurut dia, maka juga belum ada kepastian apakah pihak Kementerian Perhubungan akan menyetujui atau malah menolak perjanjian akuisisi tersebut. Ia memaparkan salah satu hal yang akan dilihat adalah apakah kesepakatan akuisisi tersebut selaras dengan aturan perundang-undangan yang berlaku seperti ketentuan mengenai pemilik saham mayoritas.

Tidak hanya dari Kemenhub, persoalan juga muncul dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang minta PT Indonesia AirAsia dan PT Fersindo Nusa Perkasa agar melaporkan rencana akuisisinya terhadap PT Metro Batavia Grup, pemilik maskapai Batavia Air. "Perusahaan tidak boleh tidak melakukan notifikasi dengan alasan akumulasi omzetnya di bawah Rp5 triliun atau asetnya tidak melebihi Rp2,5 triliun, karena KPPU-lah yang berwenang menentukan dan menilai," kata Ketua KPPU Tadjuddin Noer Said di Jakarta, Senin (30/7).

Menurut Tadjuddin, rencana akuisisi tersebut wajib dilaporkan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dan Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2010 tentang Penggabungan dan Peleburan Badan Usaha. AirAsia Indonesia selaku perusahaan yang mengakuisisi harus melakukan notifikasi (pemberitahuan) tentang akuisisi yang dijalankan dalam 30 hari kerja sejak akuisisi terjadi secara efektif.

Terdapat tiga hal yang membuat AirAsia dan Fersindo harus melaporkan rencana akuisisi tersebut, yaitu akumulasi merger aset AirAsia lebih dari Rp2,5 triliun dan atau akumulasi omzet lebih dari Rp5 triliun. kemudian perusahaan yang melakukan merger tidak terafiliasi satu sama lain atau bukan dari satu perusahaan induk, dan terakhir akuisisi ini melibatkan perusahaan asing dan salah satunya punya produk yang beredar di Indonesia.

Penilaian merger atau akuisisi oleh KPPU ini tidak terkait dengan status hukum pelaku usaha apakah perusahaan asing atau domestik, namun lebih pada konsentrasi pasar HHI (Hirscman-Herfindahl Indeks) yang terbentuk dari akuisisi ini serta justifikasi dan dampaknya pada pasar. Tadjuddin mengatakan, justifikasi dan dampak tersebut dilihat dari empat parameter, yaitu menyebabkan "entry burrier" pada pesaing, menghilangkan efisiensi usaha, ternyata tidak benar-benar dibutuhkan untukm menghindari pailit dan menciptakan perilaku persaingan usaha tidak sehat. "Jadi, KPPU tidak akan membatalkan hanya karena posisi dominan atau monopolinya konsentrasi pasar yang terbentuk pascamerger namun pada penilaian atas empat parameter itu," katanya.

Berpotensi Denda Miliaran Rupiah

Setali tiga uang dengan hambatan terjal rencana akuisisi Batavia, Ketua KPPU juga menegaskan bahwa AirAsia berpotensi terkena denda sebesar Rp1 miliar per hari bila tidak melaporkan rencana akuisisi yang dilakukan terhadap Batavia Air. Tadjuddin mengatakan bila akuisisi yang dilakukan AirAsia terhadap Batavia Air telah berlaku efektif dan tidak dilaporkan kepada KPPU dalam jangka waktu 30 hari, maka pihak yang mengakuisisi dapat terkena ancaman denda Rp1 miliar per hari.

"Hukuman" ini mengacu kepada Peraturan Pemerintah No 57 Tahun 2010 tentang Penggabungan atau Peleburan Badan Usaha dan Pengambilalihan Saham Perusahaan yang Dapat Mengakibatkan Terjadinya Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Berdasarkan Pasal 5 ayat (1) PP 57/2010, penggabungan atau peleburan badan usaha, atau pengambilalihan saham perusahaan lain yang membuat nilai aset dan/atau nilai penjualannya melebihi jumlah tertentu wajib diberitahukan secara tertulis kepada KPPU paling lama 30 hari sejak efektifnya secara yuridis hal tersebut. Sedangkan jumlah tertentu sebagaimana yang dimaksud pada ayat tersebut terdiri atas nilai aset yang lebih besar dari Rp2,5 triliun dan/atau nilai penjualan yang lebih besar dari Rp5 triliun.

Sementara dalam ayat (6) di pasal yang sama menjelaskan, dalam hal pelaku usaha tidak menyampaikan pemberitahuan tertulis tersebut, maka pelaku usaha itu dikenakan sanksi berupa denda administratif sebesar Rp1 miliar untuk setiap hari keterlambatan, dengan ketentuan denda administratif secara keseluruhan paling tinggi sebesar Rp25 miliar. Saat ini, menurut dia, KPPU telah membentuk tim untuk menentukan secara pasti berapa nilai aset dan nilai penjualan yang terkumpul bila akuisisi yang dilakukan AirAsia terhadap Batavia Air benar-benar terjadi.

