Cari di Blog Ini

Rabu, 15 Januari 2014

Tahun 2013 Jadi Tahun Kemenangan Airbus Menghadapi Boeing

Tahun 2013 Jadi Tahun Kemenangan Airbus Menghadapi Boeing. Dengan mencatat angka penjualan hingga 626 unit unit pesawat terbang pada tahun 2013 lalu, pabrikan pesawat terbang yang berbasis di Prancis, Airbus telah memantapkan diri mengungguli rivalnya dari Amerika Serikat, pabrik pesawat terbang Boeing. 626 pesawat yang telah berhasil dipasarkan oleh Airbus tersebut terdiri dari 493 unit pesawat A320, 108 unit A330, dan 25 unit A380.
Airbus A380. ZonaAero
Airbus Cetak Rekor Penjualan Pesawat di 2013

Eropa Airbus EAD.PA memperpanjang keunggulannya atas Boeing dalam kontes agar berjuang keras pada bulan Oktober, tetapi tetap di belakang pengiriman, meninggalkan saingan AS dalam industri no.1 spot. Airbus mengatakan telah menjual 153 jet di bulan untuk membawa pesanan baru untuk 10 bulan pertama tahun ini menjadi 1.265 pesawat. Boeing ( BA.N ) pesanan untuk periode yang sama tercatat sebesar 1.102 jet, perusahaan mengatakan dalam sebuah rincian bulanan pada hari Kamis. Oktober didominasi oleh pembelotan profil tinggi dari dua maskapai yang sebelumnya setia kepada Boeing ( BA.N ) sebagai maskapai Meksiko VivaAerobus dan Japan Airlines ( 9201.T ) memilih Airbus jet. Boeing, yang memenangkan balapan di kedua pesanan dan pengiriman pada tahun 2012, diharapkan untuk memukul kembali dengan penjualan yang signifikan di bulan ini Dubai Airshow tapi para analis mengatakan Airbus memiliki tepi dalam tahun ini pertempuran agar saat tertinggal di belakang pengiriman. Setelah pembatalan, Airbus memesan total 1.215 pesanan bersih dari Januari hingga Oktober, naik 14 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya dan jauh di atas 957 perintah net Boeing. Airbus telah melampaui target resmi dari 1.000 pesanan bruto pada akhir September, tetapi dengan menembus penghalang 1.200 juga telah dipukuli tujuan intern. Airbus melanjutkan, namun, untuk menunjukkan scorecard kosong untuk 2013 penjualan superjumbo A380. Penjualan mengecewakan dari pesawat terbesar di dunia ini telah menimbulkan pertanyaan mengenai produksi dan ambisi untuk mencapai titik impas pada jet pada tahun 2015. EADS orangtua diharapkan untuk memperbarui investor pada target dengan hasil kuartalan pada 14 November. Airbus menyampaikan total 504 pesawat antara Januari dan Oktober termasuk empat A380 yang membawa jumlah pengiriman superjumbo tahun ini menjadi 18, dibandingkan dengan target setahun penuh dari 25. Boeing 530 pesawat disampaikan pada periode yang sama dan pekan lalu mengumumkan rencana untuk meningkatkan target produksi dari 2017 untuk memenuhi permintaan yang kuat untuk jet jarak menengah. Data industri terbaru datang sebagai Boeing mempersiapkan untuk mengungkap berpotensi rekor pesanan untuk baru 777X berbadan lebar jet tersebut pada November 17-21 Dubai Airshow, tunduk pada persetujuan dewan. Sumber industri mengatakan keputusan tentang apakah akan meluncurkan pesawat dengan apa yang beberapa memperkirakan menjadi sebanyak 250 pesanan potensial, termasuk penawaran di luar Teluk, bergantung pada persetujuan serikat dan legislatif untuk proposal untuk membangun pesawat di wilayah Seattle dengan imbalan kerja dan konsesi pajak. Airbus juga negosiasi untuk menjual pesawat pada acara kedirgantaraan Timur Tengah dan diharapkan untuk menutup kesepakatan untuk 20 A380 dengan perusahaan leasing Doric Lease Corp segera. Data pertama Boeing untuk awal November Sementara itu menyarankan bahwa penerbangan tak dikenal telah ditingkatkan pesanan untuk 26 perusahaan terbaik - menjual 737 jet dengan model MAX baru. Southwest Airlines menegaskan hal itu menyumbang 20 ini. Permintaan untuk hemat bahan bakar 737 MAX dan bersaing Airbus A320ne, sebagai maskapai penerbangan mencoba untuk memotong biaya operasional, telah mendorong kedirgantaraan komersial melalui siklus naik luar biasa kuat dan berkepanjangan meskipun krisis keuangan di pasar negara maju.
Produsen pesawat asal Prancis, Airbus mencetak rekor penjualan pesawat baru sepanjang sejarah pada 2013 dengan berhasil melakukan 626 pengiriman pesawat kepada 93 pelanggan. Adapun pesawat yang dikirim Airbus terdiri dari 493 untuk jenis pesawat A320, 108 jenis A330, dan 25 jenis A380. Sementara mengenai jumlah pelanggan, dari 93 pelanggan terdapat 15 diantaranya merupakan pelanggan baru. "Saya berterima kasih kepada tim Airbus untuk pencapaian luar biasa ini. Transformasi perusahaan kita ke arah lebih sederhana, gesit, dan cepat menjadi semakin nyata," ungkap Fabrice Bregier, Presiden dan CEO Airbus dalam siaran persnya, Selasa (14/1/2014).

Airbus juga telah mencatat rekor baru atas pesanan bruto sebanyak 1.619 unit pesawat sepanjang 2013. Pesawat itu terdiri dari 377 unit pesawat jenis A320ceo, 876 pesawat jenis A320neo, 77 unit jenis A330, 239 unit jenis A350 XWB, dan 50 unit jenis A380. "Ini merupakan penerimaan pesanan bruto Airbus paling besar yaitu senilai US$ 240,5 miliar," tutur dia.

Pada akhir tahun, jumlah pesawat yang telah dipesan namun belum diproduksi (backlog) telah naik menjadi rekor industri dengan jumlah 5.559 pesawat senilai US$ 809 miliar pada daftar harga, atau setara dengan delapan tahun produksi. Peningkatan jumlah pengiriman pesawat pada tahun 2013 membukukan kenaikan selama 12 tahun berturut-turut, melebihi target awal dan melampaui rekor tahun 2012 sebanyak 588 unit, dengan kelebihan 38 pesawat. "Kami memproduksikan pesawat dan menjual produk yang memimpin pasar pada tingkat tertinggi," tegas Fabrice.

Pada akhir 2013, Airbus menguasai 51% pangsa pasar bruto untuk pesawat dengan jumlah kursi lebih dari seratus. Keputusan para pelanggan untuk beralih ke pesawat lebih besar dalam semua segmen (A321, A330-300, A350-1000 dan A380) memberikan pengaruh positif terhadap pendapatan Airbus, mendukung posisi Airbus sebagai pemimpin untuk pasar pesawat lorong tunggal maupun berbadan lebar. "Hasil ini memberikan pengaruh yang positif untuk target profit dan saya dengan bangga melaporkan bahwa proyeksi ini menunjukkan peningkatan yang kuat di masa yang akan datang," kata dia.

