Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Boeing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Boeing. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 September 2014

Angka Penjualan Pesawat Boeing Ungguli Airbus

Pada tahun 2014 ini, pabrikan pesawat Boeing telah mencatat kesepakatan penjualan 941 unit pesawat. Angka kontrak penjualan pesawat Boeing ini telah mengungguli Airbus yang pada tahun ini hanya mencatat angka penjualan 722 unit pesawat terbang.

Boeing 737 MAX. ZonaAero
Boeing 737 MAX.
Boeing umumkan pesanan untuk 23 pesawat.

Boeing pada Kamis mengumumkan kontrak untuk penjualan 23 pesawat, meningkatkan keunggulannya atas Airbus untuk total pesanan 2014. Semua pesanan terbaru adalah untuk Boeing 737, pesawat sipil lebih kecil yang telah Boeing puji hemat bahan bakar, lapor AFP.

Perusahaan raksasa dirgantara itu mencapai kesepakatan untuk menjual dua pesawat kepada perusahaan Panama Copa Airlines. Identitas pelanggan untuk pesawat lainnya tidak diungkapkan, menurut situs Boeing.

Dengan putaran terakhir kontrak-kontrak, pada 2014 Boeing telah mencapai kesepakatan untuk menjual 941 pesawat. Pada Kamis pagi, saingan dari Eropa, Airbus, mengungkapkan sejauh ini telah mengumpulkan pesanan untuk 722 pesawat pada 2014.

Boeing menjual pesawat 737-nya seharga antara 78,3 juta dolar AS hingga 113,3 juta dolar AS, tergantung pada model. Berdasarkan angka tersebut, pesanan yang diungkapkan Kamis bernilai sekitar 1,8 miliar dolar AS hingga 2,6 miliar dolar AS. Boeing 737 telah menjadi pesawat Boeing terlaris pada 2014, mencapai 663 pesawat dari 941 pesawat yang dijual sejak awal tahun ini.

Saham anggota Dow, Boeing, berakhiri 0,4 persen lebih rendah pada 125,46 dolar AS.

www.antaranews.com

Selasa, 03 Juni 2014

Kapabilitas Perawatan Mesin Jet Boeing Tingkatkan Daya Saing GMF AeroAsia

PT GMF AeroAsia baru-baru ini kembali berhasil menyelesaikan proyek perawatan mesin jet type CFM56-7B. Mesin jet dengan serial number 876406 tersebut adalah mesin yang digunakan pesawat Boeing 737-NG milik maskapai Sriwijaya Air. Kapabilitas dalam kemampuan perawatan mesin jet CFM56-7B ini makin meningkatkan daya saing PT Garuda Maintenance Facilities AeroAsia dalam kancah industri penerbangan di Indonesia maupun dunia internasional.

GMF AeroAsia. ZonaAero
GMF AeroAsia.
GMF Selesaikan Proyek Perawatan Pertama Mesin Boeing 737-NG.

PT Garuda Maintenance Facilities AeroAsia berhasil menyelesaikan proyek perawatan mesin pesawat jenis CFM56-7B yang pertama pada Mei 2014. Mesin dengan serial number 876406 ini merupakan mesin yang digunakan di pesawat B737-NG Sriwijaya Air. Juliandra Nurtjahjo SVP GMF Engine Maintenance mengatakan perawatan mesin ini dilakukan oleh GMF Engine Maintenance, unit bisnis strategis yang menangani perawatan mesin pesawat dari berbagai tipe. "Kemampuan merawat Engine CFM56-7B ini meningkatkan daya saing GMF dalam industri penerbangan nasional maupun internasional," katanya, Senin (2/62014).

Selama ini, lanjutnya, GMF AeroAsia sudah memiliki kapabilitas untuk perawatan engine CFM56-3, Spey, APU GTCT 85 Series, dan TSCP 700 yang digunakan di berbagai tipe pesawat, baik pesawat buatan Boeing maupun Airbus. Kapabilitas merawat mesin CFM56-7B yang dipakai di pesawat Boeing Next Generation (B737-600/700/800/900) dikembangkan hingga tahap perawatan besar atau overhaul. "Kemampuan GMF saat ini dalam merawat Engine CM56-7B ini telah mendapat pengakuan dari berbagai badan otoritas penerbangan internasional maupun nasional, mulai perawatan ringan sampai overhaul. Selain itu, GMF menargetkan mampu merawat 150 mesin CFM56-7B pada 2016 dengan kapasitas penuh," paparnya.

Dwi Prasmono Adji,VP Corporate Secretary PT GMF AeroAsia, memaparkan untuk pengembangan kapabilitas Engine CFM56-7B, GMF AeroAsia telah menjalin kerja sama dengan GE Aviation dalam pelaksanaan pelatihan. Hingga saat ini, katanya, GMF merupakan satu-satunya organisasi perawatan pesawat (MRO) di Indonesia yang memiliki passion dalam pengembangan capability engine CFM56-7B. Dengan memiliki kemampuan engine CFM56-7B, peluang pasar yang dapat dikerjakan sangat besar. Tambahnya, salah satu peluang pasar yang dapat dikerjakan GMF adalah mesin CFM56-7B yang digunakan di pesawat B737-NG Garuda Indonesia. Sesuai dengan Quantum Leap Garuda, maskapai milik negara ini akan mengoperasikan 194 pesawat hingga 2015.

Sebagian besar armada yang dioperasikan Garuda menggunakan mesin CFM56-7B. Selain Garuda, operator pesawat yang memakai mesin CFM56-7B terus meningkat, baik di dalam maupun di luar negeri. Salah satu maskapai domestik itu adalah Sriwijaya Air dan Lion Air. "Pengembangan kapabilitas mesin CFM56-7B ini juga untuk mendukung industri penerbangan nasional," katanya.

Menurutnya potensi pasar perawatan engine CFM56-7B cukup menjanjikan. Hal ini bisa dilihat dari populasi pesawat B737-NG yang semakin meningkat di dalam maupun di luar negeri. Pasar domestik ini, menurutnya, menjadi target pertama GMF, Meski demikian, GMF juga membidik pasar perawatan engine CFM56-7B di level regional dan global karena populasinya yang tinggi. "Populasi engine CFM56-7B dapat dihitung dari jumlah pesawat B737-NG yang dioperasikan secara global potensi pasarnya sangat besar," katanya.

Dengan kapabilitas CFM56-7B yang dimiliki GMF, diharapkan maskapai domestik bisa mengalihkan perawatan mesin CFM56-7B ke dalam negeri. Pengembangan kapabilitas mesin CFM56-7B tidak hanya menguntungkan bisnis GMF, namun juga bagi industri penerbangan nasional, terutama dalam peningkatan efisiensi. Semakin banyak maskapai yang menyerahkan perawatan mesin CFM56-7B kepada GMF, semakin kecil devisa yang lari ke luar negeri.

industri.bisnis.com

Rabu, 22 Januari 2014

General Electric Borong 40 Pesawat Boeing Senilai Rp 40 Triliun

General Electric Borong 40 Pesawat Boeing Senilai Rp 40 Triliun. Bagian penyewaan pesawat terbang dari perusahaan General Electric secara resmi telah menyampaikan melakukan pemesanan sebanyak 40 unit pesawat terbang bermesin jet buatan Boeing. Puluhan pesawat terbang tersebut sebagian terdiri dari seri terbaru Boeing 737-800.
Boeing 737 MAX 8. ZonaAero
GE beli pesawat Boeing senilai Rp40 triliun

Anak perusahaan General Electric bagian penyewaan pesawat dan pembiayaan telah mengkonfirmasi pemesanan 40 buah pesawat Boeing senilai US$4 miliar (Rp40 triliun). Pemesanan ini termasuk 20 pesawat jenis jet 737-800. Pemesanan dilakukan tahun lalu, namun selama ini Boeing selalu menyebut pembelinya sebagai "pelanggan tak dikenal."