Tampaknya, jalan terjal masih akan menghadang maskapai AirAsia yang berhasrat untuk mengakusisi maskapai Batavia Air. Berhasilkan AirAsia?

www.antaranews.com

Senin, 30 Juli 2012

Maskapai Citilink Pakai Kode QG

Citilink Indonesia
Resmi Lepas dari Garuda, Citilink Kini Pakai Kode QG

Maskapai Citilink Indonesia mulai hari ini resmi menggunakan kode penerbangan baru yakni QG setelah terlepas dari induknya PT Garuda Indonesia Tbk. "Sejalan dengan efektifnya AOC (air operator certificate) Citilink mulai hari ini, Senin, 30 Juli 2012, maka mulai hari ini juga Citilink beroperasi sebagai maskapai yang mandiri dan terpisah dari Garuda," kata VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto, Senin (30/7/2012). Dia menjelaskan Citilink akan mulai menggunakan kode penerbangan QG dan tidak lagi menggunakan kode penerbangan GA.
Peralihan itu menandai babak baru industri penerbangan berbiaya murah anak perusahaan Garuda Indonesia. CEO Citilink Indonesia Arif Wibowo mengaku siap bersaing dengan maskapai lain yang sudah lebih dahulu di kelas low cost carrier (LCC), atau bertarif rendah. Bahkan, tak hanya menyasar segmen LCC, Citilink berencana mengembangkan bisnis penerbangan jarak dekat dengan pesawat baling-baling atau propeller. "Pasar penerbangan Indonesia sangat besar, kami optimistis melihat pasar dan prospek di Indonesia," kata Arif.

Fokus Domestik

Menurutnya, dengan pendapat per kapita Indonesia di atas US$3.500, begitu pendapatan mendekati US$ 5.000, penumpang perjalanan dengan pesawat udara akan terus berlipat ganda. Selain itu jika pertumbuhan ekonomi 6%-7%, pertumbuhan lalu lintas udara domestik Indonesia juga akan naik dua kali lipat, atau sekitar 14%. "Kami akan fokus rute domestik pada tahun ini. Pada tahun depan akan masuk regional yang maksimal menempuh maksimal 3 jam perjalanan, yakni Singapura, Kuala Lumpur, Penang, dan Australia selatan," kata Arif.

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan Citilink Indonesia akan terbangi 70 rute domestik dan 16 rute regional. Saat ini Citilink mengoperasikan 14 unit pesawat dan akhir tahun menjadi 20 unit, bahkan seiring dengan program Quantum Leap Garuda Indonesia selaku induk perusahaan, Citilink pada 2015 akan mengoperasikan 50 pesawat, sehingga total dengan Garuda menjadi 194 unit.

Pada 2011, lanjut Emirsyah, Citilink sudah menerbangkan 1,6 juta penumpang, sehingga total dengan Garuda menjadi 17,1 juta penumpang dan pada 2015 ditarget total 45,5 juta pernumpang dengan Citilink 16,4 juta. "Strategi Garuda adalah memperkuat dominasi pasar dengan mengembangkan Citilink sebagai LCC," ucapnya.

Emirsyah mengatakan Citilink sebagai LCC akan menyasar pasar orang-orang yang biasanya tidak naik pesawat, atau yang naik kereta api seiring semakin kuatnya daya beli masyarakat. Sedangkan Garuda, sebagai maskapai dengan layanan penuh atau full services akan berbeda pasarnya.

www.bisnis.com

Sabtu, 28 Juli 2012

Bandara Blimbingsari Banyuwangi Jadi Sarana Pelatihan Siswa Sekolah Penerbangan

Bandara Blimbingsari Banyuwangi Jawa Timur
Banyuwangi Jadi Pusat Latihan Penerbangan Sipil

Kabupaten Banyuwangi kini menjadi salah satu pusat latihan penerbangan sipil. Setidaknya dua sekolah penerbangan sudah beroperasi di Kabupaten ini, yakni Bali International Flight Academy (BIFA) serta Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya.

Direktur ATKP Surabaya Rudy saat menghadiri joy flight penerbangan pesawat latih Tobago di Lapangan Terbang Blimbingsari mengatakan, tahun ini akademinya merekrut 12 calon penerbang yang akan dididik menjadi pilot.

