Cari di Blog Ini

Senin, 20 Februari 2012

Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Sumenep Terima Siswa Tahun Ajaran 2012

Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Sumenep Terima Siswa Tahun Ajaran 2012.
Sekolah Pilot Dibuka di Sumenep

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan tahun ini akan membuka sekolah pilot baru di kawasan Bandara Trunojoyo,Sumenep, Madura. Sekolah penerbangan itu merupakan kelas tambahan (ekstension) dari Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang. "STPI Cabang Sumenep siap menerima taruna dan taruni tahun ajaran 2012 ini. Untuk tahap awal, akan menerima 30-40 taruna. Kini, persiapan sudah beres dan infrastruktur sudah ada, seperti gedung sekolah, pesawat latih, bandara dan lainnya. Kalau SDM termasuk instruktur bisa ambil dari STPI Curug," ujar Kepala BP SDM Perhubungan, Bobby Mamahit akhir pekan lalu.

Menurutnya, pembukaan kelas baru STPI di Sumenep merupakan langkah nyata untuk memenuhi kebutuhan pilot di Indonesia yang rata-rata saat ini mencapai 400-500 pilot per tahun. Sementara, kemampuan Indonesia menyediakan pilot hanya berkisar 300 orang baik STPI atau sekolah penerbangan milik swasta. "Setiap tahun, STPI hanya mampu mendidik pilot sekitar 150-200 pilot. Jika ditambah sekolah swasta, ada sekitar 300 pilot," ungkapnya.

Tapi, kebutuhan pilot Indonesia akan semakin besar, karena ekspansi maskapai penerbangan nasional sangat luar biasa. Beberapa maskapai sudah menandatangani order ratusan pesawat. Sampai tahun 2014, ada tambahan lebih dari 100 pesawat baru. "Semua butuh pilot dan awak kabin lainnya dan semua butuh proses dan waktu," papar Bobby.

Ditambahkan Bobby, BP SDM Perhubungan sebagai lembaga yang berhak menyelenggarakan pendidikan penerbang, harus menambah kapasitas sekolahnya. Saat ini, yang paling siap dan bisa segera dimulai STPI di Sumenep, Madura. "Fasilitasnya ada, dan lokasinya mendukung. Jika masih kurang, bisa memanfaatkan fasilitas Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) di Surabaya," tuturnya.

Saat ini, STPI Curug mempunyai 42 pesawat latih. Jumlah tersebut sebagian bisa dipindahkan ke Sumenep untuk pesawat latih di sekolah baru nanti. "Kalau simulator, bisa menggunakan fasilitas ATKP di Surabaya, sambil berjalan STPI di Sumenep bisa membangun dan menambah fasilitasnya sendiri," tegasnya.

Sementara itu, Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar menyebutkan, pihaknya akan segera merekrut sedikitnya 400 tenaga pilot baru. Para pilot itu nanti akan disiapkan untuk menerbangkan pesawat baru yang datang bertahap sampai 2015 mendatang. "Saat ini, Garuda Indonesia sudah menjalin kerja sama dengan STPI dan BIFA Bali International Flight Academy (BIFA). Tapi jumlah itu dirasa masih kurang, sehingga harus merekrut tenaga pilot baru," jelasnya.

www.jpnn.com

Antisipasi Kebutuhan Pilot Pesawat, Lion Air Usulkan Rekomendasi Kursus Pilot

Antisipasi Kebutuhan Pilot Pesawat, Lion Air Usulkan Rekomendasi Kursus Pilot.
Maskapai Usulkan Rekomendasi Kursus Pilot

Salah satu maskapai swasta nasional Lion Air mengusulkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk diberikan rekomendasi pembuatan kursus pilot. Pendirian kursus tersebut untuk menciptakan pilot-pilot handal yang jumlahnya masih terbatas. Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUD dan NI) Kemendikbud Wartanto mengatakan, usulan tersebut diajukan sekitar tahun lalu. Alasannya, pertumbuhan pesawat terbang tidak diikuti dengan penambahan pilot, sehingga harus ada lembaga pendidikan yang menghasilkan penerbang tersebut. Karena, jika hanya mengandalkan sekolah penerbangan di dalam negeri tidak cukup. "Rekomendasi sudah kita berikan. Isinya meminta Lion Air untuk berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan selaku regulator dan pemerintah daerah sebagai pemberi izin kursus," ujarnya di Jakarta, Jumat (17/2).

Menurut Wartanto, lama pendidikan kursus pilot tersebut selama dua tahun. Tidak jauh berbeda dengan pendidikan pilot. Maskapai berlogo singa tersebut juga sudah menyiapkan pesawat latih dan simulator sebagai salah satu syarat pendirian kursus pilot tersebut. "Kalau tidak salah dua pesawat dan dua simulator. Mereka harus bekerjasama dengan Ditjen Perhubungan Udara karena kurikulum mereka yang buat," urainya di hadapan Dirjen PAUD dan NI Kemendikbud Lydia Freyani Hawadi.

Selain kursus pilot, lanjut Wartanto, ada tiga daerah, yaitu Jogjakarta, Tangerang, dan Bandung yang meminta dibuat kursus pramugari. Alasannya sama untuk mengejar pertumbuhan industry penerbangan. "Semuanya sudah kita buat rekomendasi. Tapi harus ada izin juga di Perhubungan," ucapnya.

Dihubungi terpisah, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengaku tidak mengetahui usulan pembentukan kursus pilot tersebut. Saat ini, maskapai yang dipimpin Rusdi Kirana tersebut sudah memiliki sebuah sekolah penerbangan, yaitu Wing Flying School. "Sekolah tersebut khusus untuk pilot. Tapi kita ada kerjasama dengan beberapa sekolah lainnya untuk teknisi dan mekanik," katanya melalui sambungan telepon.

Sekolah tersebut, lanjut Edward, sudah memiliki kerjasama dengan Kementerian Perhubungan. Sebab, instansi yang memberikan lisensi adalah kementerian yang pernah dipimpin Hatta Rajasa tersebut. "Kita sudah meluluskan dua angkatan. Biasanya satu angkatan itu sebanyak 25 orang. Tapi kadang-kadang hanya 20 orang," tambahnya.

Menurut Edward, saat ini sekolah pilot tersebut memiliki lima pesawat latih. Awalnya ada enam pesawat. Tapi, berkurang karena kecelakaan di Cirebon.

www.jpnn.com

Minggu, 19 Februari 2012

Butuh 1.000 Pesawat Untuk Tangani Penerbangan Di Indonesia

Pesawat Terbang. ZonaAero
Pesawat Terbang
RI Butuh 1.000 Pesawat

Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana usai penandanganan order pesawat ATR, di Pavilliun ATR arena Singapore Airshow (SAS) 2012, menyebutkan, Indonesia membutuhkan 1.000 pesawat terbang komersil. "Saya belum tahu kapan, tapi itu (1.000 pesawat komersil) kebutuhan Indonesia kedepan," katanya.

Indonesia negara yang luas, lebih dari 13.000 pulau, dan punya penduduk lebih dari 250 juta. Pertumbuhan ekonomi beberapa tahun terakhir rata-rata di atas 6%, PDB perkapita sudah di angka USD3.500. Tiga tahun lagi PDB perkapita Indonesia sudah di atas USD5.000. "Itu semua faktor utama yang membuat permintaan penumpang pesawat di Indonesia terus meningkat. Lagi pula, pemerintah punya komitmen kuat membangun bandara-bandara baru dan meningkatkan bandara-bandara yang sudah ada. Itu semua menjadi alasan kami (Lion Air dan Wings Air) membeli 60 pesawat ATR," kata Rusdi.

Penumpang yang butuh naik pesawat di bagian barat, tengah maupun timur Indonesia terus naik. Tumbuh kota-kota baru sebagai hub, seperti Medan di wilayah barat, Surabaya dan Denpasar di wilayah tengah, dan Makassar-Manado di timur. "Setiap hub itu butuh pesawat pengumpul (feder). Pesawat ATR yang kami beli ini untuk menjadi pengumpul penumpang ke setiap hub. Lalu diangkut lagi dengan pesawat yang lebih besar (Boeing 737 900ER) ke kota-kota tujuan," jelasnya.

Rusdi dan Filipo Bagnato, Chief Executive Officer of ATR, menandatangani pembelian 60 pesawat ATR pada hari ketiga SAS 2012, kemarin. Turut hadir pada acara itu Dubes Perancis dan Italia untuk Singapura, Oliviv Caron dan Anacleto Felicani, Dirjen Perhubungan Dephub Herry Bhakti Gumay, Jusuf Manggabarani, dan Dirut Wings Air Achmad Hasan.