Hingga akhir 2013 Airbus telah memiliki setidaknya 3.000 pegawai. Untuk target tahun 2014, selagi akan terus meningkatkan penjualan tipe pesawat berlorong tunggal dan berbadan lebar airbus juga akan jenis pesawat baru yang terlah berhasil melakukan uji coba penerbangannya yaitu pesawat A320neo dan pesawat A350 XWB.

bisnis.liputan6.com

Kamis, 02 Januari 2014

Luwu Utara Tunggu Hasil Tender Penerbangan Perintis Tahun 2014

Luwu Utara Tunggu Hasil Tender Penerbangan Perintis Tahun 2014. Hingga akhir tahun 2013, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia masih belum menetapkan perusahaan penerbangan yang berhak melayani penerbangan perintis komersial tahun 2014 pada tiga bandara di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini menyebabkan masyarakat mengalami hambatan untuk menggunakan jasa layanan penerbangan perintis di kawasan tersebut.
Bandara Masamba Luwu Utara Sulawesi Selatan. ZonaAero
Penerbangan Susi Air Berakhir

Kontrak Penerbangan pesawat Susi Air di Bandara Masamba, berakhir, Selasa 31 Desember. Kementerian Perhubungan belum menetapkan perusahaan yang melakukan penerbangan pada tiga bandara perintis di Luwu Utara tahun 2014. "Kita masih menunggu proses tender untuk penerbangan lanjutan," kata Rodi, kepala Bandara Masamba.

Menurut dia, proses tender masih berjalan. Persiapan dokumen tender sudah lengkap. Namun, belum diketahui kapan akan dilakukan tender. Hanya saja, Rodi, mengakui peluang Susi air kembali melakukan penerbangan di tiga bandara perintis ini masih besar. Sebab, perusahaan ini memiliki pengalaman terbang di wilayah Luwu Utara.

Rodi meminta kepada masyarakat yang selama menjadi pengguna jasa transportasi udara ini untuk tetap bersabar menunggu proses tender. Pihaknya sudah berupaya berjuang selama 2013 agar penerbangan tidak terputus di tahun 2014, tetapi terkendala tender di pusat. Penerbangan tetap disubsidi pemerintah ke depan. "Saat ini bandara Bua juga akan diterbangi pesawat Garuda, dan kini pesat Wings juga menjejaki penerbangan di daerah ini," ujarnya.

Sekuriti Bandara Masamba, Abdul Rifai, mengatakan, penerbangan pesawat Selasa ini telah berakhir. "Penjualan tiket sudah ditutup. Tidak ada lagi pesawat yang bisa terbang ke Rampi dan Seko," ujarnya.

www.fajar.co.id

1 Januari 2014, Satu Abad Era Penerbangan Komersial

1 Januari 2014, Satu Abad Era Penerbangan Komersial. Usia satu abad sejarah penerbangan komersial dimulai dari kota Tampa, Florida, menuju kota St. Petersburg di Amerika Serikat. Penerbangan komersia yang pertama dalam sejarah ini dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang Benoist XIV, sebuah pesawat amfibi yang lepas landas dan mendarat di atas permukaan air. Penerbangan ini melintasi Teluk Tampa di AS.
Penerbangan Komersial. ZonaAero
100 Tahun Penerbangan Komersial Pertama

Jutaan orang naik pesawat terbang setiap hari, mengeluhkan ruang kaki dan kabin yang sempit. Banyak penumpang menyepelekan kenyataan bahwa mereka dapat bepergian ribuan kilometer hanya dalam beberapa jam.

Hari Rabu, 1 Januari 2014, menandai 100 tahun penerbangan komersial pertama: Penerbangan selama 23 menit menyeberangi Teluk Tampa di Florida. Penerbangan tersebut disubsidi pemerintah kota untuk mendorong jumlah turis pada musim dingin. Alternatifnya: Perjalanan kereta selama 11 jam dari Tampa ke St. Petersburg, Florida.

Sejumlah pemain papan atas memberi prediksi mereka terkait masa depan dunia penerbangan. CEO Delta Air Lines Richard Anderson, CEO Southwest Airlines Gary Kelly, dan CEO Allegiant Travel Co. Maurice J. Gallagher, Jr. memberikan perkiraan mereka untuk 5 tahun ke depan. "Kita akan mempunyai lebih sedikit maskapai penerbangan, tapi mereka akan lebih besar, lebih kuat dan lebih sehat," kata Kelly.

Gallagher, Jr. menilai, "Lima tahun mendatang akan lebih kepada meningkatkan otomatisasi dan mengurangi biaya tenaga kerja. Industri ini sudah memberlakukan mobile boarding pass, pengedropan bagasi, dan bahkan boarding sendiri. Proses-proses semacam ini akan semakin lazim dan mengurangi secara signifikan jumlah pekerja yang berinteraksi dengan konsumen."

"Mulai dari lebih seabad yang lalu, maskapai sibuk membeli setiap pesawat berkapasitas 50 penumpang yang tersedia," ujar Anderson. "Tapi penggunaan pesawat-pesawat jet kecil tersebut hingga kini pasang surut. Dalam 5 tahun ke depan, jumlahnya akan terus menyusut di Amerika Serikat."

Seperempat abad mendatang

Presiden Virgin Atlantic Airways Sir Richard Branson, CEO Hawaiian Airlines Mark Dunkerley, dan CEO Etihad Airways James Hogan berbagi pendapat mereka mengenai apa yang mungkin terjadi pada dunia aviasi dalam 25 tahun mendatang.

Hogan memprediksi, "Sebuah generasi baru maskapai penerbangan yang memiliki visi dan keinginan untuk menjadi berbeda, akan berhasil dalam memotong biaya, meningkatkan produktivitas dan menemukan cara-cara terjangkau untuk mengakses pasar-pasar baru. Timur Tengah, Afrika dan Asia Tenggara akan menjadi pasar yang matang."

"Saya yakin saya akan sempat merasakan terbang dari London ke Sydney hanya di bawah 2 jam, dengan dampak lingkungan sekecil mungkin," ungkap Branson.

Pandangan Dunkerley tidak begitu menggembirakan: "Banyak penumpang yang sekarang bisa terbang, nantinya tidak akan mampu lagi terbang. Warisan yang menyedihkan dari 30 tahun kemajuan besar dalam demokratisasi perjalanan udara. Kegagalan untuk berinvestasi pada infrastruktur aviasi dan nafsu yang tak pernah terpuaskan akan regulasi tidak akan diimbangi oleh kemajuan yang relatif sederhana dalam efisiensi pesawat terbang."

Prediksi satu abad ke depan

CEO Frontier Airlines David Siegel, CEO American Airlines Doug Parker, dan CEO Spirit Airlines Ben Baldanza mengutarakan pendapat mereka mengenai prediksi dunia penerbangan komersial untuk 100 tahun ke depan.

"Teknologi 'put me there' keluarga Google yang dimasukkan ke dalam peranti lunak peta mereka akan membuat semua maskapai penerbangan gulung tikar," papar Baldanza.

"Penerbangan komersial pertama hanya 29 kilometer jauhnya, lihat sudah sejauh apa kita sekarang. Mungkin di masa depan akan muncul desain sistem propulsi tercanggih," ramal Siegel. "Kita dapat melihat inovasi desain pesawat terbang, transportasi udara di tingkat komunitas dengan pesawat yang lebih kecil dan jauh lebih efisien, dan mungkin pesawat komersial tanpa pilot."

Parker mengatakan, "Saya cukup yakin bahwa pilot penerbangan komersial pertama, Tony Jannus, tidak dapat membayangkan skala dan betapa pentingnya penerbangan komersial pada zaman sekarang, atau dampaknya dalam mengubah dunia. Seperti halnya saya tidak dapat membayangkan penerbangan komersial pada tahun 2114. Tapi bagaimana pun itu keadaannya, yang pasti, perkembangan yang terus terjadi akan menjadi kunci penting dalam kisah yang membangun dunia penerbangan nanti."

www.dw.de

Rabu, 01 Januari 2014

Tahun 2014 AirAsia Indonesia Gelar IPO Di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Tahun 2014 AirAsia Indonesia Gelar IPO Di Bursa Efek Indonesia (BEI). Target jumlah dana yang bisa dihimpun oleh PT AirAsia Indonesia pada IPO (Initial Public Offering) diharapkan hingga sebesar US$200 juta. Tujuan penawaran saham perdana kepada masyarakat tersebut adalah untuk pengembangan bisnis maskapai penerbangan berbiaya murah ini.
AirAsia Indonesia. ZonaAero
AirAsia Indonesia Masuk BEI pada 2014

Maskapai berbiaya murah (low cost carrier/LCC), PT AirAsia Indonesia menargetkan dana perolehan umum saham perdana (initial public offering/IPO) sebesar US$200 juta. Rencananya, perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2014.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Dharmadi mengatakan pihaknya akan menawarkan saham sekitar 25% dari modal ditempatkan. Proses IPO AirAsia Indonesia dalam tahap akhir. "Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (Amerika Serikat) menjadi pertimbangan sebelum listing," ujarnya saat peresmian kantor pusat baru di Tangerang, Jumat (27/12).