GE Capital Aviation Services (GECAS) mengatakan pesawat baru akan membantu memenuhi permintaan konsumen akan pesawat yang lebih hemat bahan bakar. "Pelanggan maskapai kami membutuhkan pesawat lebih efisien dan irit bahan bakar untuk bersaing di pasar," Norman CT Liu, kepala eksekutif GECAS, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

GECAS kini telah menempatkan total pesanan untuk 95 unit pesawat 737 MAX 8 dan 387 generasi 737-800 jet sehingga membuatnya menjadi pembeli terbesar kedua dalam industri persewaan pesawat.

Pesawat hemat

Melambatnya permintaan perjalanan di tingkat global, ditambah dengan tingginya harga bahan bakar, telah memukul banyak perusahaan penerbangan di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir. Akibatnya, perusahaan penerbangan berupaya menahan biaya operasional mereka untuk mempertahankan keuntungan. Hal ini kemudian mendorong peningkatan permintaan pesawat hemat bahan bakar.

Pasaran pesawat kecil dengan kapasitas kursi 100-200 dan memiliki satu lorong diperkirakan akan menghasilkan perputaran uang sebesar US$20 triliun selama 20 tahun ke depan. Sektor ini saat ini didominasi oleh Airbus A320 dan pesawat Boeing 737, tetapi perusahaan lain juga mencari cara untuk memasuki pasar ini. Boeing mengklaim bahwa 737 menawarkan "biaya operasional paling rendah di kelasnya."

www.bbc.co.uk

Sabtu, 06 Juli 2013

Pesawat Kepresidenan RI Datang Di Tanah Air Bulan Depan

Informasi Penerbangan: Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia yang dipesan dari pabrikan Boeing sudah bisa dioperasikan mulai Agustus 2013. Jenis pesawat yang dipilih adalah Boeing Business Jet II (BBJ II) dengan perlengkapan penerbangan yang terbilang canggih. Pertimbangan pemerintah Indonesia untuk memiliki pesawat terbang kepresidenan RI adalah untuk efisiensi transportasi presiden atau wakilnya saat kunjungan dinas ke daerah atau ke negara lain.
Boeing Business Jet II (BBJ II). ZonaAero
Datang Bulan Depan, Ini Dia Pesawat Canggih Boeing Business Jet Kepresidenan RI

Untuk pertama kalinya, Indonesia segera kedatangan pesawat kepresidenan resmi. Pesawat kepresidenan jenis Boeing Business Jet II (BBJ II) ini siap dipakai oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai Agustus 2013 nanti. Media Relations Boeing Commercial Airplanes AS Doug Alder ketika dikonfirmasi menyampaikan, pemerintah Indonesia dipastikan telah memesan jenis Boeing Business Jet II. "Ya, saya bisa pastikan pemerintah Indonesia sudah melakukan order khusus untuk Boeing Business Jet," ungkap Doug, Jumat (5/7/2013).

Namun, Doug menegaskan, Boeing tidak pernah memproduksi pesawat khusus kepresidenan. Boeing memberikan kebebasan bagi pembelinya untuk menggunakan pesawat jet tersebut, termasuk jika digunakan untuk seorang Presiden. "Kami tidak memberikan spesifikasi khusus (pesawat kepresidenan). Kita bebaskan kepada customer-nya," jelas Doug.

Pemerintah memastikan Agustus 2013 nanti pesawat Boeing tersebut bisa digunakan SBY. Pesawat ini dibeli pemerintah sebagai upaya efisiensi. SBY pernah menjelaskan, keinginan penggunaan pesawat Kepresidenan ini sudah lama. Pertimbangannya bila menyewa pesawat Garuda, ongkosnya mahal. Belum lagi penyewaan itu bisa mengganggu jadwal Garuda. "Untuk kepentingan efisien, jangka menengah dan panjang, agar digunakan setiap saat tanpa ganggu jadwal Garuda, maka adakan pesawat sendiri," kata SBY awal tahun 2012 lalu.

Pihak Garuda Indonesia sendiri menjelaskan, Presiden SBY sebelumnya menyewa pesawat jenis 787-800 NG untuk penerbangan domestik. Sedangkan untuk jarak jauh atau internasional menggunakan pesawat pabrikan Airbus jenis A330. "Nah, untuk yang nanti Boeing Business Jet II itu tergantung pemerintah apakah mau menyerahkan ke Garuda Indonesia untuk operasionalnya atau memang ingin mengelola sendiri," jelas sumber di Garuda Indonesia dalam sambungan teleponnya.

finance.detik.com

Rabu, 26 Juni 2013

Garuda Indonesia Terima 2 Pesawat Boeing 777-300ER Baru

Informasi Penerbangan: Garuda Indonesia Terima 2 Pesawat Boeing 777-300ER Baru. Dua pesawat tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, di Pabrik pesawat Boeing, Seattle, AS. Secara keseluruhan, Garuda Indonesia telah melakukan pemesanan 10 unit pesawat Boeing 777-300ER. Dua pesawat yang diterima tersebut akan dioperasikan untuk melayani rute penerbangan Jakarta-Jeddah.
Garuda Indonesia, Boeing 777-300ER. ZonaAero
Garuda Datangkan Dua Pesawat Boeing 777-300ER

Sejalan dengan program revitalisasi armada dan pengembangan jaringan penerbangan yang terus dilakukan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menerima dua armada Boeing 777-300ER. Pesawat ini diterima langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, dari Senior Vice President Sales for Asia Pacific & India, Dinesh Keskar di Everette Delivery Centre, Boeing Factory, Seattle, AS, pada Senin (24/6/2013) waktu setempat. Emir mengatakan dari total 10 unit pesawat yang dipesan tahun ini, Garuda Indonesia akan menerima empat pesawat Boeing 777-300ER. Armada kedua akan diterima pada bulan Juli 2013. "Dua armada pertama yang diterima, nantinya akan melayani rute penerbangan Jakarta-Jeddah mulai Juli dan Agustus 2013," ujar Emir melalui keterangan tertulisnya, Selasa (25/6/2013).

Sementara itu, dua pesawat Boeing 777-300ER berikutnya akan didatangkan pada akhir tahun ini untuk melayani rute penerbangan baru Sydney – Jakarta – London mulai bulan November 2013. Adapun tiga armada lainnya dijadwalkan tiba pada tahun 2014 dan tiga armada selanjutnya didatangkan pada tahun 2015. "Pembelian pesawat Boeing 777-300ER ini merupakan bagian dari program pengembangan armada yang dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas dan pengembangan jaringan (network) penerbangan pada rute-rute jarak jauh," paparnya.