Selain Surabaya, latihan lapangan yakni penerbangan pesawat akan dilakukan di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi. "Kelas penerbangan ini adalah kelas baru, sebelumnya di Surabaya. Kami harapkan tahun depan kami sudah menempati gedung sekolah dan hangar di Blimbingsari," kata Rudy.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementrian Perhubungan Bobby R Mamahit mengatakan, Banyuwangi dipilih karena kontur tanahnya yang landai dan tidak berbukit. Kondisi geografis itulah yang dibutuhkan penerbang untuk melatih kemampuan mereka. Infrastruktur di Blimbingsari pun memadai dengan panjang landasan mencapai 1.400 meter persegi atau cukup untuk pesawat latih Tobago.

regional.kompas.com

Jumat, 27 Juli 2012

Peluncuran Pesawat Airbus A350 Ditunda Lagi

Airbus A350
Airbus A350 Diundur ke Semester II-2014

Konsorsium industri pesawat terbang Eropa, EADS, Jumat (27/7/2012) ini, untuk kedua kalinya mengumumkan penangguhan peluncuran pesawat berbadan lebar yang baru, Airbus A350. Pesawat yang sedianya akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2013, kemudian diundur ke semester I-2014, dan kali ini diundur ke semester II-2014.

EADS, sebagaimana dikutip kantor berita AFP, menyatakan, pesawat berbadan lebar terbaru dari Airbus ini terpaksa ditunda lagi jadwal peluncurannya disebabkan problem pada proses manufaktur sayap pesawat. Penangguhan sekitar tiga bulan ini diperkirakan akan meminta biaya 124 juta euro atau Rp 1,4 triliun. Biaya ini akan mengurangi penerimaan korporasi pada semester pertama tahun ini.

Namun, pengumuman penangguhan ini tidak memengaruhi harga saham EADS yang sebelumnya naik tajam, berkenaan dengan hasil keuntungan pada semester I-2012. Keuntungan bersih pada enam bulan pertama 2012 mencapai 594 juta euro, naik 109 juta euro dari tahun sebelumnya. Total nilai penjualan naik 14 persen menjadi 24,9 miliar euro.

Pesawat Airbus A350 dibuat sebagai rival utama bagi Dreamliner, pesawat keluaran Boeing Co, dari Amerika Serikat. Kedua pesawat ini memperebutkan pasar pesawat komersial ukuran menengah, di mana permintaan akan pesawat hemat bahan bakar ini masih cukup tinggi di negara dengan pasar yang tumbuh (emerging market).

Problem pada manufaktur bagian sayap Airbus A350 muncul berkaitan dengan adanya sejumlah kasus retak pada bagian sayap dari sejumlah pesawat superjumbo Airbus A380.

Chief Executive EADS, Tom Enders, menegaskan, dia berharap penyerahan Airbus A380 tahun depan akan kurang dari 30 unit, yang disebabkan perusahaan mengantisipasi perusahaan penerbangan yang menahan pesanan sampai Airbus bisa mengatasi masalah keretakan pada sayap pesawat superjumbo itu.

bisniskeuangan.kompas.com

Garuda Indonesia Resmi Layani Penerbangan Balikpapan-Singapura

Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Sepinggan Balikpapan
Garuda resmi buka penerbangan Balikpapan-Singapura

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk meresmikan penerbangan Balikpapan - Singapura di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kamis (26/7) . Rute ini adalah pengembangan dari penerbangan Makassar-Singapura sehingga rutenya menjadi Makassar-Balikpapan-Singapura. Penerbangan dari Balikpapan menuju Singapura ini mulai beroperasi pada Jumat (27/7) ini. Setelah tiba dari Makassar, pesawat dijadwalkan berangkat dari Balikpapan pukul 10.55 Wita. Penerbangan ini menggunakan pesawat Boeing 737-500 berkapasitas 96 penumpang dengan konfigurasi 12 penumpang eksekutif dan 84 penumpang di kelas ekonomi.

Peresmian penerbangan ini dilakukan oleh VP Area Timur Indonesia Garuda Indonesia Rosyinah. Hadir juga dalam acara Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak serta Pangdam Mulawarman Mayjen TNI Subekti dan Walikota Balikpapan Rizal Effendi. Rosyinah mengatakan sebagai awal pembukaan rute akan dijadwalkan empat penerbangan langsung dari Balikpapan menuju Singapura yakni pada Senin, Rabu, Jumat dan Minggu. Apabila potensinya cukup menarik, akan ada kemungkinan untuk membuka penerbangan menuju Singapura setiap hari. "Kami masih melakukan penjajakan potensi," kata Rosyinah.

Sementara itu, Gubernur Awang Faroek juga mengharapkan agar Garuda juga bisa menjangkau daerah lain di Kalimantan Timur, termasuk menghubungkan Kalimantan Timur dengan provinsi-provinsi Kalimantan yang lain. Penerbangan tersebut diharapkan bisa menjadi jembatan udara bagi penduduk yang berada di wilayah yang terkendala oleh keterbatasan infrastruktur jalan dan jembatan.