Order kali ini untuk 27 pesawat ATR, setelah sebelumnya sudah dipesan 33 pesawat. Terdiri dari 20 ATR 72-500 dan 40 ATR 72-600. Pesanan ATR pertama sudah tiba Januari 2010, dan akan dikirim bertahap hingga 2015. Total nilai pembelian 27 pesawat ATR ini mencapai USD610 juta, setara Rp5,6 triliun. Kini, Lion Air merupakan operator dan pembeli terbesar ATR, pabrik pesawat anak perusahan Airbus yang berpusat di Toulouse, Perancis.

Pembelian ini melengkapi rekor Lion Air di ajang SAS 2012 yang digelar di Changi Exhibition Center, Singapura. Di hari pertama, Selasa 14/2, Lion Air resmi membeli 201 pesawat Boeing 737 MAX dan 29 B737 900ER senilai USD22,4 miliar, setara Rp201,6 triliun. Di hari kedua, Rabu 15/2, Lion Air membeli dua privat jet "Hawker 900XP, berharga USD 64 juta, setara Rp576 miliar, dan di hari ketiga, kemarin (16/2), membeli 27 pesawat ATR senilai USD610 juta, sekira Rp5,6 triliun. Total belanja pesawat Lion Air di ajang Singapore Airshow 2012 mencapai USD23,14 miliiar, sekira Rp 207,6 triliun. Ini merupakan nilai transaksi terbesar hingga SAS 2012 memasuki hari ketiga.
Belanja pesawat Lion Air ini kemungkinan besar menjadi yang terbesar hingga pameran dirgantara dan pertahanan ketiga terbesar di dunia itu ditutup pada 19 Februari, lusa. Sama dengan pembelian 178 pesawat Boeing 737 900ER sebelumnya, kali ini Lion Air membeli pesawat keseluruhannya dibiayai konsorsium bank asing. Antara lain Bank Exim USA dan BNP Paribas. "Komitmen dengan Lion Air, yang sudah ditandatangani kemarin, hingga USD21 miliar," ungkap Board of Director US Exim Bank Patricia M Loui saat konferensi pers di Hotel JW Marriot Jakarta.

Indonesia menjadi bintang di SAS 2013. Selain Lion Air, Garuda Indonesia membeli 18 pesawat buatan Bombardier, Kanada, jenis CJR 1000 senilai USS2 miliar, sekira Rp18 triliun. Pemerintah Indonesia tak ketinggalan dengan membeli 9 pesawat militer Airbus jenis C-295. Tahun 2010 SAS membukukan transaksi senilai USD100 miliar, sekira Rp900 triliun. Tahun ini ditaksir lebih dari Rp1.000 triliun.

www.jpnn.com

Bandara Selaparang Lombok Jadi Tempat Perawatan Pesawat Dan Sekolah Penerbangan

Bandara Selaparang, Lombok. ZonaAero
Bandara Selaparang, Lombok
Bandara Selaparang Akan Dimanfaatkan Swasta

Bandara Selaparang yang berada di Kota Mataram akan kembali dioperasikan seperti sediakala oleh PT Yusuf Merukh. Namun, akan digunakan sebagai tempat perawatan pesawat dan sekolah penerbangan. Menurut General Manager PT Angkasa Pura I, Pujiono, pihaknya dan PT Yusuf Merukh sudah menandatangani kerja sama untuk dapat mengoperasikan kembali eks Bandara Selaparang. Selain itu, dia menambahkan, PT Angkasa Pura sudah berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan terkait rencana tersebut. "Koordinasi itu, dilakukan guna memperoleh izin pengoperasian bandara dari organisasi penerbangan Internasional. Lagipula saat ini, di Nusa Tenggara Barat sudah beroperasi Bandara Udara baru di Lombok Tengah," ujarnya.

Lebih lanjut, Puji mengatakan, Bandara Selaparang itu nantinya akan dimanfaatkan sebagai tempat perawatan pesawat dan sekolah penerbangan. "Itu dilakukan agar Bandara Selaparang dapat bermanfaat bagi masyarakat," tuturnya.

Rencana pemanfaatan eks Bandara tersebut, dia mengaku juga sudah disampaikan ke Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi. "Harus segera dimanfaatkan agar tidak terkesan ditelantarkan. Saat ini, kawasan eks Bandara Selaparang itu diawasi langsung oleh TNI Angkatan Udara," ujar Puji.

Sementara itu, rencana pemanfaatan eks Bandara Selaparang itu menarik perhatian sejumlah elemen masyarakat. Tiga organisasi masyarakat dan kepemudaan di Mataram menolak rencana Angkasa Pura I untuk menyewakan eks Bandara Selaparang itu ke pihak swasta. Ketiga lembaga tersebut yakni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Lembaga Demokrasi Indonesia Baru, dan Organisasi Jihad Islam. Ketua Dewan Pengurus Daerah KNPI NTB, Lalu Winengan, mengatakan bahwa rencana pemanfaatan Bandara Selaparang oleh swasta tersebut tidak sesuai dengan rencana tata ruang Pemerintah Kota Mataram. Lagipula eks Bandara Selaparang yang sebelumnya dikelola Angkasa Pura I, menurutnya, sudah diserahterimakan pada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan. "Semestinya eks Bandara Selaparang itu dapat diserahkan pemanfaatannya kepada pemerintah Provinsi NTB atau Pemerintah Kota Mataram agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Jangan malah dipinjamkan ke swasta," kata Lalu Winengan.

Lebih lanjut, dia mengatakan, sikap kritis elemen masyarakat terhadap rencana swastanisasi Bandara Selaparang itu mencuat menyusul adanya surat Direktur Angkasa Pura I ke Gubernur NTB. Menurutnya, dalam surat tersebut, Angkasa Pura I akan meminjamkan area eks Bandara Selaparang ke pihak swasta untuk dijadikan tempat perawatan pesawat. Terkait dengan itu, pihaknya mendesak agar Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi tidak menanggapi surat itu.

Sementara itu, Ketua Lembaga Demokrasi Indonesia Baru, Lalu Martadinata mengatakan, pemanfaatan eks Bandara Selaparang tersebut sebagai tempat perawatan pesawat sangat tidak tepat. Lagipula pemerintah Kota Mataram berencana memanfaatkan eks Bandara Selaparang itu sebagai tempat pelaksanaan wisata MICE (Meeting Incentive Conferences and Exhibition). Menurut Lalu Martadinata, Angkasa Pura I seharusnya berterima kasih pada pemerintah Kota Mataram yang selama ini dapat menciptakan suasana aman selama Bandara Selaparang beroperasi. "Seharusnya AP berterima kasih sama pemerintah Kota Mataram, jangan malah lahan eks Bandara Selaparang mau dipinjamkan ke swasta," ujarnya.

bisnis.vivanews.com

Sabtu, 18 Februari 2012

GMF AeroAsia Bidik Peluang Perkembangan Pesat Industri Penerbangan

GMF AeroAsia bidik peluang dari perkembangan pesat industri penerbangan. PT GMF AeroAsia atau Garuda Maintenance Facility dikabarkan telah menerima 12 kontrak perawatan pesawat dengan beberapa maskapai penerbangan dari berbagai negara. Ini sejalan dengan misi PT GMF AeroAsia untuk menjadi perusahaan MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) berskala global.
PT GMF AeroAsia. ZonaAero
PT GMF AeroAsia
Jasa Perawatan Pesawat Terus Tumbuh

Tumbuhnya industri penerbangan terutama di kawasan Asia Pasifik turut meningkatkan pertumbuhan perusahaan jasa perawatan pesawat atau biasa dikenal dengan perusahaan MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul). Hal ini dirasakan oleh PT GMF AeroAsia selaku perusahaan MRO anak usaha Garuda Indonesia yang tampil di pameran penerbangan Singapore Airshow 2012 di Changi Exhibition Centre, Singapura, 14-19 Februari 2012.

Selama empat hari pelaksanaan pameran, GMF telah menerima sekitar 12 kontrak kerja sama perawatan pesawat dengan berbagai maskapai dari sejumlah kawasan di dunia. Keikutsertaan GMF di Singapore Airshow merupakan upaya penetrasi pasar di kawasan Asia Pasifik. Sebelumnya, GMF juga tampil dalam pameran serupa di Dubai Airshow 2011.

Direktur Utama GMF AeroAsia, Richard Budihadianto menyatakan, GMF berusaha mengembangkan bisnis dengan merambah pelanggan dari berbagai kawasan. Pada pameran kali ini maskapai HAK Air Limited yang berbasis di Nigeria menambah daftar pelanggan dari Afrika. Penambahan ini diharapkan akan menjadi pintu masuk untuk menarik pelanggan lain dari Afrika.