Selain itu, pengoperasian pesawat ini dilakukan sejalan dengan program transformasi dan ekspansi perusahaan yang disusun dalam program "Quantum Leap 2011-2015". Armada Boeing 777-300ER ini nantinya akan dilengkapi dengan pelayanan "First Class" yang dihadirkan untuk memberikan kenyamanan lebih kepada penumpang ketika melakukan penerbangan jarak jauh. Salah satu layanan dalam "First Class" ini adalah layanan "Chef on Board" di mana penumpang bisa memesan makanan spesial di ketinggian lebih dari 35 ribu kaki dengan adanya koki khusus.

Selain itu, armada Boeing 777-300ER juga dilengkapi dengan fasilitas "In-flight Connectivity" yang mencakup fasilitas exConnect (koneksi internet melalui WiFi) dan exTV (siaran televisi langsung yang terdiri dari enam channel internasional, yaitu CNN International, BBC World, BBC Arabic, NHK World Premium, Euronews, dan CNBC). Pesawat "state-of-the-art" Boeing 777-300ER ini memiliki kapasitas kursi sebanyak 314 penumpang, dengan konfigurasi 8 kursi untuk First Class, 38 kursi untuk Business Class, dan 268 kursi untuk Economy Class.

www.jpnn.com

Kamis, 09 Mei 2013

67 Pesawat Baru Akan Memperkuat Armada Singapore Airlines

Informasi Penerbangan: 67 pesawat baru dari jenis Airbus A380 dan Boeing B777 akan memperkuat armada udara maskapai Singapore Airlines. 67 pesawat terbang bermesin jet dan berbodi lebar tersebut akan diterima oleh Singapore Airlines mulai tahun 2014 hingga 2015. Penambahan pesawat baru ini adalah merupakan program rutin Singapore Airlines untuk meremajakan armada pesawatnya.
Singapore Airlines, Airbus A380-800. ZonaAero
Singapore Airlines Order 67 Pesawat

Maskapai penerbangan Singapore Airlines telah memesan 67 pesawat. Hal ini dikatakan oleh Glory Henriette, Manager Public Relations Singapore Airlines, Rabu (8/5/2013), di Jakarta. "Kami sudah order pesawat tahun ini tahun lalu, ada 67 pesawat," kata Glory.

Ke-67 pesawat tersebut terdiri dari Airbus A380 dan Boeing B777. Pesawat akan datang pada tahun 2014 - 2015 dengan status kepemilikan milik maskapai, bukan menyewa.

Saat ini, maskapai memiliki 102 pesawat terbang (in flight). "Pesawat SQ tidak pernah digunakan lebih dari enam tahun. Pesawat lama akan dikirim ke leasing," tambah Glory yang enggan menyebutkan investasi pesawat baru.

www.tribunnews.com

Minggu, 10 Maret 2013

Boeing- Kementerian Perhubungan AS Tingkatkan Pelatihan SDM Penerbangan Sipil Indonesia

Perusahaan pembuat pesawat dari AS, Boeing, bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan maskapai penerbangan Amerika Serikat untuk makin meningkatkan pelatihan sumber daya manusia (SDM) bidang penerbangan sipil di Indonesia. Pelatihan tersebut melibatkan seluruh sekolah penerbangan di Indonesia. Lebih jauh, Indonesia dan Boeing telah melakukan kerja sama untuk pengadaan lokakarya di bidang standar manual untuk sekolah-sekolah penerbang, sistem skrining dan seleksi pilot, kurikulum pendidikan, dan pelatihan.
Pabrik pesawat terbang Boeing. ZonaAero
Pabrik pesawat terbang Boeing
Indonesia-Boeing tingkatkan pelatihan penerbangan sipil

Kementerian Perhubungan dan maskapai penerbangan Amerika Serikat, Boeing Company, bekerja sama meningkatkan pelatihan sumber daya manusia di bidang penerbangan sipil di Indonesia. Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu (9/3/2013), kerja sama itu akan melibatkan seluruh sekolah penerbang, pelatihan instruktur, silabus, atau kurikulum pendidikan. Melalui kegiatan pelatihan atau lokakarya tersebut diharapkan akan dapat memajukan sisi SDM penerbangan sipil, navigasi penerbangan dan kelaikan udara.

Sejumlah langkah yang telah dilakukan Boeing Company dan Indonesia, dalam melaksanakan kerja sama adalah mengadakan lokakarya yang membahas standar manual untuk sekolah-sekolah penerbang, sistem skrining dan seleksi pilot, kurikulum pendidikan, dan pelatihan. Selain itu, kerjasama tersebut juga meliputi rencana pengembangan rute di Irian dan Maluku untuk jangka pendek dan rute-rute di seluruh Indonesia untuk jangka panjang.

Sebelumnya, Republik Indonesia dan Australia menandatangani persetujuan pelayanan angkutan udara (Air Service Agreement) yang mengatur secara rinci kapasitas hak angkut, frekuensi, dan tipe pesawat maskapai masing-masing negara. "Telah banyak perkembangan di angkutan udara antara Indonesia dan Australia, jumlah penumpang terus semakin meningkat. Oleh karena itu Persetujuan Pelayanan Udara sangat perlu direvisi oleh kedua negara," kata Menteri Perhubungan, EE Mangindaan.

Mangindaan mengutarakan harapannya agar maskapai penerbangan nasional Indonesia memanfaatkan pertumbuhan angkutan udara Indonesia-Australia sebaik-baiknya karena masih banyak permintaan dari beberapa kota di Australia.

www.antaranews.com

Jumat, 18 Januari 2013

FAA Melarang Terbang Pesawat Boeing 787 Dreamliner

Federal Aviation Administration (FAA) atau Badan Penerbangan Federal Amerika pada Rabu 15 Januari 2013 melarang terbang semua pesawat Boeing 787 Dreamliner hingga kendala teknis yang sering didapati pada pesawat jenis baru tersebut bisa diatasi. Setelah pengumuman dari FAA tersebut, menyusul badan-badan pengawas penerbangan di seluruh dunia mengikuti dengan mengumumkan larangan terbang pesawat Boeing 787 Dreamliner.
Boeing 787 Dreamliner. ZonaAero
Badan Pengawas Penerbangan AS Larang Terbang Boeing 787 Dreamliner

Badan Penerbangan Federal Amerika (FAA) yang menetapkan standar bagi pengawas penerbangan sedunia, Rabu (15/1/2013) melarang Dreamliner terbang hingga risiko kebakaran baterai dapat diatasi. Maskapai-maskapai di Chili, India dan Eropa menghentikan penerbangan pesawat mereka, menyusul dihentikannya penerbangan Dreamliner di Amerika dan Jepang. Kamis pagi, 39 dari ke-50 pesawat Dreamliner yang beroperasi di seluruh dunia telah dilarang terbang.

Badan-badan pengawas penerbangan di seluruh dunia telah melarang terbang pesawat penumpang Boeing 787 Dreamliner, setelah peringatan keselamatan dikeluarkan oleh Badan Pengawas Penerbangan Federal Amerika.