Dari sisi pariwisata, penerbangan ini juga disambut baik. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Doddy Achadiyat menambahkan promosi tentang Kalimantan Timur juga harus gencar dilakukan di Singapura. Promosi itu sekurangnya dilakukan tiga kali setahun untuk memperkenalkan potensi daerah di Balikpapan dan Kalimantan Timur. Menurut Achadiyat ini agar penumpang yang masuk ke dalam negeri juga meningkat. "Kalau hanya warga kita yang berkunjung ke Singapura, tentu efeknya, keuntungannya hanya dirasakan Singapura. Akan lebih bagus lagi kalau yang dari luar juga ditarik berkunjung ke sini supaya perputaran uang di dalam negeri juga terjadi," kata Achadiyat yang juga manajer Hotel Sagita di Balikpapan tersebut.

www.antaranews.com

Rabu, 25 Juli 2012

Bandara Kulonprogo Dirancang Menjadi Bandara Terbaik Di Indonesia

Pembangunan Bandara Kulonprogo
Masterplan Bandara Kulonprogo Selesai Akhir Agustus

Master plan rencana pembangunan bandara internasional di Kulonprogo direncanakan bisa selesai akhir Agustus mendatang. Pengganti Bandara Adisutjipto ini akan akan dibangun dengan konsep airport city dan menjadi bandara terbaik di Indonesia.

Ketua Tim Fasilitasi Pembangunan Bandara Internasional yang juga Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kulonprogo, Triyono mengatakan, rencananya draft akhir masterplan akan selesai disusun tim konsultan PT Angkasa Pura pada 8 Agustus. Selanjutnya akan dibahas antara PT Angkasa Pura, konsultan, Pemprov DIY, dan Pemkab Kulonprogo. "Hasilnya akan dipresentasikan kepada Kementerian Perhubungan. Jadi setelah draft akhir selesai, masih ada kemungkinan revisi-revisi dan diharapkan bisa selesai final pada akhir Agustus," katanya, Rabu (25/7/2012).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Budi Wibowo mengatakan, dari empat alternatif zoning lokasi bandara, setelah dibahas dengan pemerintah pusat pada Juni lalu, diputuskan alternative keempat yang dipakai. Alternatif keempat ini merupakan usulan Pemkab Kulonprogo yang dimodifikasi tim masterplan PT Angkasa Pura. "Dalam alternatif keempat itu rencananya bandara notok sampai ke jalan nasional. Karena bandara yang akan dibangun ini adalah bandara yang terbaik di Indonesia, world class dan sekaligus merupakan airport city," ungkapnya.

Setelah selesainya masterplan, lanjut Budi, akan tahapan dilanjutkan dengan pengajuan ijin penetapan lokasi (IPL) oleh PT Angkasa Pura kepada Gubernur DIY. Begitu IPL ditetapkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan bergerak melakukan identifikasi seluruh lahan. "September persiapan pendataan tanah, siapa pemiliknya dan luasannya. Baru kemudian dilakukan pembebasan. Sebelum pembebasan juga harus disiapkan relokasi, tapi tidak ada transmigrasi," katanya. Untuk relokasi ada beberapa alternatif, diantaranya direlokasi di tanah kas desa masing-masing, meliputi Palihan, Jangkaran, Sindutan, dan Glagah di Kecamatan Temon.

www.suaramerdeka.com

Senin, 23 Juli 2012

Penerbangan Makassar-Luwu Tengah Dijajaki Wings Air

Wings Air
Wings Air Jajaki Bandara Lagaligo

Maskapai penerbangan Wings Air berencana menerbangi rute Bandara Sultan Hasanuddin menuju Bandara Lagaligo, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu dan sebaliknya. Saat ini, pihak maskapai sedang menghitung potensi pasarnya.

Kepala Bandara Lagaligo, Syarifuddin mengaku telah melobi pihak Wings Air pekan lalu. Menurutnya, fasilitas Bandara Lagaligo sudah memenuhi syarat untuk penerbangan ini. Rencananya, pihak Wings Air akan melakukan survei pasar pada awal Agustus. Rencana itu seiring dengan dibukanya rute baru penerbangan Wings Air dari Maros menuju Poso mulai 1 Agustus. "Ini kabar gembira karena sangat berpotensi juga untuk menerbangi Bandara Lagaligo. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan momen itu," bebernya, kemarin.