Dana hasil penawaran umum saham perdana akan dialokasikan untuk mengembangkan bisnis AirAsia Indonesia. "Supaya punya kekuatan kas di keuangan (finance)," ungkapnya.

Proses IPO, tambah Dharmadi, juga meningkatkan proses transpransi dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/gcg). "Bisa memonitor dengan jelas," pungkasnya.

www.metrotvnews.com

AirAsia Indonesia Tambah Penerbangan Internasional Pada Tahun 2014

AirAsia Indonesia Tambah Penerbangan Internasional Pada Tahun 2014. Maskapai penerbangan berbiaya murah PT AirAsia Indonesia telah bersiap untuk menambah frekuensi dan rute penerbangan ke dan dari luar negeri atau penerbangan internasional pada tahun 2014 ini. Targetnya adalah bahwa penerbangan dengan rute internasional akan menempati prosentase 60 persen dari keseluruhan penerbangan yang dilayani oleh maskapai AirAsia Indonesia.
AirAsia Indonesia. ZonaAero
AirAsia Indonesia Tingkatkan Penerbangan Internasional

Maskapai penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC), PT AirAsia Indonesia, akan meningkatkan rute ataupun frekuensi penerbangan Internasional pada 2014. Maskapai asal Malaysia itu berencana menambah rute atau frekuensi penerbangan internasional dari Indonesia hingga 60% dari keseluruhan penerbangan.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Dharmadi mengungkapkan, saat ini maskapainya melayani 55% penerbangan internasional dan 45% penerbangan domestik. "Frekuensi penerbangan Perth bisa tambah menjadi lima kali dalam sehari, sekarang baru empat," kata Dharmadi dalam acara peresmian kantor pusat baru di Tangerang, Banten, Jumat (27/12/2013).

AirAsia Indonesia juga berencana menambah rute penerbangan dari Bandung ke beberapa kota di Malaysia pada 2014. Rute baru itu yakni Bandung-Kota Bharu, serta penambahan frekuensi penerbangan Bandung-Penang dan Bandung Johor Bahru. "Jadi lebih banyak penerbangan internasional ke Malaysia," ucap Dharmadi.

Dia menuturkan, peningkatan rute internasional juga untuk mensubsidi tarif penerbangan dalam negeri. Hal itu disebabkan depresiasi rupiah sekitar 25% terhadap dollar Amerika Serikat yang menambah pengeluaran operasional maskapai. "Biaya bahan bakar, perawatan (maintenace), sewa pesawat menggunakan dollar," kata Dharmadi.

Sementara itu, Presiden AirAsia Tony Fernandes mengaku berkembangnya sejumlah wilayah di Indonesia membuat perusahaannya optimistis meraih peluang pada tahun depan. "AirAsia Indonesia melihat peluang untuk mengembangkan destinasi internasional di tahun depan," kata Tony Fernandes di tempat yang sama.

www.metrotvnews.com

AirAsia X Siapkan 25 Pesawat Airbus A330-300 Baru

AirAsia X Siapkan 25 Pesawat Airbus A330-300 Baru. Pengadaan pesawat baru Airbus A330-300 tersebut diperkirakan bakal menelan biaya sebesar Rp 72,8 triliun. Kesepakatan pembelian pesawat berbadan lebar tersebut telah ditantangani oleh maskapai AirAsia X dengan pihak produsen pesawat Airbus di Hotel Shangri-La, Paris, Prancis, pada Senin, 23 Desember 2013.
AirAsia X Airbus A330-300. ZonaAero
AirAsia X Borong Airbus A330-300

Maskapai penerbangan murah jarak jauh, AirAsia X, meneken kesepakatan pembelian 25 pesawat Airbus A330-300. Transaksi yang diklaim sebagai transaksi terbesar itu, bernilai US$ 6 miliar atau Rp 72,8 triliun. Perjanjian pembelian pesawat tersebut ditandatangani oleh Kepala Eksekutif AirAsia X, Azran Osman-Rani, dan Presiden Airbus, Fabrice Brégier, di Hotel Shangri-La, Paris. Menurut Co-Founder dan Direktur AirAsia X, Tony Fernandes, pesawat ini akan mengakomodasi rencana ekspansi di Malaysia, Thai AirAsia X di Thailand, serta di beberapa negara lain di Asia.

Armada baru ini akan memperkuat posisi Grup AirAsia dalam industri penerbangan. "Serta memperkuat konektivitas antara rute jarak pendek dan jarak jauh," kata Tony dalam keterangan tertulis, Senin, 23 Desember 2013.

Pengiriman pesawat Airbus A330-300 tersebut akan dimulai pada 2015, seiring dengan rencana ekspansi AirAsia X di Asia Pasifik. Armada ini memungkinkan AirAsia X untuk membuka layanan penerbangan nonstop ke Eropa maupun Amerika dengan satu pemberhentian. Fabrice Brégier mengatakan Airbus A330 sangat tepat untuk mendukung model bisnis AirAsia X. Sebab, selain biaya pengoperasiannya lebih rendah, pesawat ini memiliki kemampuan menempuh jarak yang lebih jauh.

AirAsia X saat ini mengoperasikan sebanyak 15 Airbus A330-300 yang menghubungkan hub Kuala Lumpur dengan 18 destinasi di Asia, Australia, dan Saudi Arabia. Selain melakukan pemesanan pesawat Airbus A330, maskapai juga telah memesan sebanyak 10 pesawat A350-XWB.

Airbus A330 adalah pesawat berbadan lebar yang dipacu dua mesin jet (Twinjet). Pesawat yang terbang perdana pada 1993 ini mampu mengangkut 295 penumpang dalam konfigurasi kabin tiga-kelas dengan tempuh 10.500 kilometer. Airbus A330-300 menggunakan mesin General Electric CF6-80E, Pratt & Whitney PW4000 atau Rolls-Royce Trent 700. Hingga saat ini, Airbus telah mengantungi 1.280 pesanan Airbus A330 yang digunakan oleh 100 maskapai di dunia.

www.tempo.co

Rabu, 25 Desember 2013

Citilink Tambah Jadwal Dan Rute Penerbangan Untuk Layani Liburan Akhir Tahun

Citilink Tambah Jadwal Dan Rute Penerbangan Untuk Layani Liburan Akhir Tahun. Maskapai penerbangan berbiaya murah, Citilink, telah siapkan sejumlah penerbangan tambahan untuk melayani tingginya permintaan dari penumpang pesawat berkaitan dengan liburan akhir tahun 2013. Selain itu, Citilink juga sudah menambah beberapa rute baru dengan tujuan ke beberapa kota di Indonesia dan luar negeri.
Citilink Indonesia. ZonaAero
Citilink siapkan penerbangan tambahan Natal-Tahun Baru

Maskapai Citilink telah menyiapkan penerbangan tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa liburan Natal 2013 hingga awal Tahun Baru 2014. "Penambahan penerbangan sudah mendapatkan persetujuan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan," kata VP Corporate Communication Citilink Harismawan Wahyuadi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (24/12/2013).