Perawatan pesawat global tidak dimonopoli maskapai yang memiliki bengkel perawatan pesawat sendiri, namun mulai dialihdayakan ke pihak lain dalam hal ini perusahaan MRO. Pengalihan ini diperkirakan mencapai 73 persen dari total pekerjaan perawatan pesawat di dunia. Perusahaan MRO yang ada kini banyak tersebar di Asia Pasifik dan Amerika Selatan. Selanjutnya Richard mengungkapkan upaya GMF untuk menjadi perusahaan global di bidang perawatan pesawat. Hal ini mengingat tumbuhnya industri penerbangan di Asia Pasifik yang dipicu munculnya banyak maskapai bertarif murah. "Pasar perawatan global diprediksi tumbuh menjadi 56,7 miliar dollar AS pada tahun 2014," kata Richard, Jumat (17/2/2012).

Hingga kini GMF memiliki kapabilitas untuk merawat beragam jenis pesawat baik angkutan penumpang, sewa, ataupun kargo. Sertifikat persetujuan dari European Aviation Safety Agency (EASA) dan Federal Aviation Administration (FAA) sebagai lembaga keselamatan penerbangan di Eropa dan Amerika Serikat telah dikantongi GMF. Dengan sertifikasi tersebut, GMF dapat merawat pesawat buatan pabrikan Airbus dan Boeing sesuai tipe yang ditentukan. Selain dua pabrikan besar tersebut, dalam waktu dekat GMF juga dapat menerima perawatan pesawat buatan Bombardier Aerospace asal Kanada. Kerja sama tersebut juga telah ditandatangani di Singapore Airshow 2012 pada Kamis (16/2/2012).

Selanjutnya pada Jumat (17/2/2012), GMF kembali menerima kepercayaan dari United Airways asal Bangladesh untuk melakukan perawatan pesawat jenis MD-83. Kerja sama tersebut ditandatangani EVP Corporate Development and marketing GMF Agus Sulistyono, dan Managing Director United Airways, Captain Tasbirun A Choudury.

Saat ini GMF menguasai 70 persen pasar domestik bisnis MRO pesawat di Indonesia dan memiliki 40-50 maskapai pelanggan dari berbagai negara. Di kawasan regional saat ini ada SIA Engineering Company sebagai perusahaan MRO global yang berkedudukan di Singapura yang merupakan bagian usaha dari maskapai Singapore Airlines.

bisniskeuangan.kompas.com

Pembuatan 30 Pesawat N-219 Dapat Dukungan Dana RT ComInvestment Co. Ltd Belanda

Pembuatan 30 pesawat N-219 mendapat dukungan dana RT ComInvestment Co. Ltd Belanda. Proses produksi 30 unit pesawat terbang penumpang jenis N-219 buatan PT Dirgantara Indonesia untuk maskapai penerbangan PT Nusantara Buana Air (NBA) mendapat dukungan pendanaan dari perusahaan Belanda, RT ComInvestment Co. Ltd.
Pesawat N-219 PT Dirgantara Indonesia. ZonaAero
Pesawat N-219 PT Dirgantara Indonesia
Produksi N219 didukung investor Belanda

Produksi 30 pesawat N219 oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) atas pesanan perusahaan penerbangan PT Nusantara Buana Air (NBA) pendanaannya didukung oleh investor Belanda, RT ComInvestment Co. Ltd. "Pendanaan untuk produksi 20 pesawat N219 itu sudah ditandatangani di Singapura antara PT NBA dengan RT ComInvesment Co. Ltd., investor asal Belanda hari Rabu lalu," kata Sonny Saleh Ibrahim, Asisten Dirut Bidang Sistem Manajemen Mutu Perusahaan merangkap Pembina Komunikasi Perusahaan PTDI.

Sonny Ibrahim menambahkan pada hari yang sama, PTDI menandatangani letter of intent (surat pernyataan minat) pesanan 20 pesawat N219 dan opsi penambahan untuk 10 pesawat berikutnya. Penandatanganan yang dilaksanakan di sela-sela acara Pameran Dirgantara (Airshow) Singapura itu disaksikan oleh tiga Menteri, Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.

PTDI dalam acara penandatanganan itu diwakili langsung oleh Direktur Utama Budi Santoso, Direktur Teknologi dan Pengembangan merangkat Direktur Administrasi Dita Donny Jafri, Direktur Aerostructure Andi Alisyahbana, Direktur Aircraft Services Budi Wuraskito dan Direktur Aircraft Integration merangkap Direktur Keuangan Budiman Saleh. "Kepercayaan yang diberikan kepada PTDI untuk pembuatan pesawat N219 itu semakin menunjukkan bahwa keberadaan kami benar-benar menjadi bagian penting dari berkembangnya transportasi udara di tanah air," kata Sonny Ibrahim, mantan Kepala Program Roket PTDI.

Nilai kontrak dalam rencana pembelian pesawat N219 oleh PT NBA yaitu sebesar 120 juta dolar AS. Kedua perusahaan selanjutnya setuju untuk melakukan diskusi dan negosiasi dalam hal teknik dan aspek bisnis. N219 merupakan pesawat perintis yang digerakkan oleh dua mesin turboprop dengan jumlah penumpang 19 orang dan dayaangkut (payload) 3.000 kg dan berkecepatan jelajah 213 knots. Saat ini N219 sedang dalam proses pengembangan dengan agenda sertifikasi pada kuartal pertama tahun 2014. Pesawat N219 dirancang berkemampuan tinggal landas dan lepas landas dari bandara pendek (Short Take Off and Landing/STOL), 600 meter.

Pada hari sama dengan penandatanganan pesanan untuk N219 itu, PTDI juga menandatangani kontrak dengan Airbus Military dalam pembuatanan sembilan pesawat transport militer C295. PTDI akan membuat sejumlah komponen penting pesawat tersebut, termasuk bagian ekor, badan pesawat (fuselage). Pesawat-pesawat C295 yang akan digunakan TNI-AU itu mulai akan diterima antara tahun 2012-2014. Pesawat hasil produksi bersama itu selanjutnya disebut CN-295.

www.antaranews.com

Bandara Tjilik Riwut Kalimantan Tengah Menjadi Embarkasi Haji

Bandara Tjilik Riwut, Kalimantan Tengah. ZonaAero
Bandara Tjilik Riwut, Kalimantan Tengah
2012, Bandara Tjilik Riwut Jadi Embarkasi

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyepakati Bandara Tjilik Riwut menjadi Embarkasi Antara Tjilik Riwut 2012, bagi pemberangkatan calon jamaah haji berbagai kabupaten / kota di daerah tersebut. "Dalam pertemuan tadi juga disepakati bandara Tjilik Riwut akan digunakan sebagai embarkasi pemberangkatan bagi calon jamaah haji mulai 2012," kata Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng Ir H Achmad Diran di Palangka Raya, Kamis (16/2). Pernyataan tersebut disampaikan setelah Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan embarkasi antara Tjilik Riwut di Palangka Raya yang diikuti pimpinan kabupaten/kota di provinsi tersebut.

Dalam pertemuan tersebut juga disepakati biaya tambahan dari Palangka Raya-Jakarta pulang pergi (PP) ditanggung Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, termasuk jamaah calon haji. Seluruh kabupaten / kota menyepakati biaya tambahan transportasi dari Palangka Raya-Jakarta menggunakan pesawat Garuda di luar Ongkos Naik Haji (ONH) akan ditanggung secara bersama. "Berapa biaya masing-masing masih dirundingkan sambil menunggu kepastian dari Kementerian Agama (Kemenag) RI," kata pada acara yang juga dihadiri Kakanwil Agama Kalteng H Djawahir Tantowi.

Pelaksanaan embarkasi haji merupakan keinginan bersama, sehingga perlu diwujudkan secara bersama-sama, termasuk masalah biaya tambahan tersebut perlu dukungan kabupaten/kota. Diran menjelaskan, biaya tambahan tersebut untuk ongkos pesawat dari Palangka Raya-Jakarta dengan menggunakan perusahaan penerbangan Garuda jenis boeing 737-800 NG. "Meskipun jamaah haji berangkat melewati embarkasi Solo atau Banjarmasin, biaya itu tetap berlaku atau tetap ada biaya tambahan transport tersebut," jelasnya.

Jamaah tidak dibebankan biaya tersebut dan cukup membayar ONH yang sudah ditetapkan pemerintah. Sementara untuk carter flight dari Palangka Raya-Jakarta akan ditanggung pemerintah melalui dana sharring Provinsi dengan Kabupaten/Kota. Langkah tersebut diambil untuk memudahkan masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji. Jamaah akan merasa nyaman dalam satu kloter diisi dengan orang Kalteng tanpa digabungkan dengan jamaah provinsi lain, katanya.