FAA, yang menetapkan standar bagi pengawas penerbangan sedunia, hari Rabu (15/1/2013) memperingatkan bahwa pesawat generasi baru itu tidak boleh terbang sampai risiko kebakaran baterai dapat diatasi. Tindakan itu diambil sehari setelah satu dari pesawat bermesin dua dan berbadan lebar itu terpaksa melakukan pendaratan darurat di Jepang ketika peringatan cockpit memberi indikasi kerusakan baterai dan penumpang mencium sesuatu sedang terbakar.

www.voaindonesia.com

Kamis, 17 Januari 2013

Diah S Darmawaty, Alumni IPTN Yang Sukses Berkarier Di Pabrik Pesawat Boeing AS

Diah S Darmawaty, mantan karyawan IPTN yang sukses berkarier di pabrik pesawat Boeing AS. Kini Diah S Darmawaty sudah mapan dalam karirnya di Boeing sebagai ‘senior leader’ yang sudah beberapa kali menangani proyek-proyek penting untuk struktur interior pesawat dari jenis Boeing 737, 767, 747, kecuali Boeing 787. Yang lebih membanggakan, anak buahnya lebih dari 20 insinyur semuanya pria dari AS, India, Rusia, Kanada dan negara lainnya.
Diah S Darmawaty. ZonaAero
Srikandi IPTN di Pabrik Boeing Seattle

Tidak banyak orang Indonesia tahu, bahwa Diah S Darmawaty adalah insinyur wanita jebolan Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) kini berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia, karirnya menanjak di Boeing Company, Seattle, Amerika Serikat.

Cenderung pendiam dan lebih banyak bekerja keras sambil belajar (learning by doing), Diah kini menjadi ‘srikandi alumnus IPTN’’ yang pantas diapresiasi. Bahkan bisa ‘dibanggakan‘ sebagai anak kandung ‘bapak pembangunan teknologi‘ Prof BJ Habibie, mantan Menristek dan Presiden RI. Mengapa Diah layak diapresiasi? Pasalnya, dari sekitar 30-an alumni IPTN yang berkiprah di Boeing yang hampir semua pria, Diah adalah satu dari dua perempuan yang berhasil menanjak karirnya di bidang aeronatika. Perempuan kelahiran 40 tahun lalu itu dikenal tak suka banyak bicara apalagi bertemu wartawan.

Hampir satu tahun yang lalu, dibawah udara dingin dengan rintik salju tipis, kami menemui Diah di luar jam kerja Boeing, perusahaan pembuat pesawat terbang AS yang super sibuk itu. "Terimakasih Tuhan, saya tak menyangka, kita dipertemukan di sini ya?," ujarnya tersenyum, didampingi sang suami Ir Effendy.

Beberapa teman lulusan IPTN seperti Ir Tony Soeharto dan Ir Soepeno yang juga tinggal di Seattle merekomendasikan saya untuk bertemu dengan Diah. Banyak orang mengira dia lulusan ITB, padahal bukan. Dia datang dari kampus Sriwijaya, Palembang. Di Boeing, banyak orang AS tak tahu dimana Sriwijaya itu, di Indiakah? Atau di Bali?.

Sebagai ‘anak negeri’ dari Palembang, Diah S Darmawaty yang lulusan Fakultas Teknik Sipil Universitas Sriwijaya, Sumsel itu, tidak pernah menyangka akan dipanggil test Boeing dan bekerja di perusahaan raksasa dengan karyawan lebih dari 160 ribu orang dan produksi pesawat lebih dari 1 unit per hari atau lebih dari 365 pesawat per tahun. "Setelah banyak rekan saya terkena lay off (pensiun dini) oleh IPTN akibat krisis moneter yang menerjang Indonesia 1997-1998, saya sempat termenung, tidak tahu harus bagaimana dan saya tetap berkiprah di IPTN sampai 2004, di tengah situasi gonjang-ganjing. Saya bertahan ingin berkarir di IPTN sebagai seorang insinyur," tutur Diah pelan.

Diah merasa ia bukan tipe pemikir dan cendekiawan. Ia hanya merasa seorang insinyur yang terkagum dan ingin meneruskan cita-cita dan kehebatan Prof BJ Habibie. "Dia orang hebat, the great engineer, yang mendidik saya di IPTN. Saya anak negeri, dari Palembang, yang sering dianggap seperti ‘anak bawang’ di IPTN karena saya bukan alumnus ITB,UI atau UGM," bebernya.

Dalam bekerja, ia selalu ingat pesan ibu dan ayahnya di Palembang agar tak boleh menyerah, banyak belajar dan menyesuaikan diri. "Ini menyangkut dignity dan harga diri," imbuhnya dengan mata berkaca-kaca mengenang hari-hari pertamanya sebagai 'wong kito galo' di IPTN pada 1993.

Pada waktu itu, Diah yang berlatar insinyur Teknik Sipil UNSRI harus belajar Aeronatika dengan cepat dan tepat , jika tak mau terkena PHK dari IPTN. "Background saya civil engineering, bukan Aeronatika. Ini hal baru bagi saya," katanya perlahan.

Diah memang masih berada di ‘zona masa percobaan’ dalam prosesi training untuk waktu sebulan-dua bulan di IPTN yang megah saat era Orde Baru itu. "IPTN pimpinan Pak Habibie adalah sekolah terbaik dan kebanggaan simbolik kita sebagai insinyur Indonesia yang bekerja di bidang aeronatika, saya tak akan melupakannya," tandasnya.

Begitu Diah ditempatkan pada analisa struktur di IPTN, dia meminta bantuan suaminya membeli buku dan memfoto kopi buku-buku aeronatika untuk beradaptasi pada pekerjaannya sebagai 'orang baru' IPTN yang harus berlatih semi otodidak dalam menempa ilmu di industri dirgantara. Beberapa tahun berkiprah di IPTN, Diah berkembang karirnya sebagai analis struktur. Namun sejarah berkata dan berkehendak lain. Diah kemudian harus menghadapi kenyataan dimana krisis moneter yang menerjang Indonesia dan Asia 1997-1998, membuat IPTN drop dan kolaps, serta harus melakukan perampingan ribuan karyawan. Tapi dari tragedi industry dirgantara ini, Diah, ibu seorang puteri yang selalu bangga dengan ke-Indonesiaan dan kemuslimannya, kemudian bangkit, berubah dan mengubah diri menjadi seorang Srikandi bidang Aeronatika? Bagaimana kisahnya?

Suatu hari, pada 2004, atas saran suami dan keluarga, Diah memilih mundur dari IPTN karena kondisi kerja yang sangat tidak kondusiif, akibat tata kelola organisasi, dan kondisi keuangan di industri aeronatika ini sudah sangat merosot dan banyak himpitan masalah serta tak ada kepastian ke depan. Diah mencari alternatif di rimba kehidupan yang sulit.

