Jumat, 19 Oktober 2012




: Posted on Jumat, 19 Oktober 2012 - 01.39

Airbus A380
Hingga pada masa berkecamuknya Perang Dunia I (1914 – 1918) pesawat terbang pada umumnya dibuat untuk keperluan militer. Misalnya sebagai pesawat tempur, pengebom, atau pesawat terbang patroli / pengintai. Setelah usai Perang Dunia I, baru kemudian pesawat terbang digunakan dalam pelayanan jasa pos surat oleh pemerintah AS. Dari melayani jasa pos surat itulah kemudian pesawat terbang mulai digunakan untuk mengangkut penumpang.

Pada tahun 1933, pesawat terbang type Boeing 247 mulai berkiprah dalam melayani penumpang. Selain itu, juga ada Lockhead Electra dan Douglas DC-3 yang ikut menerbangkan penumpang. Dan berpuluh tahun kemudian, kini industri penerbangan didominasi oleh dua perusahaan besar yaitu Boeing dan Airbus.

Setelah berhasil dengan Boeing 247, perusahaan Boeing kemudian menuai sukses juga dengan pesawat terbang bermesin jet produksinya yang pertama, Boeing 707. Meskipun bukan pesawat jet yang pertama kali terbang di dunia, tapi Boeing 707 mengalami kesuksesan yang lebih besar dibanding pendahulunya, sebuah jet pertama di dunia, de Havilland DH 106 Comet.

Boeing, perusahaan yang berproduksi di Everett, Washington – AS ini mengembangkan pesawat berbadan besar. Misalnya Boeing 747 yang mampu menampung hingga 400 orang penumpang dan memiliki daya jelajah jarak jauh hingga lebih dari 13.000 kilometer. Boeing 747 dikembangkan sejak tahun 1963. Dan penerbangan pertama Boeing 747-100 baru terlaksana tiga tahun kemudian.

Pada tahun 2002 lalu berhasil diterbangkan Boeing 747-400ER yang merupakan versi mewah dari type 747. Kemudian dikembang jenis yang lebih baru dan disebut Boeing 787 Dreamliner. Dreamline ini sudah dikembangkan sejak akhir era 1990an. Ini merupakan bagian dari strategi Boeing untuk mengantisipasi persaingan dengan Airbus A330-200 yang di pasaran telah mengalahkan Boeing 767 dan Boeing 747-400. Boeing 787 Dreamliner termasuk dalam Sonic Cruiser yang mampu melesat dengan kecepatan Mach 0,98. Pesawat terbang bermesin jet ini memiliki kapasitas penumpang antara 200 – 300 orang penumpang.

Pada tahun 1967 berdirilah perusahaan MD (McDonnell Douglas) yang merupakan gabungan antara perusahaan McDonnell Company di St. Louis dan Douglas Aircraft Company di California. Perusahaan adalah perusahaan pertama yang memproduksi pesawat terbang dengan sistem digital. Sejak tahun 1980, MD telah memproduksi lebih dari 11.000 unit pesawat terbang jenis / seri MD80. Misalnya MD-82 yang pernah mengalami kecelakaan di bandara Adi Sumarmo, Solo.

MD-82 adalah pesawat terbang yang memiliki spesifikasi pesawat jet bermesin ganda dengan daya jelajah maksimal 3800 km dan kecepatan 811 km/jam. Daya angkut penumpang maksimum 172 orang, minimal 137 orang. MD-82 memiliki panjang 45,1 m, tinggi 9,05 m, bentang sayap 32,8 m, berat take off maksimal 149.500 pon (67,8 ton). Mesin yang digunakan adalah Pratt & Whitney JT8D-200 buatan Pratt & Whitney AS. Tepatnya JT8D-217A atau JT8D-217C berdaya dorong 20.000 pon. MD-82 dirakit di Long Beach – California dan mulai beroperasi sejak 8 Januari 1981.

Sebenarnya pesawat ini adalah DC-9-82. Meskipun demikian, pesawat ini tidak pernah disebut dengan nama demikian karena Douglas (pada waktu itu) telah bergabung dengan McDonnell menjadi McDonnell-Douglas, sehingga nama yang digunakan adalah McDonnell-Douglas MD-82. Adapun DC-9 yang paling besar, yang masih menyandang nama DC-9 adalah DC-9-50. Setelah perusahaan Boeing mengambil alih manajemen McDonnell Douglas, pesawat jenis ini tidak diproduksi lagi. Sekarang, namanya adalah Boeing MD-82. Produksi pesawat jenis ini (MD-80) berakhir tahun 1999.

Perusahaan yang menjadi pesaing berat bagi Boeing berasal dari Eropa. Perusahaan ini merupakan gabungan dari empat negara, Inggris, Perancis, Spanyol, dan Jerman. Perusahaan ini bernama Airbus S.A.S. dan berbasis di Toulouse, Prancis. Airbus S.A.S didirikan tahun 2001 di bawah hukum Prancis sebagai perusahaan join stok yang dipermudah atau "S.A.S." (Société par Actions Simplifiée). Airbus dipegang oleh EADS (80%) dan BAE SYSTEMS (20%), dua penyedia dan pemroduksi militer terbesar. Juga dikenal nama dahulu Airbus Industrie, atau Airbus. Airbus mempekerjakan sekitar 40.000 karyawan di beberapa negara Eropa. Perakitan final dilaksanakan di Toulouse, Prancis dan Hamburg, Jerman, meskipun konstruksi dilakukan di beberapa pabrik di Eropa.

Produksi pertama Airbus adalah A300B yang dibuat pada tahun 1969. Sedangkan jenis pesawat penumpang yang pertama kali di produksi oleh Airbus adalah A300B2. Selanjutnya pada tahun 1984, A320 diluncurkan dengan teknologi dan penampilan baru. Airbus juga mengeluarkan pesawat terbang berbadan besar dengan kemampuan jelajah jarak jauh, A340. Jenis ini yang sebelum memasuki abad 21 telah menjadi pesaing berat bagi Boeing 747 di pasaran dunia.

Hingga kemudian Airbus membuat dunia penerbangan menjadi terpana dengan kehadiran salah satu produknya, A380. Airbus A380 sebuah pesawat dua tingkat, dengan empat mesin yang mampu memuat 850 penumpang dalam konfigurasi satu kelas atau 555 penumpang dalam konfigurasi tiga kelas. Pesawat ini melaksanakan penerbangan perdana pada 27 April 2005 dan memulai penerbangan komersial pada akhir tahun 2007 setelah ditunda beberapa kali. Pesawat ini juga merupakan pesawat komersial (pesawat penumpang dan kargo) terbesar yang pernah dibuat.

A380 mempunyai empat mesin buatan Rolls-Royce Trent-900 yang mampu memberikan daya dorong 36.280 kg atau empat mesin kipas turbo Alliance Gp 7200, dengan daya dorong 37.003 kg. Pesawat A380 versi standar memiliki 854 kursi penumpang, sementara A380-900 memiliki 1000 kursi penumpang. Di atas pesawat ini terdapat pusat pembelanjaan,tempat bermain anak-anak, dan fasilitas-fasilitas lainya.


Bagikan :


Artikel penerbangan terkait :

Copyright © 2013. ZonaAero | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
ZonaAero