Pemerintah berusaha mengatur jadwal, agar jamaah tidak terlalu capek dan penerbangan lanjutan ke Jeddah tidak perlu menunggu lama, tambah Wagub Achmad Diran. "Jamaah tidak perlu lagi masuk asrama haji, terkecuali kabupaten yang jauh dari Palangka Raya. Karena sistem seperti ini akan lebih cepat jamaah diberangkatkan," katanya.

www.metrotvnews.com

Jumat, 17 Februari 2012

Pacific Royale Airways Siap Beroperasi Maret 2012

Pacific Royale Airways siap beroperasi pada Maret 2012. Pacific Royale Airways, maskapai yang baru didirikan pada Februari 2011 lalu akan mulai mengoperasikan layanan penerbangannya pada bulan Maret 2012. Pacific Royale Airways akan megoperasikan pesawat Airbus A320 dan Fokker 50.
Pacific Royale Airways. ZonaAero
Pacific Royale Airways
Maret, Maskapai Penerbangan Baru Hadir di Indonesia

Industri penerbangan Indonesia akan diramaikan maskapai penerbangan baru dengan hadirnya Pacific Royale Airways. Maskapai penerbangan yang didirikan sejak Februari 2011 ini akan bermain di kelas premium dengan pesawat Airbus A320 dan Fokker 50. Penandatanganan kerja sama operasional maskapai ini dengan sejumlah pihak dilakukan di ajang Singapore Airshow 2012 di Changi Exhibition Centre, Singapura, Kamis (16/2/2012).

CEO Pacific Royale Samudra Sukardi menyatakan, mereka akan menjalankan jasa penerbangan full service atau kelas premium. "Saat ini maskapai yang melayani kelas ini di Indonesia hanya ada satu, sedangkan pertumbuhan pasar terus meningkat sehingga kami akan menjadi alternatif baru yang akan mengambil peluang yang masih cukup luas," ujarnya.

Tiga cabang utama

Maskapai penerbangan ini akan berkedudukan di Jakarta dengan cabang di Surabaya, Batam, dan Medan. Ketiga kota itu akan menjadi penghubung untuk membentuk jaringan koneksi ke sejumlah kota di sekitarnya. Mantan Vice President Garuda Indonesia Group tersebut mengaku optimistis dengan pasar yang tersedia. Pacific Royale akan mengoperasikan Airbus A320 dari Jakarta ke kota cabang utama, sedangkan koneksi ke kota lainnya akan dilayani pesawat Fokker 50.

Keseriusan bermain di kelas premium ditunjukkan dengan adanya kerja sama dengan perusahaan desain entertainment dan komunikasi asal Amerika Serikat, Lumexis Corporation. Selain itu, Pacific Royale juga akan bekerja sama dengan Abacus International yang akan menangani teknologi informasi, terutama dalam sistem pertiketan berbasis internet.

Untuk operasionalnya, Pacific Royal berencana mendatangkan empat Airbus A320 untuk jalur domestik dan satu unit Airbus A330-300 untuk jalur regional dan internasional. Untuk pengumpannya, akan digunakan lima Fokker F50. Saat beroperasi pada Maret 2012, maskapai penerbangan ini akan mengoperasikan dua A320 dan dua F50.

Penumpang terus meningkat

Chairman Pacific Royale Tarun Trikha mengaku optimistis dengan pasar penumpang di Indonesia yang terus meningkat. "Kami akan mengambil pasar kelas menengah ke atas yang cukup besar. Indonesia merupakan negara berpenduduk terbesar setelah China, India, dan Amerika Serikat. Pertumbuhan kelas menengah ke atas cukup tinggi," ujar Tarun.

Sebagai pemain baru di kelas premium, Pasific Royale akan berhadapan dengan Garuda Indonesia yang telah puluhan tahun hadir. Garuda Indonesia sebelumnya juga akan mendatangkan pesawat terbang baru jenis Bombardier CRJ 1000 Next Gen yang akan dioperasikan untuk melayani jalur di sejumlah daerah.

bisniskeuangan.kompas.com

Lion Air beli 210 Pesawat Boeing 737MAX Dan 20 737-900 ER Di Singapore Airshow 2012

Lion Air beli 210 unit pesawat Boeing 737MAX dan 20 unit 737-900 ER di Singapore Airshow 2012. Maskapai penerbangan Lion Air dikabarkan telah melakukan transaksi pembelian 210 unit pesawat Boeing 737MAX dan 20 unit 737-900 ER pada pelaksanaan pameran kedirgantaraan Singapore Airshow 2012 di Changi.
Boeing 737MAX, Lion Air. ZonaAero
Boeing 737MAX, Lion Air
Lion Air Borong Pesawat di Singapores Airshow 2012

Bisnis penerbangan Tanah Air semakin menunjukkan kemajuan signifikan. Pasar Indonesia dan Asia dinilai sangat menjanjikan. Terbukti banyak maskapai penerbangan nasional yang semakin menguatkan cengkeramannya di industri ini. Satu di antaranya adalah PT Lion Mentari Air atau dikenal dengan Lion Air. Maskapai penerbangan yang identik dengan low cost carrier (maskapai berbiaya rendah) itu semakin memperkuat armadanya. Itu terbukti dalam acara Singapore Airshow 2012 di Changi. Di pameran kedirgantaraan Asia terbesar itu, Lion Air melakukan transaksi pembelian 261 unit pesawat berbagai jenis, mulai dari Boeing hingga pesawat ATR.

Di hari pertama pameran, 14 Februari 2012, Lion Air melakukan pembelian 210 unit pesawat Boeing 737MAX dan 20 unit 737-900 ER. Finalisasi pesanan pesawat Boeing itu merupakan kelanjutan dari perjanjian yang disepakati November tahun 2011 lalu di Bali. Penandatanganan pesanan baru dilakukan setelah pihak Lion Air melengkapi seluruh dokumen pembelian yang diperlukan pihak Boeing. "Ini firm memastikan perjanjian yang kita tanda tangani waktu ada Obama (Presiden AS Barack Obama). Sekarang dokumennya sudah dilengkapi," kata Rusdi Kirana, Presiden Direktur Lion Air.

Menurut Rusdi, pesawat pesanan akan mulai dikirim tahun 2017 sampai selesai pada 2026. Rusdi menyebutkan pembelian pesawat dengan total nilai mencapai US$ 22,4 miliar itu didukung pembiayaan dari US Exim Bank dengan porsi 60 persen dan sisanya berasal dari bank asing, seperti BNP Paribas dan BVB serta pemerintah Kanada dan Prancis. "Jadi sistemnya kita beli sama Boeing, kita pinjam uang sama bank, uangnya buat bayar pesawat. Tenornya 10-12 tahun per pesawat," jelasnya.

Di hari kedua, Lion Air juga resmi menandatangani pembelian empat pesawat jet Hawker 900XP dari pabrikan pesawat Amerika Serikat, Hawker Beechcraft Interational Corporation. Untuk tahap pertama, dua pesawat jet akan mulai didatangkan pada Mei 2012. Sedangkan dua sisanya didatangkan tahun 2013. Rusdi mengatakan, satu pesawat berbandrol US$ 15 juta. Pembelian jet Hawker 900XP ini sebagai langkah awal Lion buat merambah penerbanan carteran pribadi dan perusahaan. Menurut Rusdi, pembelian pesawat Hawker ini karena Lion Air melihat kepentingan penerbangan di Tanah Air terus meningkat. Akan makin banyak pebisnis yang memerlukan penerbangan tanpa harus mengikuti jam penerbangan reguler. Jadi setiap saat, kapan saja mereka bisa terbang.

Penandatanganan pembelian empat Hawker 900 XP dilakukan Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana dengan Daniel Keady, Vice Presiden Asia Pacific Hawker Beechcraft Interational Corporation di sela-sela Singapore Airshow 2012 di Changi Exbition, Changi, Singapura, Rabu (15/2).

Lion Air memilih Hawker 900XP sebagai andalan penerbangan pribadi dan company karena burung besi itu dinilai pas karena cuma berkapasitas delapan penumpang, plus pilot dan ko-pilot serta seorang pramugari. Pesawat ini juga bisa digunakan untuk jarak dekat atau pun jauh. Rusdi meyakini pangsa pasar jet pribadi ini sangat besar. Dia pun optimitis akan banyak perusahaan akan tertarik menggunakan jet Hawker 900XP.

Di hari ketiga, Kamis kemarin, anak perusahaan Lion Air, Wings Air, melakukan penandatangan kontrak perjanjian sekaligus pembaharuan perjanjian pemesan sebelumnya untuk pesawat ATR 72 sebanyak 60 (enampuluh ) unit, yang terdiri dari ATR 72-500 sebanyak 20 unit, dan ATR 72 seri 600 sebanyak 40 pesawat. Seri 500 sudah diterima sebanyak 16 unit, 4 pesawat akan diterima hingga akhir September 2012. Pesawat ATR 72 seri 600 dan 500 ini adalah jenis pesawat baling-baling (turbo prop). Kelebihan pesawat-pesawat ATR series ini dapat dan mampu mendarat di bandara-bandara dengan panjang landasan pendek hingga 1.200 meter.