Menjelang liburan Natal dan Tahun Baru 2014, ujar dia, terdapat peningkatan permintaan penerbangan, sehingga Citilink menyiapkan "extra flight" atau penerbangan tambahan untuk memenuhi permintaan masyarakat. Penambahan frekuensi penerbangan, menurut Haris, dimulai 20 Desember 2013 hingga 6 Januari 2014. Ada beberapa rute yang frekuensi penerbangannya ditambah seperti Jakarta-Medan dari empat kali menjadi enam kali sehari. Selain itu, lanjutnya, rute Jakarta-Padang juga ditingkatkan menjadi tiga kali dan Jakarta-Semarang hingga enam penerbangan sehari.

Citilink sejak 15 Desember 2013 juga menambah rute baru dan membuka kembali jalur yang dahulu sempat vakum antara lain Surabaya-Balikpapan, Surabaya-Banjarmasin, Balikpapan-Yogyakarta, Balikpapan-Denpasar, dan Balikpapan-Makasar dengan frekuensi satu hingga dua kali sehari. "Rute dengan base dari Surabaya cukup diminati, karena banyak penumpang yang melakukan perjalanan bisnis langsung ke beberapa wilayah di Kalimantan, tanpa perlu ke Jakarta lagi," kata Harismawan.

Ia mengatakan, kinerja Citilink saat ini dinilai mengalami peningkatan seperti "on time performance" (OTP) yang ketepatan waktu keberangkatannya mencapai rata-rata 85,5 persen. Harismawan juga mengungkapkan, maskapainya juga akan memulai penerbangan ke sejumlah rute regional antara lain ke Singapura, Malaysia, dan Perth (Australia Barat). "Walau kami merupakan maskapai berbiaya hemat (LCC) namun tetap memberikan layanan yang terbaik layaknya penerbangan full service," ujarnya.

www.antaranews.com

Bali Menjadi Destinasi Penerbangan Favorit Liburan Akhir Tahun

Bali Menjadi Destinasi Penerbangan Favorit Liburan Akhir Tahun. Kursi penerbangan dengan tujuan ke Bandara Internasional Ngurah Rai semakin bertambah jumlahnya berkaitan Liburan Natal dan Tahun Baru 2014. Sejumlah maskapai telah mengajukan penambahan jadwal penerbangan dengan tujuan pulau pariwisata tersebut. Maskapai-maskapai tersebut diantaranya adalah Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Citilink, dan Air Asia.
Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. ZonaAero
Maskapai Berebut Minta Tambahan Penerbangan ke Bali

Menyambut libur Natal dan Tahun baru 2014, sejumlah maskapai penerbangan mengajukan kuota penerbangan tambahan khususnya ke kota tujuan wisata, Bali. Tercatat sebanyak 4 maskapai telah mengajukan kuota sebbanyak 25.402 seat. Communication Officer I Gusti Ngurah Rai International Airport, Sherly Yunita, mengatakan empat maskapai penerbangan tersebut adalah Citilink, Air Asia, Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air. "Total ada 145 penerbangan tambahan. Dari jumlah itu kursi tambahan yang disediakan sebanyak 25.402 seat," ucap Shearly melalui surat elektronik, Selasa (24/12/2013).

Sherly menjelaskan, permintaan penerbangan tambahan tahun ini melonjak hingga 91% dibandingkan setahun sebelumnya. Sementara pemohonan penambahan kursi meningkat lebih tinggi hingga mencapai 187%. Setahun yang lalu, permintaan penerbangan tambahan maskapai penerbangan pada 2012 mencapai 76 jadwal dengan tambahan 8.848 kursi penumpang.

Pada bagian lain, perusahaan pengelola Bandara Ngurah Rai Bali, PT Angkasa Pura I membuka posko terpadu monitoring angkutan Natal dan Tahun baru. "Posko sudah dibuka sejak tanggal Rabu (18/12/2013) hingga Sabtu (4/1/2014)," tutur Sherly. Posko monitoring berlokasi di keberangkatan domestik dan melibatkan petugas gabungan diantaranya Angkasa pura 1, TNI AU, otoritas bandara, kantor kesehatan pelabuhan, dan polisi udara. "Posko ditempatkan di public hall keberangkatan domestik dan beroperasi 24 jam. Penumpang bisa mencari informasi di situ," demikian Sherly.

Berikut adalah maskapai penerbangan yang telah meminta kuota penambahan serta kota tujuan penerbangan pada Natal dan Tahun Baru 2014:

1. Garuda Indonesia tujuan Jakarta 2 extra flight dengan total kursi 512 seat.
2. Sriwijaya Air tujuan Jakarta 53 extra flight dengan total 8690 seat.
3. Citilink tujuan Jakarta 30 extra flight dengan total 5400 seat.
4. Air Asia tujuan Jogja 12 extra flight dengan total 2160 seat.
5. Air Asia tujuan Bandung 24 extra flight dengan total 4320 seat.
6. Air Asia tujuan Makasar 24 extra flight dengan total 4320 seat.

bisnis.liputan6.com

Pesawat N-219 Produksi PTDI Bakal Go International Tahun 2017

Pesawat N-219 Produksi PTDI Bakal Go International Tahun 2017. N-219 adalah jenis pesawat bermesin propeller dengan kapasitas 19 penumpang yang dikembangkan dan diproduksi oleh pabrik pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia. Pesawat terbang ini mampu lepas landas dan mendarat di landasan yang hanya memiliki panjang 600 meter saja sehingga masuk dalam jajaran pesawat tipe STOL (Short Take-Off and Landing).
N-219. ZonaAero
Pesawat N-219 masuk pasar dunia tahun 2017

Pesawat N-219 produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) ditargetkan masuk ke pasar internasional tahun 2017. "Saat ini rintisan pesawat N-219 sudah dilakukan dan ditargetkan pada 2016 sudah diproduksi dan perizinannya keluar, sehingga 2017 kami bisa masuk pasaran internasional," kata Asisten Direktur Bidang Jaminan Mutu dan Humas PTDI Sony Saleh Ibrahim di Bandung, Selasa*(24/12/2013).

Pesawat N-219 merupakan pesawat baling-baling berukuran kecil. Menurut Sony, pesawat itu cocok untuk penerbangan perintis. "Pesawat itu masuk pesawat kecil, namun N-219 memiliki kapasitas penumpang lebih banyak dari pesawat sejenisnya yang ada saat ini. Pesawat ini akan mampu mendarat di landasan pacu pendek dan juga di daerah pegunungan," katanya.

Sony yakin pesawat N-219 bisa primadona dalam penerbangan perintis dan jarak pendek. "N-219 bisa bersaing dengan keunggulan dari sisi kualitas dan juga harga yang jauh lebih ekonomis. Harganya di kisaran empat juta dolar AS hingga 4,5 juta dolar AS, keunggulan lainnya daya angkut lebih besar," katanya.

Ia mengatakan, PTDI berharap bisa memenuhi 20 persen kebutuhan pesawat kecil dunia yang selama tahun 2012 saja sekitar 800 unit. Perusahaannya, lanjut Sony, berencana menyasar pasar Asia dan Afrika. PTDI juga menggenjot produksi dan pemasaran pesawat N-295, CN-235 MPA, helikopter NBell 412 EP serta pesawat N-212 baik versi sipil maupun militer.

