Cari di Blog Ini

Minggu, 13 Januari 2013

Wisata Pelayaran Sungai Mahakam, Menikmati Potret Kehidupan Kalimantan Timur

Sungai Mahakam yang berada di Provinsi Kalimantan Timur menawarkan wisata pelayaran yang menyenangkan bagi para wisatawan. Dengan menumpang kapal-kapal kayu yang disediakan untuk pelayaran wisata sungai, wisatawan bisa menyatu dan menikmati potret kehidupan masyarakat di Kalimantan Timur. Jika beruntung, para wisatawan bisa menyaksikan kehadiran ikan pesut, lumba-lumba air tawar yang terkenal itu. Sungai Mahakam telah menjadi nadi perekonomian di wilayah Kalimantan Timur, dari kegiatan pasar diatas sungai hingga hilir mudiknya kapal-kapal tongkang mengangkut timbunan batu bara.
Sungai Mahakam Kalimantan Timur
Serunya Bertualang Menjelajah Sungai Mahakam

Mahakam, bukan hanya sekadar sungai. Namun, Sungai Mahakam telah menjadi denyut nadi kehidupan sebagian besar masyarakat Kalimantan Timur, yang tinggal di sepanjang aliran sungainya. Sungai terbesar di Kalimantan Timur ini merupakan identitas sekaligus kebanggaan Provinsi Kalimantan Timur. Berkunjung ke Kalimantan Timur seolah tak lengkap bila belum melihat aliran sungai ini secara langsung dari dekat.

Dengan panjang sekitar 920 km, menjadikan Mahakam sebagai sungai yang terpanjang di Indonesia. Bagian hulu sungai di Kaltim ini melintasi Kabupaten Kutai Barat, sementara bagian hilirnya mengitari wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara hingga Samarinda. Sungai Mahakam juga merupakan muara dari beberapa anak sungai, seperti Sungai Belayan, Kedang Pahu, dan Lawa.

Pengalaman menarik terbentang di depan mata saat melakukan pelayaran menyusuri Sungai Mahakam selama kurang lebih 4.5 jam dari Manau, Kutai Barat menuju Loajana, Kutai Kartanegara. Jelas terlihat, sungai ini tak hanya sekadar sungai, tapi sudah menjadi denyut nadi kehidupan sebagian besar masyarakat khususnya yang tinggal di sepanjang sungai maupun anak sungai Mahakam.

Meninggalkan Manau di waktu Subuh, Mahakam menyuguhkan potret berbagai aktivitas penduduk yang mereka lakukan di atas sungai ini sedari pagi. Misalnya, sebagai sarana transportasi, sumber mencari nafkah, kegiatan perdagangan, hingga pekerjaan rumah tangga seperti mencuci pakaian maupun peralatan rumah tangga lainnya, sampai keperluan MCK mereka lakukan di sungai ini. Di beberapa tempat lain, ada juga warga yang memanfaatkan aliran Sungai Mahakam untuk mengembangkan usaha keramba.

Tidak hanya ketinting (perahu kecil bermotor) yang sering dijumpai di sepanjang Mahakam, kapal penumpang dengan tujuan seperti Melak, Long Iram, atau Damai yang berasal dari arah Samarinda juga melintas Sungai Mahakam. Interaksi masyarakat dengan Sungai Mahakam hanyalah sedikit bagian pemandangan menarik yang dapat wisatawan lihat saat menyusuri sungai yang bermuara di Selat Makassar ini. Karena sebenarnya masih banyak pesona dan kejutan-kejutan alam yang akan kita temui selama penyusuran ini.

Ikan Pesut Sungai Mahakam
Bagi para petualang dan traveller, sungai yang juga menjadi habitat ikan pesut atau lumba-lumba air tawar ini memiliki panorama lengkap yang bisa memanjakan seluruh indera manusia. Hijaunya hutan, perbukitan, pepohonan yang rimbun, warna warni tumbuh-tumbuhan di pinggiran sungai memberikan hiburan pada mata dan pikiran. Suara-suara dari beragam fauna seperti bangau kecil, monyet, burung-burung, dan biawak tak jarang menjadi lagu pengiring selama perjalanan.

Kalau kita melihat ke atas, beberapa elang tak jarang terlihat terbang di atas Mahakam. Deretan rumah-rumah penduduk berbentuk panggung yang umumnya terbuat dari kayu ulin, tak ketinggalan juga ikut menyegarkan pandangan mata.

Perjalanan menggunakan kapal boat di Sungai Mahakam tidak jauh berbeda dengan mengarungi laut. Di beberapa spot, sering kali muncul ombak memaksa setiap boat yang melintas harus memperlambat lajunya. Tidak terlalu tinggi, tapi ombak datang tiba-tiba dengan gelombang yang besar. Suasana seperti melengkapi hasrat bertualang menyusuri Sungai Mahakam.

Mendekati Samarinda, kita melewati sebuah pulau kecil yang terletak di tengah sungai Mahakam, yakni Pulau Kumala. Patung perunggu Lembuswana yang menjadi maskot Kerajaan Kutai Kartanegara, terlihat gagah berdiri di ujung pulau wisata kebanggaan Kota Tenggarong ini.

Konon, siapapun yang telah meminum air Sungai Mahakam, satu hari nanti ia akan kembali lagi ke Kalimantan. Entah, ini hanya sekedar mitos atau telah terbukti. Namun dengan segala keragaman ekosistem dan kealamian alamnya, Mahakam menawarkan sebuah sensasi menarik berperahu menyusuri sungai yang patut Anda coba!

travel.detik.com