Penandatangan Perjanjian Kontrak dilakukan Rusdi Kirana sebagai Komisaris Wings Air dengan Filippo Bagnato selaku CEO ATR yang mewakili Alenia Aermacchi and EADS Joint Venture. Kontrak yang diteken lebih kurang mencapai 1,2 miliar dolar Amerika.

www.metrotvnews.com

Boeing 787 Dreamliner, Pesawat Terbang Ramah Lingkungan

Boeing 787 Dreamliner, pesawat terbang ramah lingkungan. Skyscanner mengumumkan bahwa pesawat Boeing 787 Dreamliner yang menawarkan penerbangan ramah lingkungan telah menarik perhatian para wisatawan yang menggunakan pesawat terbang dalam perjalanan wisatanya.
Boeing 787 Dreamliner. ZonaAero
Boeing 787 Dreamliner
Janji Dreamliner akan Penerbangan yang Lebih Ramah Lingkungan Menarik Para Wisatawan, Demikian Diumumkan Skyscanner

Dengan Boeing 787 Dreamliner baru mengajak para wisatawan pada minggu ini untuk menghadiri Singapore Airshow 2012, pameran dirgantara terbesar di Asia, Skyscanner [http://www.skyscanner.net ] mengumumkan apa yang para wisatawan cari dari 'pesawat super' baru ini. Situs perbandingan penerbangan ini melakukan survei pada para wisatawan tentang fitur baru pesawat Dreamliner yang secara signifikan dapat meningkatkan pengalaman terbang. Aspek yang melampaui pemungutan suara itu merupakan janji akan 'penerbangan lebih hijau'. Boeing mengatakan bahwa pesawat yang futuristik tersebut akan menjadi salah satu pesawat dengan polusi terendah yang pernah ada, dengan menggunakan bahan bakar yang 20 persen lebih sedikit berkat efisiensi mesin canggih dan aerodinamika yang meningkat.

Hal kedua adalah kenyamanan lebih baik yang harus Dreamliner tawarkan kepada penumpangnya. 25% responden berkata bahwa ruang kaki yang 20% lebih luas akan menunjukkan fakta bahwa rute jarak jauh dengan menggunakan Dreamliner harus lebih terjangkau untuk mengurangi biaya bahan bakar.

Sebanyak 12% responden berkata bahwa lampu LED-lah yang berfungsi mengurangi Jetlag, jendela yang lebih besar dengan pemandangan yang lebih baik, dan mengurangi penyakit dari udara yang disebabkan oleh teknologi anti turbulensi, yang menarik bagi sebagian besar dari mereka tentang pesawat baru ini.

Ewan Gray, Direktur Skyscanner Asia Pasifik, yang berbasis di Singapura berujar: "Singapore Airshow 2012 merupakan peluang yang baik bagi industri penerbangan untuk menampilkan inovasi terbaru dan terbaik, dan kami amat senang terhadap Dreamliner yang dapat memberikan pengalaman penerbangan lebih murah, ramah lingkungan dan nyaman".

Tentang Skyscanner

Skyscanner adalah situs pencarian perjalanan terkemuka yang memberikan perbandingan online secara langsung untuk jutaan penerbangan dengan lebih dari ribuan pesawat serta sewa mobil dan hotel.

www.antaranews.com

Kamis, 16 Februari 2012

Garuda Indonesia Beli Pesawat CRJ-1000 NextGen Untuk Penerbangan Jarak Pendek

Garuda Indonesia beli pesawat CRJ-1000 NextGen untuk penerbangan jarak pendek. Pihak maskapai penerbangan Garuda Indonesia menyampaikan rencananya untuk membeli 18 unit pesawat berkapasitas 100 penumpang jenis CRJ-1000 NextGen buatan Bombardier Aerospace Guy Hachey.
CRJ-1000 NextGen. ZonaAero
CRJ-1000 NextGen
Garuda Beli Pesawat CRJ-1000

Garuda Indonesia akan membeli pesawat CRJ-1000 NextGen, produk buatan Bombardier Aerospace asal Kanada. Kontrak pembelian sebanyak 18 pesawat itu ditandatangani oleh Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar dan President and COO Bombardier Aerospace Guy Hachey, Rabu (15/2), di sela acara Singapore Airshow 2012.

Vice President Corporate Communications Garuda Pujobroto mengatakan, dari 18 pesawat Bombardier seri CRJ-1000 NextGen ini, sebanyak lima di antaranya akan diterima Garuda pada 2012 (Oktober hingga Desember 2012). Pesawat terbang dengan kapasitas 100 tempat duduk ini mendukung program pengembangan dan ekspansi penerbangan, khususnya di pasar domestik dan regional yang berjarak pendek, namun potensial. Pesawat-pesawat ini akan digunakan untuk melayani penerbangan rute domestik/regional melalui bandara hub (penghubung) di Makassar, Medan, dan Balikpapan mulai akhir 2012 ini.

Sementara itu, Dirut Garuda Emirsyah Satar mengatakan, pengoperasian pesawat Bombardier CRJ-1000 NextGen ini merupakan bagian dari program pengembangan armada dan jaringan yang akan terus dilakukan untuk meningkatkan konektivitas kota-kota di sekitar bandara hub. Diharapkan nantinya makin memperkuat jaringan Garuda secara keseluruhan. "Pesawat ini juga efisien, karena bisa menghemat bahan bakar hingga 30 persen," katanya.

Seperti diketahui, Bombardier merupakan perusahaan Kanada yang memproduksi peralatan dan perlengkapan transportasi, mulai dari pesawat komersial, jet, hingga yang lainnya. Sedangkan Bombardier Commercial Aircraft--unit bisnis dari Bombardier Inc--merupakan produsen pesawat berkapasitas hingga 145 penumpang dengan tingkat efektivitas opersional tertinggi di kelasnya. Produk-produk Bombardier, antara lain CRJ NextGen family, NextGen Q400, pesawat jet C-series, dan pesawat berkapasitas 100-149 kursi.

Pesawat CRJ-1000 NextGen mulai dipasarkan pada 2010 dan terkenal keandalan serta biaya operasional dan konsumsi bahan bakar yang efisien, namun kapasitas penumpangnya optimal. Efisiensi bahan bakar ini juga membuat pesawat CRJ-1000 NextGen berhasil mengurangi dampak pencemaran lingkungan secara signifikan.

Sebelumnya, Garuda juga berencana terus menambah armada hingga menjadi 194 unit pada 2015 dari saat ini 154 unit. Dana yang digunakan sisa dari hasil penjualan saham. Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbantoruan mengatakan, dana sisa dari penjualan saham senilai Rp 1,8 triliun dan digunakan untuk mendatangkan pesawat. "Pertimbangan kami, dana hasil penjualan saham ini untuk membeli tambahan 40 pesawat. Dari sisi ekonomi akan lebih menguntungkan membeli pesawat langsung dalam jumlah banyak," ucapnya. Sebanyak 80 persen dana dari hasil penjualan saham digunakan untuk pengembangan armada serta 20 persen untuk anak usaha dan bisnis lainnya.

www.suarakarya-online.com

Tahun ini Sriwijaya Air Borong Pesawat Terbang Baru

Tahun ini Sriwijaya Air Borong Pesawat Terbang Baru.
Bidik 9 Juta Penumpang, Sriwijaya Air Beli 20 Boeing 737-800 NG

PT Sriwijaya Air menargetkan dapat mengangkut 9 juta penumpang hingga akhir tahun ini seiring dengan rencana pembelian 20 unit Boeing 737-800 NG seharga per unit US$75 juta yang mulai didatangkan pada Maret ini. Pesawat terbaru ini akan memuluskan rencana perusahaan untuk mengubah pelayanan menjadi full service atau pelayanan penuh yang dimulai April 2012.
Rencana ini juga ditopang peremajaan pesawat yang akan mulai dilakukan pada bulan yang sama. "Seluruh rencana masih on schedule tahun ini. Phase out (penghapusan) pesawat jenis Boeing 737-200 akan kami lakukan secara bertahap mulai April hingga akhir tahun. Insya Allah kami tidak akan memakai seri 737-200 lagi," kata Direktur Niaga Sriwijaya Air Toto Nursatyo, Rabu 8 Februari 2012.

Toto menambahkan pesawat rencana pembelian 20 unit Boeing 737-800 NG dengan harga per unit US$75 juta yang awalnya baru akan diterima pada 2014, rencananya mulai didatangkan pada Maret ini. Toto mengatakan jika pesawat Boeing 737-800 NG berhasil didatangkan,pihaknya akan membuka rute baru ke China dan Malaysia. Dua kota di China yang akan dibidik pasarnya yaitu Shen Zhen dan Sun Cia Men. Untuk rute Malaysia, Sriwijaya akan membuka rute baru Bandung-Kuala Lumpur, Surabaya-Kuala Lumpur, dan Jakarta-Kuala Lumpur.