Sekian bulan, di luar dugaan, kemudian ada email dari agen Boeing untuk Diah yang masih tinggal di Bandung. Ia berfikir email itu hanya orang iseng atau main-main atau spam/salah email. Seminggu kemudian email itu ia sampaikan kepada suaminya, Ir Effendy, salah satu lulusan terbaik Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Palembang, bahwa ada email dari agen Boeing. "Suami saya bilang sebaiknya email dibalas, siapa tahu itu email beneran. Lalu saya balas, ternyata itu email dari agen Boeing berdasarkan informasi dan rekomendasi dari orang Kanada, mantan mentor saya di IPTN, yang sudah berkiprah di Jerman atau Eropa. Sekian hari kemudian, saya kemudian dites/diseleksi oleh Boeing dan ternyata diterima, karena pertolongan Allah," imbuhnya.

Maka, berangkatlah Diah ke Boeing Company sekitar 2004, untuk memulai bekerja sebagai 'anak rantauan' di negeri Paman Sam. Bahasa Inggrisnya yang cukup baik, sangat menolong Diah dalam mengejar kelolosan selama masa percobaan dalam karir di industry aeronatika kaliber dunia itu. "Apabila menguasai bahasa Inggris dengan baik, sebenarnya alumni IPTN hebat-hebat, tak kalah sama India, Malaysia, Timur Tengah dan China," katanya.

Tapi di Boeing, Diah belum lupa bahwa 'hantu PHK' sebagaimana tragedi IPTN, ternyata berulang. Kali ini akibat Bom di World Trade Center (WTC) New York, September 2001 (tragedy 9/11) yang membuat rakyat AS enggan naik pesawat karena ancaman terorisme dan pasar dunia. Akibatnya fatal, Boeing pada 2001, tiga tahun sebelum Diah bergabung, melakukan PHK berskala besar. "Dan kegalauan, ketegangan dan kepasrahan saya dengar menggelayuti ribuan karyawannya, dimana sejumlah insinyur lulusan IPTN yang sudah bekerja di Boeing terkena dampaknya di PHK. Yah begitulah nasib. Saya bergabung ke Boeing dengan memori ancaman PHK dapat terjadi setiap saat, tapi saya harus berbuat, saya siap risiko," ujar Diah.

Diah memutuskan bergabung ke Boeing pada 2004, dengan memori kelam bahwa ada PHK massal di Boeing pada 2001 yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi lagi. "Sungguh, saya siap menerima risiko apapun, begitulah nasib orang swasta, apalagi ini di Amerika yang menuntut disiplin dan keseriusan keras dalam bekerja," imbuhnya.

Dalam prosesi masa percobaan di Boeing, Diah dinyatakan lolos dan lepas dari ancaman lay off. Pada 2004 itu, Diah sempat mencari tahu bahwa beberapa insyinyur dari India, AS, Indonesia, China, Arab dan sebagainya terkena lay off. Keadaan ini mendorongnya bekerja dengan keras dan belajar dengan cerdas, karena ingin membawa nama baik Indonesia dari alam Sriwijaya.

Kini Diah sudah mapan dalam karirnya di Boeing sebagai ‘senior leader’ yang sudah beberapa kali menangani proyek-proyek penting untuk struktur interior pesawat dari jenis Boeing 737, 767, 747, kecuali Boeing 787. Yang lebih membanggakan, anak buahnya lebih dari 20 insinyur semuanya pria dari AS, India, Rusia, Kanada dan negara lainnya. Diah pernah memperoleh penghargaan dari CEO Boeing Commercial Aircraft pada 2011.

Kini Diah menempati rumah di Mukilteo, Washington dengan sang suami Ir Effendy dan puteri semata wayangnya, Riri yang masih SMA di Kamiak High School, Mukilteo, kota indah menghadap samudera Pasifik ini. "Sampaikan salam saya untuk Pak Habibie dan staf PT DI maupun Habibie Center, saya rindu," kata Diah yang bertugas di bidang Interior Responsibility Center, Boeing Co mengakhiri pembicaraannya.

web.inilah.com

Senin, 14 Januari 2013

Pemerintah AS Yakinkan Bahwa Pesawat Boeing 787 Dreamliner Aman

Dalam sebuah pernyataannya, pemerintah Amerika Serikat berusaha meyakinkan pengguna layanan penerbangan bahwa pesawat Boeing 787 Dreamliner aman untuk dioperasikan. Pernyataan itu dikeluarkan AS menyusul telah terjadi serentetan gangguan teknis yang dialami beberapa pesawat Boeing 787 Dreamliner yang sudah dioperasikan. Misalnya seperti yang dialami oleh pesawat Boeing 787 milik Japan Air Lines (JAL) yang terpaksa batal terbang karena tangki bahan bakar pesawat mengalami kebocoran.
Boeing 787 Dreamliner
Boeing 787 Dreamliner
Pemerintah AS: Pesawat Boeing 787 Aman

Pemerintah Amerika Serikat berupaya meyakinkan publik bahwa pesawat Boeing 787 Dreamliner aman. Pernyataan itu muncul setelah pesawat baru tersebut mengalami sejumlah kesalahan teknis.

Badan Penerbangan AS (FAA) masih mengevaluasi pesawat canggih itu. Pesawat Boeing 787 Dreamliner merupakan pesawat pertama di dunia yang lebih banyak memanfaatkan sinyal listrik untuk membantu pengoperasian pesawat. Pesawat ini juga menjadi yang pertama menggunakan baterai lithium ion isi ulang dan berbahan dasar lebih ringan daripada alumunium.

Namun, beberapa Pesawat Boeing 787 mengalami masalah teknis. Pesawat Boeing 787 Dreamliner yang dioperasikan Japan Air Lines (JAL) batal lepas landas di Bandara Internasional Logan, Boston, Rabu (9/1). Pasalnya, tanki bahan bakar pesawat bocor.

Hingga kini, Perusahaan Boeing mengirim 50 pesawat Boeing 787. Jumlah pesanan mencapai 800 unit.

www.metrotvnews.com

Kamis, 01 Maret 2012

Pesawat Boeing 747-8 Intercontinental VIP Telah Dikirim Kepada Pemesan Pertama

Pesawat Boeing 747-8 Intercontinental VIP. ZonaAero
Pesawat Boeing 747-8 Intercontinental VIP
Boeing Kirim Pesawat VIP Pertama

Pabrikan pesawat Amerika Serikat (AS), Boeing, mengumumkan pengiriman pertama pesawat Boeing 747-8 Intercontinental versi VIP kepada pelanggan yang dirahasiakan namanya. Pesawat yang dijuluki Ratu Angkasa Abad 21 itu, menurut kantor berita Reuters, dikirim ke pelanggan yang pasti sangat kaya, dengan interior yang masih minimal. Boeing berjanji akan memenuhi seluruh interior pesawat VIP ini pada tahun 2014. "Hari ini sangat membahagiakan bagi Boeing. Pesawat 747 adalah pesawat ikonik di dunia, dan saya tahu para pelanggan akan sangat suka dengan apa yang telah kami bikin dan kinerjanya semakin bagus. Pesawat intercontinental ini sangat cepat, efisien dan tidak berisik, benar-benar bisa menghemat dan menawarkan pengalaman terbang yang menyenangkan. Saya yakin, ini pesawat paling cantik yang terbang di angkasa," kata Jim Albaugh, president dan CEO dari Boeing Cemmercial Airplanes.