Menurut Sony, saat ini sekitar 60 persen pesawat produk PTDI merupakan pesanan dari pemerintah.

www.antaranews.com

Selasa, 24 Desember 2013

Harga Tiket Pesawat Di Papua Melonjak Tinggi Jelang Liburan Akhir Tahun

Harga Tiket Pesawat Di Papua Melonjak Tinggi Jelang Liburan Akhir Tahun. Harga tiket penerbangan di sejumlah kota di Provinsi Papua mengalami kenaikan yang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan tingginya permintaan tiket pesawat terbang sehubungan dengan liburan Natal dan Tahun Baru 2014. Kenaikan harga tiket pesawat tersebut mencapai tingkat tertinggi dari tarif batas atas.
Bandara Sentani Jayapura Papua. ZonaAero
Harga Tiket Pesawat Gila-gilaan

Libur Natal dan tahun baru membuat harga tiket pesawat melonjak tinggi sekali. "Harga tiket pesawat gila-gilaan. Itu pun kalau ada," ujar Rudi, seorang pengusaha travel di Manokwari. Menurutnya, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru permintaan tiket sangat tinggi. Bahkan jauh hari sebelumnya, tiket pesawat dari Manokwari dengan berbagai tujuan seperti Sorong, Makassar, Surabaya, Manado, Jakarta, Jayapura dan Ambon, sudah banyak dipesan.

Kamis, 19 Desember 2013

Penerbangan Perdana NAM Air Dimulai Dari Jakarta Menuju Pontianak Dan Yogyakarta

Penerbangan Perdana NAM Air Dimulai Dari Jakarta Menuju Pontianak Dan Yogyakarta. Penerbangan perdana maskapai NAM Air dilaksanakan Kamis 19 Desember 2013 dengan menggunakan Boeing 737-500. Rute penerbangan dimulai dari Jakarta menuju Pontianak dan Yogyakarta.
NAM Air. ZonaAero
Terbang perdana, NAM Air belum gunakan pesawat buatan Habibie

Maskapai penerbangan NAM Air yang merupakan sister company Sriwijaya Air bakal memulai penerbangan pertamanya pada Kamis (19/12/2013). NAM Air take off dari Jakarta menuju Pontianak dan Yogyakarta. NAM Air mulai terbang pukul 06.00 WIB dan tiba di Pontianak pada pukul 07.30 WITA. Selanjutnya, NAM Air melanjutkan penerbangan menuju Yogyakarta pada pukul 08.00 WITA dan akan tiba pada pukul 09.30 WIB.

Garuda Indonesia Tingkatkan Pendapatan Dalam Bentuk Mata Uang Dolar AS

Garuda Indonesia Tingkatkan Pendapatan Dalam Bentuk Mata Uang Dolar AS. Langkah tersebut dilakukan dengan strategi menambah frekuensi penerbangan untuk rute internasional. Hal ini dilakukan oleh maskapai Garuda Indonesia akibat semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat. Adanya depresiasi terhadap nilai tukar rupiah ini menyebabkan pendapatan maskapai penerbangan di Indonesia menjadi menurun.
Garuda Indonesia. ZonaAero
Ingin Raup Dolar, Garuda Indonesia Tambah Penerbangan Internasional

Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (Amerika Serikat) di angka 14% secara year on year (yoy) mendorong PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) meningkatkan rute penerbangan internasional di 2014. Ini karena perusahaan juga ingin meraup pendapatan dalam mata uang dolar AS. Itu dikatakan Emirsyah Satar, Direktur Utama PT Garuda Indonesia, di Jakarta, Selasa (17/12/2013). Saat ini, rute penerbangan domestik Garuda Indonesia mencapai 55%. Sisanya melayani penerbangan internasional.

Menurut Emirsyah Satar, maskapai yang melayani rute penerbangan domestik terbebani pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ini disebabkan pendapatan operasional dalam mata uang rupiah, tapi biaya pengeluaran menggunakan dolar AS. "Airline yang melayani domestik dan internasional mau tidak mau hampir sebagian bisa ter-cover atau subsidi silang, tapi tetap nombok sedikit," terang Emir.

Pembiayaan operasional maskapai penerbangan sebesar 60% menggunakan dolar AS, khususnya untuk perawatan, sewa pesawat, dan konsumsi bahan bakar. Hal itu terlihat dari pengurangan pesawat untuk anak perusahaan Garuda Indonesia, PT Citilink Indonesia. "Citilink menurunkan rencana penambahan enam pesawat menjadi tiga pesawat," ungkap Emir.

Untuk menekan konsumsi bahan bakar, Garuda Indonesia meningkatkan utilisasi pesawat. Di sisi lain, ada implementasi penerbangan langsung. "Semua dilakukan agar menutupi kenaikan biaya akibat depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," jelas Emir.

Indonesian National Air Carriers Assosiation (INACA) mengajukan perubahan tarif batas atas penerbangan atau pengenaan surcharge bagi penerbangan domestik berdasarkan waktu tempuh. Perubahan biaya akan dibebankan kepada konsumen moda transportasi angkutan udara.

www.metrotvnews.com

Pembayaran Pembelian Tiket Pesawat Citilink Bisa Melalui ATM BII

Pembayaran Pembelian Tiket Pesawat Citilink Bisa Melalui ATM BII. Kemudahan pembayaran pembelian tiket pesawat Citilink secara online ini dapat terselenggara setelah PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) dan PT Citilink Indonesia menandatangani kerjasama dalam layanan ini pada hari Rabu tanggal 18 Desember 2013. Selanjutnya kerjasama ini direncanakan akan makin dikembangkan pada layanan transaksi elektronik BII lainnya, termasuk Internet Banking dan Mobile Banking.
Citilink Indonesia. ZonaAero
BII dan Citilink Permudah Pembayaran Tiket Pesawat

PT Bank Internasional Indonesia Tbk menjalin kerja sama dengan PT Citilink Indonesia dalam pembayaran online travel agent melalui BII Corporate On Line Payment (BII CoOLPAY) dan pembayaran online tiket melalui ATM BII.

Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama dilakukan pada Rabu 18 Desember 2013 dan dihadiri Pjs Presiden Direktur BII, Thila Nadson dan Chief Executive Officer (CEO) Citilink Indonesia, Arif Wibowo. "Melalui BII CoOLPAY, biro perjalanan Citilink dapat melakukan pembayaran tiket tanpa datang ke bank," ujar Thila di Jakarta.

Thila menuturkan, dengan kerja sama ini, pelanggan Citilink dapat melakukan transaksi pembayaran online melalui 1.400 lebih ATM BII di seluruh Indonesia. Ke depan, dia berharap, kerja sama ini dapat dikembangkan ke jaringan elektronik BII lainnya, termasuk Internet Banking dan Mobile Banking.

Sementara itu, Arif Wibowo berharap, dengan kerja sama ini, pelanggan Citilink akan semakin mudah untuk membayar tiket Citilink. "Kerja sama dengan BII ini sesuai dengan komitmen kami, yaitu melayani dengan simple, on time, dan convenient," kata Arif.

bisnis.news.viva.co.id

Rabu, 18 Desember 2013

Harga Tiket Pesawat Di Palembang Naik Jelang Liburan Akhir Tahun 2013

Harga Tiket Pesawat Di Palembang Naik Jelang Liburan Akhir Tahun 2013. Kenaikan harga tiket pesawat untuk penerbangan dari kota Palembang tersebut dipicu oleh meningkatnya jumlah permintaan tiket pesawat. Kenaikan permintaan tiket terutama untuk penerbangan menuju Jakarta dan Singapura.
Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. ZonaAero
Permintaan tiket pesawat terbang di Palembang meningkat

Permintaan tiket pesawat terbang di Palembang tujuan Jakarta dan Singapura menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2013 mulai meningkat. Berdasarkan keterangan sejumlah petugas biro perjalanan wisata di Palembang, Selasa, peningkatan permintaan tiket pesawat terbang itu terjadi untuk penerbangan mulai 20 Desember dan diperkirakan akan terus meningkat.

Petugas Biro Perjalanan Wisata Musi Amalia Tour and Travel, Fitriyansyah, mengatakan, karena permintaan yang tinggi itu, sejumlah operator penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, mulai mengurangi bahkan meniadakan tiket promo.

Beberapa hari sebelumnya masih banyak tiket pesawat promo seperti tujuan Palembang-Jakarta dengan harga tiket sekitar Rp300.000-an tapi kini harga tiket paling rendah Rp440.000.