Pada Agustus 2012 Sriwijaya juga akan mulai menerima lima dari 20 unit Embraer E175 dan Embraer 195 yang telah dipesan pada 10 November 2010. Harga pesawat dengan kapasitas di bawah 100 kursi tersebut sekitar US$ 40,50 juta per unit.

Terkait dengan banyaknya tambahan armada tahun ini, manajemen pun menargetkan dapat mengangkut total 9 juta penumpang hingga akhir tahun. Adapun tahun lalu, Sriwijaya Air berhasil mengangkut total 8,1 juta penumpang. Sesuai rencana, maskapai akan menginvestasikan dana US$84 juta untuk mendatangkan 12 unit pesawat jenis Boeing 737-500 tahun depan.
Kedatangan 12 unit pesawat tersebut untuk menghapus secara bertahap atau phase out penggunaan 12 pesawat klasik Boeing 737-200 milik perseroan. Selain itu, maskapai juga merencanakan membeli pesawat jenis Boeing 737-800 dan Embraer.

Sebelumnya, dia menambahkan ke-12 unit pesawat 737-500 bekas ini dibeli dari maskapai Continental asal Amerika Serikat. Pembelian pesawat dilakukan dengan mekanisme lease to purchase selama 12 tahun seharga US$5 juta-US$7 juta. Upaya ekspansi 12 pesawat tersebut merupakan bagian dari pemesanan 20 unit hingga 2014. Saat ini total pesawat yang dioperasikan Sriwijaya berjumlah 30 unit terdiri dari 12 Boeing 737-200, 12 Boeing 737-300, dan enam Boeing 737-400.

www.bisnis.com

Jadwal Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Pesawat Garuda Indonesia Ditambah Lagi

Jadwal Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Pesawat Garuda Indonesia Ditambah Lagi.
Garuda Tambah Jadwal Penerbangan Pekanbaru-Jakarta

Maskapai Garuda Indonesia Airways akan menambah jadwal penerbangan rute Pekanbaru-Jakarta, 6 kali dalam sehari. Sebelumnya, rute ini hanya 5 kali penerbangan. General Manager Garuda Cabang Pekanbaru, Suyatno Rifat menyebutkan penambahan itu tidak ada kaitannya dengan migrasi penumpang akibat turunnya kepercayaan penumpang dari salah satu maskapai, yang pilotnya kedapatan "nyabu".

Rencana penambahan jadwal penerbangan sudah ada sejak September tahun 2011 lalu. Rencana penambahan jadwal penerbangan menjadi 6 kali perhari itu disebabkan jumlah load factor Garuda per hari per pesawatnya di atas 80 persen. "Load factor Garuda setahun terakhir ini di atas 80 persen. Jadi memang sudah sewajarnya untuk menambah jadwal penerbangan. Karena jika diakumulasikan, jumlah penumpang transportasi udara yang menggunakan jasa Garuda tahun 2011 mencapai 255 ribu penumpang," tuturnya.

Jumlah itu, imbuh Suyatno, hanya untuk penumpang tujuan Pekanbaru-Jakarta. Tidak termasuk penumpang Jakarta-Pekanbaru.

www.riauterkini.com

Harga Tiket Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Bengkulu Lemungkinan Akan Turun

Harga tiket pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Bengkulu kemungkinan akan turun. Pada bulan Maret 2012 operasional penerbangan pesawat Sriwijaya Air pada rute Jakarta-Bengkulu dipastikan akan kembali normal. Hal itu seiring dengan datangnya beberapa pesawat baru jenis Boeing 737-800NG, Embraer E-190, Boeing 737-500 yang sudah dipesan oleh maskapai penerbangan Sriwijaya Air.
Sriwijaya Air. ZonaAero
Sriwijaya Air
Maret, Penerbangan Sriwijaya Air Normal

Jumlah penerbangan pesawat Sriwijaya Air dari Jakarta ke Bengkulu yang sejak Januari 2012 dikurangi dari dua kali menjadi sekali sehari akan kembali normal dua kali sehari pada Maret 2012. Dengan demikian, harga tiket pesawat pun kemungkinan besar akan menurun.

Menurut Kepala Cabang Sriwijaya Air Bengkulu Heriyanto, pengurangan jumlah penerbangan disebabkan oleh persiapan Sriwijaya Air mendatangkan sejumlah pesawat terbang baru. "Pilotnya sekolah dulu sekitar sebulan agar kemampuannya meningkat sehingga dapat menerbangkan pesawat baru dengan baik," kata Heriyanto, Rabu (15/2/2012) di Bengkulu.

Sejak Januari, secara nasional Sriwijaya Air mengurangi jumlah penerbangannya terkait persiapan datangnya sejumlah pesawat baru yang dibeli Sriwijaya Air. Untuk Bengkulu, jadwal penerbangan yang ditiadakan ialah yang pukul 12.05 dari Jakarta dan pukul 13.40 dari Bengkulu.

Adapun pesawat baru yang rencananya dibeli Sriwijaya Air ialah 5 unit Boeing 737-800NG, lima unit Embraer E-190, dan 12 unit Boeing 737-500. Heriyanto berharap, bulan Maret bersamaan dengan normalnya jumlah penerbangan, satu unit Boeing 737-800NG sudah tiba di Tanah Air. Disusul sebulan kemudian dua unit Boeing 737-500.

regional.kompas.com

Sabtu, 11 Februari 2012

Penerbangan Bandung-Surabaya Dilayani Pesawat Garuda Indonesia

Rute penerbangan Bandung-Surabaya dilayani Garuda Indonesia. Rute penerbangan dengan tujuan Bandung-Surabaya (PP) secara resmi telah dilayani Garuda Indonesia terhitung mulai tanggal 10 Februari 2012. Rute dan jadwal penerbangan tersebut akan dilayani dengan menggunakan pesawat terbang jenis Boeing 737-500.
Garuda Indonesia Boeing 737-500. ZonaAero
Garuda Indonesia Boeing 737-500
Garuda Buka Penerbangan Bandung-Surabaya

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia membuka penerbangan Bandung-Surabaya dan Surabaya-Bandung, Jumat (10/2/2012). Penerbangan perdana itu langsung diresmikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Penerbangan dari Bandung menuju Surabaya, berangkat dari Bandara Husein Sastranegara pukul 14.30 WIB dan tiba pukul 15.45 WIB. Sedangkan dari Surabaya menuju Bandung pukul 12.35 WIB dan tiba pada 13.45 WIB.

Direktur Operasi Garuda Indonesia Arif Safari mengatakan rute penerbangan Bandung - Surabaya ini akan dilayani pesawat Boeing 737-500 dengan kapasitas kursi sebanyak 96 kursi, yang terdiri dari 12 kursi kelas eksekutif dan sisanya kelas ekonomi. "Sementara ini, frekuensi penerbangan rute kami hanya sekali dalam sehari," ujar Arif dalam rilis yang diterima detikbandung.

Menurut Arif, pihaknya menargetkan, load factor penumpang pesawat penerbangan Surabaya-Bandung setiap harinya mencapai 75-80 persen. Dia menambahkan, rute Bandung-Surabaya tersebut juga terhubung dengan penerbangan Surabaya-Denpasar dan Surabaya-Makassar. "Sehingga memudahkan masyarakat Bandung untuk terbang menuju kota-kota Makassar, Denpasar, dan Surabaya, begitu juga sebaliknya," katanya.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berharap, dengan dibukanya rute domestik baru tersebut akan memacu pertumbuhan ekonomi Jawa Barat khususnya Bandung Raya, di sektor jasa, barang dan wisata.

Menurut Heryawan, kehadiran Garuda di Bandung merupakan sebuah kebanggaan bagi Jawa Barat khususnya Kota Bandung. Ia berharap ke depan maskapai penerbangan itu membuka layanan penerbangan ke rute lainnya yang belum terlayani saat ini. Selain itu, peningkatan kondisi landasan serta rencana peningkatan kapasitas diharapkan bisa meningkatkan layanan di Bandara Husein. "Bandara Husein saat ini sudah menjadi bandara yang diperhitungkan dan merupakan salah satu gerbang penerbangan ke Kuala Lumpur dan Singapura," katanya.

bandung.detik.com

Kamis, 09 Februari 2012

PT Dirgantara Indonesia Jadi Produsen Tunggal Pesawat C212-400

PT Dirgantara Indonesia jadi produsen tunggal di dunia pesawat C212-400. Airbus Military secara resmi telah menunjuk PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk menjadi produsen tunggal pesawat terbang jenis C212-400 satu-satunya di dunia.
CASA C212-400. ZonaAero
CASA C212-400
Airbus tunjuk PTDI sebagai produsen tunggal C212-400

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah ditunjuk oleh Airbus Military sebagai produsen tunggal pesawat C212-400 satu-satunya di dunia. Asisten Direktur Utama Bidang Sistem Manajemen Mutu Perusahaan PTDI, Sonny Saleh Ibrahim, dalam penjelasannya kepada ANTARA News, Kamis (9/2), mengatakan saat ini seluruh fasilitas produksi untuk C212-400 telah dipindahkan dari San Pablo, Spanyol, ke PTDI di Bandung. "Airbus Military selanjutnya akan fokus pada pembuatan pesawat terbang berbadan lebar AM-400 yang sekelas dengan C-130 Hercules," kata Sonny yang mengungkapkan dasar kerjasama pemindahan industri Airbus Military dari Eropa ke Indonesia itu sudah ditandatangani kedua pihak pada tahun 2006 dan diperbaharui tahun 2011.