Versi VIP 747-8 Intercontinental ini menawarkan kabin seluas 444,6 meter persegi. Pesawat ini dilengkapi dengan Green Technologies dari Aeroloft, yang diletakkan di atas kabin utama di antara kabin atas dan ekor 747-8 VIP, yang memberi ruangan kabin tambahan sebesar 36,5 meter persegi. Aeroloft akan dipasang oleh Boeing Global Transport & Executive Systems di Wichita, Kansas. Dengan dipasangnya Aeroloft, maka konfigurasi ruangan kabin pesawat VIP 747-8 ini total menjadi 481,1 meter persegi, dapat menerbangkan 100 penumpang serta bisa menjelajah sejauh 16.372 km sekali isi tangki bahan bakarnya. Emisi gas buang pun akan menurun banyak dibanding generasi 747-400, serta pesawat ini 30 persen lebih senyap. Dengan kecepatan jelajah 0.86 kecepatan suara (Mach), pesawat 747-8 ini adalah yang tercepat di kategori pesawat jet berbadan gambot.

Pesawat jet 747-8 ini adalah satu-satunya pesawat terbesar di kelasnya yang pas buat infrastruktur pendaratan dan lepas landas di banyak bandar udara di dunia. Pemiliknya bakal lebih nyaman bisa menerbangi banyak destinasi di dunia. Apalagi pesawat ini bisa memakai para pilot yang memiliki rating pesawat 747, layanan dan peralatan ground support yang sama. Sudah Sembilan pelanggan yang tak disebutkan jati dirinya, yang memesan jet pribadi 747-8 ini.

web.inilah.com

Selasa, 28 Februari 2012

Boeing Rancang Pesawat 777 Untuk Penerbangan Jarak Jauh 10.560 Mil

Pesawat Boeing 777-200. ZonaAero
Pesawat Boeing 777-200
2020, Boeing Terbang Nonstop dari London ke Sidney

Boeing tengah melakukan riset untuk membuat pesawat yang dapat menempuh jarak jauh secara nonstop. Pesawat ini direncanakan segera terbang pada 2020.

Perusahaan pembuat pesawat, Boeing, ingin mengembangkan versi baru pesawat 777 bermesin ganda yang bisa terbang sejauh 10.560 mil dari London ke Sidney. Sebenarnya, perjalanan jarak jauh yang nonstop seperti ini sangat tidak ekonomis karena biaya bahan bakar yang dibutuhkan untuk terbang sangat mahal.

Biasanya, untuk jarak London-Sidney, pesawat akan transit di Asia untuk mengisi bahan bakar. Namun, Boeing ingin mengembangkan pesawat 777 agar 14 hingga 16 persen lebih efisien pada 2020. Penerbangan nonstop ini akan memotong waktu perjalanan dari sebelumnya 22 jam-24 jam menjadi sekira 19 jam. Demikian seperti dilansir Dailymail, Selasa (28/2/2012).

Pesawat jarak jauh terbaru seperti Boeing 777-200 secara teoritis sudah dapat terbang jarak jauh nonstop dari barat ke timur, namun tidak untuk arah sebaliknya. Pesawat yang dijuluki 777-8LX ini merupakan respon Boeing kepada perusahaan saingannya, Airbus Eropa, yang juga tengah mencari cara untuk membuat penerbangan jarak jauh lebih ekonomis.

Pada 1989, maskapai penerbangan Australia, Qantas, sudah pernah melakukan penerbangan sipil nonstop pertama kali di dunia dari London ke Sidney, dengan armada Boeing 747. Namun pesawat itu hanya memuat sedikit penumpang.

travel.okezone.com

Sabtu, 25 Februari 2012

Garuda Indonesia Datangkan Pesawat Boeing 737-800NG Dan A330-200 Berteknologi Ramah Lingkungan

Pesawat Airbus A330-200. ZonaAero
Pesawat Airbus A330-200
Garuda Tambah Dua Pesawat Besar Berteknologi Baru

Maskapai Garuda Indonesia kembali menambah armada baru untuk meningkatkan pelayanan penerbangan para pelanggan setia Garuda. Jumat kemarin, Garuda mendatangkan dua pesawat baru jenis Boeing dan Airbus dari Seatle, Amerika Serikat, dan Toulouse, Prancis. Pesawat komersil berteknologi ramah lingkungan itu nantinya juga akan digunakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan dinas.

Dua pesawat baru Garuda itu masing-masing Boeing 737-800NG dari pabrik Boeing di Seatle dan Airbus A-330 seri 200 dari Toulouse. Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, dua pesawat baru ini merupakan pesawat komersil yang menggunakan mesin ramah lingkungan.

Pesawat itu juga dilengkapi dengan teknologi terbaru. Untuk Boeing 737-800NG sudah dilengkapi Sky Interior yang memungkinkan operator untuk mengatur pencahayaan guna memaksimalkan kenyamanan penumpang. Ada berbagai pilihan pencahayaan yang tentunya disesuaikan dengan aktivitas para penumpang serta modus penerbangan. Misalnya cahaya untuk take off, cruising, membaca, sunrise, sunset, serta untuk tidur.

Pesawat jenis Boeing ini biasanya juga digunakan Presiden SBY untuk penerbangan domestik. Sedanguntuk penerbangan internasional, Presiden SBY biasanya menggunakan pesawat Airbus. Pihak kepresidenan selama ini menyewa pesawat dari Garuda dengan biaya carter mencapai lebih dari Rp162 miliar per-tahun.

www.metrotvnews.com

Jumat, 17 Februari 2012

Lion Air beli 210 Pesawat Boeing 737MAX Dan 20 737-900 ER Di Singapore Airshow 2012

Lion Air beli 210 unit pesawat Boeing 737MAX dan 20 unit 737-900 ER di Singapore Airshow 2012. Maskapai penerbangan Lion Air dikabarkan telah melakukan transaksi pembelian 210 unit pesawat Boeing 737MAX dan 20 unit 737-900 ER pada pelaksanaan pameran kedirgantaraan Singapore Airshow 2012 di Changi.
Boeing 737MAX, Lion Air. ZonaAero
Boeing 737MAX, Lion Air
Lion Air Borong Pesawat di Singapores Airshow 2012

Bisnis penerbangan Tanah Air semakin menunjukkan kemajuan signifikan. Pasar Indonesia dan Asia dinilai sangat menjanjikan. Terbukti banyak maskapai penerbangan nasional yang semakin menguatkan cengkeramannya di industri ini. Satu di antaranya adalah PT Lion Mentari Air atau dikenal dengan Lion Air. Maskapai penerbangan yang identik dengan low cost carrier (maskapai berbiaya rendah) itu semakin memperkuat armadanya. Itu terbukti dalam acara Singapore Airshow 2012 di Changi. Di pameran kedirgantaraan Asia terbesar itu, Lion Air melakukan transaksi pembelian 261 unit pesawat berbagai jenis, mulai dari Boeing hingga pesawat ATR.

Di hari pertama pameran, 14 Februari 2012, Lion Air melakukan pembelian 210 unit pesawat Boeing 737MAX dan 20 unit 737-900 ER. Finalisasi pesanan pesawat Boeing itu merupakan kelanjutan dari perjanjian yang disepakati November tahun 2011 lalu di Bali. Penandatanganan pesanan baru dilakukan setelah pihak Lion Air melengkapi seluruh dokumen pembelian yang diperlukan pihak Boeing. "Ini firm memastikan perjanjian yang kita tanda tangani waktu ada Obama (Presiden AS Barack Obama). Sekarang dokumennya sudah dilengkapi," kata Rusdi Kirana, Presiden Direktur Lion Air.