Syarifuddin berharap pemerintah empat kabupaten/kota di Luwu Raya, khususnya Kabupaten Luwu mau memberikan pancingan berupa subsidi agar maskapai yang menyediakan pesawat ATR-72 itu bisa transit di Bandara Lagaligo. Jika pemerintah memberikan subsidi dalam setiap penerbangan, selain merangsang pihak Wings Air juga sangat berdampak pada harga tiket yang sangat terjangkau masyarakat, yakni kisaran Rp300 ribu per kursi. Jika tanpa subsidi, maka harganya mencapai Rp500 ribu per kursi. "Wings Air berjanji tidak meminta subsidi jika pasar bisa mencapai 80 persen," jelas Syarifuddin.

Kepala Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Luwu Raya, Izaac LD Lawalata yang mengatakan, dari jajaran perbankan siap memenuhi sekira 24 kursi setiap penerbangan. Hanya saja, dia berharap jadwal penerbangan dibuka untuk hari Jumat sore dan Senin pagi. Hal itu karena sejumlah pegawai perbankan berdomisili di Makassar.

www.fajar.co.id

Jumat, 20 Juli 2012

20 pesawat Cassa Buatan PT DI Dibeli Merpati Nusantara Airlines

Merpati Nusantara Airlines
Merpati beli 20 Cassa Dirgantara

PT Merpati Nusantara Airlines realisasikan pembelian 20 pesawat Cassa dari PT Dirgantara Indonesia. Namun, pendanaan menunggu penawaran dari pemerintah daerah yang akan menggunakan pesawat ini.

Direktur Utama Merpati Rudy Setyopurnomo mengatakan pihaknya akan membentuk pasar untuk pembiayaan ke-20 pesawat Cassa yang dibelinya dari PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Pasar ini berasal dari pemerintah kabupaten maupun kecamatan di Indonesia. Sebab pesawat akan digunakan untuk penerbangan perintis di wilayah timur Indonesia dan Kalimantan. "Kami sudah kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah, di antaranya Pemda Sampit, Kalimantan Tengah. Mereka ingin menggunakan pesawat Cassa dari PT DI ini," kata Rudy saat penandatanganan nota kesepahaman antara PT Dirgantara Indonesia dan PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP), di kantor Kemmeng BUMN, Jakarta, Kamis (19/7/2012).

Dalam acara penandatangan MoU ini turut menyaksikan Menneg BUMN Dahlan Iskan. Dari PT DI diwakili oleh Direktur Utama Budi Santoso dan Dirut PT NTP Supra Dekanto, sedangkan dari Merpati oleh Rudy Setyopurnomo. Rudy menjelaskan pihaknya menargetkan tahun ini ada 4-5 unit pesawat pesanannya yang sudah dapat diterima dan selesai seluruhnya dalam 2 tahun ke depan. Namun, dia optimistis tidak perlu mengeluarkan dana sedikitpun untuk pembayarannya karena kerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan pembiayaan.

Nantinya, imbuh Rudy, dengan Pemda yang turut dalam pembiayaan akan dibuat mekanisme bagi hasil ataupun mekanisme lainnya. “Misalnya, pemda ingin membiayai pengadaan pesawat, itu kontribusinya 10% dari total biaya. Bagi hasilnya mereka mendapat porsi 10%. Atau ada pemda yang ingin menanggung biaya bahan bakar, kontribusi hingga 60%, pembagiannya sesuai dengan pengeluarannya,” kata Rudy.

Direktur Utama PT DI Budi Santoso mengatakan penandatangan MoU dengan Merpati ini untuk pembelian 20 pesawat Cassa serta untuk perawatan over haul pesawat MA-60 di PT NTP, anak usaha PT DI. Untuk pembelian 20 Cassa ini, imbuh Budi, ditargetkan seluruh pesanan rampung dalam dua tahun kedepan. Pesawat yang dipesan berjenis Cassa 212-400 berkapasitas 28 tempat duduk dengan harga US$6,5 juta-US$7,5 juta per unit.

www.bisnis.com

Kamis, 19 Juli 2012

Garuda Indonesia Akan Layani Penerbangan Intra Sumatera Rute Palembang-Medan

CRJ1000 NextGen
April 2013, Garuda Buka Rute Palembang-Medan

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia akan membuka penerbangan intra Sumatera rute Palembang-Medan pada awal April 2013. "Rute baru tersebut pada tahap pertama hanya satu kali penerbangan setiap hari, dengan pesawat terbaru jenis Bombardier CRJ1000 yang memiliki kapasitas 145 penumpang," kata General Manager Garuda Indonesia Palembang, Dony Widojoko, di Palembang, Rabu (18/7/2012) ini.

Setelah rute Palembang-Medan, pada tahun yang sama segera menyusul dibuka rute Palembang-Pekanbaru. "Dan jika memungkinkan, dibuka juga beberapa rute intra-Sumatera lainnya," katanya.