Sonny menjelaskan, "Airbus Military sebelumnya EADS (European Aeronautic Defence and Space Company) konsorsium Airbus bersama Perancis, Jerman dan Inggris yang didirikan tahun 1999, dan kemudian memasukkan pula CASA (Construcciones Aeronuticas SA) sehingga nama CASA pun melebur menjadi Airbus."

Perkembangan terakhir, CASA dijadikan produsen untuk seluruh pesawat Airbus untuk penggunaan militer. Pesawat C212-400 merupakan versi terakhir dari pesawat C212-200 yang sudah dikerjakan PTDI sejak tahun 1980-an. Dalam pengerjaan C212-400, tidak beda halnya dalam pengerjaan C212-200 yang sudah terlebih dahulu dikerjakan tersebut. Tenaga yang diperlukan lebih banyak untuk menangani pekerjaan-pekerjaan seperti pre-cutting, hand forming dan pekerjaaan lainnya dibagian sheet metal forming, dimana pekerjaan tersebut tidak terlalu banyak melibatkan bagian machining.

Pesawat C212-400 merupakan pesawat untuk jarak pendek, penumpang maksimum 26 orang yang dirancang sebagai pesawat multiguna sipil dan militer. Pesawat ini mempunyai daya angkut maksimum hingga 2.950 kg dan ditenagai dua mesin Garret TPE 331-12JR-701C dan kecepatan maksimum 200 knots.. Salah satu keunggulan pesawat ini dibandingkan dengan pesawat lain sekelasnya adalah C212-400 memiliki pintu belakang (ramp door), kabin lebih tinggi dan daya angkut lebih besar. Pesawat ini juga dapat dipasangi tanki bahan bakar tambahan sehingga pesawat dapat terbang lebih jauh.

Perbedaan pesawat C212-400 dibanding C212-200 antara lain interior lebih luas karena lebih panjang, dilengkapi wing tip untuk memperkecil hambatan udara (drag), sistem avionic lebih modern, yaitu dilengkapi dengan EFIS (Electronic Flight Instrument System) dan sistem data mesin terpadu (Integrated Engine Data System).

Pesanan perdana datang dari C212-400 datang dari PT. Airfast Indonesia satu unit, pada bulan Februari 2009, pada Agustus 2011, PTDI melakukan penandatanganan kontrak penjualan dengan T.K.S Thailand sebanyak satu unit pesawat. Pengadaan satu unit pesawat C212-400 ini, merupakan bagian dari kebutuhan total T.K.S Thailand sebanyak 12 unit, dua di antaranya sudah dikirimkan dari Airbus Military. Dari kebutuhan T.K.S sebanyak 12 unit tersebut, sebelumnya sebanyak 2 unit pesawat telah dipenuhi oleh Airbus Military, dan sisa kebutuhan selanjutnya akan dipenuhi oleh PTDI.

Selain itu, PTDI tahun lalu telah mengirimkan tiga pesawat CN-235 versi intai maritim untuk Badan Penjaga Pantai Korea Selatan (Korea Coast Guard), dari total empat pesanan. Pesanan terakhir akan dikirimkan Maret mendatang.

www.antaranews.com

Rabu, 08 Februari 2012

Pengembangan Landasan Pacu Bandara Dewadaru Karimunjawa

Pengembangan Landasan Pacu Bandara Dewadaru Karimunjawa. Landasan pacu Bandara Dewadaru yang berlokasi di Karimunjawa akan ditambah panjangnya menjadi 1.200 meter
BANDARA DEWADARU: Landasan pacu diperpanjang 250 m

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan perpanjangan landasan pacu bandara Dewandaru di Karimunjawa menjadi 1.200 meter selesai akhir tahun ini menyusul progres pembebasan lahannya yang sudah memenuhi kebutuhan minimal. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Urip Sihabudin mengatakan dari total kebutuhan lahan untuk perpanjangan landasan pacu bandara tersebut yang mencapai 15 hektare, 30% di antaranya sudah dibebaskan.

Dia menilai dengan lahan seluas 5 hektare tersebut sudah bisa digunakan untuk memperpanjang landasan pacu sepanjang 250 meter, sehingga jika ditambah dengan kondisi landasan pesawat yang ada sekarang 950 meter, panjang landasan sudah sesuai dengan masterplan yaitu 1.200 meter. "Revitalisasi bandara Karimunjawa saat ini dalam tahapan pembebasan tanah, yang dibutuhkan dari semua pengembangan 23,5 hektar, untuk landasan pacu dibutuhkan sekitar 15,5 hektare, dan saat ini sudah tercapai 5 hektar tercapai. Dengan 5 hektare tersebut sejatinya sudah bisa digunakan untuk memperpanjang landasan pacu 250 meter," katanya.

Dia menambahkan selain untuk perpanjangan landasan pacu, pemprov Jateng bekerjasama dengan Pemkab Jepara terus menggenjot pembebasan lahan lainnya guna revitalisasi bandara seperti lahan untuk area parkir pesawat (apron) dan sisi landasan pacu (airstrip). Kondisi landasan pacu bandara Dewandaru saat ini, lanjutnya dengan panjang 950 meter memiliki lebar 23 meter, sedangkan jika landasannya diperpanjang hingga 1.900 meter maka lebarnya juga harus ditambah menjadi 30 meter.

Urip menuturkan sebenarnya tanah yang telah dibebaskan itu sudah siap untuk perpanjangan landasan, meski demikian perlu dilakukan perlebaran sisi timur sekitar 70 meter dan ke arah barat 200 meter untuk keselamatan penerbangan. "Hal itu yang tengah kami komunikasikan dengan Kementerian Perhubungan, bahwa kami ingin di 2012 sudah menyelesaikan perpanjangan landasan pacu, sekaligus menyiapkan tanah untuk apron dan airstrip," ujarnya.

Dia menuturkan, dana untuk pembangunan fisik landasan pacu bandara, apron dan airstrip diperkirakan mencapai Rp70 miliar, di mana kontribusi dari Pemprov Jateng sebesar Rp42 miliar atau 60% dari total kebutuhan dana, sedangkan sisanya ditanggung oleh Pemkab Jepara. Dana tersebut, lanjut dia belum termasuk biaya untuk pembebasan lahan seluas 15 hektare dengan rata-rata harga tanah per meter persegi mencapai Rp70.000. "Untuk pembangunan fisiknya, yang meliputi perpanjangan landasan pacu, apron dan airstrip Pemprov menanggung sebesar 60% dan 40% dari Pemkab Jepara, dana itu diluar biaya pembebasan lahan," tuturnya.

Terkait dengan besaran bagi hasil setelah bandara tersebut beroperasi, pihaknya masih akan mengkaji perjanjian kerjasama dengan pihak ke tiga selaku operator bandara Dewandaru nantinya.

Seperti diketahui, Kepulauan Karimunjawa memiliki potensi objek wisata yang sangat tinggi, namun hingga kini masih terkendala transportasinya yang hanya bisa dilewati dengan jalur laut. Dengan pengembangan Bandara Dewandaru di Kepulauan Karimunjawa ini, maka kepulauan yang masuk wilayah Kabupaten Jepara tersebut akan menjadi satu dari empat destinasi wisata andalan Jateng, selain Kota Solo, Candi Boro

www.bisnis.com

Maskapai AirAsia Bidik Turis China, Korea Selatan, Dan Jepang Terbang Ke Semarang

Maskapai AirAsia Bidik Turis China, Korea Selatan, Dan Jepang Terbang Ke Semarang
AirAsia Siap Bawa Turis China ke Semarang

Semua kota di Tanah Air dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan penerbangan internasional dan domestik jika didukung infrastruktur dan kerja sama dari pemerintah setempat. Atas dasar inilah, AirAsia kembali membuka rute penerbangan baru yang menghubungkan Kota Semarang, Jawa Tengah, dengan Kuala Lumpur, Malaysia. Maskapai ini akan terbang setiap hari antara Kuala Lumpur-Semarang.