Menurut Rusdi, pesawat pesanan akan mulai dikirim tahun 2017 sampai selesai pada 2026. Rusdi menyebutkan pembelian pesawat dengan total nilai mencapai US$ 22,4 miliar itu didukung pembiayaan dari US Exim Bank dengan porsi 60 persen dan sisanya berasal dari bank asing, seperti BNP Paribas dan BVB serta pemerintah Kanada dan Prancis. "Jadi sistemnya kita beli sama Boeing, kita pinjam uang sama bank, uangnya buat bayar pesawat. Tenornya 10-12 tahun per pesawat," jelasnya.

Di hari kedua, Lion Air juga resmi menandatangani pembelian empat pesawat jet Hawker 900XP dari pabrikan pesawat Amerika Serikat, Hawker Beechcraft Interational Corporation. Untuk tahap pertama, dua pesawat jet akan mulai didatangkan pada Mei 2012. Sedangkan dua sisanya didatangkan tahun 2013. Rusdi mengatakan, satu pesawat berbandrol US$ 15 juta. Pembelian jet Hawker 900XP ini sebagai langkah awal Lion buat merambah penerbanan carteran pribadi dan perusahaan. Menurut Rusdi, pembelian pesawat Hawker ini karena Lion Air melihat kepentingan penerbangan di Tanah Air terus meningkat. Akan makin banyak pebisnis yang memerlukan penerbangan tanpa harus mengikuti jam penerbangan reguler. Jadi setiap saat, kapan saja mereka bisa terbang.

Penandatanganan pembelian empat Hawker 900 XP dilakukan Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana dengan Daniel Keady, Vice Presiden Asia Pacific Hawker Beechcraft Interational Corporation di sela-sela Singapore Airshow 2012 di Changi Exbition, Changi, Singapura, Rabu (15/2).

Lion Air memilih Hawker 900XP sebagai andalan penerbangan pribadi dan company karena burung besi itu dinilai pas karena cuma berkapasitas delapan penumpang, plus pilot dan ko-pilot serta seorang pramugari. Pesawat ini juga bisa digunakan untuk jarak dekat atau pun jauh. Rusdi meyakini pangsa pasar jet pribadi ini sangat besar. Dia pun optimitis akan banyak perusahaan akan tertarik menggunakan jet Hawker 900XP.

Di hari ketiga, Kamis kemarin, anak perusahaan Lion Air, Wings Air, melakukan penandatangan kontrak perjanjian sekaligus pembaharuan perjanjian pemesan sebelumnya untuk pesawat ATR 72 sebanyak 60 (enampuluh ) unit, yang terdiri dari ATR 72-500 sebanyak 20 unit, dan ATR 72 seri 600 sebanyak 40 pesawat. Seri 500 sudah diterima sebanyak 16 unit, 4 pesawat akan diterima hingga akhir September 2012. Pesawat ATR 72 seri 600 dan 500 ini adalah jenis pesawat baling-baling (turbo prop). Kelebihan pesawat-pesawat ATR series ini dapat dan mampu mendarat di bandara-bandara dengan panjang landasan pendek hingga 1.200 meter.

Penandatangan Perjanjian Kontrak dilakukan Rusdi Kirana sebagai Komisaris Wings Air dengan Filippo Bagnato selaku CEO ATR yang mewakili Alenia Aermacchi and EADS Joint Venture. Kontrak yang diteken lebih kurang mencapai 1,2 miliar dolar Amerika.

www.metrotvnews.com

Boeing 787 Dreamliner, Pesawat Terbang Ramah Lingkungan

Boeing 787 Dreamliner, pesawat terbang ramah lingkungan. Skyscanner mengumumkan bahwa pesawat Boeing 787 Dreamliner yang menawarkan penerbangan ramah lingkungan telah menarik perhatian para wisatawan yang menggunakan pesawat terbang dalam perjalanan wisatanya.
Boeing 787 Dreamliner. ZonaAero
Boeing 787 Dreamliner
Janji Dreamliner akan Penerbangan yang Lebih Ramah Lingkungan Menarik Para Wisatawan, Demikian Diumumkan Skyscanner

Dengan Boeing 787 Dreamliner baru mengajak para wisatawan pada minggu ini untuk menghadiri Singapore Airshow 2012, pameran dirgantara terbesar di Asia, Skyscanner [http://www.skyscanner.net ] mengumumkan apa yang para wisatawan cari dari 'pesawat super' baru ini. Situs perbandingan penerbangan ini melakukan survei pada para wisatawan tentang fitur baru pesawat Dreamliner yang secara signifikan dapat meningkatkan pengalaman terbang. Aspek yang melampaui pemungutan suara itu merupakan janji akan 'penerbangan lebih hijau'. Boeing mengatakan bahwa pesawat yang futuristik tersebut akan menjadi salah satu pesawat dengan polusi terendah yang pernah ada, dengan menggunakan bahan bakar yang 20 persen lebih sedikit berkat efisiensi mesin canggih dan aerodinamika yang meningkat.

Hal kedua adalah kenyamanan lebih baik yang harus Dreamliner tawarkan kepada penumpangnya. 25% responden berkata bahwa ruang kaki yang 20% lebih luas akan menunjukkan fakta bahwa rute jarak jauh dengan menggunakan Dreamliner harus lebih terjangkau untuk mengurangi biaya bahan bakar.

Sebanyak 12% responden berkata bahwa lampu LED-lah yang berfungsi mengurangi Jetlag, jendela yang lebih besar dengan pemandangan yang lebih baik, dan mengurangi penyakit dari udara yang disebabkan oleh teknologi anti turbulensi, yang menarik bagi sebagian besar dari mereka tentang pesawat baru ini.

Ewan Gray, Direktur Skyscanner Asia Pasifik, yang berbasis di Singapura berujar: "Singapore Airshow 2012 merupakan peluang yang baik bagi industri penerbangan untuk menampilkan inovasi terbaru dan terbaik, dan kami amat senang terhadap Dreamliner yang dapat memberikan pengalaman penerbangan lebih murah, ramah lingkungan dan nyaman".

Tentang Skyscanner

Skyscanner adalah situs pencarian perjalanan terkemuka yang memberikan perbandingan online secara langsung untuk jutaan penerbangan dengan lebih dari ribuan pesawat serta sewa mobil dan hotel.

www.antaranews.com

Jumat, 18 November 2011

230 Pesawat Boeing 737MAX dan 737ER Akan Perkuat Armada Lion Air

230 Pesawat Boeing 737MAX dan 737ER Akan Perkuat Armada Lion Air. Maskapai penerbangan Lion Air telah melakukan kesepakatan dengan pabrikan pesawat Boeing untuk pengadaan pesawat terbang baru terdiri dari 201 Boeing 737 MAX dan 29 Boeing 737 ER Next Generation.
Lion Air Borong 230 Pesawat Boeing 737.

