Cari di Blog Ini

Sabtu, 01 Maret 2014

Citilink Kenakan Surcharge Tiket Pesawat Mulai 28 Februari 2014

Maskapai Citilink telah memberlakukan surcharge tiket pesawat untuk layanan penerbangannya terhitung mulai Jumat 28 Februari 2014. Dengan adanya surcharge tersebut maka terjadi juga kenaikan harga pada tiket pesaawat terbang Citilink Indonesia.
Citilink Indonesia. ZonaAero
Citilink Terapkan Surcharge Tiket Pesawat Hari Ini

Penambahan biaya surcharge tiket pesawat Citilink mulai diberlakukan pada Jumat 28 Februari 2014, terhitung sejak pukul 00.01 WIB. Dengan adanya penambahan biaya surcharge tersebut maka harga tiket maskapai berbiaya murah ini mengalami kenaikan. Rahmakika Rahardiasari, Sales Manager Bo Yogyakarta, PT Citilink Indonesia mengatakan, kenaikan surcharge untuk pesawat Yogyakarta tujuan Halim sebesar Rp50.600, dan pesawat Yogyakarta tujuan Balikpapan sebesar Rp107.000. "Kenaikan surcharge ini tidak saja dilakukan oleh maskapai Citilink. Namun, semua maskapai menerapkan hal yang sama sesuai dengan keputusan dari pemerintah," kata Kikan, sapaan Rahmakika.

Menurut Kikan, penerapan surcharge ini hanya diberlakukan kepada calon penumpang pesawat yang membeli tiket pada hari ini. Namun, calon penumpang pesawat yang sudah booking tiket jauh-jauh hari tidak dikenakan surcharge. "Yang dikenakan surcharge hanya penumpang yang membeli tiket pada hari ini dan seterusnya. Jadi kalau sudah booking tiket jauh-jauh hari dan baru hari ini terbang, maka tak dikenakan surcharge," jelasnya.

Kikan mengatakan, pihaknya juga sudah menempel pengumuman tentang surcharge kepada calon penumpang pesawat Citilink di loket penjualan tiket. "Kita juga pasang papan pengumuman di loket penjualan tiket agar para penumpang tidak terkejut adanya tambahan biaya penerbangan (surcharge)," ujarnya.

Lebih lanjut Kikan mengatakan, karena kebijakan surcharge ini diberlakukan untuk semua maskapai penerbangan, maka calon penumpang juga memakluminya sehingga tak ada calon penumpang yang protes terkait adanya surcharge untuk pembelian tiket pesawat. "Calon penumpang memahami adanya surcharge ini karena pemerintah pusat telah melakukan sosialisasi jauh-jauh hari sebelum diberlakukannya surcharge," ungkapnya.

Seperti diketahui, tujuan pemberlakuan surcharge guna menutup sebagian biaya operasional yang melonjak akibat depresiasi rupiah dan juga biaya avtur yang sudah di atas Rp10.000. Citilink hingga saat ini mengoperasikan 24 armada Airbus A320 terbaru, dua di antaranya jenis Sharklets atau bersayap model sirip hiu. Seluruh armada tersebut melayani 32 rute domestik dengan 130 frekuensi di 24 kota tujuan ke berbagai kota di wilayah Indonesia setiap harinya.

nasional.news.viva.co.id