Begitu juga tujuan Palembang-Singapura yang biasanya dalam kondisi normal harga tiket masih di kisaran Rp900.000-an per orang satu kali penerbangan kini harganya sudah mulai naik dengan harga terendah sekitar Rp1,2 juta.

www.antaranews.com

Selasa, 17 Desember 2013

Penerbangan Langsung Surabaya-Kendari Dilayani Sriwijaya Air Mulai 20 Desember 2013

Penerbangan Langsung Surabaya-Kendari Dilayani Sriwijaya Air Mulai 20 Desember 2013. Rute penerbangan yang menghubungkan Surabaya-Kendari tersebut dioperasikan oleh maskapai Sriwijaya Air dengan menggunakan pesawat terbang penumpang jenis Boeing 737-300. Dengan dibukanya rute baru ini telah menjadikan Sriwijaya Air sebagai satu-satunya maskapai di Indonesia yang mengoperasikan penerbangan langsung tanpa transit yang menghubungkan kota Surabaya dan kota Kendari.
Sriwijaya Air. ZonaAero
Sriwijaya Air Buka Jalur Penerbangan Surabaya-Kendari

Maskapai penerbangan nasional Sriwijaya Air membuka jalur penerbangan baru Surabaya ke Kendari secara langsung (tanpa transit) yang mulai dilaksanakan 20 Desember 2013 mendatang dengan menggunakan armada pesawat Boeing 737-300. Agus Soedjono, Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air (SA) kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/12/2013) menjelaskan, penerbangan tersebut berangkat dari Surabaya pukul 10.15 WIB dan tiba di Kendari 13.10 WITA. "Penerbangan ini menjawab kebutuhan masyarakat akan penerbangan langsung ke Kendari, dan Sriwijaya Air menjadi satu-satunya airline yang memiliki penerbangan langsung kesana," ucapnya didampingi Distrik manajer SA Surabaya, Hendrik Ardiansah.

Ia menuturkan, Kendari sebagai Ibu Kota Sulawesi Tenggara, adalah daerah yang kaya akan bijih nikel dan emas, disamping memiliki tempat wisata bahari terkenal di dunia yaitu Wakatobi, sehingga masyarakat Jatim sekitarnya mudah untuk menjangkau obyek wisata yang ada di Sultra, sebaliknya warga Sultra melancong atau berbisnis ke Surabaya. Agus menjelaskan, terhitung mulai 20 Desember 2013 hingga 5 Januari 2014, Sriwijaya Air menyiapkan 28.200 kursi tambahan dalam rangka menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2014 dengan melakukan penerbangan tambahan atau ekstra.

Penerbangan dimaksud, ialah Jakarta-Tanjung Pandan PP dari empat kali menjadi lima kali sehari, Jakarta-Pangkalpinang PP dari enam kali menjadi tujuh kali sehari, Jakarta-Pontianak PP dari enam kali menjadi tujuh kali sehari, Jakarta-Malang PP dari tiga kali menjadi empat kali sehari, Jakarta-Denpasar PP dari dua kali menjadi tiga kali sehari. Sedangkan untuk Makassar-Manokwari dari satu kali menjadi dua kali sehari, yang dilayani pada Senin, Rabu dan Jumat. "Adanya penerbangan ekstra ini sebagai langkah untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan yang sangat tinggi menjelang 'peak season' akhir tahun ini," tuturnya.

Penerbangan tersebut akan dilayani Sriwijaya Air dengan mengoperasikan armada Boeing 737-300, 400, 500, dan 800 NG. "Bila pada 'extra flight' ini terjadi lonjakan permintaan, maka Sriwijaya Air akan menyiapkan tambahannya. Karena hal ini sifatnya 'flexible respons', jadi tidak menutup kemungkinan bahwa 'seats' yang akan disediakan dapat melebihi dari jumlah yang disiapkan saat ini," tambah Agus.

Jumlah kursi tambahan tahun ini, mengalami kenaikan sekitar 60 persen bila dibandingkan dengan kursi tambahan Natal dan Tahun Baru 2013 lalu, di mana jumlah kursi sekitar 11.100 dengan masa liburan selama 20 hari. Agus berharap, walaupun di tahun ini masa liburan jauh lebih pendek dibandingkan tahun lalu, tidak akan mengurangi animo penumpang untuk menggunakan jasa penerbangan dalam menghabiskan liburan Natal dan Tahun Baru. Sementara itu, tentu dengan adanya penambahan jumlah kursi di akhir tahun dan memasuki awal Tahun Baru 2014, jumlah penumpang Sriwijaya Air tahun ini diharapkan bisa mencapai 10,5 juta orang. Saat ini Sriwijaya Air telah memiliki 36 pesawat yang terdiri dari Boeing 737-300 12 unit, 737-400 lima unit, 737-500 15 unit dan 737-800 NG empat unit, demikian Agus.

www.beritasatu.com

Jumat, 13 Desember 2013

Emirates Operasikan Penerbangan Dubai-Los Angeles Menggunakan Pesawat Airbus A380

Emirates Operasikan Penerbangan Dubai-Los Angeles Menggunakan Pesawat Airbus A380. Rute penerbangan yang menghubungan kota Dubai dan Los Angeles ini merupakan jalur penerbangan terpanjang yang dioperasikan oleh Emirates dengan menggunakan pesawat Airbus A380. Durasi penerbangan tersebut adalah 16 jam 20 menit dan dilayani sejak 3 Desember 2013.
Emirates Airbus A380. ZonaAero
Emirates Buka Penerbangan Dubai-Los Angeles

Maskapai Emirates membuka penerbangan Dubai-Los Angeles menggunakan armada A380. Armada dengan double-decker mendarat di Los Angeles pada 3 Desember 2013 dan menjadi layanan A380 terpanjang di dunia untuk operasinya. Penerbangan bersejarah ini melintasi Federasi Rusia, Kutub Utara dan Kanada Timur, memiliki durasi 16 jam 20 menit. "Mengusung armada A380 yang penuh kemewahan ke City of Angels ini sepertinya cocok karena pesawat ini mencerminkan kemewahan gaya hidup Hollywood," kata Hubert Frach, Divisional Senior Vice President, Commercial Operations West Emirates, Selasa (10/12/2013).

Emirates A380 memang berbeda dengan yang lain. Kelas Ekonomi menyediakan fasilitas yang lengkap, mini-pods eksklusif di Kelas Bisnis dan private suites di Kelas Utama. Di atas dek pesawat, penumpang Kelas Utama dapat menyegarkan diri di salah satu dari dua Onboard Spa Shower, sementara penumpang Kelas Satu dan Kelas Bisnis dapat beramah tamah dan berbaur di Onboard Lounge sambil menikmati minuman dan bercengkerama di atas ketinggian 40.000 kaki.

Penumpang di semua kabin memiliki akses ke Wi-Fi, 1.500 saluran hiburan dalam penerbangan danmasakan yang disiapkan oleh koki khusus, dan dilayani oleh awak kabin terlatih dan multi-bahasa. Penumpang juga mendapatkan tambahan bagasi yang cukup banyak yaitu, 30 kilogram di Kelas Ekonomi, 40 kilogram di Kelas Bisnis dan 50 kilogram di Kelas Utama. Penumpang premium juga dapat menikmati lounge yang disediakan dan supir untuk mengantarkan ke berbagai tujuan di seluruh jaringan Emirates.

Maskapai penerbangan ini mulai terbang ke Los Angeles pada 2008 menggunakan Boeing 777-200LR. Perkenalan layanan A380 dengan kapasitas 489 kursi, yang ditunjang oleh mesin GE GP7200 buatan AS, merupakan respon langsung terhadap permintaan lebih dari satu juta penumpang yang bepergian antara Los Angeles dan Dubai sejauh ini. Layanan A380 Emirates ke-23 ini akan beroperasi setiap hari dengan armada EK 215 yang berangkat dari Dubai pukul 08.20 dan tiba di Bandara Internasional Los Angeles pukul 12.50 pada hari yang sama. Penerbangan kembali, EK 216, berangkat dari Los Angeles pada pukul 16.00 dan tiba di Dubai pukul 19.50 pada hari berikutnya.