Pembukaan rute penerbangan internasional yang baru tersebut ditandai dengan penerbangan perdana AirAsia AK 1310 dari Kuala Lumpur dan mendarat di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Senin (6/2/2012). Penyambutan pesawat yang membawa 160 penumpang baik dari Malaysia maupun turis dari China ini dikemas dalam suasana Imlek.

Presiden Direktur AirAsia Indonesia Dharmadi, didampingi Direktur Komersial AirAsia Malaysia Jasmine Lee, mengungkapkan, Semarang merupakan kota ke-14 yang menjadi destinasi penerbangan AirAsia dari Kuala Lumpur. Sebelumnya, AirAsia terbang dari Kuala Lumpur ke Jakarta, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Bandung, Denpasar, Solo, Balikpapan, Palembang, Aceh, Pekan Baru, Padang, dan Makassar. "Setelah membuka penerbangan langsung Kuala Lumpur-Semarang, kami juga membuka rute penerbangan Jakarta-Semarang," ujar Dharmadi pada acara peluncuran penerbangan perdana AirAsia Kuala Lumpur-Semarang, di Hotel Gumaya, Semarang, yang dihadiri Wali Kota Semarang Sumarmo HS dan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Jateng Urip Sihabudin.

Baik Dharmadi maupun Jasmine menyatakan, rute Kuala Lumpur-Semarang memiliki potensi yang besar untuk menerbangkan penumpang, baik dari Kota Semarang maupun dari Kuala Lumpur. Bahkan, AirAsia membidik turis-turis asing, terutama dari China, Korea Selatan, dan Jepang, untuk berkunjung ke Kota Semarang. "Kami menggarap pasar turis China yang banyak sekali ditemui di Beijing. Bahkan, tadi pagi (penerbangan perdana) ada penumpang dari Guangzhou yang tujuannya ke Semarang. Kami sangat percaya diri Semarang pasar yang bisa dikembangkan," ujar Dharmadi yang kemarin juga meresmikan AirAsia Travel and Service Center (ATSC) di Simpanglima Semarang.

travel.kompas.com

Penerbangan Semarang-Kuala Lumpur Resmi Dilayani AirAsia

Penerbangan Semarang-Kuala Lumpur Resmi Dilayani AirAsia. Maskapai penerbangan bertarif terjangkau, AirAsia, secara resmi telah melayani rute penerbangan Semarang-Kuala Lumpur.
Rute Kuala Lumpur-Semarang Resmi Beroperasi

Presiden Direktur Indonesia AirAsia (IAA) Dharmadi mengatakan dibukanya rute Kuala Lumpur-Semarang menjadikan menjadi satu-satunya maskapai yang terbang setiap hari di rute tersebut. "Penerbangan perdana dilakukan pada hari ini, Senin (6/2). Pada awal penerbangannya, tingkat keterisian penumpang atau load factor sudah 90%," ujarnya, Senin 6 Februari 2012.

Dengan dibukanya rute ke Semarang, lanjutnya, maskapai AirAsia total memiliki 14 kota tujuan di Indonesia dengan rute keberangkatan dari Kuala Lumpur, yakni, Jakarta, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Bandung, Denpasar, Solo, Balikpapan, Palembang, Aceh, Pekan Baru, Padang, Makassar, dan Semarang. Untuk memperkokoh jaringan rute, maskapai IAA juga akan melayani rute Semarang–Jakarta sebanyak dua kali penerbangan per hari. Rute ini akan mulai beroperasi pada 9 Maret 2012.

Dharmadi mengatakan dibukanya rute Kuala Lumpur-Semarang adalah bentuk komitmen IAA untuk kembali melayani pasar domestik, mengingat pasar internasional maskapai itu saat ini sudah cukup matang. "Ini adalah bagian dari upaya guna memenuhi komitmen untuk terus mengembangkan portofolio domestik kami. Jangka panjangnya, AirAsia berharap untuk saling menghubungkan seluruh kota utama dan kota sekunder di Indonesia ke berbagai tujuan internasional yang tergabung dalam jaringan rute kami," katanya.

Dharmadi menambahkan IAA juga telah menghubungkan dua kota yang berdekatan dengan Semarang, yakni Solo dan Yogyakarta, ke destinasi dalam negeri ataupun internasional. Untuk merayakan momen istimewa ini, IAA memberikan tarif ekstra hemat mulai dari Rp279.000 untuk terbang dari Semarang ke Kuala Lumpur, dan Rp139.000 dari Semarang ke Jakarta. "Periode pemesanan mulai hari ini hingga 12 Februari 2012, dan untuk terbang mulai 8 Februari hingga 30 April 2012. Tarif promo spesial ini dapat dipesan melalui website, kantor penjualan AirAsia di bandara dan Carrefour, serta AirAsia Travel & Service Center (ATSC)," ujarnya.

Bertepatan dengan penerbangan perdana Kuala Lumpur-Semarang, IAA meluncurkan AirAsia Travel & Service Center (ATSC) yang pertama di Indonesia. Berlokasi di Semarang, ATSC merupakan sebuah pusat layanan terpadu yang melayani pemesanan kursi, kamar hotel dan paket wisata, serta berbagai produk AirAsia lain, seperti AirAsia Insure, AirAsia Red Megastore, dan AirAsia RedTix.

www.bisnis.com

Airbus Pamerkan Pesawat Terbaru A350 XWB, A320neo, A330 MRTT, C295 Dan ACJ318

Airbus pamerkan pesawat terbaru A350 XWB, A320neo, A330 MRTT, C295 dan ACJ318. Pabrikan pesawat terbang Airbus dalam kesempatan di Changi Exhibition Centre akan menampilkan produk pesawat versi militer dan komersialnya yang terbaru. Pesawat-pesawat terbaru Airbus tersebut adalah pesawat A350 XWB, A320neo, A330 MRTT, C295 dan ACJ318.
Airbus Tampilkan Pesawat Komersial & Militer di Singapore Airshow

Pabrikan pesawat asal Prancis Airbus Company akan memamerkan produk transportasi komersial dan militernya yang paling baru dan tengah dikembangkan dalam ajang Singapore Airshow. Singapore Airshow akan berlangsung pada 14-19 Februari 2012 di Changi Exhibition Centre, Singapura.

Siaran pers dari Airbus yang diterima hari ini menyatakan Airbus akan memamerkan model pesawat terbaru A350 XWB dalam skala besar. Pesawat itu dalam pengembangan dan dijadwalkan beroperasi pada 2014, A350 XWB akan membangun tingkat efisiensi yang baru pada pasar pesawat penumpang berukuran sedang dan berjarak jauh, dengan menggunakan bahan bakar 25% lebih sedikit dibandingkan pesawat berukuran serupa yang beroperasi.

Model pesawat A320neo juga akan ditampilkan. Versi terbaru dari famili A320 yang dijadwalkan untuk mulai beroperasi pada 2015 ini telah menjadi pesawat dengan penjualan tercepat yang pernah ada, dengan pemesanan pasti sebanyak 1.300 sejak diluncurkan pada akhir 2010. Dengan mengedepankan mesin baru dan ujung sayap Sharklets yang inovatif, pesawat ini akan memberikan penghematan bahan bakar sebanyak 15% dan juga mengurangi jejak karbon serta kebisingan secara signifikan.

Pengunjung stand dapat juga mengakses informasi mengenai produk yang ditawarkan oleh Airbus Military. Produk yang ditampilkan adalah A330 MRTT multi-role tanker yang pertama kali beroperasi tahun lalu dan terbukti menjadi referensi bagi industri pesawat militer di kelasnya, dan juga pesawat pengangkut terbaru A400M, yang sesuai rencana akan dikirimkan pada pergantian 2012-2013.

Rangkaian pesawat taktis berukuran sedang dari perusahaan ini juga ditampilkan melalui model pesawat pengawas C295. Dengan bercermin kepada permintaan penting dari Asia untuk pesawat jet pribadi, Airbus juga akan menampilkan sebuah tampilan statis ACJ318 untuk pertama kalinya di Singapura. Dengan ukuran pesawat jet paling lebar dan tinggi, versi korporat dari model pesawat Airbus yang paling kecil ini akan menampilkan disain interior yang menarik dengan area lounge dan area kantor atau tempat tidur dengan kamar mandi di dalam.

Airbus hadir di Singapore Airshow setelah mencapai tahun kesuksesannya dalam sejarah, mencatat rekor sebanyak 1.608 pemesanan pasti untuk rangkaian produk sipilnya dan melakukan pengiriman sebanyak 534 pesawat ke maskapai penerbangan di seluruh dunia. Perusahaan ini telah mencapai kesuksesan khususnya di regional Asia Pasifik, dimana sebanyak lebih dari 1.800 pesawat terbang beroperasi untuk 85 maskapai penerbangan dan memiliki jumlah pemesanan sebanyak lebih dari 1.700 pesawat untuk dikirimkan di masa datang.

www.bisnis.com