Cari di Blog Ini

Rabu, 01 Februari 2012

AirAsia Tambah 300 Unit Pesawat A320neo

AirAsia Tambah 300 Unit Pesawat A320neo. Pesawat terbang penumpang buatan Airbus dari jenis A320neo telah dipesan sebanyak 300 unit oleh maskapai penerbangan AirAsia.
AirAsia Beli 300 Pesawat Airbus Senilai US$ 27 Miliar

AirAsia Bhd akan memperbarui kesepakatan mereka dengan Airbus karena menambah pesanan pesawat A320neo berjumlah 300. Keputusan ini membuat maskapai asal Malaysia itu menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia. Pernyataan tersebut diungkapkan pihak yang tidak disebutkan namanya oleh Bloomberg. Sebelumnya, kedua pihak mengumumkan pembelian 200 pesawat A320neo di pameran Paris Air, bulan lalu. Namun, pesanan terbaru itu sangat mengejutkan dengan nilai US$ 27 miliar. Padahal, pemesan sebelumnya memecahkan rekor dengan pembiayaan US$ 18 miliar.

Seperti pemesanan sebelumnya, penambahan 100 pesawat akan disertai dengan mesin CFM International, ujar sumber tersebut. AirAsia dikabarkan menerima potongan harga untuk seluruh pesanan namun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Pengiriman 300 pesawat A320neo itu bergantung pada kebijaksanaan AirAsia. Di sisi lain, 200 pesawat yang dipesan sebelumnya akan dikirim mulai 2016. Ini menjadi cara AirAsia menuai keuntungan dari dua pasar penerbangan yang tumbuh tercepat di dunia yaitu India dan Cina.

A320neo merupakan pesawat Airbus dengan 150 kursi penumpang terlaris di dunia. Pesawat itu menawarkan penghematan bahan bakar melalui mesin baru. CEO AirAsia, Tony Fernandes, sempat mengatakan bahwa perusahaan memang tengah mengincar 500 pesawat untuk bermain di pasar global.

AirAsia memberikan layanan penerbangan di 63 wilayah pada lebih dari 20 negara. Saat ini, mereka memiliki 90 pesawat yang hampir semuanya termasuk Airbus A320s. Selain kesepakatan 300 pesawat Airbus A320neo, AirAsia tengah menunggu pengiriman 75 Airbus.

AirAsia, maskapai berbiaya rendah paling besar di kawasan Asia, menjadi pelanggan terbesar Airbus. Perjalanan internasional Asia Pasifik diperkirakan meningkat 7,6% per tahun hingga 2014. Jumlah ini cukup besar dibandingkan pertumbuhan pasar di Amerika Serikat dan Eropa sebesar 5%,. berdasarkan keterangan Asosiasi Transportasi Udara Internasional. AirAsia sendiri yang berbasis di Malaysia dan memiliki cabang di Thailand maupun Indonesia, memiliki pangsa yang cukup menarik. "AiAsia berhasil menemukan pangsa potensial yang terus berkembang di Asia," kata Fernandes lagi.

swa.co.id