Pesawat double decker ini memiliki 14 private suites di Kelas Utama, 76 kasur lie-flat di Kelas Bisnis dan 399 tempat duduk di Kelas Ekonomi yang luas. Waktu kedatangan A380 di Dubai menawarkan penumpang dari koneksi LA ke berbagai tujuan selanjutnya di Timur Tengah, sub-benua India, Afrika, Asia dan wilayah Timur Jauh.

Maskapai ini mengoperasikan 63 penerbangan mingguan ke AS, melayani tujuh pintu gerbang, Los Angeles, San Francisco, Seattle, Dallas, Houston, Washington DC dan New York JFK, dan dua dari tiga penerbangan harian dioperasikan dengan A380. Penerbangan JFK ketiga, dioperasikan menggunakan Boeing 777-300ER, berhenti di pusat mode Italia, Milan, sebelum dilanjutkan ke New York. Layanan harian dari Dubai ke Boston akan mulai 10 Maret 2014.

www.tribunnews.com

Citilink Tingkatkan Frekuensi Pada 5 Rute Penerbangan

Citilink Tingkatkan Frekuensi Pada 5 Rute Penerbangan. Maskapai penerbangan Citilink Indonesia menambah jadwal pada rute penerbangan dari Jakarta menuju dan dari 5 kota yaitu Jakarta-Medan, Jakarta-Denpasar, Jakarta-Padang, Jakarta-Semarang, dan Jakarta-Surabaya. Penambahan jadwal atau frekuensi penerbangan ini efektif diberlakukan mulai 20 Desember 2013.
Citilink Indonesia. ZonaAero
Citilink Tambah Frekuensi Penerbangan untuk Lima Rute

Maskapai penerbangan nasional berbiaya murah (LCC), kembali menambah frekuensi penerbangannya di lima rute. Chief Executive Officer PT Citilink Indonesia Arif Wibowo mengatakan, lima rute itu yaitu Jakarta-Medan (CGK–KNO) pulang pergi (PP), Jakarta-Denpasar (CGK–DPS) PP, Jakarta-Padang (CGK–DG) PP, Jakarta-Semarang (CGK–SRG) PP, dan Jakarta-Surabaya (CGK-SUB) efektif mulai 20 Desember 2013.

Penambahan ini menjadikan frekuensi Citilink untuk rute CGK–KNO PP menjadi enam kali sehari, CGK–DPS PP menjadi enam kali sehari, CGK–PDG PP menjadi tiga kali sehari, CGK–SRG menjadi tiga kali sehari, dan CGK–SUB menjadi sembilan kali sehari. "Kami yakin dengan penambahan frekuensi penerbangan di lima rute ini akan semakin mempermudah penumpang Citilink (Citilinker) untuk berlibur dan bertemu sanak saudara pada libur Natal dan Tahun Baru. Armada terbaru kami Airbus A320 Sharklets akan memberikan kenyamanan dan pengalaman tak terlupakan bagi seluruh penumpang," katanya seperti dalam keterangan tertulis, Rabu (11/12/2013).

Arif menambahkan, saat ini Citilink memiliki 66 penerbangan lanjutan ke berbagai kota di Indonesia.Penerbangan lanjutan ini memudahkan Citilinkers untuk tidak perlu check-in pada penerbangan ke kota tujuan akhir.

Hingga saat ini, Citilink mengoperasikan 24 armada Airbus A320 terbaru, dua di antaranya jenis sharklets atau bersayap model sirip hiu. Seluruh armada tersebut adalah untuk melayani 22 rute domestik di 20 kota tujuan ke berbagai kota di wilayah Indonesia setiap harinya. Citilink saat ini memiliki tingkat ketepatan waktu (OTP) 86 persen.

www.republika.co.id

Selasa, 10 Desember 2013

Sriwijaya Air Akan Tambah Frekuensi Penerbangan Malang-Jakarta Menjadi 4 Kali Sehari

Sriwijaya Air Akan Tambah Frekuensi Penerbangan Malang-Jakarta Menjadi 4 Kali Sehari. Penambahan jadwal penerbangan harian pada rute Malang-Jakarta ini sudah diajukan permohonannya oleh pihak Sriwijaya Air. Maskapai ini berharap penambahan penerbangan pada rute tersebut sudah bisa dioperasikan pada pertengahan bulan Desember 2013 ini.
Sriwijaya Air. ZonaAero
Sriwijaya Air Segera Tambah Flight Malang-Jakarta

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air segera menambah flight rute Malang-Jakarta menjadi 4 kali dalam sehari. District Manager Sriwijaya Malang M. Yusrie Hansyah di Malang, (6/12/2013), mengatakan pengajuan izin penambahan flight rute tersebut direncanakan pada pertengahan Desember ini. "Kami masih mencari informasi dari Lanud Abdulrahman Saleh Malang apakah masih ada atau tidak slot time pada pukul 07.40 WIB," kata Yusrie.

Dia mengaku optimistis masih ada slot time untuk penambahan layanan peneerbangan Jakarta-Malang pada pukul 05.45 WIB. Penambahan flight itu bakal dilakukan bersamaan dengan dialihkan sebagian penerbangan ke Bandara Halim Perdanakusuma sehingga slot time di Bandara Soekarno-Hatta menjadi agak longgar. Penambahan flight tersebut, selain untuk mengantisipasi membeludaknya permintaan pada liburan Natal dan Tahun Baru, juga karena permintaan dari customer.

Pelanggan maskapai tersebut menginginkan ada penerbangan pagi, melengkapi penerbangan pukul 08.40 WIB, 12.30 WIB, dan 14.40 WIB dengan pertimbangan agar di Jakarta masih pagi dan bisa langsung mengikuti kegiatan hari itu juga. Hal itu bisa terjadi karena pelanggan maskapai tersebut terutama dari kalangan instansi pemerintah dan perguruan tinggi dengan proporsi 60%, dan sisanya pengusaha, wisatawan, maupun keluarga.

Pertimbangan lain, karena load factor penerbangan rute Malang-Jakarta cukup bagus, yakni 90% dari seat yang tersedia sebanyak 147 seat per pesawat dengan tiga kali penerbangan. Khusus untuk penerbangan pada liburan Natal dan Tahun Baru, 6 Desember 2013-5 Januari 2014, pemesanan tiket sudah mencapai 65%, namun pada sepekan sebelum tanggal tersebut diperkirakan angka pemesanannya sudah penuh, fully booked. "Realisasi pemesanan tiket sebesar itu termasuk jika penambahan flight rute Malang-Jakarta jadi direalisasikan," ujarnya.