Menurut Doni, dibukanya rute penerbangan Palembang-Medan karena permintaan masyarakat di dua kota besar tersebut sangat tinggi. "Sudah lama sebenarnya Garuda ingin membuka rute penerbangan intra Sumatera. Namun, mengingat terbatasnya armada yang dimiliki, baru pada tahun depan bisa kami realisasikan," ujar mantan Senior Manager Garuda jalur penerbangan Jepang-Korea itu.

Garuda sekarang ini sedang mempersiapkan sejumlah armada baru untuk menambah frekuensi penerbangan pada rute padat penumpang, seperti Palembang-Jakarta, serta membuka jalur penerbangan baru. Untuk rute Palembang-Jakarta, direncanakan pada Oktober 2012 akan dilakukan penambahan armada pesawat atau penambahan dua kali penerbangan dari kondis sekarang, yakni sembilan kali penerbangan setiap hari. "Melalui peningkatan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa penerbangan Garuda dan pengembangan rute baru, diharapkan maskapai penerbangan ini bisa mempertahankan posisi sebagai perusahaan penerbangan regional terbaik di dunia," ujar General Manager Garuda Indonesia Palembang itu.

regional.kompas.com

Jumat, 13 Juli 2012

Pemkot Manado Dukung Lion Air Buka Penerbangan Ke Hongkong Dan Jepang

Lion Air
Positif, Pembukaan Rute ke Hongkong dan Jepang

Pemerintah Kota Manado mendukung rencana pembukaan rute Manado-Hongkong dan Jepang oleh maskapai penerbangan Lion Air. "Rencana pembukaan rute ke Hong Kong dan Jepang merupakan langkah positif dalam upaya mengembangkan Manado sebagai kota ekowisata," kata Wali Kota Manado, Vicky Lumentut di Manado, Jumat (13/7/2012).

Vicky mengatakan, dengan dibukanya rute Hongkong dan Jepang, akan memberi peluang kepada para turis dari berbagai negara di dunia datang ke Manado. Hongkong dan Jepang merupakan dua negara dimana sektor pariwisatanya sudah dikenal luas. Dengan terbukanya jalur penerbangan ke negara itu akan berdampak positif bagi Provinsi Sulawesi Utara.

Dukungan maskapai penerbangan, kata Vicky, penting dalam menopang keberhasilan pariwisata di suatu daerah, karena itu pemerintah daerah mendukung sepenuhnya rencana ekspansi yang telah disiapkan Lion Air. "Termasuk rencana untuk menjadikan Bandara Sam Ratulangi sebagai ’hub’ Lion Air. Ini sesuatu yang positif, karena penambahan rute penerbangan akan terwujud," kata Vicky.

Vicky mengatakan, Lion Air berencana memperbanyak penerbangan ke Bandara Sam Ratulangi. "Ada rencana manajemen Lion Air menambah penerbangan dari Bandara Sam Ratulangi Manado, yakni setiap dua jam ada satu penerbangan, dan itu bisa terwujud jika pesawat tersedia di hanggar di Manado," kata Vicky.

travel.kompas.com

Kamis, 12 Juli 2012

Jet Pribadi Phenom 300 Dibeli Lagi Oleh Maskapai Premiair

Phenom 300
Premiair datangkan pesawat Phenom 300

Demi menangkap potensi pasar penerbangan pesawat jet sewaan yang tumbuh 15% per tahun, PT Ekspres Transportasi Antarbenua (Premiair) kembali mendatangkan satu pesawat baru yakni Phenom 300 Embraer Executive Class yang dibelinya senilai US$9,5 juta. Premiair, maskapai penerbangan pesawat carteran (sewaan) membeli Phenom 300 itu dari produsennya langsung, yaitu Embraer Executive Jets asal Brasil. General Manager Commercial Premiair Lingga Sadoko mengatakan kedatangan pesawat tersebut menambah jumlah armada Premiair menjadi 13 unit dan pada akhir tahun akan menjadi 14 unit karena Legacy 600 Embraer akan kembali datang. "Pesawat Phenom 300 tersebut berkapasitas tujuh penumpang. Premiair merupakan maskapai yang pertama menggunakan pesawat Phenom 300 di Asia Pacific," ujar Lingga di Bandara Halim, Jakarta, Rabu (11/7).

Dia menambahkan pesawat tersebut akan dioperasikan pada akhir Juli 2012, melayani penerbangan domestik dan internasional. Jarak tempuh Phenom 300 mencapai 3.650 kilometer dengan ketinggian jelajah hingga 45 ribu kaki di atas rata-rata cuaca dan awan tebal. Untuk membeli pesawat berkapasitas tujuh penumpang dan dua kru kabin itu, Premiair merogoh kocek senilai US$9,5 juta. Sedangkan harga sewa Phenom 300 nantinya sekitar US$4.500 - US$ 6.000 per jam. "Minimal sewa 2 jam," tutur Lingga.