Maskapai penerbangan Indonesia Lion Air memborong 230 pesawat Boeing 737. Kesepakatan senilai 21,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 195 triliun disampaikan oleh Gedung Putih Kamis (19/11/2011), sesaat setelah Presiden AS Barrack Obama mendarat di Nusa Dua Bali untuk menghadiri rangkaian KTT ASEAN. Menurut AFP, kedatangan Obama antara lain bertujuan untuk "memasarkan" produk-produk AS, supaya bisa menggairahkan perekonomian AS yang saat ini sedang lesu.

Kesepakatan itu merupakan salah satu transaksi pesawat komersial terbesar Boeing. Untuk diketahui saja, sebelumnya Boeing juga melakukan kesepakatan dengan Emirates senilai 26 miliar dollar AS untuk pembelian 70 pesawat Boeing 777.

Adapun pesawat yang dipesan Lion Air, terdiri dari 201 Boeing 737 MAX dan 29 pesawat 737 ER Next Generation. "Presiden Obama akan menghadiri acara penandatangan kesepakatan antara perwakilan Boeing dan Lion Air 18 November ini," sebut pernyataan Gedung Putih.

Kesepakatan tersebut, menurut Gedung Putih, termasuk opsi pembelian lanjutan 150 pesawat senilai 14 miliar dollar AS. Sehingga total kesepakatan itu mencapai 35 miliar dollar AS. Pejabat Gedung Putih menyatakan kesepakatan itu menyediakan 110.000 pekerjaan bagi warga AS di Boeing dan para pemasoknya yang tersebar di 43 negara bagian AS.

Pada kesempatan itu, Gedung Putih juga menyebutkan, Maskapai penerbangan Indonesia lainnya, Garuda telah menandatangani kontrak untuk membeli 50 mesin CFM56 produksi General Electric senilai 1,3 miliar dollar AS.

bisniskeuangan.kompas.com

Selasa, 15 November 2011

Emirates Airlines Borong Pesawat Boeing 777-300 ER

Emirates Airlines Borong Pesawat Boeing 777-300 ER. Kerjasama kerja senilai US$18 miliar atau setara dengan Rp.161,28 triliun telah ditandatangani antara maskapai penerbangan Emirates Airlines dan pabrik pesawat Boeing. Dalam kerjasama tersebut, pabrik Boeing akan memasok 50 unit pesawat terbang penumpang jenis Boeing 777-300 ER untuk memperkuat armada pesawat maskapai Emirates Airlines.
Boeing Pasok 50 Pesawat Ke Emirates Airlines.

Boeing dan Emirates Airlines menandatangani perjanjian kerja senilai US$18 miliar (Rp161,28 triliun) untuk memasok maskapai sebanyak 50 pesawat. Perjanjian ini menjadi kesepakatan terbesar produsen pesawat itu.

Seperti dikutip CNN, Senin 14 November 2011, Boeing yang berbasis di Amerika itu telah sepakat untuk menyediakan 50 dari Boeing 777-300 ER bagi maskapai yang berbasis di Dubai tersebut. Perjanjian itu juga berisi pilihan untuk menyediakan tambahan 20 pesawat, atau menambah US$8 miliar dari kesepakatan.

Kesepakatan sebesar US$18 miliar ini merupakan transaksi terbesar yang dilakukan Boeing dalam bentuk dolar. Boeing mengatakan pemesanan ini merupakan rekor tahunan, yakni pesawat jenis 777 dengan pemesanan total 182 unit. Hasil itu memecahkan rekor sebelumnya yaitu 154 pesanan pada 2005.

Besarnya nilai kesepakatan ini diharapkan menjadi tanda perbaikan ekonomi. Industri penerbangan secara khusus menderita ketika harga bahan bakar naik pada 2008. Maskapai lalu mencari cara untuk mengurangi kerugian itu dengan menambahkan biaya guna pelayanan tertentu yang sebelumnya termasuk tarif, seperti makanan, bagasi, dan hewan pemeliharaan selama dalam perjalanan.

Boeing juga meluncurkan 787 Dreamliner bulan lalu. Setelah produksi lama tertunda. Dreamliner melakukan penerbangan komersial pertama pada 27 Oktober dari Tokyo ke Hong Kong. Dreamliner merupakan pesawat jet komersial utama yang dibangun dari light-weight material dari serat karbon. United Continental Airlines, perusahaan pengangkut terbaik di Amerika akan mengirimkan pesawat, yang berencana mulai terbang tahun depan.

Emirat yang diklaim maskapai tercepat di dunia telah menambah 10 pesawat dalam semester pertama, dan menambah 3.400 staf. Emirate sekarang memiliki 161 pesawat, atau menambah 60 pesawat selama 7 tahun terakhir.

bisnis.vivanews.com

Rabu, 21 April 2010

Penambahan Pesawat Warnai Investasi Industri Penerbangan

Penambahan pesawat warnai investasi industri penerbangan. Import pesawat terbang oleh Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air dan Sriwijaya Air. Penambahan jumlah pesawat terbang untuk memaksimalkan pelayanan menjadi sektor investasi yang terbesar dilakukan oleh beberapa maskapai penerbangan dalam beberapa tahun belakangan ini. Ini membuat Indonesia menjadi termasuk sebagai negara pengimpor pesawat terbang dalam jumlah besar. Tapi hal ini belum banyak mempengaruhi industri penerbangan dalam negeri disebabkan harga bahan bakar pesawat terbang (avtur) yang masih terhitung tinggi.
Garuda Indonesia. ZonaAero
Garuda Indonesia
Tambah Pesawat Dominasi Transportasi Udara

Investasi yang masuk di sektor transportasi udara lebih banyak disumbangkan penambahan pesawat oleh maskapai penerbangan nasional selama beberapa tahun belakangan. Ketua Komite Tetap Angkutan Udara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tengku Burhanuddin mengatakan pihaknya mencatat penambahan armada dilakukan antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air dan Sriwijaya Air.

"Bertambahnya investasi dicatat dari penambahan pesawat sedangkan penambahan perusahaan penerbangan belum terjadi," katanya hari ini. Dia menyontohkan Garuda akan mendatangkan sebanyak 24 unit masing-masing 23 jenis Boeing 737-800 NG dan satu Airbus A330-200.

Selain itu, maskapai Lion Air juga akan mendatangkan pesawat Boeing 737-900ER dan Wings Air dengan beberapa ATR 72-500. "Artinya pesawat yang masuk lebih banyak memang terjadi di Indonesia," ungkap Burhanuddin. Menanggapi indikator makro yang bagus, Burhanuddin menyatakan belum banyak berpengaruh bagi industri penerbangan nasional yang lebih banyak dipengaruhi harga bahan bakar (fuel).

Dia menandaskan penguatan rupiah terhadap mata uang dolar AS tidak akan berpengaruh banyak terhadap biaya operasional maskapai jika harga avtur terus naik. "Kalau harga avtur turun dan nilai mata uang dolar AS turun, industri penerbangan baru bisa menikmatinya," ujar Burhanuddin. Selama ini, biaya bahan bakar mendominasi total biaya operasi pesawat. Biaya bahan bakar menguras hampir 35% dari total biaya operasi maskapai pada tahun ini.

web.bisnis.com