Rencananya, pesawat yang digunakan pada penerbangan rute Malang-Jakarta pada pukul 07.40, yakni Boeing 737-500 dengan kapasitas 120 seat. Pada penerbangan tersebut diberikan layanan kelas bisnis yang disediakan 8 seat. Dia optimistis, permintaan penerbangan pada rute Malang-Jakarta-Malang tetap tinggi jika tarif penerbangan dinaikkan bersamaan dengan melemahnya kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Pertimbangannya, moda pesawat terbang sudah menjadi kebutuhan masyarakat, terutama masyarakat Malang dan sekitarnya. Apalagi pelanggan maskapai tersebut terutama dari kalangan perguruan tinggi dan instansi pemerintah, sehingga tidak terpengaruh dengan melemahnya kurs rupiah terhadap dollar AS, bahkan melemahnya ekonomi. "Saya optimistis permintaan penerbangan tetap tinggi, meski tarifnya naik," katanya.

www.solopos.com

Penerbangan Kuching-Pontianak Pesawat MASwings Jadi 10 Kali Seminggu

Penerbangan Kuching-Pontianak Pesawat MASwings Jadi 10 Kali Seminggu. Maskapai penerbangan Malaysia yang melayani rute penerbangan Kuching-Pontianak, MASwings, telah menambah lagi frekwensi penerbangan pada rute tersebut. Jika sebelumnya rute penerbangan Kuching-Pontianak dilayani sebanyak 7 kali seminggu kini menjadi 10 kali setiap minggu.
MASwings. ZonaAero
Maswings tambah frekuensi penerbangan Kuching - Pontianak

Maskapai penerbangan Malaysia, MASwings, menambah frekuensi penerbangan dari Kuching ke Pontianak; tujuh kali menjadi sepuluh kali sepekan mulai 13 Desember 2013. Menurut Chief Commercial Officer MASwings, Shauqi Ahmad, di Pontianak, Senin, penambahan frekuensi penerbangan itu seiring peningkatan permintaan pemakai jasa penerbangan di rute itu. "Kunjungan warga yang berobat ke Kuching masih mendominasi. Terlebih lagi sekarang ada empat rumah sakit di Kuching," kata dia.

Selain itu, MASwings juga membidik warga yang ingin berkunjung untuk berbelanja maupun berwisata ke Kuching dan wilayah lainnya. Ia melanjutkan, di Kuching telah bertambah tiga pusat perbelanjaan baru. "Sedangkan bagi yang ingin berwisata, Kalimantan itu pusat ekowisata. Dan melalui rute-rute dari MASwings, wisatawan dapat terhubung ke berbagai daerah," kata Shauqi Ahmad.

Saat ini, MASwings yang juga anak perusahaan Malaysia Airlines melayani rute Kuching-Pontianak setiap hari menggunakan pesawat ATR72 - 600. Penambahan jumlah penerbangan setiap Selasa, Jumat dan Minggu. Penerbangan rutin setiap pagi, untuk penambahan dari kuching pukul 12.30 waktu setempat, tiba pukul 12.15 WIB dan berangkat kembali pukul 12.40 WIB. Lama penerbangan 45 menit.

MASwings memulai penerbangan ke Pontianak dari Kuching pada Februari 2012, sebanyak tiga kali penerbangan menjadi tujuh kali penerbangan seminggu. Tingkat isian penumpang rata-rata 82 persen dari dan ke Pontianak. "Dan setiap akhir pekan, tingkat isiannya tinggi," ujarnya.

Ia mengakui persaingan di rute tersebut sudah semakin ketat seiring bertambahnya maskapai yang melayani. Dari Indonesia, yang melayani rute itu Xpress Air dan di hari yang sama yakni Selasa, Jumat dan Minggu. Namun ia membantah penambahan frekuensi penerbangan untuk menyaingi Xpress Air. "Kebetulah saja kami mendapat izin yang sama," katanya.

MASwings menawarkan harga tiket 59 dolar Amerika Serikat untuk penerbangan dari Kuching ke Pontianak dan sebaliknya.

www.antaranews.com

Penerbangan Harian Bangkok Ke Jakarta Dan Kuala Lumpur Siap Dioperasikan Thai Lion Air

Thai Lion Air dikabarkan tengah berencana membuka penerbangan langsung dari kota Bangkok menuju Jakarta dan Kuala Lumpur. Penerbangan Harian Bangkok Ke Jakarta Dan Kuala Lumpur Siap Dioperasikan Thai Lion Air. Maskapai dari Thailand yang berafiliasi dengan maskapai Lion Air dari Indonesia tersebut secara resmi beroperasi sejak 4 Desember 2013. Dalam penerbangan perdananya, perusahaan penerbangan yang baru berdiri ini menerbangi rute perdana Bangkok-Chiang Mai yang dilayani dua kali sehari dengan menggunakan pesawat B737-900ER.
Thai Lion Air. ZonaAero
Thai Lion Air Buka Penerbangan Nonsetop Bangkok-Jakarta

Thai Lion Air, maskapai penerbangan afiliasi Lion Group di Thailand, akan membuka layanan nonsetop setiap hari dari Bangkok ke Jakarta dan Kuala Lumpur setelah resmi terbang perdana 4 Desember pekan lalu. Direktur Utama Thai Lion Air, Darsito Hendroseputro, mengatakan proses memperoleh hak lalu lintas udara internasional sudah diajukan. Dengan langkah itu, pihaknya bisa memberikan pilihan rute penerbangan dengan tarif yang konsisten rendah. "Kami telah mengajukan untuk hak lalu lintas udara internasional dan berencana untuk meluncurkan layanan nonsetop setiap hari dari Bangkok ke Jakarta dan Kuala Lumpur," katanya dalam siaran pers dikutip Minggu (8/12/2013).

Ade Simanjuntak, Sekretaris Perusahaan Lion Air, belum dapat memberikan keterangan ditel terkait dengan rencana Thai Lion Air itu baik mengenai kapan rencana itu teralisasi maupun target tingkat isian penumpang atau passengers load factor. Perseroan itu kini didukung dua pesawat Boeing 737-900ER dan akan menambah dua pesawat lagi pada Maret tahun depan. Pesawat B737–900ER ini dilengkapi dengan Boeing Sky Interior dan merupakan model terbesar dari 737. Pesawat itu akan digunakan untuk meningkatkan frekuensi pada rute yang ada dan dipergunakan untuk mendukung peluncuran layanan domestik dan internasional baru yakni Bangkok-Hat Yai dan Bangkok-Singapura. "Dengan tarif penerbangan yang konsisten rendah, berarti orang memiliki kebebasan untuk menentukan kapan mereka terbang ketika mereka ingin terbang," kata Darsito.

Pada 4 Desember pekan lalu, Thai Lion Air meluncurkan layanan penerbangan komersial perdana dari basisnya di Bandara Internasional Don Mueang Bangkok menuju Chiang Mai di Thailand Utara. Rute domestik Bangkok-Chiang Mai itu dilayani dua kali sehari dengan menggunakan pesawat B737-900ER dengan jadwal penerbangan pada pukul 11.20 dari Don Mueang Bangkok dan tiba di Chiang Mai pukul 12.35 waktu setempat. Penerbangan kedua berangkat dari Don Mueang pukul 15.40 waktu setempat dan tiba di Chiang Mai 16.55 waktu setempat. Sebaliknya, dari Chiang Mai berangkat pukul 13.20 dan tiba di Don Mueang pukul 14.35, penerbangan kedua dari Chiang Mai pukul 17.35, tiba di Don Mueang 18.50 waktu setempat.

Menurut Darsito, kehadiran maskapai ini akan mendorong pertumbuhan pasar penumpang pesawat di Thailand sekaligus memperkuat posisi Bangkok sebagai bandara penghubung atau hub udara internasional terkemuka. Menanggapi beroperasinya Thai Lion Air, Direktur Program New York University School of Law Singapore Programme, Alan Khee-Jin Tan, menilai ekspansi Lion Air cukup pesat terutama kini ke Asia. Kehadiran Thai Lion Air di Thailand mengindikasikan persaingan maskapai berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) kini melebar ke Asia Tenggara. "Sebelumnya Lion buka Malindo di Malaysia, yang notabene dia buka di markasnya Air Asia, pesaing utamanya untuk kelas LCC. Dengan dia buka lagi di Bangkok dengan kepemilikan 49%, saya melihat potensinya besar untuk berkembang," katanya.

Dia menilai maskapai LCC tumbuh signifikan dalam dua tahun terakhir khususnya di Indonesia dan ASEAN Open Sky akan menjadi perhatian utama bagi Inodonesia untuk memperbaiki infrastruktur. Berdasarkan data lembaga riset penerbangan CAPA Center for Aviation, tingginya permintaan layanan penerbangan regional dan bertarif murah (LCC) menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar penerbangan di kawasan ini dalam 10 tahun terakhir.

www.solopos.com