Premiair terdaftar sebagai maskapai penerbangan tak berjadwal atau sewa yang berpusat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma Jakarta. Perusahaan yang berdiri sejak 2006 itu, kini memiliki 13 unit pesawat yang terdiri dari 5 unit pesawat Embraer, tiga unit pesawat Grand Caravan dan lima unit sisanya jenis helikopter. Lingga mengatakan Premiair juga bertindak sebagai representative perusahaan Embarer, yang bertugas memasarkan. "Kami authorize sales Embraer sudah berlangsung selama 2 tahun ini. Dari 30 pesawat jet pribadi yang ada di Indonesia, Embraer ada 8 unit yang dimiliki perusahaan-perusahaan besar, dalam 2 tahun terakhir, pertumbuhan pesawat jet pribadi di Indonesia mencapai 10%-15%," tuturnya.

VP Marketing and Sales Asia Pacific Embraer Executive Jets Jose Eduardo Costas mengatakan pembuatan pesawat Phenom 300 melibatkan BMW Group Designworks, selaku konsultan desain strategis yang berbasis di California, Amerika Serikat (AS). "Jarak tempuh Phenom 300 mencapai 3.650 kilometer (km) yang mampu mendarat di landasan yang panjangnya hanya 1.150 meter. Dengan demikian pesawat jet ini cocok di Indonesia dengan landasan pacu yang pendek," kata Jose.

Jose menambahkan dalam kurun waktu 10 tahun ke depan potensi pangsa pasar bisnis pesawat jet pribadi di dunia mencapai US$ 200 miliar dengan pertumbuhan armada mencapai 8.700 unit. Pertumbuhan pesawat jet tersebut tidak hanya Embraer, tetapi semua produsen jet. "Di Asia memiliki 5% populasi jet pribadi di dunia. Pada 10 tahun ke depan, populasi jet pribadi mencapai 15%. Partisipasi konsumen Asia akan meningkat tiga kali lipat," ujar Jose.

Dia menuturkan sampai saat ini ada 30 jet pribadi di Indonesia. Jumlah jet pribadi di Indonesia lebih sedikit dibandingkan dengan Brasil yang memiliki 700 pesawat jet pribadi. "Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi, pasarnya bagus, permintaan jet pribadi meningkat karena orang butuh fleksibilitas. Pertumbuhan bisnis meningkat," tuturnya.

www.bisnis.com

Selasa, 10 Juli 2012

Sriwijaya Air Tambah Jumlah Penerbangan Ke Indonesia Timur

Sriwijaya Air B737-4Q8 PK-CKC
Sriwijaya Air Tambah Penerbangan Ekstra ke Intim

Maskapai Sriwijaya Air menambah jumlah penerbangan ke Indonesia timur. Hal itu seiring peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Indonesia timur. Juga harus dipahami betapa maskapai merupakan sarana transportasi utama ke wilayah tersebut. Untuk menjawab permintaan ini, Sriwijaya Air akan menambah frekuensi penerbangan (extra flight) untuk rute Jakarta-Makassar, Jakarta-Sorong (via Makassar), Makassar-Jayapura (PP), dan Makassar-Jakarta mulai 12-20 Juli 2012. Demikian diinformasikan Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Agus Soedjono, Senin (9/7/2012), dalam siaran persnya.

Rute Jakarta-Makassar dan Makassar-Jakarta yang sebelumnya dilayani 4 penerbangan tiap hari, kini menjadi 5 penerbangan. Sedangkan pada rute Jakarta-Sorong (via Makassar) dan Makassar-Jayapura menjadi dua penerbangan per hari.

Berikut jadwal extra flight tersebut:
  • Jakarta-Makassar (SJ-5700) berangkat pukul 23.00
  • Jakarta-Sorong (SJ-5700) berangkat pukul 12.00 via Makassar
  • Sorong-Makassar (SJ-5701) berangkat pukul 07.00 WIT
  • Makassar-Jayapura (SJ-5800) berangkat pukul 09.00 WITA
  • Jayapura-Makassar ( SJ-5810) berangkat pukul 14.30 WIT
  • Makassar-Jakarta (SJ-5810) berangkat pukul 17.40 WITA.
Untuk memaksimalkan penambahan penerbangan ini, Sriwijaya Air telah menyiapkan satu unit armada B 737-500 W. Jika penambahan frekuensi penerbangan ini mendapat respons yang positif dari pelanggan, tidak tertutup kemungkinan jumlah penerbangan pada rute-rute ini akan terus dipertahankan.

