Cari di Blog Ini

Rabu, 07 November 2012

Pasar Perawatan Pesawat Beralih Ke Asia-Pasifik

Garuda Maintenance Facility Aero Asia
Perawatan Pesawat Pindah ke Asia-Pasifik

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia mengundang sejumlah maskapai internasional untuk berdiskusi tentang perkembangan industri penerbangan dan perawatan pesawat di Booth GMF di arena Indo Defence 2012 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta. Dalam pameran dua tahunan yang berlangsung pada 7-10 November 2012 ini, PT GMF menyiapkan serangkaian kegiatan yang dapat diikuti oleh mitra bisnis GMF maupun masyarakat. "Kami ingin masyarakat lebih mengenal peran GMF dalam menciptakan keselamatan penerbangan," kata Direktur Utama PT GMF AeroAsia Richard Budihadianto, Rabu (7/11/2012) di Jakarta.

Maskapai internasional atau badan usaha pemeliharaan pesawat yang berencana menggelar diskusi antara lain Jet Airways (India), Avient Aviation (Zimbabwe), KAM Air (Afghanistan). "Selain mendiskusikan peran GMF, kita juga ingin mengenalkan GMF sebagai bengkel pesawat yang telah memiliki sertifikasi internasional," katanya.

Menurut Richard Budihadianto, pameran peralatan industri pertahanan ini sangat strategis bagi GMF karena diikuti oleh 600 perusahaan peralatan pertahanan dari 50 negara yang berasal dari benua Asia, Australia, Amerika, Eropa, dan Afrika. Pameran dengan tema "Building Roadmap for Defence Industry, Present and Futures" ini akan dihadiri oleh tujuh menteri pertahanan dari pelbagai negara.

Selain sarana untuk menampilkan produk dan layanan GMF, pameran ini juga untuk memperkuat citra dan posisi GMF dalam industri penerbangan internasional. Kontrak Dalam pameran ini, GMF akan menandatangani kontrak perawatan pesawat dengan dua airlines yakni Avient Aviation dan KAM Air. Penandatanganan ini diharapkan memberi dampak positif terhadap GMF dalam melakukan penetrasi pasar, terutama pasar di kawasan Asia. Apalagi GMF telah memiliki modal besar yang menjadi tuntutan utama customer yakni sertifikat approval dari EASA dan FAA. Sertifikat otoritas penerbangan sipil internasional ini sebagai pengakuan atas kapabilitas GMF dalam menangani perawatan sejumlah pesawat buatan Airbus maupun Boeing.

Richard Budihadianto mengatakan, dalam dua tahun terakhir pasar perawatan pesawat dari Eropa dan Amerika beralih ke Asia-Pasifik. Pertumbuhan di kawasan ini cukup pesat karena dukungan biaya pekerja. yang lebih kompetitif dibanding perusahaan MRO di Eropa dan Amerika. "Dengan harga yang kompetitif, kualitas produk dan layanan perusahaan MRO di Asia setara dengan Eropa dan Amerika," katanya. Peluang ini yang dibidik oleh GMF dengan meningkatkan kapabilitas yang dimiliki.

GMF berkomitmen mengembangkan kapabilitas dan kapasitasnya untuk memenuhi kebutuhan pasar perawatan nasional maupun pasar global. Pengembangan kapabilitas ini dilakukan dengan menguasai perawatan pesawat-pesawat tipe terbaru seperti B737-NG dan A320. Tipe pesawat ini paling banyak digunakan maskapai di dalam maupun luar negeri karena tergolong efisien dalam penggunaan fuel. "Tipe pesawat ini juga dikenal lebih ramah lingkungan," katanya.

Populasi pesawat B737-NG dan A320 di Indonesia maupun manca negara terus bertambah setiap tahun. Sebagian besar maskapai di Indonesia juga mengalihkan operasional pesawatnya dari B737-Classic dengan B737-NG dan A320. "GMF telah memiliki sertifikat approval FAA dan EASA untuk perawatan dua tipe pesawat terbaru ini," katanya.

Dengan menguasai teknologi pesawat terbaru, GMF menargetkan meningkatkan daya serap pasar perawatan pesawat nasional. Hingga kini, GMF sebagai bengkel pesawat terbesar di Indonesia telah menguasai sedikitnya 70 persen perawatan pesawat dalam negeri. "Kami juga menargetkan peningkatan penyerapan pasar global dengan kapabilitas dan kapasitas yang terus kami tingkatkan," katanya.

bisniskeuangan.kompas.com