Cari di Blog Ini

Jumat, 22 Maret 2013

Kapasitas Bandara Supadio Pontianak Akan Ditingkatkan Untuk Layani Pesawat Berbadan Lebar

Dalam waktu yang tidak lama lagi, Bandara Supadio di Pontianak bisa didarati pesawat terbang berbadan lebar (wide body) seperti Boeing 373-800 NG (Next Generation) dan Airbus A320. Rencana peningkatan kemampuan layanan Bandara Supadio untuk penerbangan pesawat berbadan lebar telah dibicarakan pada rapat kerja yang melibatkan Komisi C DPRD Kalimantan Barat dengan pihak PT Angkasa Pura II, Dishubkominfo Kalimantan Barat, Asosiasi Tur dan Agen Wisata Indonesia (Asita) Kalimantan Barat, dan sejumlah maskapai yang beroperasi di Kalbar di ruang Serba Guna DPRD Kalimantan Barat yang dilaksanakan pada hari Senin Senin, 18 Maret 2013.
Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. ZonaAero
Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat
Supadio Segera Didarati Pesawat Wide Body

Maskapai penerbangan yang memiliki pesawat berbadan lebar (wide body) bisa bernapas lega. Pasalnya, Bandara Supadio Pontianak segera melayani pesawat berbadan lebar Boeing 373-800 NG (Next Generation) dan Airbus A320. "Pesawat itu memiliki kapasitas kursi lebih banyak dari jenis-jenis pesawat yang saat ini beroperasi di Supadio untuk rute Pontianak-Jakarta dan sebaliknya," kata Andry Hudaya Wijaya SH MH, anggota Komisi C DPRD Kalbar, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (20/3/2013).

Kabar baik tersebut terungkap dalam rapat kerja Komisi C DPRD Kalbar dengan pihak Angkasa Pura II, Dishubkominfo Kalbar, Asosiasi Tur dan Agen Wisata Indonesia (Asita) Kalbar, dan sejumlah maskapai yang beroperasi di Kalbar di ruang Serba Guna DPRD Kalbar, Senin (18/3/2013) lalu. Pihak Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianak, kata Andry, juga sudah menyampaikan persiapan-persiapan menyambut pengoperasian kedua jenis pesawat tersebut, yang memang sudah menjadi kebutuhan untuk peningkatan kualitas penerbangan di provinsi ini.

Dengan jenis pesawat yang semakin baru, maka keamanan dan kenyamanan penerbangan terutama rute penerbangan Pontianak-Jakarta akan semakin meningkat. Namun, dikatakan Andry, dengan keterbatasan runway Supadio sekarang ini, maka menurut perhitungan dari pihak Angkasa Pura II hanya boleh diisi dengan jumlah 80 persen saja dari maksimal jumlah kursi dan cargo pesawat. "Sehingga masih perlu tahapan sosialisasi kepada berbagai pihak terhadap kebijakan yang akan diambil tersebut. Ini agar semua pihak dapat memaklumi dan mendukung upaya peningkatan kualitas pelayanan di Bandara Supadio," saran dia.

Pihaknya, sambung Andry, sangat menyambut baik dan memberikan penghargaan atas kerja keras yang telah dilakukan pihak Angkasa Pura II. "Dan kita juga minta Dishubkominfo Kalbar proaktif berkoordinasi dengan pihak Bandara Supadio terutama dalam hal runway safety programme," tegas dia.

Karena, Andry melanjutkan, kebutuhan menambah panjang runway dalam waktu dekat masih terus diupayakan. "Hal tersebut policy-nya ada di Angkasa Pura dan Kementerian Perhubungan, sehingga kita memandang perlu Dishubkominfo menyiapkan bahan untuk gubernur menyampaikan hal tersebut ke pemerintah pusat," ujar dia.

Selain itu, dalam rapat kerja itu, salah satu maskapai yakni KALSTAR juga menyampaikan persiapan mereka menggunakan pesawat jenis baru yakni ATR 42-600 yang dipesan di Prancis. "Dengan pembaruan desain kabin, varian cargo, mesin, dan baling-baling dengan bilah enam, untuk meningkatkan jenis ATR 42 yang sekarang ini beroperasi dengan rute Pontianak-Ketapang dan Pontianak-Sintang," tutup Andry.

Terpisah, anggota Komisi C DPRD Kalimantan Barat Thomas Aleksander SSos mengungkapkan kekecewaannya terhadap maskapai penerbangan Garuda Indonesia. "Saya sangat kecewa, Garuda Indonesia delay hingga 4 setengah jam lebih. Sesuai tiket, terbang pukul 16.00 WIB, tapi hingga pukul 19.30 WIB, belum juga berangkat," sesal Thomas.

Thomas bersama anggota dewan lainnya hendak bertolak ke Jakarta guna konsultasi ke kementerian terkait soal Raperda Lingkungan Hidup. "Pihak Garuda hanya menyampaikan pengumuman alasan operasional. Kita akan jadwalkan untuk memanggil manajemen PT Garuda menyangkut persoalan ini," pungkas Thomas.

www.equator-news.com