bisniskeuangan.kompas.com

Senin, 09 Juli 2012

Indonesia-Rusia Siapkan Alih Teknologi Penerbangan

Sukhoi Superjet 100
Sukhoi Siap Transfer Teknologi Penerbangan ke Indonesia

Musibah Sukhoi SuperJet 100 di Gunung Salak Bogor tidak menghalangi kerjasama RI-Rusia dalam bidang kedirgantaraan. Sebuah rencana kerja sama yang mencakup alih teknologinya dari Rusia ke industri penerbangan Indonesia sedang disusun. Demikian intisari pertemuan Dubes RI untuk Rusia dan Belarusia, Djauhari Oratmangun, dengan President of JSC United Aircraft Corporation Mikhail Pogosyan di Moskow, Jumat (6/7/2012) waktu setempat. JSC United Aircraft Corporation merupakan holding company yang membawahi industri Sukhoi tempur dan komersial.

Pertemuan dalam format makan siang bersama dengan menu khas Rusia ini, intinya adalah saling mengenal sambil menggali hal-hal yang dapat dikerjasamakan di masa depan. Kedua pihak hanya sedikit menyinggung 'tragedi Sukhoi' dalam perspektif di balik kejadian tersebut harus mampu dimunculkan hal-hal yang positif di masa datang. "Ada masanya kita melihat ke depan," kata Dubes Djauhari.

Di dalam hal ini, Sukhoi berpendapat bahwa kerja sama kedirgantaraan yang mencakup transfer of technology merupakan sesuatu yang sangat dimungkinkan. "Sukhoi dapat berkolaborasi dengan industri penerbangan di Indonesia untuk memproduksi suku cadang, baik Sukhoi tempur maupun komersial," ujar Mikhail Pogosyan.

Sukhoi juga sangat terbuka untuk mendidik anak-anak terbaik Indonesia untuk studi bidang penerbangan. Rusia memiliki dua universitas terbaik di bidang ini, yakni di kota Moskow dan Kazan. Sukhoi dalam hal ini bisa saja memberikan beasiswa. Selain itu, Mikhail juga menyatakan ingin memberikan kuliah kedirgantaraan di universitas di Indonesia dalam sebuah kunjungannya di Indonesia kelak. Maklum, selain sebagai presiden direktur, Mikhail juga merupakan seorang penerbang dan sangat mengerti tentang industri penerbangan.

Pertemuan yang diselingi canda tersebut juga sempat membahas aneka makanan khas Rusia seperti kaviar dan Vodka. Kedua belah pihak sepakat untuk membangun sebuah komunikasi yang intensif dalam rangka kerjasama yang menguntungkan di masa depan.

news.detik.com

Rabu, 04 Juli 2012

Airbus Akan Bangun Pabrik Pesawat A320 Di AS

Airbus A320
Airbus bangun pabrik perakitan pesawat di AS

Produsen pesawat terbang Eropa, Airbus, Senin, mengumumkan akan membuka pabrik perakitan pertama di Amerika Serikat, yakni di Mobile, Alabama, dengan peluncuran pesawat pertama pada 2016. "Waktu yang tepat untuk Airbus berkembang di Amerika," kata Presiden dan CEO Airbus, Fabrice Bregier, pada pengumuman pembangunan lini perakitan di Mobile yang akan menghasilkan pesawat lorong tunggal A320.

Lini produksi baru di pasar terbesar pesawat lorong tunggal di dunia, langsung menantang saingannya dari AS, Boeing, di kandangnya. Bregier mengatakan, diperkirakan 4.600 pesawat lorong tunggal akan diperlukan untuk pasar AS, "dan jalur perakitan ini membawa kami lebih dekat kepada pelanggan kami."

Langkah ini memperluas jaringan produksi global perusahaan berbasis di Toulouse, Prancis ini, yang telah memiliki lini perakitan di Hamburg, Jerman, dan Tianjin, China. Boeing, sebaliknya, hanya membangun pesawat di Amerika Serikat, dekat Seattle, negara bagian Washington, dan di Charleston, Carolina Selatan.

Airbus, sebuah anak perusahaan dari European Aeronautic Defence and Space Company (Perusahaan Pertahanan dan Ruang Angkasa Aeronautika Eropa), mengatakan, pembangunan pabrik di Mobile akan dimulai pada musim panas 2013.

Perakitan pesawat tersebut direncanakan akan dimulai pada 2015, dengan pengiriman pertama ditetapkan untuk 2016. Pabrik ini diharapkan akan menghasilkan antara 40 hingga 50 pesawat per tahun pada 2018, kata perusahaan itu, demikian laporan AFP.

www.antaranews.com